Hermone Po'v
Oh akhirnya ketemu juga kau kopartmen. Aku pun memasuki kopartemen tersebut dan melihat bahwa kopartemen ini jauh lebih nyaman daripada kopartemen lainnya.
Bangkunya jauh lebih empuk, terdapat meja yang menempel di jeldela yang aku sangat syukuri terdapat beberapa cemilan di sana.
"Windragium Leviosa" aku merbangkan koper kecil ku untuk diletakan di atas tempat penyimpanan.
Syukur aku membawa koper kecil yang sudah diberi mantra perluasan tak terdeteksi jadi aku tak perlu menggeret koperku seperti gadis idiot.
Fiuhhh..aku menjatuhkan bokong ku di bangku yang sangat empuk dan mengambil sebuah buku bacaan ringan dengan berisi 532 halaman dari dalam tas selempangku ini.
Aku mulai membaca sambil memakan kue madu kering yang disediakan di kopartemen khusus ketua murid.
Author Po'v
TOK TOK TOK..
Hermione melihat kearah pintu kopartemen karena ada yang mengetuk, namun di sana tidak ada apa-apa.
Dan gadis itu melanjutkan bacaan ringannya.
TOK TOK TOK..
Hermione mengok lagi, tapi tetap sama hasilnya, nihil.
TOK TOK TOK..
"ISHHH!!" Hermione menutup bukunya kasar. Gadis itu membuka pintu dan menengokan kepala ke kanan dan ke kiri, namun seperti tadi, tidak ada siapa-siapa. Ia pun kembali duduk dan melanjutkan bacaannya.
TOK TOK TOK..
Hermione mengengok sangat cepat, namun tetap saja tidak ada siapa-siap, tadi ia sempat lihat bayangan berkelebat.
Ia mulai merinding, bagaimanapun ini dunia sihir, makhluk apapun pasti ada. Contohnya Voldemort, makhluk botak tak berhidung yang rupanya sangat absurd pun ada.
TOK TOK TOK..
Serttttt..bayangan berkelebat. Hermione ciut di tempat. Ia menundukan kepalanya dalam-dalam. Konyol memang, ia sangat berani melawan Si Pesek, tapi lihatlah gadis itu sekarang, duduk dengan lutut gemetar mencoba untuk tidak pipis di celana.
Ia pun memberanikan diri melihat kearah pintu kopartemen dan tiba-tiba.
"WAHHHHHHHH!!!!!!!! HANTUUUUUUUUUUU!!!!!!"
Hermione jatuh bersimpuh sambil memeluk lutut dan memjamkan mata rapat-rapat. Ia tidak berani melihat ke arah makhluk tadi. Wajahnya sangat menyeramkan. Namun tiba-tiba-
"Oy berang-berang!!! Hahahahahahahahahahahahaha!!"
Hermione mendongakan matanya danamelihat di sana berdiri dengan angkuh Si Pirang Albino yang sekarang tengah tertawa sambil memegang topeng menyeramkannya.
"FERRET BAJINGAN YANG LICIK!! MEMBUSUK SAJA KAU DI NERAKA!!"
Gema teriakan seorang bermata hazel membahana di salah satu kopartemen Hogwarts Express , bahkan brung-burung berterbangan menambah efek dramatis. Bahkan masinis kereta pun hampir lompat dari jendela kereta karena kaget dengan suara tersebut.
Sedang manusia di kereta tersebut sudah merasa biasa bahkan jengah dengan kedua makhluk yang berambut pirang dan beramput coklat itu yang jika bertemu pasti akan bertengkar sengit.
"well...well..well... tidak merindukan ku eh?? Ck..ck..Granger..Granger inikah sikapmu terhadap teman mu yang hampir berbulan-bulan tidak kau temui?? Seharusnya kau memberikan aku ucapan selamat datang, seperti"
"menendang bokongmu hingga mati?? Atau mencongkel kedua matamu itu, huh??"
"menciumku misalnya atau kau ingin lebih, Granger??" Draco Malfoy, sedang melakukan rutinitasnya kembali yang sempat tertunda berbulan-bulan lamanya, MENGGANGGU HERMIONE GRANGER.
Hermione Granger berusaha bersabar menghadapi rival abadinya yang tetiba masuk ke dalam kopartemennya tanpa diundang.
"baiklah. Apa mau mu, Malfoy?" tanya Hermione dengan nada ketus "kau taukan jika ini adalah kopartemen khusus ketua murid, ku ulangi KHUSUS KETUA MURID. Jadi lebih baik kau pergi sebelum aku mengutukmu menjadi ferret albino penuh koreng"
Bukannya pergi, pemuda pirang itu malah masuk dan duduk di depan sang singa betina. "memang kau kira kau siapa, Semak? berhak mengusir ketua murid putra dari tempat seharusnya?"
"APA??"
"sepertinya kau tuli, Granger" ucap Draco acuh. Ia malah mengeluarkan majalah Quidditch dan mulai membaca, mengabaikan makhluk di depannya yang bersiap-siap untuk mengeluarkan lava dari kepala semaknya.
