.
Title: The Rhapsody
Disclaimer: Naruto Masashi Kishimoto
La Corda D'oro Kure Yuki
Fanfic The Rhapsody Ayuzawa Shia
Pairing: SasukeXHinata
Warning: AU, OOC, crack pair, misstype, dll.
.
.
Opus 2:
Moonlight Sonata Beethoven
.
Happy reading
.
'Music is the language of the spirit. It opens the secret of life bringing peace, abolishing strife.'
- Kahlil Gibran-
.
Konogaoka Music Academy…
Hinata berlari menyusuri koridor sekolah Konogaoka Music Academy yang mulai ramai dipenuhi siswa-siswi karena 10 menit lagi kelas akan dimulai. Ini adalah hari kedua ia bersekolah, namun karena tiba-tiba terpilih menjadi salah satu peserta kompetisi musik membuatnya harus mencari seseorang yang bertanggung jawab pada kompetisi untuk mengklarifikasikan masalah ini.
"Tidak mungkin kan aku bermain biola lagi?" ucapnya lirih sambil terus berlari.
Gadis berambut indigo itu berhenti di depan sebuah ruangan yang bertuliskan 'Hatake Kakashi'. Ia mengatur nafasnya yang terengah-engah, kemudian mengetuk pintu, berharap orang yang dicarinya tersebut sudah datang ke sekolah.
"Ada perlu denganku, Nona?"
Suara maskulin terdengar dari belakang Hinata. Gadis itu sedikit kaget, ia segera membalikkan badan.
"Kakashi-sensei?" tanya Hinata ragu-ragu.
"Hm… Nona Hyuuga Hinata? Mari masuk," ucap Kakashi seraya membuka pintu dan mempersilahkan Hinata masuk ke ruangannya.
Hinata memasuki ruangan berukuran sedang itu, kemudian duduk setelah sensei-nya itu memberi isyarat untuk duduk.
Hinata tampak gugup di hadapan sensei berambut perak itu, ia memang tidak terbiasa protes. "A-ano… Sensei… m-maksud saya kesini..."
"Aku tahu, tentang kompetisi musik?" potong Kakashi.
"I-iya, Sensei… k-kenapa saya bisa terpilih?" tanya Hinata sambil meremas-remas rok seragamnya untuk menghilangkan kegugupannya.
"Karena… kau berbakat," jawab Kakashi singkat.
Hinata menatap Kakashi heran, bagaimana mungkin gurunya ini bisa mengatakan ia berbakat kalau mereka baru sekali ini bertemu.
"T-tapi… Sensei tahu darimana saya berbakat?"
"Aku melihatmu di kontes biola sepuluh tahun lalu," jawab Kakashi sambil tersenyum di balik maskernya.
"T-tapi… saya sudah tidak bermain biola lagi, Sensei…" ucap Hinata lirih, wajahnya kembali menunduk.
"Kau akan segera memainkannya," kata Kakashi yakin.
"T-tapi, Sensei… rasanya ini tidak adil… s-saya kan murid baru."
"Hinata… aku memilihmu karena aku tahu kau bisa." Kakashi menatap Hinata dengan penuh keyakinan. "Kelas akan segera dimulai, segeralah bergegas," lanjutnya.
"Pe-permisi, Sensei," ucap Hinata sambil membungkukkan badannya dan berjalan keluar ruangan Kakashi.
.
.
The Rhapsody
.
.
Hinata berjalan memasuki kelas sambil menunduk. Siswa-siswa yang berada di kelas menatap kearahnya dan mulai berbisik-bisik. Hinata menggigit bibirnya, berusaha menahan agar tangisnya tidak pecah. Ia menuju tempat duduknya, namun tidak melihat Ino maupun Sakura. Ia menjadi semakin merasa bersalah pada Ino. Hinata duduk di bangkunya, ia tidak berani mengangkat wajahnya. Matanya benar-benar terasa panas sekarang.
