Okeh mari kita remake cerita sebelumnya yaitu : Akhirnya rencana Karma mangajak Asano kencan saat natal berhasil. Apakah yang akhirnya Karma dan Asano rencanakan untuk menghabiskan waktu hingga natal nanti? Dan jadwal seperti apa yang akan dibuat Karma? Di tambah lagi natal itu ulang tahun Karma, apa Asano ingat akan hal itu?

Your special gift at crismas by shizu yummy

Happy reading minna

Raut wajah Karma tampak terlihat binggung. Halis diwajah terlihat berkerut. Tangan kanan yang awalnya ia gunakan untuk menggenggam pensil kini terlihat berubah menjadi untuk menopang dagunya. Sang sahabat birunya yang berada tepat disampingnya pun hanya bisa diam memperhatikan kelakuan sahabat merahnya tersebut. Entah apa yang membuat mood temannya ini berubah menjadi terlihat badmood.

"Hei... Karma-kun kau kenapa? Ada masalah?" Tanya Nagisa dengan wajah yang terlihat cemas dengan tingkah laku teman merahnya tersebut. Padahal kemarin senengnya keterlaluan udah kayak orang dapet hadiah undian.

"Eh? Memangnya wajahku terlihat seperti apa?" balas Karma yang malah nanya balik pada Nagisa. (kalo saya yang boleh jawab kamu itu keche, ganteng,cakep, cetar membahana bang nikahi aku bang #authordibegal)

"Tidak... Kau tampak terlihat lesuh tak terlihat bersemangat saja... Kau punya masalah?" Nagisa menggelengkan kepalanya, kemudian menatap kembali sang manik kuning dihadapannya sesaat, lalu kemudian beralih pada kertas putih yang sudah banyak sekali tanda hapusan berada di atas meja.

"Hm... Aku hanya bingung taman hiburan apa yang nanti akan kukunjungi saat natal ada saran?" Karma mendesah kecil ia menyenderkan kepalanya pada senderan kursi yang ada dibelakangnya. Memejamkan mata sejenak dan kembali berfikir. Oh ayo lah pikirannya kosong saat ini. Kenapa pikirannya harus kosong disaat ia sangat menerlukan otak pintarnya. Dan sekarang otak itu malah serasa berhenti? Sudah 2 hari dirinya memikirkan ingin pergi kemana. Tapi tak terfikir sama sekali.

Nagisa terdiam mengalihkan pandangan pada buku catatannya. Kalau saja saat ini mereka masih pacaran seperti dulu mungkin saja saat ini ia lah yang akan menghabiskan waktu liburan nanti berdua. Sedangkan sekarang sang manik emas itu sudah mencintai orang lain bukan dirinya lagi. Meski begitu mereka masih tetap menghabiskan waktu luang berdua meski pun hanya sebatas teman dekat–

"Kenapa gak ke–disneyland saja...?" usul Nagisa menyarankan.

"Eh? Boleh juga sih tapi.. Masa sih kesana? Aku takut malah dibilang anak kecil lagi" kali ini Karma menghela nafas panjang. Ia belum dapat memikirkan apa pun untuk daftar jadwal hari natal nanti. Terlebih lagi tempatnya saja belum ia tentukan. Oke sekarang ia depresi. Salahkan lah Asano yang telah membuatnya begini (loh yang ajak kencan kan Karma?)

"Kau sangat...menyukai Asano ya Karma-kun?" Tiba - tiba saja Nagisa bertanya seperti itu. Sontak saja wajah Karma memerah padam dan tubuhnya hampir saja terjatuh kebelakang.

"I.. I..Ini.. Bu-bukan berarti aku mencintainya! A..atau pun bu-bukan berarti aku ingin diperhatikan olehnya!" Karma memalingkan wajahnya, pipinya menggembung bibirnya manyun 5cm dengan wajah yang memerah seperti buah cerry. Garis semburat berwarna pink terlihat jelas dikedua pipinya. Nagisa yang melihat reaksi sahabatnya itu hanya tersenyum dan terkekeh kecil. Reaksi itu, reaksi itu lah yang selalu ia lihat ketika Karma menyangkal atau menolak kebenaran perasaan miliknya terhadap Asano. yang ia pikir aneh adalah entah kenapa dan apa serta sejak kapan Karma memiliki sifat tsundere? Apa mungkin karena ketularan Hayami rinka? Ah pasti bukan begitu–

Kita abaikan dulu pasangan–ralat maksudnya mantan pasangan tersebut. Mari kita cek sang pacar di kelas A yang baru saja selesai melaksanakan kegiatan organisasi sekolah yaitu rapat OSIS.

