Everything's Back to Normal
Chanbaek
Yaoi
Mpreg
M
2
.
.
.
Hari Selasa ini Baekhyun habiskan waktunya menemani sikembar bermain ke perpustakaan kota khusus anak-anak. Sikembar memakai baju strip kuning horizontal dengan dasar putih dan celana moca selutut, tidak pernah ketinggalan tas kura-kura hijau milik Kyungsoo dan naga berwarna merah milih Sehun.
Kyungsoo tampak antusias ketika mendengar buku-buku dongeng saat Baekhyun memberitahunya namun Sehun terlihat bosan, ia bahkan tidak bersemangat.
"Setahu papa, disini ada buku tentang robot-robotan juga." Bujuk Baekhyun saat Sehun cemberut membuang wajahnya kesamping, tidak mau melihat Baekhyun tapi tangannya menggenggam erat tangan sang papa.
"Sehunie mau ke mall membeli mobil-mobilan seperti Minguk,"
"Nanti pulang dari sini kita mampir ke mall, ya?"
Sehun langsung mengangguk mantap dan mencium pipi Baekhyun saat sang papa menunduk. Kyungsoo menarik-narik tangan Baekhyun untuk segera masuk keruang baca. Ia sudah tidak sabar.
Ruang bacanya tidak terdapat kursi melainkan duduk pada lantai luas yang sudah dilapisi karpet yang nyaman. Meja bundar kecil dengan bantal-bantal duduk yang akan membuat anak-anak betah, belum lagi desainnya yang didominasi warna-warna lembut dan tokoh kartun yang menyenangkan. Kyungsoo meletakkan tas kura-kuranya dan pergi ke rak-rak mini yang mengelilingi ruang baca, memilih-milih buku yang sekiranya menarik.
Ia tak sengaja bersentuhan dengan anak laki-laki lain ketika akan mengambil buku Space and Alien. Anak laki-laki itu melihatnya dan Kyungsoo mundur selangkah,
"Tidak apa-apa, Kyungsoo bisa membaca yang lain." Tolaknya padahal anak laki-laki itu tidak berbicara apa-apa.
Kyungsoo berbalik dan kembali memilih-milih buku, menariknya sedikit untuk membaca judul dan melihat covernya. Jika terlihat membosankan maka ia akan mendorongnya kembali.
"Hei, kita bisa membacanya bersama." Kyungsoo buru-buru menoleh saat pundaknya ditepuk oleh anak laki-laki tadi yang dimulutnya sedang mengemut permen. "Kau mau?" Sodornya sebuah permen yang terbungkus plastik bening, masing-masing ujung pelastik dipelintir membuat permen itu terlihat biasa saja.
Ragu-ragu Kyungsoo mengambilnya, ia menatap permen itu sebelum sadar dan kembali menatap lawan bicaranya.
"Apa kau punya satu lagi? Kyungsoo memiliki kembaran dan pasti Sehunie menginginkannya juga,"
"Siapa itu Sehunie?"
"Kembaran Kyungsoo," Jawab Kyungsoo dengan kerjapan dua kali.
Tapi mau bagaimanapun anak itu tetap merogoh kantong celananya, mencari adakah sisa permen untuk kembaran Kyungsoo.
"Sepertinya sudah habis. Tapi aku memiliki sisa cokelat."
Malah Kyungsoo yang berbinar menatap bungkus cokelat kecil berwarna ungu itu, "Kyungsoo mau cokelat!"
Anak laki-laki itu tersenyum sambil menyerahkan cokelatnya. Ia tidak pernah bertemu orang yang begitu semangat seperti Kyungsoo ketika berbicara permen dan cokelat, terlebih sepertinya Kyungsoo itu penyayang mengingat ia membawa kembarannya dalam obrolan singkat mereka.
"Namaku Kai."
Kyungsoo menatap sodoran tangan Kai yang tampak lebih besar darinya. Papa pernah mengajarinya kalau ingin berkenalan, maka kita harus berjabat tangan dengan ramah. Jadi Kyungsoo meraih tangan Kai dan menggoyang-goyangkannya semangat.
"Kyungsoo mau berteman dengan Kai!"
Kai terkekeh dan mencoba menghentikan goyangan tangan mereka yang semakin kencang, apalagi senyum lebar Kyungsoo kenapa malah membuatnya takut, ya?
