Chapter 2: Next Generation

Aku fikir mitos tentang pahlawan itu bukan sekedar mitos. Aku selalu berpikir mereka benar-benar ada dulunya. Aku memang tidak mengetahui apapun tentang mereka, bahkan ibuku sendiri pun tak tahu. Orang terdahulu pernah bilang 'Apabila kau menemukan buku 7th Heaven, maka hidupmu tidak akan sengsara dan kau akan diberikan kekuatan tak terhingga'. Benar sekali, itulah perkataan orang terdahulu kepada generasi yang sekarang, Generasi baru.

Pokoknya aku masih belum tahu apa-apa tentang mereka, kenapa mereka menamakan buku itu 7th Heaven? Aku tak tahu.. apa mungkin isinya sama dengan artinya yang berarti 'Surga ke Tujuh' ? aku rasa jawabannya bisa jadi. Aku masih tak tahu. Maka dari itu.. aku ingin mencari tahu. Hal pertama yang harus dilakukan adalah bertanya kepada orang yang tahu atau bertanya langsung kepada orang terdahulu, Yups benar sekali.

"~Dret-Dret~" Getaran Handphone-pun berbunyi. Ternyata SMS masuk.

TEXT MESSAGE [INBOX]:

"Luna, apa kau sedang di rumah? Ini aku Loire, ini nomor Hp baruku. Balaslah pesanku jika kau sedang di rumah, ok"

REPLY MESSAGE:

"Masuklah dan sapa lah Ibuku, aku dikamar"

Steven Loire, dia satu-satunya teman terbaikku di Nibelhiem, dia seumuran denganku.. 18 tahun. Dia yatim piatu dan sekarang dia tinggal bersama Pamannya, untuk sementara Loire masih belum bekerja, dan masih rencana juga dia akan melamar pekerjaan di luar kota. Padahal sudah kusarankan untuk bekerja dulu di sini, di Pabrik Kapas. Tapi dia bersikeras tidak mau.

"Hei Luna, apa kabar? Maaf jika aku mengganggumu" Loire masuk ke kamarku dan menyapa.

"Oh aku baik saja, kau sama sekali tidak menggangguku Loire. Ada apa?"

"Aku punya kabar baik.. Umm, mungkin kabar baik untukku dan mungkin kabar baik untukmu juga hehe"

"Oooh.. kabar baik seperti apakah itu, Loire?" tanyaku sedikit penasaran

"Dengarkan baik-baik Luna, kau tahu kota yang bernama Gongaga kan, nah.. disana banyak sekali pemburu" kata Loire

"Lalu? Kau ingin bekerja disana sebagai pemburu?"

"Tepat sekali! Aku akan berguru kepada pemburu yang professional disana, Desa itu sangat terkenal akan orang-orangnya yang hebat memburu" Jawab Loire senang

"Astaga Loire.. tapi bekerja sebagai pemburu tidaklah mudah seperti yang kau bayangkan, tidak asyik seperti yang kau bayangkan. Dan sudah kusarankan jika kau ingin bekerja—bekerjalah di Pabrik Kapas disini. Lalu... kabar baik untukku apa?"

"Bukannya aku tidak mau bekerja disini, hanya saja aku ingin mencari pengalaman lebih diluar sana, lebih tepatnya di hutan ~haha~, Kabar baik untukmu yaah... oh yah aku dapat berita kalau di Gongaga ada penemuan barang aneh yang tak diketahui. Mungkin saja bisa menarik perhatianmu untuk kesana dan melihatnya, bagaimana?"

Mendengar kabar itu dari Loire aku pun tertarik untuk pergi ke Gongaga dan ingin melihat barang aneh yang dimaksud Loire. Aku meminta izin pada Ibuku untuk pergi. Tadinya Ibuku melarang keras karena Kota Gongaga cukup jauh dari Nibelhiem.. melewati beberapa hutan dulu baru bisa sampai kesana. Tapi aku dibantu Loire, Loire bilang pada Ibuku kalau dia akan menjagaku di perjalanan menuju kesana. Hanya untuk meyakinkan Ibuku agar mengizinkanku pergi. Padahal aku tahu Loire tidak bisa melakukan hal lebih seperti bertarung.

"Oke, kalau begitu aku akan pulang dulu. Aku akan memanggilmu jam 10 pagi untuk bergegas berangkat" Kata Loire di ambang pintu rumahku.

"Baiklah, jangan lupa bawakan aku Potion untuk diperjalanan. Aku pasti masuk angin nanti"

"Yoookai~"

Jarum pendek jam dinding dirumahku hampir menunjukan ke arah pukul 10. Sekarang baru jam 9.30 pagi, lebih baik aku bergegas menyiapkan keperluanku untuk dijalan. Karena perjalanan akan memakan waktu lama.. aku inisiatif membawa tenda siap pakai untuk di Perjalanan, Bekal, dan beberapa pakaian. Mungkin Loire akan membawa sedikit uang agar bisa menginap di Inn jika kami sudah sampai di Perdesaan lain. Dan mungkin juga Ibuku memberiku uang untuk diperjalanan.

Waktunya berangkat, jam sudah menunjukan pukul 10.00 tepat. Loire juga sudah memberitahuku di SMS untuk cepat. Aku berpamitan pada Ibu, dan dugaanku benar.. Ibu memberiku uang untuk diperjalanan, jumlahnya tidak besar tapi cukup untuk membeli beberapa makanan enak dan menginap di Inn sesampai di Pedesaan lain.

"Berhati-hatilah, Nak. Aku andalkan Loire untuk menjagamu di Perjalanan, diperjalanan kau akan melewati 2/3 hutan untuk sampai di Gongaga. Sebelum itu kau juga harus melewati satu perkotaan disana" Kata Ibu sambil mengusap kepalaku

"Baik Bu, aku tidak akan lama... aku akan cepat pulang, Terima kasih dan.. sampai jumpa, Bu"

Aku berlari ke arah Loire yang sudah menungguku di Gebang utama Nibelhiem. Loire mengucapkan 'Aku akan menjaga Luna baik-baik' kepada Ibuku, dan kami mulai berangkat. Aku sempat berpikir mengenai Loire, jika aku dalam bahaya nanti dan dia tidak bisa menyelamatkanku.. aku akan membencinya. Gara-gara dia aku sama saja berbohong pada Ibuku, padahal Loire tidak bisa bertarung sama sekali.

1 jam setengah sudah berlalu dan kamipun sudah sampai di perbatasan pasar Nibelhiem. Pasar Nibelhiem terletak di Luar kota Nibelhiem tapi tetap dinamakan Pasar 'Nibelhiem'. Sambil berjalan menyusuri Pasar.. aku berpikir, mungkin barang/benda aneh yang dibilang Loire itu sangat langka dan mungkin saja benda itu adalah benda peninggalan Pahlawan terdahulu. Kalau memang benar.. aku ingin sekali memilikinya sebagai penerusnya atau 'Generasi Selanjutnya'. Karena itu bisa menjadi barang sepeninggalan mereka dan diwariskan kepadaku jika aku berhak memilikinya.

-To Be Continued—

Maaf jika ada salah pengetikan atau apa, Thanks.. Jangan lupa di Review hehe.