Huwaaaa! Saya gembira ada yang review! Sebagai ucapan terima kasih, saya mungkin akan lebih banyak kata dan lebih lucu! Akan saya usahakan! Ayo kita mulai!


Story: Scarlet Box

Story by: Yuki Hiiro (Saya baru ganti)

Genre: Mystery and Parody

Rated: K plus

Disclaimer: Hunter x Hunter dan chara-nya milik Togashi Yoshihiro-sensei!

WARNING: OOC-ness, gaje, aneh, super duper gaje, banyak nama-nama kotak, dan gila (?)!

Summary: (Another/new summary) Kurapika menemukan sebuah kotak di rumahnya yang ada di desa Rukuso. Kurapika telah berusaha membukanya tetapi tidak bisa. Gon merasakan ada misteri di balik kotak tersebut yang bewarna Scarlet. Merasa penasaran, Gon dkk menjelajah di desa Rukuso untuk menemukan misteri dari semua di balik kotak Scarlet tersebut. Apakah Gon dkk berhasil membuka kotak tersebut atau tidak? Apakah Gon dkk dapat mendapat sesuatu nanti? Baca kalau ingin tahu! Mind to R&R?

I not accept any silent reader, your read and your review, who don't want to review, then click exit or 'X'. For a tablet or phone that was don't want to review, please click home or back. For a guest, I let them not review.


"Kurapika... Kita di mana?" Tanya laki-laki berambut jabrik warna hitam. Laki-laki berambut warna pirang mengelus pelan kepala laki-laki berambut jabrik warna hitam. "Tenang... Biar pun kita tersesat, kita bisa kembali menggunakan Dowsing Chain..." Kata laki-laki berambut warna pirang tersebut atau kita sebut Kurapika. Kurapika mengambil kotak warna sapphire, duduk, dan membukanya. Kurapika dapat kertas yang di lipat sangat rapi sebelum kotak sebelum-sebelumnya. Kurapika membuka lipatan kertas tersebut dan mengambil napas dalam-dalam.

"Dear Kurapika,

Kami sangat senang kau mendapat 'Sapphire Box'*. Kau tahu? Di akhirnya kau akan mengetahui siapa kami! Jangan menggunakan rantaimu untuk mengetahui siapa kami. Biar pun itu jalan tercepat untuk mengetahui siapa kami, kau tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Jadi, Kurapika, kami tidak ingin melihat kau menggunakan rantaimu lagi untuk yang ke 5 kalinya, jadi, tolong hafal perkataan berikut ini. 'Kanan 7 langkah, kiri 8 langkah, kanan 10 langkah, kiri 8 langkah, dan kanan 12 langkah.'. Jangan baca lagi setelah kau menghafal.

Salam hangat." Kurapika terus menerus membaca perkataan tersebut yang memberi petunjuk arah sampai 10 kali. Semuanya kemudian tersenyum puas dan berdiri. Gon dkk berjalan ke kanan sampai 7 langkah kemudian berjalan ke kiri sampai 8 langkah. "Kurapika... Hari hampir gelap..." Kata Gon. Gon dkk kembali berjalan, mereka berjalan ke kanan sampai 10 langkah kemudian ke kiri sampai 8 langkah dan ke kanan 12 langkah. Kurapika mengambil sebuah kotak warna hitam kelam. Kurapika merasakan aura berbeda dan segera melepaskannya membuat kotak tersebut jatuh dan terbuka sampai mengeluarkan sebuah kertas yang di lipat agak berantakan. Kurapika, dalam keadaan duduk, mengambil kertas tersebut dengan hati-hati dan membuka lipatan kertas tersebut.

"Dear Kurapika,

Kami sangat senang kau dengan cepat menyadari aura berbahaya dari 'Cursed Box'*. Ikuti arah seperti di surat sebelumnya. Tolong jangan gunakan lagi rantaimu karena ada seseorang sangat ingin melihat rantaimu dalam keadaan baik-baik saja.

