They are my true love
.
.
Chapter 2
Warning !
Gs, gs, gs,
Kyumin
.
Author hanya meminjam nama mereka tanpa maksud apapun
Disini Sungmin di ceritakan sebagai seorang gadis yang memiliki keterbelakangan mental
(just in story)
No bash
.
.
Selamat membacaaa..
.
.
Setelah kejadian seminggu yang lalu, entah kenapa aku jadi dekat dengan gadis ini,Lee Sungmin. Tingkah lucunya membuatku selalu tak bisa berhenti tersenyum melihatnya. Dia memiliki wajah yang cantik,manis, lugu, dan polos seperti malaikat. Sungmin setiap hari datang ke kampusku, sebenarnya dia kesini untuk bertemu dengan kakak perempuannya Lee Kibum, seonbaeku 2 tingkat diatasku. Kibum noona adalah kekasih dari Choi Siwon.
Kibum noona dan Sungmin sudah tak memiliki orang tua lagi. Mereka hanya tinggal berdua saja. Kibum noona kuliah sambil bekerja untuk membiayai hidup mereka. Flat mereka sebenarnya tak jauh dari kampus. Kibum noona sengaja memilih tempat tinggal yang dekat dengan kampus, agar dia tidak terlalu khawatir meninggalkan Sungmin sendirian di rumah.
Sungmin kadang- kadang ikut bersamanya juga kekampus. Agar tidak mengganggu Kibum noona, Sungmin dijaga oleh ahjumma pemilik kantin, yang sebenarnya memiliki dua orang anak kecil yang menjadi teman bermain Sungmin saat di tinggal masuk kelas oleh Kibum noona. Tapi sekarang ada aku yang selalu bersama Sungmin, entah kenapa selalu muncul perasaan ingin melindunginya, perasaan tak ingin melukainya.
Apakah aku sudah jatuh cinta padanya ?
Mungkinkah ...iya...?
Mungkin aku tak tau apa yang akan terjadi nanti, yang pasti keinginanku aku ingin terus bersama Sungmin.
.
.
.
Setahun kemudian,
Bulan September 1995
Segalanya terasa begitu cepat.
"Kyuhyun, appa sudah memutuskan agar kau melanjutkan pendidikanmu di New York." ucapan appa malam itu seperti petir disiang bolong, seolah menyengat tubuhku dengan jutaan watt listrik.
Hanya satu di benakku saat itu, namanya,
Lee Sungmin..
Satu-satunya yeoja yang kucintai didunia ini setelah eomma. Lee Sungmin, kekasihku, jantung hatiku.
Ya, aku sudah mengklaim Sungmin sebagai kekasihku sejak kurang lebih setahun yang lalu, meskipun aku tahu dia tidak mengerti apa yang dimaksud dengan kekasih itu sendiri.
"Tapi appa, aku tidak bisa, aku.."
"Kau keberatan meninggalkan kekasihmu yang idiot itu ?" appa memotong ucapanku
"Dia tidak idiot appa !" bentakku tak sadar saat appa berkata seperti itu.
"Kau itu calon pewaris tunggal kita, kau tak mungkin akan bersama gadis itu! bisakah kau berpikir secara benar, huh ?!" appa berteriak dihadapanku. Eeomma duduk menangis melihat pertengkaran kami.
Sungguh aku tidak bisa meninggalkan Sungminku
"Aku mencintainya appa, sungguh.." ucapku lirih, appa terlihat gusar saat mendengar penyataanku
"Pokoknya kau harus pergi ke Amerika, appa tak menerima penolakan apapun. Sudah cukup untukmu selama ini bermain-main" tegas appa yang kemudian meninggalkanku terduduk lemas dilantai.
"Aku tidak bisa eomma..."
Eomma langsung menghambur kearahku. Memelukku.
"Eomma mohon Kyu, kali ini turuti appamu.."
Aku menggeleng lemah, tangis eomma semakin deras.
.
.
.
Hari ini Kyuhyun menemui Sungmin. Perasaannya memang sangat kacau sekarang. Hanya Sungmin yang bisa menenangkannya dengan tingkah lucu gadis lugu itu.
"Kyunie, kita mau kemana ?" tanya Sungmin dengan wajah yang menggemaskan. Kyuhyun tersenyum tipis dibuatnya.