"Isogai!" Panggil Asano pada surai hitam gagak yang terlihat sedang menumpuk beberapa dokumen kertas, serta beberapa tumpuk buku.

"Hm? Ada apa Asano?" balas Isogai menoleh pada suara yang memanggilnya.

"Ng.. Gimana ya.. Begini bisa tidak, tidak pulang dulu habis rapat? Kalau bisa sekarang ikut aku ke belakang gedung sekolah" ucap Asano dengan prilaku terlihat gugup dia terus memainkan jari jari telunjuknya. tingkah laku tersebut mencurigakan -bagi isogai-. Padahal selama ini sang ketua OSIS ini tak pernah bertingkah aneh malu - malu gak jelas seperti itu. Dan selalu menjaga martabatnya.

Isogai yang tak tahu menau tujuan kenapa Asano mengajaknya untuk pergi kebelakang gedung sekolah pun hanya dapat menuruti dengan mengikutinya 'Sebenarnya Asano mau apa sih?' itu lah pertanyaan yang terus terpikirkan di kepala Isogai. Tapi ia juga penasaran kenapa sifat Asano terlihat aneh. Apa pungkin demam? Atau sindrom chuunibyo? Ah itu paling gak mungkin–Sangat sangat gak mungkin, bahkan gak masum akal.

Setibanya digedunng belakang–

"Kita sudah dibelakang jadi?" tanya Isogai dengan sedikit bertolak pinggang.

"Begini aku mau tanya padamu Isogai" Asano menggaruk pipinya yang tidak gatal. Tatapannya berkali - kali tak fokus pada lawan bicaranya.

"Tanya apaan?"

"Soal Karma... Menurutmu apa yang dia suka?" tanya Asano dengan nada pelan.

"Eh...? Kalau soal Karma aku kurang tahu.. Tapi kenapa gak tanya ke mantannya saja Nagisa..." sekarang Isogai mengerti, kenapa sang ace kelas A ini terlihat aneh.

"Mantannya? Ohh.. Si biru itu ya... Kau punya nomornya?" Asano mengeluarkan ponselnya.

"Hm? Punya kok. Mau kusuruh dia datang sekarang?" Isogai pun ikut mengeluarkan ponselnya. Lalu mengirimkan kontak Nagisa menggunakan infamerah.

"Tak usah. Kalau begitu aku minta e mail dan nomornya, hari ini kau pulang dengan ayah kan?" tanya Asano sembari memasukan ponsel pada sakunya kembali. Lalu pergi begitu saja.

Skak pertanyaan dari Asano berhasil membuat wajah Isogai memerah padam. Ya walau Asano gak liat itu reaksi. Gimana gak malu bayangin aja ngobrol sama anak sang kekasihnya sendiri ya rasanya gimana gitu. Terlebih lagi anaknya seumuran dengannya rasa malu tiada tanding tentu ada dong. /Ciee yang bakal jadi mama tiri/ #okeh Abaikan itu.

Kita balik ke tempat si merah lagi. Di dalam kelas Karma masih terlihat terduduk dikursinya kali ini kepalanya mendongkak pada langit - langit kayu kusam atap kelas E, dengan wajah yang ditutupi buku. Kayaknya dia kebawa setres sendiri akibat jadwal yang ingin dia buat.

"Yo! Karma! Nagisa sedang apa?" sapa salah satu anggota kelas E berambut biru tua. Tak salah lagi Itu adalah Sugino si penggemar baseball.

"Ahh.. Sugino. Aku hanya sedang membuat catatan pelajaran" balas Nagisa. Sementara Karma tidak membalas dan sepertinya tidak mendengar sama sekali sapaan Sugino wajahnya masih terlihat muram.

"Ada apa Karma kok tumben banget wajahmu kek gitu dan bibir lu manyun begitu? Muram kek gitu. Laper? Jam makan bentar lagi kok!" Celetuk Sugino yang tampak mencoba menghibur sambil cengar cengir.

"Gak kok aku masih kenyang tadi pagi udah cicip beberapa bekal Nagisa" mendengar itu Nagisa langsung menoleh pada tas miliknya dan mengecek bekalnya benar saja kotak isi bentonya tinggal setengah. Sejak kapan Karma melakukannya? Padahal ini tas tertutup rapat sejak pagi.

