Disclaimer. Naruto dan High school dxd bukan saya yang punya

Genre. Advanture,fantasy,romance

Rate. M (jaga jaga)

Summary. Naruto anak yang merupakan hasil persilangan dari keturunan terkuat klan Lucifer dan juga Sitri yang membawa takidir dunia di tangannya, dengan kekuatan besar yang di berikan oleh Tuhan, akankah dia membawa dunia menuju perdamaian sejati atau menuju kedalam kehancuran.

Warning. OOC,Typo,geje,dll


Dua hari telah berlalu sejak insiden latih tanding antara peerage Rias melawan utusan dari gereja. selama itu juga Naruto terus mengawasi Rias dan peeragenya, dari pengamatan Naruto akhirnya dia mengetahui fakta bahwa yang merencankan memulai perang kembali adalah salah satu jendral dari pihak Datenshi yaitu Kokkabiel yang notabene memang menginginkan perang besar itu pecah kembali.

Agar rencana Kokkabiel berjalan dengan lancar, Kokkabiel bekerja sama dengan seorang mantan pendeta bernama Balba Galilei yang di usir oleh pihak gereja karena melakukan percobaan terlarang untuk menciptakan manusia yang mampu menggunakan pedang suci excalibur dan telah memakan banyak korban. Dan juga di bantu oleh pendeta gila bernama Freed Zelzan yang mampu menggunakan semua pedang excalibur yang berhasil di curi oleh mereka.

Tujuan mereka mencuri pedang excalibur dari gereja adalah untuk menyatukan kembali ketujuh serpihan pedang excalibur, lalu dengan menggunakan excalibur yang telah lengkap nantinya mereka akan menggunakannya untuk memulai perang yang baru. Saat ini Kokkabiel telah memiliki empat buah pedang Excalibur yang salah satunya adalah milik Shido Irina yaitu excalibur mimik. excalibur yang bisa berubah bentuk menjadi pedang apa saja sesuat keinginan dari si pemilik.

XXX

Saat ini Naruto duduk di atas salah satu bangunan sekolah sambil mengamati pertarungan antara Rias beserta peeragenya yang di bantu oleh Xenovia melawan Kokkabiel, Freed telah dikalahkan oleh Kiba setelah Kiba berhasil masuk kedalam mode Balance Breaker yang dapat menciptakan pedang Suci Iblis, hal itu terjadi setelah Kiba berhasil melepaskan dirinya dari hasrat untuk membalas dendam atas kematian teman-temannya kepad Balba.

Sedangkan Balba sendiri telah di bunuh oleh Kokkabien karena hampir saja membocorkan sebuah informasi penting tentang kematian Tuhan (tuhan di cerita ini lo maksutnya). Naruto sengaja hanya mengamati pertarungn mereka untuk saat ini karena, Naruto ingin melihat sampai di mana kekuatan Rias beserta kelompoknya.

Sebenarnya tidak hanya Rias besereta peeragenya saja yang sedang berjuang tetapi ada satu kelompok iblis lagi, yang saat ini bertanggung jawab dalam menjaga kekkai yang mengelilingin seluruh wilayah Akademi Kuoh agar semua akibat yang di timbulkan dari pertempuran yang sedang berlangsung tidak sampai di ketahui oleh manusia. Kelompok iblis itu adalah kelompok Sitri yang dipimpin oleh pewaris selanjutnya dari klan Sitri yaitu Sona Sitri seng ketua Osis Akademi Kuoh.

"hmm.. Jika di lihat dari segi kekuatan Rias dan kelompoknya benar benar seperti seekor anak rusa yang sedang di terkam oleh singa" ucap Naruto pada dirinya sendiri saat mengamati pertarungn yang bisa dilihat berat sebelah itu. "mau bagaimana lagi.. selain mereka memiliki level yang berbeda.. mereka juga belum memiliki pengalaman bertarung yang cukup untuk melawan Kokkabiel, yahh.. sepertinya aku memang harus membantu mereka" Naruto berdiri dari posisi duduknya "mau bagaimana pun.. aku tidak mungkin akan membiarkan mereka mati di sini" dengan itu Naruto menghilang dari tempat dia berdiri dengan meninggalkan sebuah kilatan berwarna emas.