.
.
.
Kyungsoo kembali pada Baekhyun yang sedang membacakan sebuah cerita yang tokohnya mobil-mobilan menggemaskan. Sehun duduk didalam pangkuan Baekhyun sambil menyandarkan punggungnya pada dada sang papa. Si mungil menjeda bacaannya dan mengadah, melihat Kyungsoo dan seorang anak laki-laki asing.
"Papa, ini Kai. Teman baru Kyungsoo," Kenal Kyungsoo padahal Baekhyun belum bertanya.
"Halo, saya Kim Jongin aka Kai. Senang bertemu dengan paman," Kai membungkuk sopan, lalu matanya beralih pada seorang anak yang memakai baju sama dengan Kyungsoo.
"Apa itu kembaran Kyungsoo?" Bisik Kai, Kyungsoo mengangguk cepat.
"Halo juga," Sapa balik Baekhyun dengan ramah, "Nama paman Byun Baekhyun, Kai panggilnya paman Baek saja, okay?"
"Baik, paman."
"Papaaa~ lanjutkaaan." Rengek Sehun menggoyang-goyangkan tangan Baekhyun.
Kyungsoo menarik Kai untuk berbaring telungkup dilantai, disamping Baekhyun. Mereka juga menarik bantal duduk untuk diletakkan dibawah dada agar tidak sakit bertemu langsung dengan lantai.
"Kyungsoo sudah bisa membaca?" Tanya Kai ketika membuka cover tebal buku yang hendak mereka baca.
"Sedikit,"
"Kalau begitu aku saja yang bacakan, ya? Biar Kyungsoo lebih mudah."
"Benarkah? Kyungsoo senang sekali!"
Baekhyun meneleng sebentar, tersenyum melihat wajah anaknya yang memancarkan kebahagiaan. Padahal Kyungsoo tidak bisa akrab dengan orang asing, tapi sepertinya Kai berbeda. Dia bisa mengajak Kyungsoo berbicara tanpa harus bersusah payah.
"Pa, siapa orang yang bersama Kyungsoo?" Tunjuk Sehun pada Kai yang sedang membalik-balik halaman buku.
"Dia teman baru Kyungsoo, namanya Kai. Sehunie juga harus berteman dengannya, okay?"
"Tidak mau," Geleng Sehun. Baekhyun Cuma bisa menghela nafas dan lanjut membacakan cerita untuk Sehun. Sebaiknya Baekhyun diam jika tidak mau Sehun merengek dan ujung-ujungnya menangis, malah mengganggu ketenangan pengunjung lain.
Kyungsoo menatap Kai yang sedang membolik-balik halaman tanpa memulai bicara, alisnya menekuk tajam seperti kebingungan. Kyungsoo menatap buku Space and Alien, lalu juga ikutan mengernyit.
"Bukan hangul," Kata Kyungsoo membulatkan matanya penuh takjub membuat Kai menoleh.
"Iya, bukunya berbahasa Inggris." Kai membolik-balik buku berniat menemukan halaman yang tertulis dengan tulisan hangul. Setidaknya ia berharap buku ini dicetak dalam dua bahasa.
"Apa Kai mengerti bahasa Inggris?"
Kai berdeham sambil mencoba pahami sebuah kalimat, namun malah otaknya yang blank. "Huft, aku Cuma tahu kata Alien dan Ufo saja, Soo."
Kyungsoo cemberut sambil mengetuk-ngetuk lantai.
"Coba tanya pada papa Kyungsoo, mungkin papa Kyungsoo bisa mengartikannya." Usul Kai membuat senyum Kyungsoo kembali.
"Papa?"
Kyungsoo datang dengan wajah memelas sambil menarik-narik kemeja bagian lengan Baekhyun.
"Iya, sayang?"
"Buku ini berbahasa Inggris. Papa bisa mengartikannya untuk kami?" Kerjapan polos milik Kyungsoo memang yang terbaik.
"Tapi papa sedang membacakan cerita untuk Sehunie, Kyungsoo." Protes Sehun egois.
"Sehunie, 'kan bisa membacanya sendiri, buku Sehunie menggunakan hangul."