"Hinata." Sebuah tepukan pelan di bahunya membuat Hinata mendongakkan kepalanya.
"S-sakura-chan… k-kau tidak marah padaku?" tanya Hinata dengan suara bergetar.
"Marah? Untuk apa?" Sakura tersenyum. Ia menggeser bangkunya agar lebih dekat dengan posisi Hinata. "Jangan dipikirkan kata-kata Ino tadi ya! Dia hanya sedikit kecewa, dia benar-benar ingin ikut kompetisi itu. Tapi masih ada tahun depan, jadi kau tidak perlu khawatir, Hinata-chan. Nanti dia pasti akan baik lagi," ujar Sakura menjelaskan.
"B-benarkah, Sakura-chan?"
"Iya. Jadi tenang saja ya!" ucap Sakura lagi.
Hinata mengangguk sambil tersenyum. Sakura yang melihat teman barunya itu tersenyum ikut menyunggingkan senyum lega. Walaupun baru satu hari mereka menjadi teman, tapi ia tahu Hinata memiliki hati yang lembut. Bagaimanapun juga Hinata tidak bisa disalahkan karena tiba-tiba terpilih di kompetisi musik yang bergengsi di Konogaoka.
"Tapi Hinata, kenapa instrumen yang kau mainkan biola? Bukankah kau bermain piano?" tanya Sakura yang menyadari bahwa Hinata tertulis akan memainkan biola.
"A-ano… itu… aku juga kurang tahu, Sakura-chan. Nanti akan aku tanyakan pada Sensei."
"Ya sudah. Bagaimanapun, kau adalah wakil kelas kita. Berjuanglah, Hinata-chan!" kata Sakura dengan semangat.
"I-iya… tapi… Ino dimana Sakura-chan?" Hinata tampak khawatir karena Ino belum kelihatan.
"Oh… dia ada di ruang kesehatan. Tenang saja, dia tidak apa-apa kok," jawab Sakura sambil mengibaskan tangannya.
"Ooh…"
Teng teng teng
Bel berbunyi, menandakan kelas akan segera dimulai. Murid-murid yang masih berada diluar kelas segera memasuki kelas. Seorang sensei berkulit pucat dengan rambut hitam panjang memasuki ruang kelas yang ditempati Hinata. Semua murid langsung diam begitu mengetahui siapa sensei yang mengajar kelas pagi ini. Sakura pun bergegas menggeser kembali bangkunya.
"Kita lanjut nanti lagi," bisiknya pada Hinata. Hinata membalasnya dengan anggukan.
.
.
The Rhapsody
.
.
Konogaoka Music Academy…
"Pengumuman. Bagi peserta kompetisi musik yang saya sebutkan harap segera datang ke ruang pertemuan siswa. Himura Sai dari kelas 3-E, Uzumaki Naruto dari kelas 2-C, Nara Shikamaru dari kelas 3-A, Mitsashi Tenten kelas 1-D, Sabaku Gaara kelas 1-A, Uchiha Sasuke kelas 2-A dan Hyuuga Hinata kelas 2-B. Terima kasih."
Terdengar pengumuman dari pengeras suara yang terletak di atas papan tulis masing-masing kelas. Murid-murid dikelas yang tadinya akan keluar kelas karena ini adalah waktu istirahat kembali berbisik-bisik sambil menatap kearah Hinata. Melihat keadaan kelas seperti itu membuat mata Hinata kembali memanas. Ia menunduk dalam-dalam.
Sakura berdiri dari bangkunya. "Hei! Kenapa berbisik-bisik begitu? Kalian iri? Seharusnya kalian senang karena kelas kita punya wakil! Bukankah tahun lalu tidak ada satupun murid kelas kita yang mengikuti kompetisi?" kata Sakura dengan keras seraya memandang seluruh penghuni kelas 2-B.
Semua murid di kelas terdiam, mencerna kata-kata yang baru saja diucapkan ketua kelas mereka.