XXX

Di halaman sekolah terdapat banyak sekali kerusakan-kerusakan yang di sebabkan pertarungan kolompok Rias melawan Kokkabiel. saat ini Rias beserta kelompoknya sudah tidak berdaya melawan Kokkabiel dan hanya bisa pasrah akan apa yang Kokkabiel lakukan selanjutnya, "Hahahaha…. Aku tak menyangka bahwa adik dari Maou Lucifer selemah ini" dengan arogannya Kokkabiel yang saat ini terbang dengan lima pasang sayap hitamnya itu menghina Rias beserta peeragenya yang sedang dalam kondisi memprihatinkan "dengan ini perang akan di mulai kembali" seru Kokkabiel sabil menciptakan sebuah tombak cahaya yang berukuran sedang namun memiliki kepadatan yang sangat tinggi, "mati lah Rias Gremory" dengan itu Kokkabiel melemparkan tombak cahaya itu kearah Rias yang saat ini tidak mampu bergerak sama sekali.

Rias hanya mampu memejamkan matanya dan berharap tusukan dari tombak cahaya yang nanti dia terima tidak terlalu sakit dan langsung membuatnya mati, Rias juga mendengar teriakan dari para anggota kelompoknya yang memerintahkan Rias untuk pergi dari sana, walaupun Rias sangat ingin lari untuk menghindari tombak cahaya itu, tetapi tubuhnya sama sekali tidak merespon perintah otaknya untuk bergerak 'maaf aku tidak bisa melindungi kalian semua' Rias berucap sedih dalam hatinya karena dia tidak mampu melindungi keluarga yang dia ciptakan. "selamat tinggal Naruto" ucap Rias lirih, dan dengan terucapnya kalimat itu air mata Rias menetes ke pipi halusnya.

"Seharusnya kau jangan menutup matamu saat sedang bertarung Rias" Rias yang sedari tadi menunggu datangnya tombak cahaya yang akan menusuknya sempat bingung, pasalnya bukannya merasakan tubuhnya tertusuk tetapi malah mendengar suara dari seseorang yang tadi terlintas di benaknya tadi. Dengan perlahan Rias pun membuka matanya, Rias terkejut karena tombak yang seharusnya menembus tubuhnya itu saat ini berada sepuluh senti dari wajahnya, dan lebih mengejutkannya lagi tombak itu tengah di genggam oleh pemuda berambut pirang yang mengenakan atasan berupa kaos berwana biru dan memakai bawahan berupa celana jins berwarna hitam serta mengenakan sebuah jubah tanpa lengan berwarna merah gelap. Mata Rias membulat secara penuh, "Naruto" hanya itu respon yang di berikan oleh Rias karena otaknya masih belum mampu untuk mencerna apa yang sedang terjadi saat ini.

"mustahil.. bocah itu berhasil mengankap tombakku" Kokkabiel melebarkan matanya terkejut karena ada yang dengan mudahnya menangkap tombak yang dia lemparkan, seharusnya tombak itu tidak bisa di tahan dengan mudah bahkan oleh iblis kelas atas sekalipun. "kau telah berjuang dengan baik Rias" sambil mengucapkan kalimat itu, Naruto menjauhkan tombak cahaya Kokkabiel dari wajah Rias dan melemparkannya kembali kearah Kokkabiel. Kokkabiel yang masih shok karena tombaknya berhasil di tangkap dengan mudah tidak menyadari bahwa tombaknya telah di lempar kembali ke arahnya dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari saat dia melemparkannya hingga menembus kekkai yang di jaga oleh Sona dan kelompoknya.

Beruntung bagi Kokabiel karena Naruto tidak membidik tepat pada kepalanya sehingga tombak itu hanya melewatinya, Naruto berbalik untuk melihat keadaan Rias, lalu dia berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Rias yang saat ini sedang terduduk. Sambil tersenyum Naruto menepuk surai merah milik Rias "beristirahatlah Rias.. sisanya biar aku selesaikan" Naruto berjalan menjauh dari Rias menuju kearah Kokkabiel, "siapa kau sebenarnya ?" Tanya Kokkabiel "namaku Namikaze Naruto.. dan aku seorang iblis" balas naruto dengan santai "jangan bercanda.. jika kau memang benar seorang iblis bagaimana mungkin kau mampu menyentuh tombak cahaya ku" Bantah Kokkabiel karena seharusnya iblis tidak mungkin bisa menyentuh tombok cahaya karena cahaya merupakan racun yang sangat mematikan bagi iblis.

