I Do not Own BTS. They belong to the God and Their Parents.

Chapter 2 : Awake

Kim Taehyung x Jeon Jungkook

Kim Namjoon x Kim Seokjin

Park Jimin x Min Yoongi

Warning(s): Alur cerita yang Gaje dan Typo bertebara

Namjoon merasakan sesuatu yang basah menyentuh keningnya. Oh? Apakah hari ini sedang hujan? Tapi seingatnya, atap kamar pria kelahiran Ilsan tersebut tidak memiliki tanda-tanda bocor.

BYUR!

"HAH?! APA-APA?! JINNIE MAAFKAN AKU, AKU TIDAK BERMAKSUD MERUSAK PANCI HELLO KITTY MU YANG BELOM LUNAS, AKU BERJAN—Tunngu dulu, dimana aku?" Namjoon memperhatikan sekelilingnya, mengapa ada banyak dedaunan kering yang gugur?

"Itu yang kita tanyakan sedari tadi hyung. Hanya saja aku rasa ngorokmu itu menghalangi segala pembicaraan kita." Ujar sang tersangka penyiram pertama.

"Ngorokmu luar biasa sekali hyung, aku yakin bahkan itu dapat mengalahkan orochimaru sekalipun. Tapi ngorokmu yabg pasti tidak dapat mengalahkan amarah dari Jin-hyung. Bangun-bangun seperti liat kakek gayung lagi mandi aja." — sang tersangka penyiram kedua.

"Joonie memang begitu, sejak dari rahim aku mengenalnya— bahkan ibunya kesusahan tidur berkat ngoroknya itu, aku juga bisa mendengarnya ngorok dari rahim." — sang tersangka penyiram ketiga.

"Oh jadi begitu?" Namjoon mendengus, merasa terkhianati dengan semua yang tersangka katakan. Sudah seluruh badannya basah, juga mendapat maki-makian."Jadi siapa dulu yang ingin merasakan tanganku, Hmm? Jimin? Taehyung? Hobi?"

"E-eh Jimin, kamu sih!" Taehyung menunjuk ke arah Jimin dan Hoseok, hey— setidaknya lindungilah yang termuda batin pria bersurai blonde.

"Loh, kok aku? Kan kamu yang beliin permen mahal. Mentang-mentang kerja!"Jimin menepuk pundak si surai hitam, Prinsip jomblo kena bogem duluan harus di tegakkan.

"Heh, anak-anak goblog. Baru pulang kerja kok di marah-marahin sih! Kan ini bukan permen susu biasa, ini permen SusuUs! Ini permen mahal!"

"..." Namjoon tergugu, sebegitu takutnya teman-temannya terhadap dirinya? "HAHAHAH astaga kalian, apa yang sedang kalian lakukan?"

Jimin meneguk ludah, apakah rencana mereka berhasil? Jika tidak, pokoknya harus Hoseok yang di beri bogeman mentah dulu. "...Berusaha melindungi diri dari cengkraman mautmu yang hanya dengan satu sentuhan bahkan dapat mematahkan kacamata."

Taehyung menangguk, " Iya hyung, aku tidak ingin mati muda—Aku harus menikahi Kookie dulu."

PLAK!

"Untuk itu kau harus aku beri tamparan, maaf Taehyung-ah." Ternyata bukan hanya Namjoon yang memukul Taehyung, dua kucrut lainnya ikut memukul. Itulah akibat jika Taehyung berbicara tentang Jungkook, untung saja kedua kakak lainnya sedang tidak ada— lebih baik Taehyung di pukul berkali-kali oleh mereka daripada dengan Jin dan Yoongi. Bisa-bisa bukan hanya bogeman yang ia dapatkan, mungkin alat vitalnya akan di renggut juga.

Huh, Nasib memacari anak polosh nan menggemaskan yang mempunya lima kakak protektif – termasuk ia juga protektif seh – tapi tak apa, apalah daya Taehyung jika sudah jatuh cinta, kan?