"Seharusnya kita semua mendukungnya!" Sakura beralih menatap Hinata. "Hinata, cepatlah pergi! Nanti kau telat!" lanjut Sakura sambil mengedipkan matanya.
"Terimakasih, Sakura-chan," sahut Hinata sambil tersenyum. Ia pun segera bergegas menuju ruang pertemuan.
.
.
The Rhapsody
.
.
Ruang pertemuan siswa untuk tempat berkumpul peserta kompetisi terletak di lantai tiga. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Hinata untuk menemukannya karena kemarin ia telah melihat-lihat ruangan di lantai tiga. Tiba-tiba Hinata teringat dengan siswa yang ditemuinya kemarin. Ia merasa tidak asing dengan pemuda itu dan permainan biolanya.
'Sepertinya aku pernah bertemu dengan orang itu' pikirnya dalam hati. Namun belum sempat ia mengingat siapa pemuda itu, Hinata sudah sampai di ruangan bertuliskan 'Student Meeting Room'.
Hinata berjalan memasuki ruang pertemuan, dilihatnya telah ada 5 orang yang mengenakan seragam yang sama dengannya berkumpul disana.
"Pe-permisi… " katanya pelan.
Kelima orang diruang itu yang tadinya hanya diam kini menoleh kearah Hinata.
"Hei! Kau pasti Hyuuga Hinata kan? Murid baru yang sudah terpilih mengikuti kompetisi ini! Selamat ya!" ujar seorang pemuda berambut blonde dangan mata sapphire dengan sangat ceria. Pemuda ceria itu segera bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Hinata.
Hinata tertegun melihat pemuda hyperaktif itu. "O-oh… i-iya."
"Salam kenal! Namaku Uzumaki Naruto. Panggil saja aku Naruto," ucap pemuda itu lagi sambil mngeluarkan cengirannya.
"S-salam kenal… Hyuuga Hinata," kata Hinata sambil membungkuk.
"Selamat datang di Konogaoka… aku Himura Sai," ujar siswa lain berkulit pucat sambil tersenyum.
"Aku Mitsashi Tenten," lanjut gadis berambut coklat yang diikat cepol dua sambil melambaikan tangan kearah Hinata.
"Sabaku Gaara," kata siswa berambut merah singkat.
"Yang sedang tidur itu Nara Shikamaru, Hinata-chan," lanjut Naruto seraya menunjuk seorang siswa berambut nanas yang sedang tidur.
"Sa-salam kenal semuanya," Hinata kembali membungkuk.
Tidak lama kemudian pria berambut perak –Kakashi datang diikuti seorang siswa berambut raven.
"Yo, Sasuke!" teriak Naruto pada siswa yang berjalan di belakang Kakashi.
"Hn," jawab Sasuke singkat.
'Ah dia…' kata Hinata dalam hati. Ia menatap Sasuke yang ternyata sedang menatapnya juga. Hinata segera mengalihkan pandangannya.
"Semua sudah berkumpul… baguslah. Duduklah dulu kalian."
Semua peserta duduk di bangku meja rapat berbentuk lingkarang itu.
"Pertama-tama, aku ingin kalian memperkenalkan diri terlebih dulu," kata Kakashi, ia melirik Tenten. "Dimulai dari ujung situ," lanjutnya.
"Aku Mitsashi Tenten dari kelas 1-D. Aku bermain clarinet."
"Nara Shikamaru. Kelas 3-A. Aku bermain cello."
"Sabaku Gaara. Kelas 1-A. Memainkan piano."
"Aku Himura Sai. Kelas 3-E. Aku memainkan flute."
"Aku Uzumaki Naruto. Kelas 2-C. Aku memainkan saxophone."
"Uchiha Sasuke. Kelas 2-A. Memainkan biola."
"…"
"Hinata?" tegur Kakashi karena Hinata melamun.