Salam hangat,

Orang yang penting bagimu." Itu lah pertama kalinya ada dari siapa, tapi itu bukan nama. 'Penting?' Pikir Kurapika. Tetapi, Kurapika berdiri dan berjalan tanpa ingin memikirkan siapa itu. Gon dkk berjalan ke kanan sampai 7 langkah kemudian berjalan ke kiri sampai 8 langkah. "Kurapika... Hari makin hampir gelap..." Kata Gon. Gon dkk kembali berjalan, mereka berjalan ke kanan sampai 10 langkah kemudian ke kiri sampai 8 langkah dan ke kanan 12 langkah.


Bunyi gemuruh membahana, petir menyambar-nyambar, awan kumulus ada di atas langit. Setetes air menetes, kemudian, beribu-ribu air menetes berlomba-lomba. Segera, Gon dkk berlari masuk ke dalam sebuah gua. "Aku tidak mengetahui bahwa mengikuti arah yang sama akan membawa kita ke gua ini." Kata Kurapika melepas baju khusus sukunya dan memeras bajunya. Gon berlari-lari mengitari gua. "Gon! Apa yang kau lakukan?!" Tanya Killua. "Ini cara cepat baju kering!" Kata Gon. Tiba-tiba, ada bohlam lampu yang menyala di atas kepala Killua. Killua berlari masuk lebih jauh (tidak terlalu jauh) (darimulut gua sampai ujung gua tersebut 30 meter dan lebar 30 meter juga) ke dalam gua dan melepas bajunya. Gon segera ikut-ikutan dengan Killua. Killua memeras bajunya dan memakainya lagi. Segera Killua berlari-lari seperti Gon tadi, Gon juga melakukannya. Kurapika menaruh bajunya di lantai gua . Ya, hanya baju khusus suku Kuruta saja yang basah karena Kurapika yang duluan masuk bersama Leorio, sementara, Gon dan Killua iseng mandi hujan (itu yang terjadi sebelum mereka masuk ke dalam gua). "Hurray!" Teriak Killua dan Gon sambil berlari-larian di dalam gua, Killua menggunakan Kanmuru. Leorio melepas jaketnya dan melakukan hal yang sama seperti Kurapika.

Kurapika menyandarkan tubuhnya ke dinding gua. Kurapika segera menatap Gon. Gon ternyata mengumpulkan banyak kayu bakar saat mereka jalan (cerita sebelum, Gon melempar kayu bakar yang dikumpulkannya ke dalam gua tanpa di sadari Kurapika dan Leorio (Gon melemparnya sebelum hujan)). Segera, Gon menyalakan api dengan ranting. Api menyala tepat di tengah mereka berempat. Gon dkk mendekatkan diri ke api dan menghangatkan diri.

"Gon..." Kurapika mengambil tasnya dan mengeluarkan kantung tidur beserta bantal. Kurapika segera mengeluarkan kantung tidur yang lainnya dan bantal yang lainnya. Kurapika membuatnya menjadi mengelilingi api unggun. Segera, Kurapika masuk ke kantung tidurnya, mengambil sebuah buku dan senter dari tasnya, menyalakan senter, membuka buku, dan mulai membaca. "Ya?" Tanya Gon masuk ke kantung tidurnya yang di antara Leorio dan Killua. Killua di antara Gon dan Kurapika. Kurapika di antara Killua dan Leorio. Leorio di antara Gon dan Kurapika. "Tidak..." Kurapika menggeleng pelan. Tiba-tiba...

PLAK! PLAK!

"APA YANG KAU LAKUKAN?!" Tanya Leorio. "Aku hanya teringat kejadian di Hunter Exam." Kata Kurapika kembali membaca buku. "Bukankah kita ini sama-sama laki-laki?" Tanya Leorio. "Apa yang terjadi?" Tanya Gon dengan polosnya. Semuanya tetap melakukan aktivitasnya. Leorio tidur, Kurapika membaca buku, dan Killua memainkan ponselnya yang di lempar juga ke dalam gua sebelum hujan dan sebelum Killua mandi hujan. Gon pasrah dan berkata "Oyasumi" tetapi tetap di abaikan. Gon segera berdiri dan berjalan ke atas kepala Leorio (berarti dia berdiri di atas kepala Leorio atau kita gunakan Leorio L dan Gon G, begini posisinya (G L)). "First is rock, Jan, Ken, Guu!" Gon menghancurkan dinding gua untuk melampiaskan kekesalannya karena di abaikan. Leorio segera terbangun dan lari keluar gua lewat dinding gua yang hancur. "Sepertinya dia masih setengah tidur..." Kata Killua mulai merekam. Tiba-tiba...