"Ahh.. itu mudah saja sebenarnya"

"Aku menggunakan beberapa sihir norse secara bersamaan untuk melindungiku dari efek samping tombak cahayamu tadi". Setelah menjelaskan bagaimana dia bisa kebal terhadap cahaya, Naruto lalu menciptakan sebuah lingkaran sihir, dari lingkaran sihir itu muncul sebuah gagang pedang berwarna hitam keunguan. Naruto lalu menarik gagang pedang itu dari lingkaran sihirnya "ini adalah pedang iblis terkuat" ucap Naruto saat mengeluarkan pedang itu dari lingkaran sihir. Sesaat setelah keluar dari lingkaran sihir, pedang berwarna hitam keunguan (bayangin aja pedang 'Restia' milik kazehaya kamito) itu langsung mengeluarkan aura iblis yang sangat kental sehingga membuat semua yang berada di tepat itu merasakan seperti ada yang menekan mereka kebawah.

"Nama pedang ini adalah Restia.. pedang iblis yang dulu pernah di gunakan oleh raja iblis Satan Lucifer untuk bertempur melawan Tuhan" " dan pedang ini juga pernah berhasil melukai Tuhan saat itu" setelah menyebutkan nama dari pedangnya dan mejelaskan sedikit riwayat dari pedangnya, Naruto langsung melompat kearah Kokkabiel yang masih terbang sejak tadi dengan kecepatan yang gila. Dengan pengalaman dan isting bertarung yang telah di asah selama ratusan tahun Kokkabiel mampu menghindari tebasan pedang dari Naruto.

"reflek yang bagus" "huhh… jangan meremehkanku.. serangan seperti itu tidak mungkin bisa mengenaiku" ucap Kokkabiel dengan angkuh,"begitukah?" Naruto berhasil mendarat sempurna di tanah kemudian berbalik untuk menghadap Kokkabiel yang sudah turun dari langit dan barada di belakangnya, sambil menyeringai Naruto berucap "kalau begitu.. mari kita mulai tarian kita Kokkabiel" setelah mengucapkan itu, gedung yang berada di belakang Naruto secara mengejutkan terbelah karena tebasan yang dilancarkan oleh Naruto saat menyerang Kokkabiel sebelumnya.

XXX

"kau baik baik saja Buchou" ucap seorang gadis berambut hitam panjang yang bernama Himejima Akeno, beserta Kiba dan Isse. "ya.. aku baik baik saja" "Rias bukankah dia Namikaze Naruto?" Tanya Akeno tetapi kali ini dia tidak memanggil Rias dengan panggilan 'Buchou' melainkan dengan nama aslinya. "ya.. dia memang.. Namikaze Naruto" "tapi bagaimana mungkin dia bisa melakukan sihir bahkan menangkap tombak cahaya itu tadi" Akeno masih belum percaya bahwa yang tadi menolong Rajanya adalah Naruto yang selama ini dia ketahui hanya manusia biasa. "manusia biasa mana mungkin…" "bukan.. dia bukan manusia, dia iblis seperti kita" Akeno yang mengetahui fakta bahwa Naruto merupakan iblis saat ini hanya bisa memandang Rias dengan tatapan tidak percaya, "setidaknya.. itulah yang dia katakan" . Sedangkan Kiba dan Isse yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan antara Raja dan Ratu mereka hanya bisa memandangi Naruto yang tengah bersiap untuk bertarung melawan Kokkabiel dengan pandangan penasaran.