"kau?? Jadi ketua murid?? Kurasa Profesor McGonagall sedang mengalami gagar otak!! Kau tidak mungkin menjadi ketua murid putra, biar ku jelaskan. Salah satu Pekerjaan ketua murid adalah menyelesaikan masalah yang terjadi di sekolah! Sedangkan kau! Kau BIANG MASALAHNYA!!!!" Hermione menunjukan jari telunjuknya kearah hidung mancung Draco yang kini memasang raut wajah bosan, bahkan kelewat bosan.
"sudah selesai?? Bagus karena aku capek dan ingin tidur. Jika tak ada lagi yang kau ingin bicarakan, lebih baik kau diam saja" Draco mengorek-ngorek kuping sambil menguap dan mulai memejamkan mata, mengabaikan gadis di depannya yang sedang mencak-mencak gak jelas.
"oh merlin!! Mengapa kau menakdirkan aku bersama dia?? Mendengar namanya saja sudah membuat ku ingin muntah.
Bagaimana bisa aku bisa mengerjakan tugas ketua murid bersama ferret ini?? Merlin kasihanilah aku..." Hermione memejamkan mata sambil memosisikan tangannya seperti orang berdoa.
"seharusnya kau bahagia bisa dekat-dekat denganku Granger. Mungkin makhluk berjenis kelamin wanita di Hogwarts rela saling membunuh untuk menggantikan posisimu sekarang" Draco membuka matanya sambil menyeringai sombong.
"dan untungnya aku masih normal untuk tidak menyukai ferret bajingan sepertimu"
"dan siapa pula yang tertarik dengan rambut kribo mu itu, semak. Aku yakin kau akan menjadi perawan tua nantinya!! Hahahahahah... perawan tua" Draco tertaa terpingkal-pingkal hingga ia terjunkal di bangkunya.
"K-KAU!!!" Hermione berdiri dari bangkunya dan mulai mengeluarkan tongkat sihir. Menyadari hal itu, Draco berdiri dan berusaha memegang tangan Hermione agar tidak bisa melemparkan kutukan kepadanya.
Mungkin masih beruntung jika kutukan stupefy, bagaimana jika kutukan tak termaafkan seperti Crucio atau parahnya lagi Avada. Membayangkannya saja Draco bergidik ngeri.
BUGHHH!!
CUP -eh?
CKLEKK..
"Hermione, aku Ron dan Ginny menca-" ujar pria berkacamata membuka pintu kopartemen ketua murid guna menemui sahabat kecilnya, namun yang dilihatnya di sini malah adegan dewasa.
Ya Hermione jatuh terduduk dengan posisi kedua tangan masih di cekal Malfoy dan yang membuat ketiga cicit adam lainnya menganga adalah posisi Malfoy menunduk dengan bibir menempel di bibir gadis berambut semak itu yang sialnya terasa kenyal dan manis di indra pengecap sang pria ubanan itu.
Hermione melebarkan mata kaget, karena merasakan susuatu yang kenyal mulai bergerak-gerak di bibir ranumnya itu.
Well Draco sendiri sedang menikmati peruntungannya. Pria pirang itu kini meletakan tangan yang tadi mencekal tangan hermione, sekarang berpindah alih menjadi memeluk pinggan ramping si gadis semak itu.
SHITTT!!! Hermione baru sadar ia tengan berciuman dengan si Draco Brengsek Malfoy yang sialnya terasa sangat memabukan.
Oke, ini sudah cukup. Hermione mendorong Draco dengan kekuatan sepuluh tangan, gadis itu merasa sangat marah terlihat sekarang ia tengah menodongkan tongkat sihirnya ke arah Malfoy yang masih termangu merasakan bibirnya yang manis.
Wajah Hermione sudah semerah apel, ia langsung mengarahkan tongkatnya ke arah Malfoy dan mengucapkan "AVADA KEDAVR-" Satu huruf lagi, maka terputuslah garis keturunan Mafoy.
Sontak Harry, Ginny dan Ron langsung memeluk Hermione dan mengambil tongkat gadis itu sebelum keturunan satu-satunya Malfoy itu lenyap.
"Malfoy, sebaiknya kau pergi sebelum Mione memetahkan lehermu atau menjambak rambutmu hingga lepas dari kepalamu" Harry berujar pada Malfoy Jr sembari memengangi tangan Hermione was-was gadis itu berakhir di Azkaban karena membunuh orang yang menciumnya.
Draco yang masih nyawanya tercecer akibat kaget langsung menuruti ucapan Harry dan keluar dari kopartemen tersebut.
Ia pasti sudah gila mencium rivalnya. Pria itu sangat bersyukur bisa keluar dari kopartemen itu dengan hidup.
Bagaimanapun ia bisa menyimpulkan. Bahwa-
-Hermione Bisa Sangat Menyeramkan Seperti Voldemort
Tbc.