(Saya ngak tahu seperti apa suara petir jadi saya ngak tulis)

Ya! Leorio di sambar petir sehingga jatuh pingsan! "HAHAHA!" Tawa Killua membahana. Kurapika tertawa kecil. Killua tertawa tetapi posisi ponselnya masih sama sebelum merekam. Gon tersenyum puas atau tersenyum kemenangan. Gon menyeret Leorio yang pingsan kembali ke dalam gua. "Puas, Gon? Hilang kekesalannya?" Tanya Kurapika. Gon mengangguk dengan polosnya. Killua menutup ponselnya dan mengambil posisi tidur yang enak. Kurapika mematikan senternya dan menutup bukunya. Kurapika memasukkan senternya dan bukunya ke dalam tasnya dan mengambil posisi tidur yang enak. Dan duo K tidur. Gon memasukkan Leorio ke dalam kantung tidurnya dan masuk ke dalam kantung tidurnya, mengambil posisi tidur yang enak, dan tidur. Leorio kehujanan...


"Atchoooo!" Leorio memeluk badannya yang menggigil karena kedinginan. "Ossan! Ini panas hari tauk! Ini kedinginan!" Protes Killua. "Killua, mungkin Leorio demam... Karena malam tadi..." Kata Kurapika. "APA YANG TERJADI?!" Tanya Leorio. (Leorio ngak tahu apa-apa karena malam tadi setengah tidur, 'kan?). "Hi-Mit-Su!" Kata semuanya dengan gaya Hisoka. Leorio muntah melihat hal tersebut. "Ayo, kita kembali berjalan, saat mandi di sungai tadi, aku dapat kotak warna hijau ini..." Kata Kurapika mengeluarkan kotak warna hijau muda. Kurapika duduk diikuti yang lain, Kurapika membuka kotak tersebut kemudian mengeluarkan kertas yang terlipat rapi. Kurapika membuka lipatan kertas tersebut.

"Dear Kurapika,

Kami sangat senang kau dapat 'Nature Box'*. Terus cari kotak sampai 8 kotak, kemudian kau akan mengetahuinya apa yang kau dapat setelah kotak. Menujulah ke arah timur 9 langkah, kemudian barat 13 langkah, kemudian tenggara 7 langkah, kemudian utara 10 langkah, kemudian barat laut 5 langkah, dan terakhir selatan 15 langkah. Kau boleh membacanya lagi.

Salam hangat,

Orang yang sangat penting bagimu." Kurapika menghela napas dan memasukkan kertas tersebut ke dalam tasnya. Kurapika merasakan ponselnya bergetar. Kurapika melihat ke ponselnya dan melihat ada telepon dari orang yang tidak diketahui (Hiks... 'Kan aku sudah **** **** **** **** kalau mereka membutuhkan aku! Atau aku protes karena salah mengatakan sesuatu!). Kurapika segera menerima panggilan tersebut. "Tuan! Anda harus bayar atas kerusakan dua kursi yang ada di taman!" Teriak seseorang di seberang sana. 'Penjaga taman atau petugas taman?' Batin Kurapika. "Siapa Anda?" Tanya Kurapika. "Saya adalah penjaga taman! Bawahan saya melihat Anda merusak dua kursi taman dengan cara melemparnya tepat di wajah seorang anak berambut warna putih!" Teriak orang di seberang sana. "ITU PERAK!" Teriak Killua. "Bukannya ini suara Yukichi si Author?" Tanya Kurapika. "Siapa Yukichi?" Tanya seseorang di berang sana. "Si Author..." Kata Kurapika. "Sialan! Ternyata para chara-nya belum tahu nama baruku!" Teriak seseorang di seberang sana. "Lalu? Nama baru si Author apa?" Tanya Gon polos. "Yuki Hiiro... Yang artinya **** **** atau **** **** ****" Jawab seseorang di seberang sana. "Lalu... SI PENJAGA TAMAN ATAU PETUGAS TAMAN ADALAH AUTHOR?!" Tanya Gon dan Killua membelalakkan matanya tidak percaya... 'Kasihannya...' Batin Gon dkk.