'Jadi rupanya kalian sudah bangun ya?'

"S-siapa disana?!" Hoseok berteriak, yang hanya di balas dengan tawa dari sang pemilik suara misterius.

'Aku hantu~ hihihi-hihi.'

"Eh spanduk pecel lele, mana ada hantu yang bersuara seperti paus sekarat. Jangan-jangan... kau si banci yang suka nyanyi keong racun itu ya?!" Ujar Taehyung, kembali bergidik ngeri mengingat si banci yang jelas-jelas merayunya. Benar-benar menyeramkan.

'... Aku telah memastikan bahwa aku ini pria tulen yang bukan jelmaan mimi peri, terima kasih. Anyway! Kalian mungkin bertanya-tanya mengapa kalian berada disini.'

Namjoon mengerutkan dahinya, Oh jadi si kucrut satu ini yang bertanggung jawab atas keberadaan mereka di hutan ini? Seharusnya hari ini ia dapat bermanja-manja dengan kekasihnya— dan juga mendapat sedikit bonus di dalam kamar. Tapi alih-alih merasakan tangan halus Jin, ia malah terpaksa merasakan kasarnya rerumputan. " Sebelum itu, apakah Jinseok tau kami berada di sini?"

"Oh ya! Yoongiku juga!" Tegas Jimin, ia merasa khawatir dengan si pucat. Yah, meskipun terkadang – selalu – Jimin mendapat cacimakian ataupun tendangan pada anu— Jimin tetap mencintainya. Untuk membuktikan cinta juga kemasoan Jimin, ia bahkan sanggup memakan daging kodok dengan baluran es krim karena si marga Min memintanya.

"Bagaimana dengan Kookie?" Sekarang Hoseok yang bertanya. Yang termuda kedua tidak berani bertanya tentang Jungkook, mengingat bogeman mentah tadi.

'Ssssssssssssshhhhhhhhhhhhhhhhtttttttttttttttttttttttttttttttt—'

"Cepetan ngomongnya woi kuthil biawak! Kau telah menghabiskan sepuluh detik berhargaku!" Hoseok muntab, ini dirinya masih berbaik hati dan tidak mengeluarkan caci maki ajaran Min Yoongi sensei – lebih ke terpaksa mendengarkan kata-kata emasnya setiap hari – bisa-bisa telinga si pria misterius muntah pelangi mendengarnya.

'Iya, iya. Jahatnyaaa, Disana ada macan pms— lah disini juga ada kuda liar haus belaian. Astaga Dragon! Kenapa hidup saia terbebani sekali sih! Huhu...'

Yang lain terdiam dengan muka jijik yang tertampang, perasaan ingin menenggelamkan orang itu ke rawa nenek funky semakin menjadi. Tapi Namjoon, Jimin dan Taehyung juga menahan diri mereka untuk tidak tertawa. Mungkin memang Hoseok adalah manusia paling baik di dunia, hatinya selembut malaikat— tetapi jika amarahnya sedang menggebu-gebu, ia bahkan akan lebih menyeramkan dari kuthi – maksudnya iblis.

'...Maafkan aku. Baiklah, sekarang aku akan menjelaskannya pada kalian. Kalian terjebak di Dunia You Never Walk Alone! Dan untuk keluar dari sini—kalian hanya perlu mengumpulkan serpihan Cermin Singularity yang berada di Kerajaan Serendipity.'

"T-tunggu dulu! Mengapa kita harus mengumpulkan cermin Singularity? Lebih baik kau telpon saja helikopter agar kami bisa keluar, bodoh. Masa segitu gampangnya di buat susah, dasar tutup tupperware." Taehyung tentu saja tidak ingin berlama-lama disini. Bagaimana dengan kencan bersama kelincinya?

'Meskipun kalian memanggil helikopter, sampai kondom emas terciptakanpun tidak akan datang. Dengar, kalian sekarang berada di dunia lain— aku akan memastikan kalian tidak terluka seinchipun disini, tetapi ya...itu tergantung. Yang penting kalian jangan pecicilan.'

