Jackson terkejut.
Tentu saja.
Junior adalah orang yang ditemuinya di Paris Fashion Week beberapa bulan yang lalu. Dan tepat sebelum Jackson diangkat menjadi General Manager, Junior menolaknya dengan alasan bahwa dia tak menyukai pria yang seumuran dengannya, meskipun alasan sebenarnya adalah bahwa dia tak menyukai hubungan serius.
Asal tahu saja, Junior adalah orang yang memiliki pemikiran seperti Bambam, hanya saja tak banyak orang yang tahu bahwa apa yang dianut Junior lebih ekstrim daripada Bambam. Junior lebih senang tidur dengan pria beristri yang sangat kaya, omong-omong. Junior bilang hal seperti itu lebih nikmat dan menantang, dan tentu saja mendatangkan banyak uang. Bahkan Junior berpikir bahwa Bambam itu aneh karena sama sekali tak mau menerima uang ataupun barang pemberian para pria mesum itu.
Yang Jackson tahu, Junior menolaknya karena karena Junior menyukai pria yang lebih tua, dan dia sama sekali tak pernah berpikir bahwa Junior adalah seorang penganut casual relationship seperti Bambam.
Bukan hanya Jackson, siapapun pasti akan tertipu oleh wajah manis dan lugu milik Junior, karena itulah Junior memiliki citra seorang model elegan yang manis dan lugu, tidak seperti kebanyakan model yang memiliki citra buruk di mata orang-orang.
Setelah Junior dan Bambam saling menyapa, akhirnya pandangan mata Junior tertuju pada seseorang yang melihatnya dari tadi tanpa berkedip.
Kemudian dia tersenyum manis.
"Oh, Hi, Jackson." Sapanya ramah sambil melambaikan tangannya ringan ke arah Jackson.
Dan Jackson tak menghiraukannya karena masih terkejut.
"Kalian saling mengenal?" tanya Bambam penasaran.
"Dia orang yang kuceritakan padamu dulu, orang yang menginginkan hubungan serius denganku." Jawab Junior lembut sambil menyeringai tipis.
"Oh." Bambam menganggukkan kepalanya tanda memahami.
"Apa sekarang dia sedang mendekatimu?" Tanya Junior iseng, sebenarnya sih dia sama sekali tak ingin tahu.
"Dia hanya atasanku di kantor." Jawab Bambam sambil mengibaskan tangannya.
Junior tersenyum lebar, "Bukankah kau sudah berada di puncak karir?"
" Dia General Manager." Jawab Bambam sambil mengarahkan dagunya pada Jackson yang belum sadar juga dari keterkejutannya.
"Oh." Junior mengangguk dengan anggun tanda mengerti, lalu dia menepuk ringan pundak Bambam dan mengatakan-
"Bam, aku kesana dulu, ya."
Lalu meminta ijin sambil menunjuk ke arah bar restoran, lebih tepatnya ke meja yang berada di dekat meja kasir.
Bambam hanya mengangguk, tak mau ambil pusing.
Setelah Junior pergi, Bambam kembali duduk di kursinya lalu memandang Jackson dengan pandangan –dasar-pria-aneh-kau-bodoh-sekali-.
Karena Jackson tak sadar juga dari lamunannya, akhirnya Bambam melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Jackson. Yang mau tak mau membuat Jackson kembali ke realitasnya.
"Oh, Bambam-ssi, temanmu tadi kemana?"
Itu adalah kalimat pertama yang diucapkan Jackson saat dia sadar dari lamunannya.
Bambam tak menjawab dan hanya memutar bola matanya malas lalu duduk kembali dan meminum jus delimanya.
Baginya, Jackson adalah pria yang membosankan. Pantas saja Junior menolaknya.
Jackson mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut restoran, kemudian dia menemukan Junior sedang mengobrol sambil sesekali tersenyum lebar bahkan memeluk lengan seseorang.
Itu kan...
"Apakah orang itu pacar baru Junior?"
Bambam yang mendengar kalimat yang menurutnya tak masuk akal itu mau tak mau mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Jackson.
Kemudian dia membulatkan kedua matanya.
Terkejut? Tentu saja! Banyak alasan Bambam untuk terkejut.
.
Pertama, Junior tak suka terlibat dengan pria yang seumuran dengannya, apalagi lebih muda, dan yang Bambam tahu, Junior dan orang yang sedang diajak mengobrol olehnya –Im Jaebum- itu seumuran. Kedua, Junior tak suka terlihat akrab dengan orang lain di tempat umum, dan yang dilihatnya sekarang adalah Junior sedang mengobrol sangat akrab dengan Jaebum. Ketiga, Junior hanya mau menjalin hubungan dengan seseorang yang memberikannya keuntungan secara finansial maupun karir, dan yang Bambam lihat, Jaebum sama sekali tidak termasuk dalam daftar orang yang dainggap memberi keuntungan tersebut untuk Junior. Dan yang terakhir, Junior terlihat sangat agresif. Sebanyak yang Bambam tahu, Junior bukanlah orang yang sembarangan menunjukkan agresivitasnya, karena dia selalu menjaga citranya yang terkesan manis namun eksklusif. Hanya orang-orang tertentu yang diajak mengobrol oleh Junior, seperti Bambam misalnya. Karena Bambam adalah seorang pemimpin redaksi. Jadi tentu saja Junior akan dengan senang hati mendatanginya.