"Tapi Sehunie belum lancar membaca." Sehun merengek membuat Kyungsoo cemberut, sebagai anak tertua diantara mereka Kyungsoo mengalah dan kembali pada Kai.
"Sehunie tidak bisa diganggu." Adunya pada Kai. "Sehunie itu manja."
"Hmmm, kalau gitu kita pilih buku lain saja, ya? Terserah Kyungsoo mau yang mana."
Kyungsoo mengangguk meskipun matanya tidak bisa beralih dari cover Space and Alien yang begitu menggodanya. Sayang sekali bukunya berbahasa Inggris.
Baekhyun menatap punggung Kyungsoo dan Kai yang menjauh, tampak Kyungsoo yang cemberut sedang dihibur oleh Kai. Tangan Baekhyun terangkat mengelus surai hitam Sehun yang halus dan wangi hair cologne bayi.
"Sehunie tidak boleh bersikap seperti itu. Kita tidak boleh egois, kasihan, 'kan Kyungsoo selalu mengalah demi Sehunie?" Nasihat Baekhyun pada anak yang sedang dipangkunya itu, Sehun mendongak dengan bibir mengerucut.
"Kyungsoo yang mengganggu Sehunie, padahal papa sedang bercerita untuk Sehunie tapi kenapa Kyungsoo datang minta diceritakan juga?"
"Karena buku Kyungsoo berbahasa Inggris, sayang. Kyungsoo dan temannya tidak mengerti."
"Mereka, 'kan bisa memilih buku lain."
"Lain kali mengalah untuk Kyungsoo, ya? Kalau Sehunie melakukannya papa akan belikan es krim yang baaaanyak sekali."
"Yang benar, pa?"
"Benar dong, untuk Sehunie papa yang tampan." Baekhyun menggelitiki perut Sehun main-main. Mereka tertawa kecil, Sehun mencoba melawan tapi tetap saja ia akan jatuh ke pangkuan papanya lagi.
"Kyungsoo! Aku menemukan buku Space and Alien bertulisan hangul," Teriak Kai, Kyungsoo yang berdiri agak jauh dari Kai segera berlari dan menatap buku itu penuh takjub.
"Ayo Kai, bacakan untuk Kyungsoo!"
.
.
.
Baekhyun membawa kedua anaknya ke cafe miliknya setelah mengajak mereka makan siang di restoran Jepang favorite Sehun. Sehun duduk dibelakang sedangkan Kyungsoo duduk disamping kemudi sedang membalik halaman demi halaman buku yang ia pinjam dari perpustakaan. Buku yang tadi ia baca bersama Kai.
"Kyungsoo suka dengan angkasa?" Tanya Baekhyun ketika mereka berhenti dilampu merah.
Kyungsoo menoleh dan mengangguk sekali dengan kuat, "Uhm! Kai bilang, angkasa itu luar biasa indah dan rumahnya para Alien." Tangan Baekhyun mengusak rambut Kyungsoo sekali. Ia menoleh kebelakang dan melihat Sehun tertidur karena kekenyangan makan.
"Ugh tapi, pa, Kyungsoo tidak suka dengan Jack." Tunjuk Kyungsoo pada salah satu tokoh Alien berwarna merah dengan mata hitam. "Dia sangat jahat. Ingin menembaki Jimmy dengan senjata laser padahal Jimmy sudah membantu membangun rumah untuk Jack."
Baekhyun terkekeh melihat keseriusan diwajah Kyungsoo, bagaimana anaknya mengernyit tidak suka saat bercerita tentang tokoh Jack dan kembali memekik girang saat membicarakan tokoh Jimmy.
"Pa, hari Sabtu nanti kita pergi ke perpustakaan lagi, ya?"
"Kenapa Kyungsoo bersemangat sekali?"
"Iya, soalnya Kai bilang akan datang hari Sabtu nanti. Kyungsoo bisa membaca buku bersama Kai lagi!"
Baekhyun menyipit curiga, "Kyungsoo menyukai Kai?"
"Uhm! Kai itu sangat pintar membaca dan juga tampan!"
Baekhyun tak bisa menahan tawanya lagi, ia mencubit pipi Kyungsoo setelah memarkirkan mobilnya dipinggir jalan dekat cafenya.