"A-ah gomen… Hyuuga Hinata. kelas 2-B… biola," kata Hinata pelan, namun cukup untuk didengar seluruh orang yang hadir di ruangan itu.
"Baiklah… langsung saja. Kompetisi ini akan dibagi menjadi tiga tahap. Setiap tahap kompetisi akan ada tema masing-masing. Kalian bebas memilih judul musik yang akan kalian mainkan, namun harus sesuai dengan tema. Setiap tahap akan ada penilaian, akan diperingkat dari satu sampai tujuh. Kompetisi pertama akan diadakan dua minggu lagi… dan temanya adalah musim semi. Itu yang bisa kusampaikan sekarang. Oh iya… dan jangan lupa, selain fokus pada kompetisi, kalian juga harus menikmati musik yang kalian mainkan," jelas Kakashi.
Sensei berambut perak dengan wajah ditutupi masker itu memandang muridnya yang akan mengikuti kompetisi satu persatu.
"Selamat bersenang-senang di kompetisi ini, kalian boleh pergi," kata Kakashi lagi mengakhiri pertemuan siang itu.
Para peserta kompetisi mulai meninggalkan ruang pertemuan, namun Hinata belum beranjak dari tempatnya. Kakashi menatap Hinata dengan salah satu alis yang terangkat.
"Ada yang belum jelas, Hinata?"
"A-ano… Sensei… bolehkah… saya mengundurkan diri?" tanya Hinata sambil menunduk.
"Kau yakin?" tanya Kakashi seraya menatap Hinata tajam. Hinata terdiam, ia masih merasa bimbang.
"Pikirkanlah dulu, Hinata. Jangan terburu-buru," lanjut Kakashi.
"T-tapi, Sensei… s-saya tidak bisa bermain biola…"
"Kau boleh memikirkan hal ini dulu… ambillah keputusan yang bijak," ujar Kakashi tenang.
"B-baiklah, Sensei. Kalau begitu, saya permisi dulu," ucap Hinata sambil membungkuk dan berjalan meninggalkan ruangan.
Hinata menyusuri koridor lantai tiga dengan lesu. Bayangan-bayangan saat dia kecil yang membuatnya berhenti bermain biola kembali hadir.
Flashback
Seorang gadis kecil berumur tujuh tahun terisak sambil memeluk biola kecil. Di hadapannya berdiri seorang pria dewasa berambut panjang dengan mata berwarna pearl sedang menatap gadis kecil tersebut dengan tatapan marah.
"Kau tidak boleh memainkan biola lagi!" bentak pria dewasa tersebut.
"T-tapi Ayah… hiks…"
"A-ayah… kasihan Hinata… biarkan dia tetap bermain biola," ucap anak laki-laki berumur 12 tahun yang merupakan kakak gadis kecil itu.
"Jangan membantah!"
Bentakan sang ayah membuat kedua kakak beradik itu terdiam. Hinata kecil semakin terisak, ia mengeratkan pelukannya pada biola kesayangannya. Kakaknya yang berada di sampingnya menuntunnya untuk pergi menjauh dari sang ayah.
Flashback off
Hinata menghela nafas panjang. Sejujurnya, ia ingin memainkan alat musik gesek itu lagi. Tapi ayahnya pasti menentangnya.
Brukk
"I-ittai…" Hinata mengelus dahinya karena bertubrukan dengan seseorang saat berbelok.
"Selain pelupa, ternyata kau juga ceroboh ya?!"
Hinata mendongak begitu mendengar suara berat orang yang bertubrukan dengannya. Ia mendapati siswa yang juga menjadi peserta kompetisi musik dan memainkan alat musik yang sama dengannya, sedang berdiri angkuh di hadapannya.
"Huh?" tanya Hinata seraya memiringkan kepalanya karena tidak mengerti ucapan pemuda itu.
"Pelupa… ceroboh… dan lemot!" kata pemuda itu lagi dengan nada mengejek.