"Kita akan jalan-jalan ke taman, Minnie mau kan ?" ucap Kyuhyun pada kekasihnya.
"Neee, Minnie mau kesana lagi, sudah lama Kyunie dan Minnie tidak naik sepeda ditaman lagi" jawab Sungmin dengan anggukan lucunya
"Iya, tapi aku minta ijin dengan Kibum noona dulu ya.. " ucap Kyuhyun lalu menemui Kibum.
"Oke.."
...
Hari sudah mulai sore, dua insan ini masih duduk dikursi tepi danau yang ada di taman. Keadaan hening. Kyuhyun masih berkutat dengan kejadian antara dia dan ayahnya tadi malam.
"Sungmin-ah...Kalau aku tidak ada di dekatmu apa kau akan sedih?" tanya Kyuhyun pada Sungmin yang bersandar di bahunya. Sungmin sibuk mengukur ukuran jarinya dengan jari Kyuhyun sambil sesekali memainkan tangan kekasihnya itu.
"Kyuniee.. Jarimu panjang sekali, jari Minnie kok pendek?."ucap Sungmin, yang membuat Kyuhyun terkekeh pelan.
"Apa jadinya jika nanti aku tak bisa melihat tingkah lucunya lagi ?" benak Kyuhyun lalu tangannya mengusap pelan rambut Sungmin
"Minnie akan menangis seharian jika Kyunie jauh dari Minnie." ucap Sungmin lagi, ternyata dia menangkap pertanyaan Kyuhyun.
"Kenapa harus menangis ?" tanya Kyuhyun.
"Kyunie kan pernah bilang kalau Kyunie tidak mau melihat Minnie menangis, jadi Minnie menangis saja supaya Kyunie datang dan ada didekat Minnie " ucapnya polos memamerkan deretan gigi kelincinya.
Kyuhyun mengecup sesaat bibir Lee Sungmin,
"Aku janji, aku tidak akan meninggalkanmu." ucap Kyuhyun lalu membawa Sungmin kedalam pelukannya. Memeluknya erat.
Namun, tanpa mereka sadari, sepasang mata dari sebuah mobil mewah yang terparkir tak jauh dari merekan sedari tadi memperhatikan,
"Keluargaku itu normal semua, keluarga Cho tidak akan memiliki menantu idiot seperti dia... Aku harus bisa memisahkan mereka dengan cara sehalus mungkin "ucapnya dingin, dan mobil mewah itupun perlahan meninggalkan area taman.
.
.
.
Oktober 1995
Sebulan telah berlalu, Kim Kibum kini sudah menikah dengan kekasihnya Choi Siwon, untuk sementara Sungmin masih tinggal bersama mereka.
Dan, aku masih belum memutuskan apa-apa sekarang. Aku masih tidak menuruti keinginan appa, tidak ingin meninggalkan Sungmin.
Sesungguhnya memang berat memiliki kekasih yang keterbelakangan mental seperti Sungmin, hampir semua hal tidak bisa dia lalukan. Namun semua itu kuanggap sebagai sesuatu yang special dari Tuhan yang dimilikinya.
" Kyuniee...aku ingin kepantai.." rengeknya padaku,
"Chagi, mana ada orang kepantai di musim dingin seperti ini. Ketempat lain saja ya," bujukku. Sekarang sudah memasuki musim dingin, tidak mungkin aku membawa kekasihku kepantai,aku tak mau dia sakit.
"Shireo, pokoknya kepantai...ayolaah..Kyuniee..." ucapnya menarik-narik lenganku, memaksaku.
Perlu seribu kali aku berpikir untuk menyetujui keinginannya, semoga tidak salah.
"Ne..baikah, tapi kau harus memakai pakaian yang tebai ya" ucapku akhirnya setelah menghela nafas panjang.
.
.
Kejadian itu mungkin tak terjadi, jika kami tidak kepantai sore itu. Mobilku tiba-tiba mogok dipinggir jalan ditambah lagi cuaca yang sangat dingin. Keadaan ini membuat keadaan Sungmin semakin lemah. Dan aku berusahan mencari tempat penginapan terdekat, berusaha agar Sungmin tidak kedinginan.
Kejadian laknat itu terjadi, entah setan apa yang merasukiku.
Aku... Aku meniduri kekasihku sendiri. Orang yang selama ini aku lindungi, telah aku nodai...