"Tapi aku mempunyai kondom emas!" Jimin membenarkan, "Aku dan Yoongi-hyung kadang memakainya,"

Taehyung memijat keningnya, "Dimana Yoongi-hyung bahkan mendapat kondom emas? Apakah saat memakainya ada rasa berglittery gitu?"

"Aku tidak akan menjawab pertanyaanmu jika kau berani macam-macam dengan Kookie, otak selangkangan. Tapi ya, intinya bisa di gunakan sebagai senter karena glow in the dark."

'Kondom, kondom, kondom aja terus yang diomongin! Sudahlah, hahh sulit sekali memberitahu para pentil komodo ini...oke,untuk menemani kalian, di samping kalian ada bacpack dan tas slempang yang di panggil Lost. Tas itu akan mengabulkan semua yang kalian inginkan. Juga kartu dengan ukiran bunga yang di sebut Face— kartu tersebut bekerja seperti walkie-talkie. Kalian dapat menghubungi kekasih kalian yang berada di bagian timur dengan itu.'

"Jadi Jinseok dan yang lain juga terjebak disini?" gumam Namjoon, ia memperhatikan teman-temannya yang sedang mencoba tas Lost. Beberapa detik kemudian, Jimin menarik tangannya yang memegang sehelai polaroid.

"Wow! tas ini memang bekerja Joon-hyung!" Jimin melambaikan polaroid, pria dengan surai coklat lumut memicingkan matanya,

Bajingan.

Itu foto tidak senonoh Yoongi-hyung yang sedang bugil dengan posisi ambigu. Memperlihatkan dada putih miliknya, seksi sekali...Eh tapi pasti lebih seksi Jinnienya. "Jika kau ketahuan menyimpan foto itu, bukan daging kodok lagi yang akan kau makan—tapi daging monyet juga." Timpal Hoseok, menutupi matanya dari gambar tidak layak yang Jimin tunjukkan. Padahal matanya sesekali melirik dari cela tangannya.

"..." Taehyung terdiam, jadi hanya dirinya yang belum bersatu dengan Jungkook?! Dunia ini kejam! Kejam aku bilang! Memegang tangannya saja sudah di buru bagaikan pelaku pelecehan, apalagi mau mengajaknya ke kamar— kepalanya bisa-bisa dijadikan sebagai pajangan.

'Fiut~ seksi sekali ternyata si macan pms itu.'

Jimin dengan cepat merubah wajah berseri-serinya menjadi tatapan pembunuh, tidak ada yang boleh memegang Yoongi selain dirinya! Jika berani? Siap-siap saja selangkanganmu akan di jadikan tas kulit.

'Tidak perlu menatapku seperti itu Jimin, aku tidak akan melakukan apa-apa terhadap si pucat. Daritadi ia mencaci-makiku tanpa henti, semaso itukah dirimu?'

Jimin tergugu, oke— ini adalah pertanyaan yang sulit, apakah Jimin bisa phone a friend sekarang?

'Memang, cinta dan maso itu sebelas-duabelas ya... Oh! Juga jangan khawatir, kalian tetap akan bertemu dengan kekasih kalian di tengah—yaitu Kerajaan Serendipity. Buku Panduan Tear akan membantu kalian jika kesusahan.'

Hoseok serta Namjoon mengangguk, sedangkan Jimin masih terpatung dan Taehyung masih bermain-main dengan tas ajaib. "Jadi yang perlu kami lakukan adalah mengumpulkan serpihan cermin Singularity dan kami akan kembali?" Namjoon menaikkan alisnya, menunggu jawaban.

'Yap! Pintar juga itu kau. Untuk bantuan, panggil saja 'Whalien' dan poof! Aku akan datang dalam wujud hologram— tapi aku hanya kan muncul jika keadaan benar-benar darurat. Sisanya kuserahkan pada kalian dan monitor itu. El mariachi!'