"Nah, ayo turun. Sudah sampai,"
Kyungsoo melepas safetybeltnya dan turun, tidak mau tinggal tas kura-kuranya ia memakainya cepat dan menunggu disamping mobil. Papanya menggendong Sehun yang tertidur, meletakkan kepalanya bersandar dipundak Baekhyun.
Tangan Baekhyun yang lain menggenggam tangan Kyungsoo ketika berjalan memasuki cafe.
"Oh, Kyungsoonya uncle!" Merasa namanya terpanggil Kyungsoo mengadah, menatap seorang pria dewasa sedang berjalan mendekat. Tahu siapa Kyungsoo segera melepas genggaman Baekhyun dan berlari pada Minseok.
"Uncle Minseeoooookkk~" Kyungsoo masuk kedalam gendongan Minseok yang mengangkatnya tinggi-tinggi, kikikkan Kyungsoo terdengar kemana-mana.
Baekhyun bisa mendengar beberapa pengunjung memuji seberapa menggemaskannya Kyungsoo membuat ia tersenyum.
"Kyungsoo rindu uncle. Uncle lama sekali di Jepang," Bibir Kyungsoo mengerucut.
"Maafkan uncle tapi, 'kan rumah uncle memang di Jepang, sayang." Pria yang dipanggil uncle mencium pipi gembil Kyungsoo berkali-kali.
"Daeul dimana, uncle?"
"Daeul sedang ditempat neneknya."
Mereka terus mengoceh seperti tidak ada waktu lagi untuk bertemu, meninggalkan Baekhyun yang menepuki pantat Sehun karena anaknya mulai terjaga. Jika begini pasti Sehun akan merengek dan ingin menyusu. Baekhyun segera berjalan masuk keruangannya setelah pamit pada Minseok untuk menjaga Kyungsoo sementara waktu.
.
.
.
"Ibu, tumben mampir ke kantor." Ucap Chanyeol mengikuti ibunya –Sooyoung- duduk disofa, ada dua cangkir teh sudah disiapkan.
"Kapan ibu bisa bertemu cucu-cucu ibu?" Tanya Sooyoung setelah meletakkan cangkir tehnya. "Setelah kalian bercerai, ibu sangat susah ingin bertemu Kyungsoo dan Sehun. Seperti Baekhyun memberi batas."
Chanyeol menghela nafas berat dan mengusap rambut merah yang ditatanya keatas perlahan,
"Kalau saja Chanyeol tidak buat kesalahan pasti ibu masih bisa bermain dengan Kyungsoo dan Sehun. Memang terkadang Baekhyun membatasi Chanyeol untuk bertemu anak-anak, tapi ia juga tidak mau anak-anak kekurangan kasih sayang dari daddynya."
Sooyoung menatap Chanyeol sedih, "Padahal Baekhyun menantu idaman ibu, ditambah cucu-cucu yang menggemaskan."
"Maafin Chanyeol, bu."
"Tidak, Yeol. Kita juga tidak bisa membantah ayahmu, 'kan?"
Benar. Ayahnya. Siapa yang bisa membantahnya? Sejujurnya sejak dulu, ayahnya tidak pernah menyukai Baekhyun seinchipun. Selain menganggap Baekhyun seorang parasit, ayahnya sering menyebut Baekhyun itu jalang bahkan didepan mantan suaminya langsung. Tapi Baekhyun tidak pernah masukkan kehati, ia selalu bisa menghapus semua perkataan yang dilontarkan ayah Chanyeol.
Dan saat mendengar kabar ia akan bercerai dengan Baekhyun, ayahnya langsung tertawa dan membawa Luhan kehadapannya sebagai pengganti Baekhyun. Mengatakan jika Luhan jauh lebih memesona dan luar biasa.
"Tapi Baekhyun tidak pernah membenci ayah, perceraian kami tidak ada sangkut pautnya dengan ayah, bu. Itu murni karena kesalahan Chanyeol." Si tinggi mengusap tangan sang ibu sayang, "Jangan dipikirkan, nanti Chanyeol akan bilang pada Baekhyun kalau ibu ingin bertemu anak-anak."
"Iya, tolong sampaikan kalau ibu merindukan Baekhyun juga."
Chanyeol mengangguk.
"Ohiya, apa kabar mereka baik?"