Lalu mengapa citra Junior yang dikenalnya selama ini berubah total di depan pria itu?
Apakah Im Jaebum semenarik itu hingga membuat Junior –dan sebenarnya juga dirinya- tertarik untuk mendalami karakternya?
Bambam menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha mengusir pikiran ngelanturnya.
Dia berusaha untuk tak memikirkannya. Lagipula hal itu bukanlah hal yang penting untuk dipikirkan saat ini.
Saat Bambam berusaha mengusir pikiran-pikiran anehnya itu, tiba-tiba mereka mendatanginya. Lebih tepatnya, Junior mendatanginya dengan masih memeluk lengan Jaebum.
Dan tanpa disadarinya, hal itu membuatnya sedikit kesal.
Junior menepuk lembut pundak Bambam lalu mengatakan,"Bambam, aku pergi dulu ya."
Junior berpamitan pada Bambam dengan manis dan elegan.
Kemudian dia hanya melirik sebentar pada Jackson dan tersenyum yang dimanis-maniskan.
Bambam hanya tersenyum kecil sambil mengucapkan kata 'hati-hati' pada Junior.
Dan saat memandang Jaebum, secara tak sengaja, pandangan mata mereka bertemu.
Jaebum tersenyum salah tingkah sambil mengalihkan pandangan matanya ke arah lain, sedangkan Bambam langsung mengalihkan pandangan matanya pada Junior lalu kembali tersenyum seolah tak terjadi apa-apa.
'benar-benar orang yang pintar mengendalikan emosi' batin Jackson melihat tingkah laku Bambam.
Jackson berpikir bahwa orang lain mungkin saja akan langsung salah tingkah jika pandangan matanya bertemu dengan orang yang menarik baginya. Namun tidak dengan Bambam, dia benar-benar bisa mengendalikan emosi dan perilakunya dengan baik.
'The true elegance' adalah anggapan Jackson terhadap Bambam untuk saat ini.
Pikiran Jackson mulai berubah saat melihat interaksi antara Jaebum dan Junior, interaksi Junior dan Bambam baru saja, dan juga perlakuan Junior kepadanya. Elegansi dalam diri Junior adalah sesuatu yang dilatih, sedangkan elegansi dalam diri Bambam adalah sesuatu yang alami. Junior mampu mengemas elegansinya dengan manis dan apik. Sedangkan Bambam menunjukkan elegansinya yang dibungkus dengan sikapnya yang arogan. Dua orang yang sama-sama berkelas, namun memiliki sisi berbeda. Itulah yang membuat Jackson mulai tertarik untuk mendalami Bambam.
Dia ingin tahu apa yang ada dalam diri Bambam hingga ia bisa dipercaya menjadi pemimpin redaksi di usia yang semuda itu.
Itu adalah pertanyaan terbesar bagi Jackson saat ini. Karena rasa penasarannya pada Junior sudah menguap begitu saja saat dia melihat dengan mudahnya Junior menggandeng tangan pemilik restoran yang terlihat seumuran dengannya itu. Sekarang dia mengerti, Junior menolak bukan karena umur, tapi karena Junior benar-benar tak tertarik padanya.
Junior dan Jaebum berjalan-jalan di Jalan Hongdae.
Junior masih tetap agresif dengan terus memeluk lengan Jaebum. Dan Jaebum tak ambil pusing dengan itu semua.
Jaebum mulai membuka kembali percakapan,"Kau tak malu jalan-jalan di tempat seperti ini, Junior?"
"Ah, Hyung pikir aku ini siapa? Ini tak berarti apa-apa Hyung." Jawab Junior sambil memasang wajah imutnya.
Jaebum menarik napas pelan, lalu, "Kau kan sudah menjadi model kelas atas di Taiwan, jadi aku khawatir jika ini melukai citramu."
"Ini kan di Seoul Hyung, tidak akan ada orang yang mengenaliku, kok," Jawabnya santai sambil melihat-lihat toko di sepanjang jalan Hongdae. Meskipun, ya, toko-toko disana bukanlah level Junior untuk berbelanja.
"Lagipula aku tak akan peduli jika ada orang yang mengenaliku, jika orang yang sedang bersamaku adalah kau." Tambahnya.
Lalu dia semakin mengeratkan pegangan tangannya pada lengan Jaebum dengan kepala yang mulai bersandar di bahu Jaebum.
Bagi Junior, Jaebum adalah pengecualian. Karena Jaebum adalah satu-satunya pria yang belum dapat digapainya. Meskipun standar Junior sudah berubah sangat tinggi, namun Jaebum tetap masuk dalam semua kategori yang ditentukannya.
Karena itulah, dia selalu meluangkan waktu untuk terbang ke Seoul dan mengunjungi Jaebum walau hanya untuk beberapa jam. Junior tinggal di Taiwan, meskipun ia adalah orang Korea.
"Apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Jaebum hati-hati tanpa bersusah payah menatap wajah Junior yang bersandar di pundaknya.
"Tanyakan saja Hyung, kan sudah kubilang jangan merasa canggung kepadaku." Jawab Junior lembut dan antusias.
"Dua orang yang kau temui di restoran tadi itu siapa?" Jaebum bertanya dengan nada ringan seolah-olah itu hanya keisengannya saja.
"Oh, yang cantik dan langsing itu namanya Bambam, dan yang satunya bernama Jackson."
"Oh, Bambam." Jaebum menyebut nama Bambam dengan lirih sambil tersenyum samar.
"Memangnya ada apa, Hyung?" Tanya Junior penasaran lalu menatap wajah Jaebum penuh kecurigaan.
Jangan bilang..
"Yang namanya Bambam itu sepertinya menarik. Dia cantik dan imut dalam waktu yang bersamaan." Jaebum mengatakan itu sambil tersenyum manis.
Dan hal itu membuat Junior kesal setengah mati.
Ternyata sampai sekarang Jaebum belum menganggap Junior lebih dari teman.
"Dia tak suka menjalin hubungan Hyung. Lagipula, dia tak akan tertarik padamu, dan kau tak akan bisa mendekatinya."
Celetuk Junior sebal.
"Memangnya siapa yang mau mendekati? Aku kan hanya mengatakan bahwa dia cantik." Jawab Jaebum ringan sambil tersenyum usil.
Junior mendengus.
Ia sangat memahami Jaebum. Dia tak tahu itu kapan, tapi yang pasti Jaebum tak akan diam saja jika sudah menentukan targetnya.
Hari ini ada pemotretan untuk sampul majalah GotStyle. Dan yang menjadi modelnya adalah Kim Yugyeom. Seorang aktor multibakat yang sedang bersinar di Korea. Karena Bambam tak suka menyia-nyiakan kesempatan, maka ia memberikan tawaran kepada Aktor Kim itu untuk menjadi model sampulnya dan aktor tersebut menyetujuinya.
Karena ini adalah pemotretan untuk sampul majalah, maka Bambam datang untuk mengawasi pemotretan.
Dia duduk di kursi dekat kursi fotografer sambil mengawasi hasil foto di layar yang terpampang di depan matanya.
Kebetulan pemotretan untuk edisi bulan ini menggunakan tema seksi dan sensual sehingga pemotretannya dilakukan di ranjang di sebuah hotel bintang lima di kota Seoul.
Kim Yugyeom terlihat sangat seksi dengan pose-posenya. Dan hal itu berhasil membuat Bambam tertarik untuk tidur dengannya.
Lirikan seksi Yugyeom, tidak hanya diarahkan pada kamera yang memotretnya, tetapi juga diarahkan pada Bambam yang sedang mengawasinya.
Bambam yang sejak awal pemotretan memang sudah tertarik pada tubuh, wajah, dan bahasa tubuh yang ditunjukkan Yugyeom, membalas lirikannya dengan kedipan mata yang sangat sensual dan menggoda.
Maka setelah pemotretan selesai, dan para kru sedang mengemasi barang-barang, Yugyeom langsung mengajak Bambam keluar dari kamar itu menuju kamar hotel yang terletak di lantai atas setelah dia mendapat kunci dari seorang bellboy. Tentu Yugyeom sudah menyiapkannya, karena dia memesan kamar saat ia mendapat istirahat di sela-sela pemotretan.
Sesampainya mereka di kamar, mereka langsung berciuman dengan penuh nafsu dan gairah. Meskipun mereka tak saling mengenal, tapi mereka tak peduli. Yang perlu mereka lakukan adalah saling merangsang satu sama lain, mengecap kenikmatan yang bertubi-tubi, mendesah, mengerang, dan orgasme sepanjang malam.
Mereka bermain sebanyak empat ronde, dan tidur dengan masih telanjang bulat setelahnya.
Pagi harinya saat Yugyeom bangun, ia tak menemukan Bambam di sebelahnya, padahal ia sangat ingin melakukan morning sex dengannya.
Namun ada sesuatu yang ia temukan.
Secarik kertas post it yang bertuliskan—
"Terima kasih, kau tidak terlalu buruk. Tolong lupakan kejadian tadi malam. Jangan pernah menghubungiku. Dan jangan bersikap seolah-olah kita saling kenal, aku juga akan melakukan hal yang sama."
"FUCK!"
Yugyeom meremas kertas itu sambil mengumpat. Dia tak terima jika hanya dianggap tidak terlalu buruk.
To Be Continued
Halo..
Terima kasih untuk yang udah review, fav, and follow chapter 1 yang akhirnya bikin aku mutusin untuk melanjukan fic ini.
Maaf belum bisa balas satu-satu, tapi tetep aku baca kok :)
Dan terima kasih ya untuk yang review, fav, follow, and read chapter 2 ini.
P.S. Maaf banget telat update, baru dapat pencerahan tentang lanjutan fic ini hehehe
Saranghae!
Sincerely,
.
Salvia Im