Aku pasti akan bertanggung jawab, tidak ada alasan untuk meninggalkannya, sekalipun menentang orangtuaku.
.
.
.
Dia duduk berlutut di hadapan ayah dan ibunya. Kyuhyun malam ini sudah membulatkan tekat. Tekat untuk bersama Lee Sungmin.
"Aku sudah memutuskan, aku akan mengikuti keinginan appa asalkan appa merestui hubungan kami, aku akan menikahinya. Dan dia akan ku bawa bersamaku." ucap Kyuhyun yakin, ekspresi appanya sangat shok mendengar ucapanku ingin menikahi Sungmin, begitu juga dengan eommanya.
"Apa kau gila hah? Kau ingin menikahinya?, Oh Tuhan...kenapa anakku seperti ini..arrhhgg!" appanya mengusap wajahnya kasar. Ayahnya beranjak dari sofa hendak menampar Kyuhyun. Namun segera di tahan oleh Heechul.
"Sudahlah,Yeobo...jangan terlalu emosi." Heechul mengusap bahu suaminya, menenangkan seorang Cho Hankyung.
"Kyu, kau masuk kamarmu." hardik Heechul pada anaknya itu, Kyuhyun menurut dia tidak mau memperkeruh keadaan.
.
.
"Biarkanlah mereka bersatu, aku rasa Kyuhyun sangat mencintai gadis itu dia sampai mampu bertahan setahun lebih bersama Lee Sungmin." ucap Heechul kepada suaminya didalam kamar mereka.
"Yeobo, apa jadinya keluarga kita nanti? Apa kata seluruh kerabat jika kita memiliki menantu yang idiot ?" ucap Hankyung panjang lebar.
"Ini untuk kebahagiaan anak kita Yeobo.." ucap Heechul pelan. Hankyung terdiam sejenak.
Ya, untuk kebahagian anak mereka, apanya yang salah? Tapi kenapa harus gadis itu...Benaknya kacau.
"Kau setuju ?" tanya Heechul lagi, Hankyung masih berfikir
"Hmm, baiklah " putusnya dengan berat, Heechul tersenyum pilihan suaminya.
"Ne, untuk anak kita... Biarkan dia bahagia kali ini." ucap Heechul lalu memeluk suaminya.
.
.
.
Suasana sarapan pagi dikediaman Cho family hening, tak seperti biasanya. Hankyung sibuk dengan koran dan kopinya sementara Kyuhyun sibuk dengan roti dalam diam.
"Eomma dan appa sudah membuat keputusan." ucap Heechul ditengah mereka, Hankyung melirik Heechul sekilas.
"Kami... merestui hubungan kalian, asalkan kau tetap pergi ke Amerika,"
Mendengar ucapan eommanya Kyuhyun sempat tersedak,
"Jinja ?" tanyanya memastikan
"Ne, kami menerima Sungmin menjadi menantu kami." ucap Heechul dengan senyuman cantiknya.
"Gomawo eomma" Kyuhyun bangkit dari kursinya, memeluk eommanya. Eommanya memang yang terbaik.
"Appa gomawo " ucap Kyuhyun dari belakang pada Hankyung yang dari tadi beranjak dari kursinya meninggalkan meja makan. Hankyung hanya tersenyum tipis, dia tau Kyuhyun sangat bahagia sekarang.
.
.
.
"Chagiaaa..."
Tubuh Sungmin langsung dipeluknya, sungguh pagi ini sangat membahagiakan
"Kyu..nnie.. Ses..saak..minnie..susahh..naf..fas." nafas Sungmin terengah dalam pelukan Kyuhyun.
Chuuup..
Diciumnya kening Sungmin penuh cinta,
"Kyunie kenapa, kenapa tiba-tiba meluk Minnie, heumm ?" tanya Sungmin.
"Kita akan segera menikah" ucap Kyuhyun dengan senyum dibibirnya
"Menikah? Mwoya?" tanya Sungmin polos
"Menikah itu seperti Siwon hyung dan Kibum noona, kau akan memakai gaun pengantin putih dan mahkota cantik lalu kita akan mengucap janji didepan Tuhan " ucap Kyuhyun menjelaskan sesederhana mungkin agar mudah dimengerti oleh Sungmin.