"Semoga baik-baik saja. Sudah dua hari Chanyeol tidak bertemu mereka."
"Chanyeol.."
Chanyeol mengangkat alisnya menunggu Sooyoung berbicara,
"Ibu sebenarnya tidak mau ikut campur juga, tapi jika kau masih mencintai Baekhyun, perjuangkan lagi nak, jangan menyia-nyiakan suami seperti Baekhyun." Ibunya menarik nafas, "Tidak ada lagi yang seperti menantu ibu, tidak ada lagi yang seperti Baekhyun bahkan jika kau mencarinya sampai keujung dunia."
"Chanyeol tahu, ibu. Tapi semuanya tidak mudah apalagi meyakinkan Baekhyun kembali."
Sooyoung menghela nafas panjang lalu membalas menggenggam tangan putra tunggalnya itu. Chanyeol tersenyum membalas perlakuan hangat sang ibu.
.
.
.
Baekhyun sedang mencuci seluruh pakaian kotor sikembar diruang cuci, memang hari pekan seperti hari Minggu Baekhyun habiskan membereskan rumah dan mencuci pakaian. Setelah mesin cuci mati, Baekhyun mengeluarkan seluruh pakaian-pakaian mungil milik Kyungsoo dan Sehun untuk dimasukkan kedalam keranjang dan membawanya ke balkon. Ia melintasi ruang tengah yang terdapat kedua bocahnya yang sedang telungkup diatas karpet bulu dengan pensil warna dan color pen yang berserakan disekitar mereka.
Melihat raut wajah serius Kyungsoo membuat Baekhyun hampir tersandung karena terlalu fokus tersenyum.
Oh mungkin Kyungsoo saja yang sibuk mewarnai dengan tangan mungilnya sedangkan Sehun bertopang dagu sambil melihat ke layar tv, tengah menampilkan kartun Disney Cars yang bahkan sudah di tontonnya berulang kali. Sesekali melirik gambar Kyungsoo malas. Sehun itu sukanya sesuai mood.
"Sehunie, tolong ambilkan ponsel papa." Suruh Baekhyun saat sedang menjemur pakaian.
Sehun segera bangkit dan berjalan kearah meja bundar disudut ruangan, sedikit berjinjit kemudian melihat nama yang tidak asing tertera disana dan langsung mengangkatnya.
"Dadddyy!"
Kyungsoo menoleh cepat lalu melempar pensil warnanya asal dan segera menghampiri Sehun dengan raut sumringah. Ia merindukan daddy omong-omong,
"Mh-hm, Sehunie sedang menonton." Angguk Sehun dan berjalan kembali ketempatnya menghiraukan Kyungsoo yang ingin merebut ponsel Baekhyun.
"Papa sedang menjemur pakaian," Jawab Sehun apa adanya.
Baekhyun menyelesaikan celana pendek milik Kyungsoo untuk dijemur lalu mengangkat keranjang bajunya memasuki ruangan setelah menutup pintu balkon kembali. Ia menghampiri Sehun yang sedang sibuk bercerita sedangkan Kyungsoo duduk manis disampingnya menunggu giliran.
"Daddy akan mampir?!" Pekiknya senang, mengalahkan suara petir saat badai.
"Bawakan Prime edisi baru ya, dad."
"Kyungsoo ingin apa?" Tanya Sehun. Kyungsoo sedang berpikir, karena kelamaan Sehun kira Kyungsoo tidak menginginkan apapun.
"Kyungsoo tidak ingin apa-apa,"
Bocah bermata doe itu langsung membulatkan matanya dan cemberut sedih. Baekhyun memperhatikan itu semua jadi ia mengatakan pada Sehun kalau ia juga perlu bicara dengan daddy mereka.
"Ada apa menelpon, Yeol?" Tanya Baekhyun. Kyungsoo kembali mewarnai gambar meski wajahnya cemberut dan Sehun lanjut menonton sambil tersenyum-senyum, menanti edisi Prime yang akan dibawakan daddy Chanyeol.
'Hanya ingin tahu kabar anak-anak dan ternyata yang mengangkat telponnya Sehunie,' Chanyeol terkekeh sebentar, 'Nanti aku akan mampir,'
"Tumben pagi-pagi kau sedang bebas, biasanya urusan kantor tak bisa kau tinggal." Ucap Baekhyun bermaksud menyindir.