Tuut... Tuut... Tuut... Tuut... Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut! (Waduh, ponselnya ngambek tuh!)

"Gomen, ada orang lain yang ingin meneleponku..." Kata Kurapika.

Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut ! (Cepat Kurapika! Ponselnya nambah ngambek!)

"Halo?" Tanya Kurapika setelah menerima telepon tersebut.

Tiiiit... Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit ! (Ini kenapa ponsel ngambek? 'Kan bukannya marah karena lambat menerima? Aneh...)

Kurapika mengernyit sebentar. 'Ah, paling itu hanya imajinasiku mengira ada orang lain yang ingin meneleponku...' Batin Kurapika. Kurapika mencari nama 'AABG' (bukannya ABG) (singkatan dari 'Adik Author Binti Gila') (#Author duduk di pojokan). Kurapika menekan 'Call' di nama 'AABG'.

Maaf, orang yang hendak ingin kau telepon, ponselnya sedang non-aktif, coba beberapa saat lagi...

Sorry, people who want to want you to phone, mobile are non-active, try again later...

Tiiit... Tiit... Tiiit... (Baru nih ponsel jinak...)

Kurapika mengehela napas. Kurapika berdiri. "Siapa yang telepon kau setelah Yuki-san?" Tanya Gon. Kurapika tidak menanggapi hal tersebut dan berjalan keluar gua seolah melupakan Leorio yang sedang sakit. "Eh? Yay! Aku sembuh!" Teriak Leorio senang diikuti senyuman miris dari Gon dan Killua. 'Ah, ngak asyik kalau Leorio sembuh...' Batin Gon dan Killua. Segera, Gon, Killua, dan Leorio berlari mengejar Kurapika yang mulai berjalan ke arah timur 9 langkah. Kemudian, Gon dkk berjalan ke arah barat 13 langkah dan ke arah tenggara 7 langkah. Kurapika mengeluarkan kertas dari kotak warna hijau muda tadi dan membaca isinya. Kemudian, Gon dkk berjalan ke arah utara 10 langkah dan barat laut 5 langkah. Kurapika sekali lagi mengeluarkan kertas dari kotak warna hijau muda tadi dan membaca isinya. Dan tinggal terakhir, Gon dkk berjalan ke arah selatan 15 langkah.


Kurapika mengambil kotak warna merah (bukan Scarlet). Kurapika membuka kotak tersebut dan mengeluarkan kertas yang tidak terlipat. Kertas tersebut dilumuri dengan darah.

"Dear Kurapika,

Kami senang mendengar kau telah mendapat kotak ketujuh. Mungkin kau akan bertanya-tanya kenapa kertas ini dilumuri darah. Kau akan mengerti nanti di sesuatu yang terakhir tentang 'Blood Box'*. Juga kau akan mengetahui tentang semua kotak yang lain yang telah kau dapat. (Ini ngak ditulis di surat, Gon dkk mengetahui semua tentang kotak di akhir chapter atau bisa chapter berikutnya chapter terakhir, tetapi, Reader yang tahu duluan agar ngak bengong apa itu)

Coba telepon Yuki Hiiro...

Salam hangat." Kali ini tidak ada siapa. Kurapika menghela napas dan mengambil ponselnya. Di tekannya 'Call' di nama 'AABG'.

Maaf, orang yang hendak ingin kau telepon, ponselnya sedang non-aktif, coba beberapa saat lagi...

Sorry, people who want to want you to phone, mobile are non-active, try again later...

'Ini ponsel ada di tempat sampah atau sudah dihancurkan sih?!' Batin Kurapika kemudian melihat daftar orang yang sudah di telepon atau di telepon oleh orang itu. Segera ia memasukkan sebuah nomor telepon ke dalam daftar temannya. Kurapika menulis lagi nama orang itu 'Yuki Hiiro' (Author menangis terharu) dan menghapus orang yang namanya 'AABG'. Kurapika menekan 'Call' di nama 'Yuki Hiiro'.

Tuuuuuut... Tuuuuut...

"Halo? Kurapika?" Tanya seseorang di seberang sana.