"A-apa? U-uchiha-san… k-kau tidak boleh sembarangan… menilai orang yang belum terlalu kau kenal," protesnya.
Sasuke memutar kedua bola matanya. "Tch. Lupakan!" katanya sambil berlalu, meninggalkan Hinata yang masih bingung.
"Huh?"
.
.
The Rhapsody
.
.
Skip time
Bel tanda pelajaran berakhir telah dibunyikan. Murid-murid Konogaoka Music Academy mulai meninggalkan gedung sekolah, menuju rumah ataupun apartemen masing-masing. Namun banyak murid yang masih berada di sekolah karena latihan musik, kegiatan klub maupun karena mendapat hukuman dari para sensei yang killer.
Hinata merapikan buku-bukunya dengan malas, banyak sekali masalah yang terjadi hari ini. Tiba-tiba mendapati dirinya mengikuti kompetisi dan harus bermain biola tidak pernah sekalipun ia bayangkan. Belum lagi masalah dengan Ino, seharian ini ia tidak bertemu Ino. Kelas terakhir adalah kelas musik yang dibagi sesuai dengan alat musik yang dimainkan, sehingga mereka tidak satu kelas. Mungkin ia akan mencoba bicara dengan Ino besok.
Hinata menghela nafas panjang, hari ini terasa benar-benar melelahkan.
"Hyuuga Hinata!"
Mendengar namanya disebut, Hinata menoleh ke arah sumber suara. Ia melihat tiga siswi berdiri di dekat tangga. Hinata terdiam, ketiga siswi itu menatapnya dengan tajam.
"Kemari kau!" perintah salah satu siswi yang berambut pendek.
Hinata menghampiri mereka dengan lesu. 'Kami-sama… sekarang apa lagi?' batinnya.
"Hei! Anak baru sepertimu terpilih mengikuti kompetisi? Benar-benar tidak bisa dipercaya!" kata siswi lain berambut keriting ketika Hinata sampai di depan mereka.
"Pasti kau berbuat curang kan?!" tanya siswi lainnya yang berambut lurus dengan sinis.
"T-tidak…" jawab Hinata pelan.
"Gara-gara kau, kami tidak bisa terpilih. Padahal kami senior disini."
"Berisik! Kalian menutupi jalan!" bentak seorang siswa berambut merah berdiri di belakang Hinata sambil menenteng tas ransel.
"Sa-sabaku-san…" ucap Hinata begitu mengenali siswa itu.
"Kalian tidak terpilih di kompetisi… karena memang kalian tidak berkompeten," ujar Gaara dingin.
"Apa-apaan kau? Hei… kau baru kelas 1 kan? Benar-benar tidak sopan!" Siswi senior berambut keriting kembali berkata dengan sinis.
Gaara mengeluarkan deathglare terkejamnya pada senior-senior itu, membuat mereka menelan ludah.
"A-awas ya kalian! Kalian pasti kalah di kompetisi itu! Huh!" Setelah mengatakan itu mereka bergegas pergi.
Hinata dan Gaara hanya bisa memandang kepergian senior-seniornya yang aneh itu dengan heran.
Hinata mengalihkan pandangannya kearah Gaara. "S-sabaku-san.. terima kasih," ucap Hinata lembut.
Gaara menatap Hinata sejenak, kemudian melanjutkan berjalan menuruni tangga. "Sama-sama, Senpai."
.
.
The Rhapsody
.
.
Sementara itu, di ruang latihan nomor 4, Sasuke sedang menggesekkan bow-nya dengan lincah, jari-jarinya memainkan dawai biola dengan sangat terlatih. Shymponi no.1 gubahan Elgar mengalun tinggi dan rendah dalam nada yang beraturan. Matanya terpejam, menghayati setiap nada yang mengalun.
Cklik
Sasuke menghentikan permainannya begitu mendengar pintu ruang musik tempat ia berlatih dibuka.