'Yeah, pagi ini aku memang sedikit bebas. Tapi siang nanti aku ada rapat dan sorenya melakukan pertemuan, jadi selagi aku senggang aku ingin bermain sama sikembar.'
"Hmmm, okay."
'Aku akan ke mall dulu, aku tutup ya?'
"Hmmm."
Setelah panggilan terputus, Baekhyun memandang lama ponselnya lalu menyunggingkan senyum miris. Ia beralih pada Kyungsoo yang tak sengaja kaki mungil itu mengenai pahanya, sepertinya bocah doe itu terlalu asik sehingga tak sadar kakinya menendang Baekhyun.
Lalu dengan usil Baekhyun mangangkat kaki Kyungsoo dan menggigit tumitnya main-main. Kyungsoo menjerit sakit otomatis membuat Sehun terkejut dan menoleh, ia melihat papanya sedang menggigit saudara kembarnya.
"Rawrrr siapa yang berani menendang monster papa, hm? Grrrr." Baekhyun membuat mimik wajah ngeri meskipun bibirnya membentuk senyum tertahan melihat ekspresi Sehun yang ketakutan namun bocah itu tertawa, lalu Kyungsoo berekspresi sama.
"Akan monster papa gigit pantat mungil ini," Baekhyun sudah menepuk pelan pantat Kyungsoo dan hendak menarik sang anak mendekat tapi Kyungsoo keburu bangkit dan menjauh bersama Sehun. Mereka berpelukan dan saling berpegangan ketika Baekhyun merangkak mendekati mereka.
"Aaaa monster papa! Monster papa menjauhlaah aaaa!" Teriak Kyungsoo bersembunyi dibalik tubuh Sehun yang lebih besar dari tubuhnya. Sedangkan si kulit pucat Park Sehun sedang berlagak sok keren, berancang-ancang mengeluarkan jurus.
"Tenang Kyungsoo, Sehunie akan melindungi Kyungsoo, kok." Kata Sehun menepuki dadanya, ia berpose keren didepan Kyungsoo nyatanya padahal ia masih menyusu pada Baekhyun.
"Rawwrrr mosnter papa akan menggigit Sehunie yang nakal!"
"Tidak akan, Sehunie punya jurus andalan tauu!" Sehun mulai menyatukan telapak tangannya sambil terpejam rapat-rapat, merapalkan mantra seakan memang benar saja jurusnya akan bertumpuk di tangannya.
Dan ketika dia hendak membuka mata tiba-tiba tubuhnya tertarik kedepan. Ia menjerit mengalahkan suara Kyungsoo tadi,
"AAAA KYUNGSOO TOLONGIN SEHUNIEE AAA SEHUNIE AKAN DIGIGIITT AHAHAHAH PAPA STOP AHAHAHA!"
Baekhyun menggelitiki perut Sehun sampai sang anak menggeliat seperti ulat terbakar, dan menggigit tangannya main-main. Sedangkan Kyungsoo mulai greget ditempatnya sambil menggigiti kuku. Habis ini pasti gilirannya.
"Kyung_Kyungsoo tolong-hahaha tolong Sehunie~"
"Setelah ini monster papa akan menggigit Kyungsoo juga, bersiap-siaplah." Baekhyun tersenyum miring.
Sehun berlagak seakan ia baru saja tewas, berakting jatuh tergeletak diatas karpet tapi bibirnya tetap tersenyum dan matanya yang bergerak-gerak.
Baekhyun merangkak lagi kali ini untuk mengejar Kyungsoo yang sudah berlari kearah depan, menuju ruang tamu dan kaki-kaki mungil itu semakin semangat berlari ketika mendapati seorang pria raksasa yang bisa melindunginya tengah membuka sepatu untuk diganti dengan sandal.
"DADDDDYY!" Pekik Kyungsoo terasa nyaring membuat Chanyeol yang baru saja tiba berjengit kaget ketika Kyungsoo menerjang kakinya dan bersembunyi dibalik kaki-kakinya.
"Daddy?" Bisik Sehun segera bangkit dengan mata yang bergerak kesana kemari mencari pria dewasa itu, lupa bahwa ia sedang berakting tewas.
