#BeCarefull!

Chapter 2

Rated M for Lime/Lemon. Some of violence scene. Verbal Abuse

SasuSakuIta

Romance, hurts/confort

Naruto milik om Masashi Kishimoto

#Warning : 17+! AU, Abalness, pengisi jam istirahat !

-00000-

Apa yang mengasyikan dari permainan yang targetnya sudah hancur duluan?

Gadis merah jambu itu menggeliat saat terbangun dari tidurnya. Dia tertidur cukup nyaman di kamar yang besar dan berarsitektur klaksik ini. Kamar seluas ini untuk sebuah kamar tamu telah menegaskan seperti apa besarnya rumah dan ruangan pribadi milik sang empunya rumah.

Sakura terduduk diam di ranjang yang empuk itu. Tangannya masih menggeliat kesana-kemari. Berusaha menghilangkan rasa pegal yang dirasakan tubuhnya setelah 3 hari berakting layaknya orang yang kehilangan kesadaran.

Selama 3 hari itu, Sakura telah mengawasi keadaan. Tidak, sebenarnya sejak kejadian memilukan yang menimpanya sebulan lalu, dia telah menyelidiki siapa pemuda yang tega menorehkan noda pada kewanitaannya malam itu. Dan ternyata jawaban dari hasil investigasinya sendiri cukup membuatnya tercengang. Orang yang menjadi targetnya adalah seorang Tuan Muda, putra bungsu dari salah satu klan ternama di Konoha, klan Uchiha, Sasuke Uchiha.

Rasa terkejut, rasa tak percaya diri akan aksi balas dendam sempat menyergapnya mengingat status sang lawan sebagai seorang Tuan Muda dari klan terkenal. Tapi bukankah akan lebih mudah jika menjatuhkan buah yang berada di pohon yang tinggi? Dan akan lebih menyakitkan bagi sang tuan muda jika disingkirkan secara keji dari klan nya sendiri.

Sakura bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Pagi ini… seseorang akan menemuinya. Seseorang yang penting. Yaitu kakak semata wayang Sasuke, Itachi Uchiha.

Sulung Uchiha itu ingin bertemu dengannya. Untuk menegosiasikan kompensasi yang akan didapatnya akibat tabrakan yang dilakukan sang adik, Sasuke. Sakura tersenyum licik sambil mematut bayangannya melalui cermin.

Uang? Kekuasaan? Dia tidak butuh semua itu. Dia hanya ingin menyaksikan putra bungsu dari klan yang menguasai pasar perdagangan alat-alat teknologi terkini itu terpuruk dalam jurang kehancuran.

Dan itu hanya tinggal menunggu waktunya sang dewi api pembalas dendam sudah datang…

Aku akan membuatmu menari di atas bara api… aku akan membuatmu tenggelam dalam lahar benci… hingga kau tak mungkin bangkit dan menemukan bentukmu lagi…

-00000-

Pemuda berambut raven sepanjang punggung itu duduk tenang di kursi yang berhadapan langsung dengannya. Tindak tanduknya benar-benar mencerminkan didikan kelas satu khas seorang pewaris klan besar.

Pemuda dengan ketampanan yang serupa dengan adik bungsunya itu terlihat menatapnya tajam di balik balutan onyx sempurnanya. Tatapannya begitu tenang namun seolah ingin menarik siapapun untuk terjebak masuk dalam pusarannya.

Sakura melirik sekilas pemuda berambut hitam dengan dandanan rapi yang selalu mengawal kemana pun sang tuan muda pergi. Tampaknya dia merupakan bodyguard kepercayaan dari sang Tuan Muda.

"Langsung saja Nona Haruno… apa yang kau inginkan?" tanya Itachi sembari melipat tangannya di pangkuan. Gaya khas yang ditampilkan seorang tuan muda dari klan ternama.

"Aku ingin pekerjaan. Dan sebuah tempat tinggal…" jawab Sakura langsung. Tanpa ragu. Emeraldnya menantang sepasang onyx sempurna itu.

"Aku bisa dengan mudah mnendapatkannya untukmu. Sebutkan saja perusahan yang ingin kau masuki…" ujar sang sulung Uchiha dengan raut meremehkan. Semua semudah membalikkan telapak tangan bagi sang pewaris klan itu.

"Taka Corporation…" jawab Sakura tegas. Jawaban yang membuat onyx sang tuan muda membelalak.

"Taka Corp tidak sembarangan merekrut orang. Agaknya sulit bagi orang sepertimu yang tidak jelas asal-usulnya untuk masuk ke perusahaan kami…" jelas Itachi langsung. Prosedur penerimaan karyawan di perusahaan itu memang sulit ditembus oleh orang biasa. Apalagi dengan kemampuan rata-rata dan abominabel seperti gadis itu.