Berbeda dengan Naruto yang tampak santai dan tetap menunjukan seringai senang karena akan bertarung melawan musuh yang kuat, Kokkabiel justru saat ini memiliki ekspresi wajah yang sangat berbeda dari saat dia melawan kelompok Rias. wajah Kokkabiel terlihat pucat dan seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat dingin dikarenakn aura dari pedang yang saat ini digenggam oleh Naruto. Naruto yang telah siap berlari menuju Kokkabiel untuk menyerangnya lagi, tiba-tiba merasakan aura yang dia kenal "cih.. pengganggu sudah datang rupanya" Naruto seketika membatalkan niatnya untuk menyerang Kokkabiel karena moodnya bertarungnya hilang setelah tahu siapa yang datang. Tak lama setelah itu kekkai yang dibuat oleh kelompok Sona hacur karena dipaksa masuk oleh seseorang dari luar.

"aku tidak bisa membiarkanmu melawan Kokkabiel Naruto" setelah ucapan itu selesai dikatakan tiba tiba dari langin muncul cahaya perak yang sangat terang, dari cahaya perak itu muncul sosok yang mengenakan pakaian tempur berwarna perak berbentuk seperti naga yang dihiasi oleh mutiara berwarna biru, dan di punggungnya terdapat sepasang sayap mekanik berwarna biru trasparan. "Vanishing Dragon" ucap Kokkabiel yang saat ini semankin pucat dan keringat dingin yang semakin banyak keluar dari tubuhnya "Kokkabiel.. kau sudah terlalu jauh bertindak, aku datang kesini atas permintaan Azazel untuk membawamu kembali" setelah mengucapkan tujuannya datang ke Akademi Kuoh sosok Vanishing Dragon itu langsung melesat dengan kecepatan cahaya sehingga hanya terlihat lintasan putuh keperakan sebagai tanda bahwa dia sedang bergerak. "aakkhh" erang kesakitan Kokkabiel karena sepasang sayapnya dicabut secara paksa oleh Vanishing Dragon.

"sayapmu itu sangan menjijikan, berbeda dengan sayap milik Azazel yang indah seperti gelapnya malam, sayapmu itu seperti sayap burung gagak yang kotor" tidak terima dengan penghinaan itu, Kokkabiel terbang untuk menyamakan tingginya dengan sang Vanishing Dragon. Setelah mencapai tnggi yang sama Kokkabiel lalu membuat tombak cahaya yang memiliki ukuran setara dengan sebuah bus. "beraninya kau menghina seyapku" Kokkabiel melemparkan tombak cahaya itu kearah Vanishing Dragon, tetapi sang Vanishing Dragon hanya mengangkat tangan kirinya.

[Divine]

Tiba tiba terdengar suara mekanik yang berasal dari sayap sang Vanishing Dragon "namaku Albion, itu hanya salah satu dari kekuatan secred gear-ku Divene-Divinding, setiap sepuluh detik, ia akan membagi dua kekuatan orang yang aku sentuh, dan menjadiaknnya kekuatanku " "sebaiknya kau ikut dengan ku sekarang !, karena sebentar lagi kau tidak akan bisa mengalahkan manusia" Kokkabiel menatap tajam Albion "tindakanmu terlalu melenceng dari rencana, karena itu Azazel memintaku untuk membawamu walaupun aku harus membuatmu merengek kesakitan" Tanpa di duga sang Vanishing Dragon atau Albion langsung menghantam Kokkabiel di bagian perut dan menghempaskannya ke tanah hingga menghasilhan sebuah kawah berdiameter lima meter. Setelah menerima serangan telak dari Albion Kokkabiel seketika itu juga tak sadarkan diri, itu membuktikan bertapa kuatnya serangan Albion barusan.