"Seperti Kibum noona? Shireo!" ucap Sungmin yang membuat Kyuhyun terperanjat.
"Mwoo? Waeee?"
"Minnie tidak mau pakai gaun pengantin warna putih, Minnie mau gaun pengantin warna pink! " ucapnya dengan pouting dibibirnya, imut.
Kyuhyun sempat terdiam, lalu tawanya pecah. Hampir saja Sungmin membuatnya mati berdiri karena menolak diajak menikah.
"Ha ha ha haaa"
"Ya! Kenapa malah tertawa? Kyunie menyebalkan!" ucapnya dengan mata berkaca-kaca, akan menagis.
"Ne, Minnie nanti akan memakai gaun pengantin warna pink, Minnie nanti akan jadi putri di pernikahan kita " ucap Kyuhyun menenangkan Sungmin, menepuk-nepuk bahu kekasihnya
"Tapi, yang jadi pangerannya siapa?" tanya Sungmin lagi
"Tentu saja aku, aku kan jadi suamimu nanti." jawab Kyuhyun percaya diri.
"Kyunie tidak mirip pangeran, pangeran itu wajahnya seperti Siwon tidak mirip Siwon oppa." ucap Sungmin membuat Kyuhyun kehabisan kata.
" YA!"
"Huuweeee..."
.
.
.
Kyuhyun dengan tangan menggenggam erat tangan Sungmin duduk di hadapan Kibum dan Siwon.
"Kau serius ingin menikahi adikku ?" tanya Kibum
"Ne, aku serius noona" jawab Kyuhyun
"Apa orang tuamu setuju ? Apa mereka menerima keadaan Sungmin ?" tanyanya lagi
"Eomma dan appa setuju, mereka merestui kami."
"Bagaimana kau menghidupi adikku, sedangkan kau masih kuliah."
"Aku akan menyelesaikan kuliahku di luar negeri, lalu bekerja di perusahaan Appa. Oleh karena itu aku ingin membawa Sungmin bersama ku sebagai istriku"
"Mwoo? Andwe! aku tidak akan membiarkanmu membawa adikku pergi jauh." ucapnya lagi
"Tenanglah sedikit..." Siwon menenangkan istrinya
"Aku mohon ijinkan aku menikahinya, aku janji akan membahagiakannya."
"Tidak, aku tidak mau, Aku tidak bisa."
"Kibum-ah..." lagi, Siwon masih berusaha menenangkan Kibum
"Dia akan membawa Sungmin jauh dari kita, kau tau aku tidak bisa jauh dari Sungmin" ucapnya pada suaminya
"Chagi, Sungmin itu juga berhak mendapatkan kebahagiannya bersama Kyuhyun..."
"Tapi..aku tid.."
" Sstttt... Pikirkan kebahagian Sungmin" ucap Siwon yang akhirnya dituruti Kibum
"Ne, aku merestui kalian" ucapnya dengan berat.
"Gomawo noona, hyung. Aku janji akan membahagiakan Sungmin"
.
.
.
Aku sudah mendapatkan restu dari mereka semua, terima kasih tuhan kau mempermudah jalan cinta kami.
Hari ini aku akan menemui Sungmin, ada sesuatu yang ingin aku berikan padanya
"Taadaa.." ucapku sembari menunjukan sebuah kalung di tangan ku
"Waahh..Cantik sekali, ini untuk Minnie ?" ujarnya bertanya padaku
"Ne, sini aku pakaikan" ucap ku lalu memasang kalung yang bertuliskan "Kyumin" yang menjadi bandulnya. Kata yang kuambil dari singkatan nama kami " Kyuhyun & Sungmin "
Chuup..
Kucium keningnya, dia hanya tersenyum aku melihatnya
"Kyunie, tulisannya apa? Kok terbalik, Minniekan sudah bacanya." ucapnya lucu sambil mengamati tulisan di kalung itu.
"Kyumin, Kyuhyun dan Sungmin..itu arti tulisannya " jawabku
"Oohh... Gomawo Kyunie..Minnie senang sekali "
Diciumnya bibirku, dan itu mengejutkan.
"Saranghae" bisiknya
"Aigooo... Ternyata kelinciku nakal juga.. Awas kau yaaa.." ucapku dengan smirk evilku,
"Kyaaa... Kyuniee..sudah...gelli..haha..gelii..Kyunie...haa " dia terus memberontak karena kugelitiki
.