"Kau pemimpin tertinggi Taka Corp kan? Apa sulitnya bagimu?" tanya Sakura dengan wajah sinisnya.

"Bukan berarti aku bisa seenaknya memasukkan orang ke perusahaan itu hanya dengan jabatanku…" jawab Itachi lagi. Onyxnya menyambar emerald Sakura seketika. Sempat ada rasa berdesir yang aneh, mungkin dia merasa takut juga pada sang tuan muda sulung dan pengawalnya yang terlihat bagai patung tak bernyawa.

"Kalau begitu… apa yang harus kulakukan?" tanya Sakura dengan senyum menggoda. Dia bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Itachi. Sai, sang bodyguard tampak akan menghalangi namun tangan sang tuan muda memberi isyarat untuk membiarkan Sakura mendekat padanya.

Gadis berhelai merah jambu itu mendekat dan dengan berani duduk di pangkuan sang sulung Uchiha. Meski sempat kaget dengan aksi nekat gadis itu, namun toh Itachi membiarkannya saja.

Sakura mengalungkan tangannya ke pundak sang tuan muda. Jarak mereka begitu dekat. Hingga gadis itu dapat mencium dengan jelas aroma maskulin yang menguar dari tubuh sang Uchiha.

Sakura mendekatkan bibirnya, hingga nyaris bersentuhan.

"Aku akan melakukan apapun yang kau minta, Tuan Muda…" ujarnya lembut. Itachi dapat merasakan aroma cherry yang menguar dari bibir ranum gadis cantik di depannya ini.

Itachi menyunggingkan senyum puasnya. Gadis ini sungguh berani dan nekat. Melakukan hal yang mungkin tabu bagi spara gadis pada umumnya. Kenekatannya itu membuat sang sulung Uchiha tertarik padanya.

"Kalau begitu… kita sepakat!" jawab sang pewaris Uchiha dengan nada final. Sakura mengulum kembali tawa kemenangannya.

Satu langkah lagi, sebelum semua aksi balas dendamnya menjadi nyata…~

-00000-

Sebuah tangan melambai ke arahnya. Dia pun dengan sigap bangkit berdiri dan segera menghampiri orang tersebut sambil membungkuk hormat.

"Air putih..." suara itu singkat memerintahnya. Sementara sepasang onyx sempurnanya terlalu sibuk menekuri lembaran demi lembaran kertas yang tampak penting di hadapannya hingga sama sekali tak menoleh saat berbicara dengan lawan bicaranya.

"Segera... Tuan muda~ ." jawab Sakura sambil mengangguk patuh. Diambilkan segelas air putih dan dibawakan menuju meja kerja Itachi. Pemuda tampan itu langsung menenguk habis isinya tanpa sisa.

Gadis dengan helaian merah muda itu juga tampak sigap mengelap sudut bibir yang tampak basah milik sang sulung Uchiha yang kini telah resmi menjadi bosnya. Itachi hanya menyunggingkan senyum sekilasnya saja sebagai ganti ucapan terima kasih.

Sakura kembali ke mejanya. Tatapan matanya selalu tertuju pada sang tuan muda. Memang seperti itulah pekerjaannya. Itachi membiarkannya menjadi sekretaris pribadinya, yang artinya harus melayani semua kebutuhan yang dia inginkan dalam sekejap mata.

Saat sang Tuan Muda masih tampak sibuk dengan pekerjaannya, Sakura meminta ijin untuk keluar ruangan sebentar. Dia tak perlu khawatir karena ada Sai sang bodyguard di dalam sana yang menjaga Tuan mereka.

Dia membawa kakinya berkeliling perusahaan besar ini. Di depan sebuah ruangan, langkahnya terhenti. Ruangan itu tertera nama Sasuke Uchiha sebagai general manager. Lalu kemana sang bungsu klan ternama itu? Apa dia sibuk meniduri banyak wanita sehingga lupa masuk kerja?

Sakura membelai lembut papan nama itu. Senyuman sinis terkembang di wajah cantiknya.

"Sayangku.., apa mengasyikannya balas dendamku jika kau sudah hancur terlebih dulu? Tenang sayang. Akan kubawa kau sampai puncak teratas segala yang kau inginkan. Untuk selanjutnya... akan kubuat kau merangkak di bawah kakiku!"

Sakura kembali dan meninggalkan ruangan itu setelah sebelumnya meninggalkan sebuah hadiah untuk Sasuke di dalam sana.

-00000-

Sementara itu,

Di dalam mobil sport keluaran terbaru milik sang bungsu Uchiha yang terparkir manis di lantai basement perusahaan, terdengar suara erangan dan desahan bersamaan dengan deru nafas yang saling memburu.

"Aaahhhh...aaaahhhh..."