"Oh… maaf mengganggu, Sasuke." Suara bariton milik Kakashi membuat Sasuke membalikkan badannya.
"Ada apa, Sensei?" tanya Sasuke malas.
"Aku ingin kau memastikan Hyuuga Hinata mengikuti kompetisi ini," kata Kakashi tenang.
Kedua alis Sasuke bertaut. "Kenapa aku harus mau?"
"Karena aku tahu… dialah alasanmu tetap bermain biola," seringai tampak di wajah Kakashi walaupun tertutup masker.
Flashback
Sasuke kecil sedang memainkan biola di kamarnya, seorang pria berambut perak berdiri di dekat pintu mengamati permainan Sasuke.
"Sasuke… permainanmu seperti robot. Teknik permainanmu memang luar biasa. Tapi aku merasa ada yang kurang dengan permainanmu. Aku merasa kau tidak menikmati permainanmu," kata Kakashi pada Sasuke yang berumur 12 tahun.
"Bukan urusanmu!" sahut Sasuke kecil dingin.
"Hmm… Kenapa kau bersikeras bermain biola kalau kau tidak menikmatinya? Hanya karena orangtuamu?"
"Jangan sok tahu, Kakashi! Aku ingin menujukkan pada seseorang kalau aku tidak bisa dikalahkan," ujar Sasuke dengan penuh percaya diri.
"Memangnya siapa yang mau mengalahkanmu?" tanya Kakashi yang mulai penasaran.
Sasuke kecil menunduk. "Aku yang menantangnya. Dia berjanji suatu saat akan mengalahkanku bermain biola. Tapi saat ini dia sedang berada di luar negeri."
"Ooo… aku tau…" Kakashi mendekati Sasuke, "…gadis kecil yang menjadi juara 2 di kompetisi music lima tahun lalu?" godanya pada Sasuke.
"Bukan urusanmu!" bentak Sasuke kecil.
"Hahaha…" Kakashi tertawa melihat anak didik kesayangannya itu tersipu malu.
Flashback off
Kakashi masih tetap menyeringai sambil menunggu jawaban Sasuke.
"Kalau aku tidak mau melakukannya?"
"Maka kau tidak bisa mengikuti kompetisi ini," jawab Kakashi santai.
"Tch. Merepotkan!" Sasuke memasukkan biolanya ke dalam tas biola dan segera pergi.
Kakashi kembali terkekeh.
"Ternyata menjadi guru les biola saat dia kecil berguna sekali," gumamnya.
.
.
The Rhapsody
.
.
Hyuuga mansion…
Kedua manik berwarna lavender milik Hinata masih terfokus pada benda di depannya. Sebuah tas berwarna biru tua, di dalamnya terdapat biola beserta bow-nya. Hinata menyentuh biolanya perlahan, sudah lama sekali ia tidak memainkan alat musik ini.
"Kenapa hanya dipandangi, Hinata? Mainkanlah. Sudah lama sekali kan?" kata Neji yang berdiri di pintu kamar Hinata sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Kak Neji! Mengagetkanku saja," ucap Hinata sambil menggembungkan pipinya.
Neji tertawa melihat adiknya yang sedang bertingkah seperti anak kecil itu. Ia menghampiri Hinata dan duduk di sampingnya.
"Hinata, selama ini kau selalu mengikuti keinginan ayah. Itu memang tidak salah… tapi kau juga harus memikirkan apa isi hatimu," ujar Neji seraya mengelus kepala Hinata.
"Kalau aku… bermain biola lagi… kakak tidak marah?"
"Untuk apa? Tentu saja tidak. Aku selalu menyukai permainanmu," jawab Neji.
Raut wajah Hinata tiba-tiba berubah murung. "T-tapi ayah…"
"Aku akan menjadi orang pertama yang membelamu. Tenang saja, selagi ayah masih di Korea, mainlah sepuasmu."