.
Seminggu menyiapkan pernikahan, mereka semua sibuk, terutama Kyuhyun. Calon mempelai pria ini tampak paling sibuk dari semuanya, belum lagi mengurusi Sungmin yang akhir-akhir ini kesehatannya menurun.
Sudah tiga hari Sungmin tidak makan dengan baik. Kyuhyun jadi khawatir. Diapun membawa kekasih tercintanya kerumah sakit
"Bagaimana keadaan Sungmin dokter, apa dia sakit parah?" tanya Kyuhyun tidak sabar,
"Tenang tuan Cho, nona Sungmin tidak apa-apa ini hanya dampak dari kandungannya saja, selamat ne, nona Sungmin sedang mengandung, kandungannya sudah usia dua minggu" jawab dokter itu dengan senyuman.
"Benarkah ? "
"Ne. Selamat untuk anda, jagi kesehatan Sungmin dengan baik,ya.." ujar dokter itu lagi meninggalkan ruang rawat Sungmin
Kyuhyun diam sebentar. terkejut memang " Sungmin hamil" mengandung anak mereka. Toh mereka memang pernah melakukannya, lagipula seminggu lagi Sungmin akan menjadi istrinya.
Tentu saja ia sangat bahagia sekarang, kebahagiaanya yang berlipat. Betapa baik tuhan.
Kyuhyun sengaja merahasiakannya, dia ingin memberikan kejutan untuk semuanya dihari pernikahannya kelak.
Senyum tak bisa lepas dari bibirnya setelah menerima kabar baik tersebut.
.
.
November , 11, 1995
Hari ini, hari pernikahan Kyuhyun dan Sungmin. Hari yang paling di tunggu sepanjang hidupnya. Hari yang paling di nantikannya setelah ia sekian lama bersama Lee Sungmin menjadi pasangan kekasih.
"Eonnie..apa Minnie sudah cantik ?" tanya Sungmin dengan gaun pinknya sambil berputar-putar ala princess.
"Ne, Minnie akan selalu cantik. Apa Minnie bahagia?."
"Ne, eonnie..andai saja ada eomma dan appa pasti Minnie lebih bahagia." mendengar ucapan Sungmin, Kibum tak kuasa menahan air matanya. Ia langsung memeluk Sungmin
"Kajja, mobil pengantinmu sudah menjemput." ucap Kibum lalu membawa Sungmin keluar rumah,
Mobil mewah di era 90-an dengan bunga warna- warni menghiasi mobil itu sudah siap mengantar Sungmin ke gereja.
"Eonnie tidak ikut bersamaku ?." tanya Sungmin
"Ne, eonnie dengan suami eonnie mengikutimu dari belakang,"Jawab Kibum
Mobil mewah itu membawa Sungmin menuju masa depannya kelak,di ikuti mobil Siwon dari belakang.
.
.
Di gereja, Kyuhyun sudah siap menunggu, senyum tak bisa lepas dari wajahnya.
15 menit..
20 menit..
30 menit..
Ada sedikit rasa khawatir, mempelai wanitanya yang seharusnya datang 20 menit yang lalu, belum datang juga.
Para tamu dan undangan sudah mulai bosan menunggu, ada beberapa yang berbisik- bisik. Ketegangan ini sedikit di kurangi akibat nada dering ponsen Cho Hankyung yang tiba- tiba berbunyi.
"Yeobseo ?"
"Apa? Apa kau bilang?" suara keras Hankyung memecahkan keneningan dalam gereja. Sejenak dia menatap Kyuhyun dengan tatapam khawatir.
"Kecelakaan... ?"
Deg.
Deg.
Nafas Kyuhyun sedikit tercekat mendengar kata 'kecelakaan', suasana jadi sedikit bising terdengar dari suluruh undangan.
"Mem-mempelai wanitanya. Lee Sungmin, mengalami kecelakaan saat menuju kemari..Kyuhyun-ah..." ucap Hankyung lemah pada semua orang yang didalam gereja, ditatapnya wajah pucat putranya diatas altar.
Deg,
Deg,
Deg,
Nafas Cho Kyuhyun sudah tercekat sepenuhnya.
.
.
Tbc
Keep waiting neee...
Gomawooooo...