"Hyung!" ujar Taehyung sembari menunjuk hologram di depannya, " Apakah ini yang di maksud dia?"

Namjoon, Hoseok serta Jimin beringsut ke dekat Taehyung setelah memasang tas mereka, memperhatikan tulisan komputer yang terpampang jelas.

Outro Team has joined the party. Are you ready to do your mission?

)Yes( )No(

"Pencet 'tidak' saja, dengan begitu kita tidak perlu melakukan apa-apa kan?" Timpal Hoseok.

"Kalau begitu kita tidak dapat keluar dari sini. Kemungkinanmu menjomblo juga kan bertambah menjadi selamanya." Kata-kata Namjoon memang menyakitkan, tapi ya—itu memang fakta. Hoseok termenung, menjomblo selama 25 tahun hidupnya saja ia telah menderita pol-polan. Apalagi seumur hidupnya, demi kerang ajaib! Hoseok tidak ingin di hina oleh mony- maksudnya teman-temannya semakin lama.

Merasa iba, Jimin segera menyentuh tombol 'ya' pada hologram. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan beberan fakta penuh kesakitan dari bibir Namjoon, mau itu Jin sekalipun. Meskipun pada akhirnya Namjoon akan selalu kalah karena ancamannya adalah tidak dapat jatah setahun, bisa jamuran anunya. Memang enak?

Congratulations! You are ready to do your mission, Please check all the Tear manual guide in your bag. It will tell you all the things in Serendipity Kingdom. If you still have question just call me — 'Wonder' and I'll guide you. Thank you.

P.S Your aqquintance, Intro Team are also on their way. Please talk to them through the cards for a better teamwork. Don't forget to spread your wings and fly, 'kay?

Namjoon membaca pesan dari 'Wonder' berulang kali, lalu mengambil buku panduan Tear dan memberikannya pada Hoseok. "Seok-ah, kau baca buku panduan ini. Jimin dan Taehyung, kalian diam saja dan cobalah untuk membantu Hoseok. Aku akan berusaha menelpon yang lain."

Tanpa menerima jawaban, si pria yang memiliki dimple manis pergi dan mengotak-atik kartu Face. Bagaimana cara kerja alat ini? Batin Namjoon. Tugas ayo mengotak-atik benda asing tersebut belum selesai sampai,

'Intro Team is calling. Answer?'

Yes No

"U-uwoh? Ba-bagaimana ini?...ah, sudahlah!" Dengan nekat Namjoon memencet 'ya' dengan keras, untung saja kartunya tidak kenapa-napa —bisa bahaya kan. Pantas saja ia mendapat gelar 'God Of Destruction.'

Suara gusrak-gusruk terdengar dari ujung telpon.

'Dasar manusia rakus, tamak, dan tak tau—'

'Eomma! Ada suara yang keluar dari benda itu!'

Itu sepertinya suara Yoongi-hyung dan Kookie, "Halo? Jinnie? Yoongi-hyung? Kookie? Kalian disana?"

Hehehehe, makasih banyak yang udah dukung book ini :"") semoga tidak memgecewakan!

Kemaren menceritakan tentang Intro Team, sekarang giliran Outro Team yang bersinar! Untuk chap berikutnya, perjalanan mereka sudah dimulai!

Oh ya, emang si pria misterius itu sama kok— cuman ya biar bedain, Intro manggil dia 'Butterfly' sedangkan Outro 'Whalien'. Kalo sama kasian, nanti si kucrut itu bingung nyelamatin tim yang mana :"")

Hologramnya di program dengan kegunaan yang sama cuman emang beda yaa, yang satu 'Her' dan yang satu 'Wonder'. Hehe,

Yang lainnya tetep sama, mungkin sewaktu-waktu berubah seiring cerita

Juga buat kalian yang baca, makasih banyak juga :"") tau kok masih acak-adul jadi maklumi karena masih belajar. 愛してる!

Tunggu kelanjutannya ya, kalo ada inspirasi yang datang *

Love,

Mexi