Naruto yang sedari tadi hanya menyaksikan pertempuran singkat antara Albion dan Kokkabiel, saat ini berjalan mendekati Albion. "kau mengganggu kesenanganku Vali" "sudah aku katakana bukan, bahwa aku kemari atas permintaan Azazel" balas Albion Atau yang bernama asli Vali. "aku tahu kalau kau sejak tadi mengamati pertarungan ini. Dan jika kau memang di minta oleh Azazel untuk membawanya kembali, kenapa tidak kau lakukan sejak dia melawan kelompok iblis itu ? tetapi malah datang saat aku akan melawannya.." protes Naruto tidak terima karena Vali menggagalkan acara bersengan senangnya. "itu karena aku tahu bahwa mereka tidak mungkin bisa mengalahkan Kokkabiel untuk saat ini, selain itu aku juga ingin melihat sampai mana kekuatan dari rival abadiku" penjelasan yang di berikan oleh Vali memang sangat logis, tetapi Naruto tetap tidak mau menerima alasan itu. "lalu.. kenapa saat aku akan melawannya kau malah datang ?" "kalau aku tidak datang saat itu, kau pasti telah membunuh Kokkabiel bukan ?". "cih.." Naruto yang kalah dalam perdedatan itu pun hanya mendecih kesal sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. "baiklah kalau begitu aku akan pergi" "dan juga, aku akan membawa pendeta gila itu untuk menjawab beberapa pertanyaanku, melenyapkannya adalah urusan nanti" Vali lalu terbang meninggalkan Naruto untuk mengambil tubuh Freed yang berada di dekat kolompok Rias. Isse yang sejak tadi merasakan sensasi aneh terkejut karena tiba tiba Vali saat ini berada tidak jauh dari dirinya dan membuat sensasi aneh itu semakin terasa."apa kau melupakanku putih ?"

Saat Vali memutuskan akan pergi setelah membawa tubuh Freed, tiba tiba terdengar suara asing yang berasal dari arah kelompok Rias. Atau lebih tepatnya berasal dari Kristal hijau yang berada di secret gear milik Isse. " sarung tangannya berbicara ?" ucap Rias bingung karena tiba tiba sarung tangan milik Isse berbicara. "ternyata kau ada di sini, merah" tiba tiba sayap Vali berkedip kedip lalu terdengar suara asing lagi. "sayang sekali kita harus bertemu pada situasi seperti ini". Vali yang tadi hanya menoleh kearah Isse sekarang memutar tubuhnya untuk menghadap kearah Isse.

"tidak usah kawatir, kita ditaktirkan untuk bertarung suatu hari nanti, karena memang begitulah seharusnya" tatapan Valid an Isse lalu bertemu. " kaisar naga merah dan kaisar naga putih sedang berbicara ?" ucap Rias yang masih bingun dengan situasi yang saat ini terjadi. "sampai nanti, Draig" "ya.. sampai nanti Albion". Vali lalu berbalik dan bersiap untuk pergi, "tunggu.. siapa kau ?" ucap Isse menghentikan Vali, "suatu saat kau akan tahu siapa aku.. dan sampai saat itu tiba kuat musuh bebuyutanku" dengan itu tubuh Vali mengeluarkan cahaya menyilaukan dan terbang menjauh dari sana.

"Rias",

Rias yang merasa namanya dipanggil pun membalikan badannya, "Sona!?" ternyata yang memanggil Rias barusan adalah Sona, "tidakku sangka kaisar naga putih akan muncul" "ya.. aku juga tidak menyangka, tetapi yang lebih mengejutkan adalah kedatangn Naruto kemari " "haa?" ucap Sona binggung karena tiba tiba Rias menyebut nama Naruto. "apa maksut.." Sona tidak melanjutkan kata katanya karena sebuah suara menginstuksinya, "apa kalian baik baik saja ?" Naruto bertanya dengan nada santai pedang restia-nya pun telah dia simpan kembali kedalam sihir penyimpanan.

"ya.. kami baik baik saja" ucap Rias sambil tersenyum karena merasa Naruto menghawatirkannya. "Naruto ?!.. apa yang kau lakukan di sini ?" Sona shok karena baru sadar siapa yang tadi bertanya, "ah Sona ternyata kau sudah ada di sini, aku di sini umtuk membatu kalian melawan gagak tadi" "membantu ?, apa maksutmu ? dan juga.. bagaimana kau bisa masuk ke sini ?" Sona berjalan mendekati Naruto, dia bingun bagai mana Naruto bisa masuk kemari, padahal seharusnya tidak ada seorangpun yang bisa masuk karena dia dan para peeragenya telah membuat kekkai yang sangat kuat.