"Kakak… arigatou." Hinata memeluk kakak semata wayangnya, kakak yang selalu menjadi pendukungnya.
"A-aku ingin ke taman di ujung blok, Kak… bolehkah?" tanya Hinata sambil merapikan tas biolanya.
"Tapi jangan sampai malam ya!" kata Neji mengingatkan.
"Iya, Kak. Aku tidak akan lama."
.
.
The Rhapsody
.
.
At garden…
Hinata menjinjing tas biolanya dan berjalan menuju taman dengan senyum terpatri di wajahnya. Udara hangat musim semi menerpa wajahnya begitu ia berada di luar rumah. Sore yang sangat cerah. Sesampainya di taman, ia segera membuka kotak biolanya dan mengeluarkan biola kesayangannya.
"Maaf… aku sudah lama tidak memainkanmu…" gumam Hinata pada biolanya.
Hinata meletakkan biola itu dibahunya, memegang ujung instrumen musik itu dan mulai menggesekkan bow-nya. Gesekan antara dawai-dawai itu membentuk nada yang indah. Matanya terpejam menikmati alunan musik yang keluar dari biolanya.
Pengunjung di taman itu mulai mendekat mengelilingi Hinata untuk mendengarkan permainan biolanya yang lembut.
Moonlight Sonata- Beethoven
Tepuk tangan menyambut saat Hinata mengakhiri permainannya. Ia terkesiap begitu membuka matanya, tidak menyangka permainan biolanya akan menjadi pusat perhatian di taman kecil ini.
"A-arigatou…" kata Hinata sambil membungkuk.
Kerumunan itu mulai bubar saat Hinata memasukkan biolanya.
"Kenapa memainkan lagu sedih disaat langit cerah begini? Kau membuat suasana taman jadi murung," ucap seorang pemuda sambil mendekati Hinata.
Hinata mengalihkan pandangannya pada pemuda yang mendekatinya itu. "A-ah… Uchiha-san… gomen," ujarnya sambil menundukkan wajah.
"Apa kau hanya bisa memainkan lagu itu? Di kompetisi sepuluh tahun lalu pun lagu itu yang kau mainkan," kata Sasuke yang sekarang berada di depan Hinata.
"Huh?"
"Mana janjimu yang mau mengalahkanku?" tanya Sasuke sambil membungkuk, menyejajarkan wajahnya di depan wajah Hinata.
"E-eh?" tanya Hinata bingung, wajahnya memerah karena jarak Sasuke yang begitu dekat.
"Aku tagih janjimu! Aku akan mengakui permainan biolamu, kalau kau bisa mengalahkanku sekali saja," ujarnya sambil menyunggingkan seringai.
Melihat seringai Sasuke membuat Hinata mengingat sesuatu. "K-kau… anak yang waktu itu juara satu?"
"Tch. Pelupa!" kata Sasuke sambil memundurkan wajahnya.
"Go-gomen… waktu itu… a-aku tidak tahu namamu… dan lagi… setelah itu aku tidak bermain biola lagi," ujar Hinata dengan raut wajah menyesal.
"Kalau begitu mulai sekarang bermainlah!"
Hinata terdiam, ia memandang mata onyx Sasuke.
"Atau kau takut padaku?"
Hinata menggelengkan kepalanya. "Ba-baiklah. Aku akan mengalahkanmu."
"Aku tunggu," ujar Sasuke singkat lalu membalikkan badan dan berjalan menjauh. Senyum tipis tampak tersungging di bibirnya.
Hinata memandang kepergian Sasuke, kemudian tersenyum.
"Pantas aku merasa tidak asing."
.
.
~~~~Tbc~~~~
.
.
Fiuh… selesai juga part 2 the rhapsody. Panjang banget ya? Aaa gomen … .
Chara lain blum muncul banyak .. gomen ne … ini baru awal soalnya. .