Chanyeol masih bingung namun tangannya mulai mengelusi surai Kyungsoo yang sedang terengah-engah memeluk kaki-kakinya, wajahnya berkeringat tapi ia tersenyum senang. Lalu saat ia menemukan lelaki mungil, manis dan menggemaskan tengah merangkak kearah mereka ia sadar kalau keluarga kecil itu tengah bermain-main.
"Daadd, serang monster papa, dad. Monster papa akan menggigit pantat Kyungsoo seperti Sehunie. Sehunie sudah mati!"
Baekhyun terkekeh dan bangkit berdiri dengan benar, ia mengusap rambutnya sekali lalu berjalan mendekat tapi Kyungsoo masih ketakutan dan berusaha memanjat kaki Chanyeol.
"Ayo, papa sudah kembali dan berhasil melenyapkan monster papa." Senyum Baekhyun dengan merentangkan tangannya, menyambut Kyungsoo.
"Benarkah?"
"Iya,"
"PAPA!" Baekhyun memeluk Kyungsoo sambil menepuki pantatnya gemas lalu menggendongnya. Baru ia beralih pada Chanyeol yang menenteng banyak paper bag.
"Selamat datang," Sambutnya meski terlambat. Kyungsoo mengikuti cara bicara Baekhyun dan memasang senyum lebar menampakkan gigi-gigi susunya, "Selamat datang, daddy!"
"DADDY DATAAANG!"
Chanyeol merotasikan bola matanya tapi ia tetap berlutut menangkap Sehun yang menjatuhkan beban tubuhnya ke Chanyeol.
"Dad, monster papa telah berhasil menggigit Sehunie, sekarang Sehunie terinfeksi."
"Apa? Eii kalau begitu daddy tidak mau dekat-dekat Sehunie." Sehun langsung memeluk leher Chanyeol saat akan diturunkan dari gendongan.
"Yasudah, Sehunie akan menggigit daddy agar daddy terinfeksi juga."
Krack!
"ARRGGGHH!"
.
.
.
Sehun meremas ujung kaosnya sambil menunduk. Berdiri dengan kedua kakinya yang kecil, sesekali melirik kedua pria dewasa yang sedang duduk disofa. Sehun akan menunduk lagi ketika Chanyeol menatapnya.
"Maafin Sehunie, dad." Ucapnya lirih sambil membuat pola acak dengan kakinya, kedua tangan ia bawa kebelakang tubuhnya.
Chanyeol hampir saja terjungkal karena merasa gemas.
"Heii, jagoan. Tidak apa-apa, jangan sedih begitu." Chanyeol tersenyum dan menarik tangan Sehun mendekat padanya.
Baekhyun menutup gel pereda sakit ketika selesai mengolesinya pada bekas gigitan Sehun diperpotongan leher Chanyeol, bekasnya mulai mememar biru. Pasti sakit sekali.
"Ini hanya luka kecil, daddynya Sehunie, 'kan kuat." Sehun segera tersenyum dan memeluk daddynya.
Baekhyun ikut tersenyum kemudian mengelus rambut hitam Sehun, "Lain kali jangan asal menggigit, okay?"
"Tapi tadi monster papa menggigit Sehunie."
Baekhyun terdiam. Chanyeol yang melihat kebungkaman Baekhyun tertawa dan mencubit hidung mancung Baekhyun gemas, lalu beralih pada Sehun kembali.
"Monster papa kan hanya main-main, sedangkan Sehunie benar-benar menggigitnya."
"Maaf,"
"Baiklah-baiklah, tadi Sehunie menitip apa pada daddy?" Tanya Chanyeol mencubit pipi Sehun pelan.
"Prime edisi baru!"
"Nah, sudah daddy belikan."
"Benarkah! Yeaayy! Daddy Sehunie memang yang paling terbaik!"
Baekhyun melihat Chanyeol yang sedang memangku Sehun disebelahnya, "Hanya daddy saja nih, yang terbaik?"
"Uhm! Kalau papa adalah papa yang paaaaaling Sehunie sayang seduuuniaaa!" Sehun merentangkan tangannya yang memegang robot besar itu lebar-lebar.
Baekhyun memencet hidung Sehun gemas. Mereka tertawa bersama mendengar celotehan Sehun tentang film Transformers kesukaannya, ia bilang kalau Optimus Prime keren seperti daddy, sedangkan bumblebee lebih mirip papanya yang manis.