Terlihat seorang perempuan berambut warna hitam kepirangan (ini karena rambutnya sering kena sinar matahari) dengan mata warna hitam (ngak tanpa dasar atau wajahnya ngak menunjukkan ekspresi apa-apa!) sedang memegang sebuah Android dengan merek 'Samsung'. Dalam keadaan 'Speaker', perempuan tersebut sedang menelepon seseorang. "Halo? Kurapika?" Tanya perempuan tersebut yang kita kenali sebagai Author fic ini, yang tak lain 'Yuki Hiiro'. "Kami harus jalan arah mana untuk mendapatkan kotak terakhir?" Tanya seseorang di seberang sana yang tak lain Kurapika. "Baiklah, lewati semak-semak di sebelah kanan sana..." Kata Yuki. Ternyata Si Yuki sedang menatap layar laptopnya yang ada gambar Gon dkk... Iiiih... Author memata-matai Gon dkk! "Baiklah..." Kata Kurapika di seberang sana. Terlihat di layar laptop Si Yuki, Gon dkk berjalan ke semak-semak di kanan mereka. Dan bertemu dengan seekor yeti! Gon mendekati yeti tersebut dan mulai seperti berbicara dengannya. Gon mengangguk dan berjalan mengikuti yeti tersebut. Tampak di wajah Si Yuki sebuah seringai. 'Mereka masuk ke dalam jebakanku...' Batin Yuki kemudian diganti dengan seringai yang sangat menakutkan. Kembali ke laptop, terlihat tiba-tiba yeti tersebut menghilang.

(Ini masih di laptop) Gon menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

Tiba-tiba...

Muncul senyum kemenangan beserta seringai di wajah Yuki...


To Be Continued...


A/N: Sapphire Box: Kotak yang warna sapphire.

Cursed Box: Kotak yang mempunyai sebuah kutukan dan siapa saja yang memegangnya akan mendapat kutukan, tetapi, kutukan tersebut dapat hilang dengan sebuah kotak.

Nature Box: Kotak yang tercipta dari alam dan dapat munsul di sepan siapa saja secara tiba-tiba, yang penting, kotak tersebut muncul di ata rumput.

Blood Box: Kotak yang harus bendanya dilumuri darah atau orang yang meletakkan sesuatu dengan tanpa darah akan terbunuh mati tanpa goresan kecil pun.


Balasan review:

Angchin: wkwkw setdah itu si Kura sensi banget, kan kasian si Killu:' /abaikan/ kok tbc? Lanjut dongg wkw

Iya, ini sudah lanjut, Killua sih bikin kesal Si Kura-chan. Ok! Terima kasih telah review!

: ayo!ayo lanjutin *PLAK!banyak minta*wah kurapikanya keren bisa ngangkat kursi taman,ficnya keren!

Namanya juga Kurapika! Mau tanya, emangnya Anda salah satu fangirls Kurapika? Ok! Trims banget sudah mau review!

Shina Kurta: Wah , baru buka fanfic hari ini...
Maaf agak terlambat...
Ceritanya lucuu haha..
Kurapika ngelempar kursi taman , gak dimarahin ama petugas tuh...haha..
Dan aku belum pernah baca tentang 'Scarlet Box' jadi aku penasaran sama kelanjutannya..
Keep Write ! :D..

Ngak apa-apa terlambat! Hehe... sudah saya marahin biar ngak tega karena saya ini penggemar Kurapika! Ini sudah keep write! Ok! Terima kasih sudah mau review!


Ini jujur ciri-ciri Author serta merek ponselnya, saya jujur! Tetapi warna pirang rambut saya sedikit ditutupi dengan yang warna hitam, biasa saat saya gunting rambut, saya dapat melihat rambut pirang saya! Terima kasih ya! Yang sudah mau review! Ini rekor terbaru karena jumlah katanya 2.485! Rekor sebelumnya lebih dari 1.800 di 'Assassin High School' chapter 2! Saya akan melanjutkannya, tetapi, saya akan mengetik 'Time Machine' chapter 2 dulu! Jadi, tunggu, ya! Akhir kata... Review Please! ^_^ (Review-nya untuk menyemangati Author untuk mengetik lebih cepat)