"Karma-kun kau makan bekalku gak bilang bilang lagi!?" Keluh Nagisa. Tampaknya dia bakal makan siang kurang kenyang lagi.

Pada Jam istirahat siang Karma masih tetap bengong. Nagisa yang melihatnya malah menjadi risih. Gimana gak risih? Diabaikan dan cuma ngeliat temen ngelamun bengong itu BT. ia pun menepuk kedua pundak Karma.

~Plookk~

"Na..nagisa? Ada apa?"

"Jangan muru–"

RING...! ponsel nagisa tiba tiba berdering. Ia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku. Terdapat pesan masuk yang kontaknya tidak ia ketahui. Ia pun membuka pesan tersebut yang berasal dari–

[Shiota Nagisa-san maaf bisa mengganggu sebentar. Ada yang ingin kutanyakan pada mu. Aku akan menelponmu sekarang bisa kah?

Asano Gakushuu]

Nagisa tercengang dengan isi pesan e-mail yang ia terima. Kenapa ia bisa mendapat pesan dari Asano? dan kenapa Asano hendak akan menelponnya? Lalu dari mana dia mendapat kontak e-mailnya? Handphonenya kali ini berdering kembali namun kali ini berbeda bukan email masuk lagi melainkan telpon masuk.

"Huwaaa– ha. Halo?" Nagisa yang mendapat telpon tiba - tiba pun sontak kaget. Hampir saja ponselnya terjatuh bila ia tak spontan tangkap.

[Nagisa apa kau sedang bersama Karma?]

[Um.. Um.. Iya.. Haruskah kuberi tahu?]

[Tidak tak usah. Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan tapi itu sangat banyak sulit untuk ditelpon...]

[Lalu?]

[Bisa kita bertemu?]

[Eh.. Tapi..]

"Nagisa ada apa?" sela Karma mengintrupsi pembicaraan Nagisa yang sedang menelpon sekaligus penasaran siapa sebenarnya yang sedang ia telpon sampai terlihat gugup seperti itu?

"Bu..bukan apa - apa kok Karma-kun Aku pergi dulu ya i.. Ini dari ibuku" balas Nagisa terbata telihat gelagapan. Kemudian berjalan menjauh seribu langkah agar Karma tak mendengar pembicaraannya dengan Asano.

[Aku tidak berencana melakukan hal buruk pada mu! Jadi kalau bisa kita bertemu ada yang ingin kutanyakan akan kukirimi kau email lagi dah.] Asano menutup panggilan pada telponnya.

[Eh–tap–tunggu aku–] Nagisa yang belum juga sempet menolak ajakan Asano terpaksa menerima, pesan apa pun yang akan dikirim Asano padanya.

Beberapa menit setelah telpon masuk terputus, pesan masuk pun diterima Nagisa. Tentu saja itu pesan dari Asano yang berisikan :

{Temui aku sabtu lusa nanti di taman yang berada dekat sekolah! kutunggu di dekat jam besar Datang lah pada jam 8

Asano Gakushuu}

Nagisa yang melihat pesan ajakan Asano tersebut terdiam membatu menelan ludah. Kemudian berfikir 'sekarang apa yang akan kulakukan?'

TBC

A/N : Maaf semua saya gak bisa pos kilat karena saya lagi banyak acara, chapter ini sebenernya udah kelar sejak lama pas liburan. Tapi acara reuni Dadakan sekolah saya gak berhenti henti. Coba kalian bayangkan acara reuni yang terjadwalkan 4x dalam seminggu -_- saya sampai lelah. Dan author kena apes lagi malah jatuh dari tangga sampai gak bisa jalan 3hari. (maaf bak curhatmu kepanjangan dan jangan curhat disini) yaudah review saja deh XD. Makasih pula yang udah follow cerita ini dan ngereview ini cerita #terharu. Kalo ada waktu / inget saya bales (sama aja boong) dan alesan saya gk pos cerita fanpik yang lain saya lagi ada masalah di duta. Mohon disabarkan cerita pasti dilanjut kok #sungkem_(._.)_. Terus khusus up date kapan aja itu saya gak janji cepet. Dan maklum anak smk sibuk ba pak mas para reader... #sungkem 2 saya gak ada waktu buat pos ini aja di hape :v / ada typo gak apah yah? Yahh?