Oia… yg tiga senior itu… tidak perlu dipikirkan siapa mereka. Haha… saya ngga mau membash chara soalnya :D
Oia… saya mau bls ripiu dlu. ^^
::
Haruka Hime: makasih… saya jg cinta ama music. Ini saya apdet… ^^
Merychan: makasih… iyaaa,, ini saya bikin ficnya jg sambil lebih memperdalam music klasik. Cuma sbg pendengar sih . hha :DD
Kimidori hana: iaa… ini saya apdet. Arigatou ^^
Hina hime: aaa… di chap ini udah disinggung dikit. Ntar jelasnya akan dicritakan ama hinata. wkwk . arigatou ^^
Kaka: makasih .. iya insya allah . hehe
Chibi tsukiko chan: trimakasih… a-ano,,, akan dibahas di chap selanjutnya.:DD *plakk* sok misterius
cii-meimei lily chan: hai juga… iya ini diapdet… maap agak lama… makasih ^^
ulva-chan: makasih ya ulva .. iya karakternya emang mirip ama di LCD . soalnya pas sama alat music yg mereka mainkan… hhe :D
Mamizu mei: aaa terimakasih banyak …. Aa gomen,,, di fic saya yg satunya udah sai sih… jdi ini beda. Hhe.. di chap ini ada kok yg suka hinata. tp romancenya masi chap ntar2. Hhe :D
Deani Shiroonna Hyouichiffer: arigatou ^^… iya ada gaara. tpi di chap ini belum ada romance nya .. gomen .. hhe . aa makasih ^^
M.B Kise-chan –MK: iya faaa .. makasih yaa :D . ini ak apdet ^^
Lonelyclover: iya sasu inget sama hinata… tapi hinata lupa .. haha *disharingan sasu* … mungkin di chap depan :DD . arigatou ^^
Keiko-buu89: hho.. saya pun ga ngerti juga *plakk*. Aaa trimakasih ^^
Uchihyuu nagisa: aaa… sudah disinggung disini. ^^ makasih
Lollyta-chan: aaa … arigatou gozaimasu yaa ^^
U-know Maxiah: wah.. saya malah baru nnton dreamhigh ep 1 . kurang suka sama pemain ce nya.. hhe :D .. suka kpop ya? Aaa… iya iya. Gomawoyo ^^
Lavender chan: aaa terimakasih . … iya ,, si hinata nti hebat kok… :DD . iya ,,, ini dah saya apdet ^^ .
Ficsya: salam kenal juga ficsya-san . makasih :DD … ini udah dibhs dikit kok. Gpp .. makasih sudah review ^^
Harunaru chan muach: haru-chaaannn … arigatou dah mampir , .. iaa ,, arigatou gozaimasu ya :D
YamanakaemO: masih.. hhe ,, ndak kok… ino cuman shock.. insya allah gak ada chara bashing kok disini. Arigatou ya … wss
Miya-hime Nakashinki: wah .. ini bener2 mirip dreamhigh kah? Berarti ak sehati ama sutradara DH. *plakkk* . wkwkwk … tpi saya bner2 blum liat DH. Ga terlalu suka yg main T_T . referensi cuma anime LCD ini… iya ntar sasuhina saingan gitu. Keke :D . ini saya apdet… gomawo ^^
Demikoo: ah makasih banyak ya :D . iya saya lanjutkan … hhe
Ai HinataLawliet: aa.. ino hanya shock kok. Hhe :D .. saya usahakan apdet kilat. Trimakasih banyak ^^
::
Arigatou gozaimasu teman-teman yang mau membaca n menyempatkan review di chap 1 kemarin … m(_ _)m … para silent reader juga arigatou …
Gomen note saya kepanjangan. :D
Semoga chap ini tidak mengecewakan … kritik saran komen konkrit dll sangat dinantikan ^^
Baik.. sekian dulu … silahkan tinggalkan jejak anda dengan review *plakk* . hha :DD
Akhir kata …
.
Mind to RnR?