"sejak tadi aku ada di sini dan menonton pertarungan Rias dari atas gedung itu" ucap naruto sambil menunjuk salah satu bangunan sekolah, "haa?, la..lalu apa maksutmu dengan membantu melawan gagak tadi?, manamungkin manusia bisa.." "Sona Naruto bukan manusia, dia iblis sama seperti kita". Bakan hanya Sona, tetapi seluruh peerage Sona yang saat itu telah mendekat serta Koneko dan Asia yang telah sadar, terkejut dengan fakta baru yang dikatakan oleh Rias. "ayolah, apa perlu kalian sekaget itu ?" ucap Naruto yang melihat ekspresi dari teman temannya dan merasa bahwa itu bakan sesuatu yang perlu di besar besarkan. "apa itu benar Naruto ? apa itu benar, kalau kau bukan manusia melainkan iblis ?" "yupp.. aku seratus persen iblis asli" jawab Naruto denagn cengiran lebar.

"kenapa kau tidak memberitahukannya kepadaku ?" ucap Sona sedikit emosi karena merasa di bohongi oleh Naruto selama ini, "karena belum saatnya kalian tau siapa aku, dan bila saatnya tiba aku akan mengatakan semuanya tentang siapa aku sebenarnya" ucap Naruto sambil mengacak acak rambut sona "ya.. ini sudah sangat malam lebih baik kalian segera membereskan tempat ini, karena akan sangat merepotkan jika di biaran seperti ini" Naruto mengedarkan pandangannya keseluruh area sekolah dan melihat semua kerusakan yang disebabkan pertarungn dengan Kokkabiel tadi. "baik lah aku pergi dulu, karna aku tidak bisa menggunakan sihir pemulih seperi kalian, jadi aku lebih baik pulang saja" ucap Naruto tanpa dosa. "ehh ?" ucap semua iblis yang ada di situ,

"kalau begitu sampai jumpa semuanya" dengan itu Naruto menghilang dan meninggalka kilatan emas di sana. "dia… sudah pergi ?" ucap satu satunya laki laki di peerage Sona "ya.. sepertinya begitu" balas Isse. Setelah kepergian Naruto suasana di tempat itu mendadak menjadi sunnyi. "huft.. kurasa dia benar, kita harus segera membereskan ini semua, semua ayo kita bereskan ini sebelum pagi" "baik" ucap Sona dan di balas oleh seluruh anggota kelompoknya dan juga kelompok Rias.

TBC

A/N: di sini aku buat Naruto sudah Kenal dengan Valid an mereka pernah bertarung juga.

Yeee aku update lagi :D. maaf soal chapter satu yang ku rasa penuh kegagalan, tapi aku bkalan berusaha untuk memperbaiki cerita ini seiring dengan berjalannya waktu kok

Yost saat nya sesi jawab review

.9: oke timakash

Ace fullbaster: untuk pair memang ku bikin Cuma narusona tp tar juga bakalan ada cinta segi tiga biar romance nya sedikit terasa hehehe, kalo masalah update kilat saya gak bisa janji

Syah9126: ini udah update gan

Nanaleo099: trims kritiknya gan, saya usahakan untuk itu

Uzuuchi007: terima kasih

Neko twins kagemine: arigatou gozaimasu neko-chan

Dianrusdianto39: makasih gan

Rizwfa09151384: oke ini udah update

Ijalja12: oke gan udah q update lagi ni trimakasih udah mrmfollow crita ku

Ahmad. .9: njeh sampun kulo update critane hehe

The KidSNo OppAi: oke udah update ni gan

Elvn: trimakasih sarannya gan, bakal aku usahain untuk kedepannya

Saikari Nafiel: oke gan

XxX: oke, udah update ni gan

Guest: oke udah aku update ceritanya, trimakasih

Tamma: oke terimakash koreksian nya, kedepanya aku usahakan bkaan lebih baik

Uciha naruto: maaf banget, #sambil bungkuk. di sini naruto enggak aku kasih secred gers ato sharingan tapi untuk master kenjutsu akan aku pertimbangin

Yost sekali lagi terimakasih buat yang udah mau ngereview,follow,dan favorite fic geje ku ini. Dan Silahkan bagi yang mau ngeriview ato yang mau ngefleme tapi tolong gunakan bahasa yang sopan. Baiklah sampai jumpa di chap tiga nanti.

02/11/2014