"Aaaahhh lebih cepat, Sasuke-sama! Aaaahhhh.."

"Aaaaahhhhhhnnnnn~..." puncak erangan nikmat itu terdengar 15 menit sejak pergumulan 2 orang berlainan jenis itu di dalam mobil. Sang pemuda raven dengan helaian mencuat ke belakang itu tampak mengancingkan kembali kemejanya yang berantakan sementara sang gadis berpenampilan sexy itu masih terkulai lemas di atas pangkuannya.

Keduanya baru saja menyelesaikan permainan mengasyikan mereka. Di dalam mobil, di lantai basement kantor pun tak jadi masalah bagi keduanya. Yang penting, hasrat mereka sudah tersalurkan dan terpuaskan.

Gadis itu kembali mengenakan underwearnya yang berantakan akibat di buang sembarangan oleh pemuda yang dikuasai nafsu birahinya saat pergumulan panas mereka tadi. Sementara sang pemuda dengan dinginnya justru setengah menyeret paksa sang gadis yang baru saja menjadi lawan dari permainan dewasa mereka untuk keluar dari mobilnya.

Dikeluarkan beberapa lembar uang dari dompet tebalnya. Kemudian diberikan paksa kepada gadis itu. Tanpa memperdulikan tatapan kaget dan nanar dari gadis cantik itu, sang tuan muda bungsu melangkah pergi dengan angkuhnya.

Sasuke berjalan menuju ruangannya. Meski jabatannya sebagai general manager sudah dicabut oleh kakak semata wayangnya, namun sang bungsu Uchiha tetap mengklaim ruangan itu menjadi daerah kekuasannya.

Dia masuk dan segera terduduk lemas di kursinya. Permaian pemuas syahwat tadi memang menguras tenaganya, namun juga membuatnya merasa bersemangat. Gadis cantik yang tadi menjadi pemuas birahinya merupakan karyawan magang di kantor ini sebagai sekretaris pribadinya.

Bukankah sudah biasa jika seorang bos terlibat skandal dengan sekretaris pribadinya? Apa yang perlu ditakutkan? Bahkan jika gadis itu tak terima dan mengadukannya pada pihak luar, Sasuke yakin dapat membungkamnya. Karena dia seorang Uchiha.

Saat itu sang tuan muda bungsu baru menyadari jika ada sesuatu diatas meja kerjanya. Dan itu adalah celana dalam berenda milik seorang wanita!

-0000000-

Sakura berjalan mengikuti kemanapun sang Tuan Muda sulung melangkah. Begitupun saat kembali pulang ke kediaman Uchiha yang super besar dan mewah, gadis itu harus tetap menjaga langkahnya agar terus berada di belakang sang Tuan Muda

Di depan kamar pribadinya pemuda tampan dengan helaian raven sepanjang punggung itu menghentikan langkahnya.

"Sai, kau boleh beristirahat. Haruno.. kau masuklah… " titah sang tuan muda. Meski kaget, Sakura tetap menjalankan perintah sulung klan ternama itu.

Kamar itu begitu luas. Dan terkesan bersih juga steril. Barang-barang tertata rapi tanpa ada satu pun yang berantakan. Kesan mewah namun minimalis dan maskulin kental terasa.

Tanpa basa basi, Itachi menanggalkan jas yang selalu digunakannya. Menyisakan kemeja flanel hitam dibaliknya.

"Bukalah..."ujar Tuan Muda sulung itu sambil mulai melepaskan kancing kemeja hitamnya...

-0000-

TO BE CONTINUE~

BACOT TIMES :Dv

Aaaa~ pertama-tama Odes harus ucapin makasih buat Minna no Readers yang udah menyempatkan ngebaca karya "sampah" ini dan berjuta #halah# terimakasih buat kalian yang sudah meramaikan kolom komentar :* ucapan kangen sama karya "sampah" Odes, ucapan selamat datang kembali, yaahh pokoknya makasiihh yaa

Fic ini sebenernya cerita lama yang muncul kembali karena foldernya baru ketemu, jadi kalo dibilang nambah utang, yaahh bisa dibilang gitu bisa juga enggak. Yaahh pokoknya selama kalian bisa enjoy sama ceritanya, silahkan dibaca. Tapi kalo ngerasa ini cuma karya "sampah" yang nyakitin mata dan hati kalian yang ngebaca, yaa silahkan klik back

Oohhiiyaakk, next apdetan yaa odes baru bisa nyapa kalian satu per satu :* maaf karena sekarang waktunya agak… mepet #ceeeilaahh# jadi kalo ada yang perlu kalian tanyakan, PM dan kolom komentar selalu terbuka.

Semoga kalian menikmati ceritanya

With Love

#BiniPertamaCanon Uchiha Itachi

Odes