Kyungsoo berbalik setelah menyaksikan semuanya dengan mata bulat penuhnya. Ia berjalan gontai menuju kamar dan menutup pintu dengan perlahan.
Dia cemburu ketika daddy lebih memanjakan Sehun, lebih mengutamakan Sehun dan bersikap seolah dirinya memang tidak ada. Kyungsoo menunduk lalu berjalan keujung kamar yang terdapat jendela kaca dengan tirai bergelombang karena angin. Menatap mainannya dan Sehun yang berserakan, sebuah rel kereta mini terbentang luas. Disekitarnya terdapat miniatur orang-orangan yang memenuhi rel, seperti masinis, penumpang dan beberapa domba.
Kyungsoo duduk dibangku pelastik kecil, terdapat sebuah meja kecil dan kursi diseberang. Ia mengambil Crong dan mendudukkannya disana, lalu Eddy dan Poby. Mereka duduk berempat mengelilingi meja kecil pelastik.
"Apa Eddy ingin meminum teh?" Tanyanya pada rubah kuning itu. tahu ia tidak dapat jawaban Kyungsoo langsung menuangkannya.
Lalu secangkir untuk Crong, dan secangkir untuk Poby.
Tentu saja cangkir pelastik dan teh pura-pura.
"Tehnya kemanisan, ya?" Kyungsoo menatap Crong didepannya, "Kenapa Crong tidak meminumnya?"
Hening. Hening. Hening.
Hanya gesekan tirai yang dapat ia dengar, benar-benar sunyi dan kosong seperti perasaan kecil Kyungsoo.
"Kyungsoo?"
Sikecil menoleh lalu secepat kilat membuang wajahnya menatap Crong.
Chanyeol yang berdiri diambang pintu terkejut dengan sambutan yang tak enak dari anaknya. Dia pikir kenapa akhir-akhir ini Kyungsoo sering menyendiri dan tak memeluknya sehangat Sehun.
"Boleh daddy masuk?" Tanya Chanyeol memastikan, tapi Kyungsoo menghiraukannya.
Chanyeol berjalan lambat dan duduk disamping Kyungsoo yang masih enggan menatapnya.
"Kyungsoo kenapa, nak? Sakit? Bilang sama daddy."
Kyungsoo tidak menjawab, tapi ia menggeleng.
"Kyungsoo marah sama daddy?"
Kyungsoo menggeleng.
"Lalu?"
Perlahan Kyungsoo memutar kepalanya menatap Chanyeol, wajahnya tak menunjukkan ekspresi apapun.
"Kyungsoo..
..benci daddy."
(Akhirnya TBC ajade heuheu)
Notes:
Yah itu karena respon kalian buat gue pengen cepat update yeay!
Beginilah ff ini, genre family ya pasti udah jelas bakal ngejelasin gimana kehidupan sebuah keluarga (yg sayangnya disini udah pisah :V). Sebelumnya gue ngetik ni ff ngerasa santai banget sampe gak kerasa apa yang gue ketik udah jadi, emang ada beberapa scene ceritain Kyungsoo sama Sehunie. Jadi jangan heran "Mana cbnya?", "Mana cbnya?", "Cbnya mana woi?!"
Karena ini gak termasuk romance/?
Gue paling gabisa bikin cerita romance, makanya gue gaberani taro tag romance ehe :) tar jatohnya jijik malah muntah mampus pada batal puasa kan wkwk
Scene cb bedua ada kok nanti adaa.
Mungkin ini bisa dibilang drama juga/? :V
Makasih banyak loh yang udah review, q tercyduck aslian sama komenan klean :') yang Fav, Follow juga uhuhuhu cantiQ makasiihh yeuuu yeuu~
Dan sekali lagi, yang merasa risih, gak nyaman, terganggu, terguncang, teranu, terapalah, jangan ninggalin komen yang iya-iya plith. Gue mudah baper sama kata-kata, tar kalo gue down terus bunuh diri gimana? /yauda iya serah lu/
Kali ini, bisa dong review lagiii yaaaa~~~ sekalian kasi tau gue mana bagian yang gaenak, biar gue tambah micin dah
Piou (yang banyak bacot)
