Writer : Renge Kagami ^^
Genre : Romance, Action and Friendship (YAOI)
Summary : Awal kisah yang berawal dari suatu kejadian dihari kemerdekaan Seoul. Seorang polisi yang jatuh kedalam jurang cinta ketua geng motor.
Rated : T sampai M #Kira-kira begitu XD
Hati-hati dengan banyak typo(s) yang menyelinap disela-sela kata/kalimat. THIS FICT IS YAOI, BOY X ? IF YOU DON'T LIKE JUST GTFO! Saya tidak mau berdebat masalah genre cerita ini. Silahkan menikmati cerita saya. DON'T FORGET TO REVIEW.
My Sweet Love With Him
At Block Hills Seoul, Korea Selatan
11:59PM
Tao segera turun dari mobil patrolinya. Dihampirinya seorang pemuda dengan berseragam sama, sepertinya rekan sesama polisinya.
"Sehun-ssi, bagaimana keadaan jalanan sekarang?" tanya Tao padanya. Yang bernama Sehun itu pun menoleh tersenyum sembari menganggukan kepala.
"Keadaan sudah kondusif lagi. Sementara gunakan portal untuk membatasi jalanan. Agar para geng motor liar tak dapat melewati jalanan sekitar." Jelas Sehun menerangkan kondisi jalanan sekarang ini. Memang seperti perkataan Sehun, bahwa kini jalanan di Block Hills nampak semakin lenggang. Penanganan dan tindak cepat polisi mampu mengatasi kemacetan dengan cepat, jadi tidak akan terjadi kemacetan berkepanjangan di Seoul malam ini dan hal itu sangat tidak diingikan. Keadaan jalanan saaat ini sangat menguntungkan Tao, dengan begitu Tao tak perlu mengeluarkan energi ekstra untuk meneriaki dan memberi intruksi pada para geng motor liar. Jujur, tenaga Tao sudah terkuras habis hanya untuk berdebat dengan ketua geng motor gila yang ia tahu bernama Kris. Sungguh Tao ingin sekali memotong kaki jenjangnya bahkan kalau perlu menggorok leher ketua geng motor itu dengan shadow scythe yang Tao miliki. Atau jika ingin, Tao bisa gunakan sniper-nya untuk sekali tembakan tepat di jantung Kris, dengan demikian tidak ada hal menyebalkan saat ini. Membuat kota Seoul menjadi aman dan tertib lagi.
Well, angan tetap menjadi angan jika kau tidak melakukannya. Sungguh sial nasib Tao saat ini. Baru saja ia ingin memikirkan berbagai macam tindak kriminal pada Kris, sekarang Tao di hadapkan pada seri tokoh yang ada pada pikiran kriminalnya barusan. Tao bengong sesaat dengan mata terbelalak lebar, mulut menganga seperti goa hitam manis dengan tepian bibir lembutnya. Tanpa disadari Tao, sosok itu berjalan pelan tapi pasti menghamipirinya. Sayangnya Tao segera sadar dari keterbengongannya akan sosok itu, jadi sosok itu pun tak sampai menyentuh kulit pipi mulus nan putih Tao. Sosok itu pun berhenti akan tindakannya. Memberi senyum manis, yang tampak menggelikan dimata Tao. Senyum sosok itu perlahan berubah menjadi sebuah seringaian mengerikan saat melihat kondisi jalanan sepi disekitar mereka, menjamin tidak akan ada orang lewat. Apalagi para polisi sudah memberi police line. Jadi sangat mudah melakukan sedikit olahraga malam dengan polisi panda ini.
"M-mau apa kau! Jauh-jauhlah dariku, aku sibuk. Sungguh jangan cari masalah lagi," ucap Tao gugup. Damn! Tao tak mampu menyembunyikan rasa takut akan sosok itu. Bertemu lagi dengan orang menyebalkan dan mesum bukan keinginan Tao seumur hidupnya.
"Hihihi.. jangan takut begitu padaku. Tenang saja, aku takkan melukai makhluk cantik sepertimu panda~ justru kau senang dapat bertemu dengan ketua geng motor tampan sepertiku." Kris menjawab dengan percaya dirinya sembari terkikik menggoda. Dilangkahkan kaki jenjangnya menuju Tao tanpa melihat kondisi orang yang ia hadapi saat ini. Oh lihatlah Tao! Tubuhnya gemetar hebat, kedua tangannya mendekap dada dan dirinya reflek mundur ketakutan. Walau polisi tapi ingatlah bahwa Tao sangat takut hantu. Bahkan Kris seperti sosok hantu itu sendiri. Dengan perawakan yang tinggi dan tampang garang tapi maskulin serta alis juga mata elangnya menambah kadar horror pada wajah Kris. Jelas saja jika Tao kini menatap Kris dengan mimik ketakutan. Oh! Dan jangan lupakan sikap Kris yang seperti penjahat kelamin saja. Walau begitu jujur, Kris bukan orang yang sekeji itu.
"Berhentilah mundur pandaku~." Kata Kris dengan tetap berjalan pelan menghampiri Tao. Tanpa memperdulikan perkataan Kris... "Yak! Auw..!" ringis Tao saat dirinya menabrak sebuah dinding. Sial! Ternyata sudah mentok, tidak ada jalan lagi untuk dapat kabur darinya.
"Hahahaha.. sudah kubilang bukan? Berhentilah menghindariku panda. Akhirnya kau terbentur sendiri hmm.." tawa kris menggelegar kala Tao meringis kesakitan, tak memperdulikan Tao yang susah payah memgelus punggungnya akibat benturan tadi.
"Sudahlah! Dasar ketua geng motor gila. Aku muak denganmu, tiap kali melihatmu hawa disekitarku berubah kelam dan suram seketika. Asal kau tau saja, kau mirip setan seperti dalam film thriller dan horror manapun. Sungguh, kau sangat amat mengerikan, jauh-jauhlah dariku segera." Instruksi Tao dengan wajah kesal. Tao melirik sekilas wajah Kris. Bukan menuruti apa perkataan Tao, justru Kris malah semakin menghampirinya. Sungguh! Demi apa, Kris sangatlah mirip om-om mupeng yang ada di clubbing-clubbing. Berdansa bersama para gadis-gadis pelacur. Holy shit! Ini pengalaman Tao yang cukup.. ah bukan, mungkin lebih tepatnya amat sangat mengerikan dan berbahaya.
"Tidak panda, apa kau buta? Kurasa tidak. Aku sangatlah tampan, seharusnya kau beruntung dapat bertemu dan kenal denganku. Sebagai informasi saja, banyak diluar sana yang menginginkanku. Apa kau tak tertarik, huh~?" Kris berjalan pelan, semakin dekat, dan dekat. Jarak antara dirinya dan Tao hanya dapat di hitung jari. Bukan jarak yang jauh. Melainkan jarak sekitar 15cm saja.
"A-apa?! Cih! Dasar orang mesum, mupeng juga pervert. Makhluk horror menjauhlah dariku. Aku sung-sungguh. Menjauhlah" ucap Tao semakin gelisah. Kedua tangannya didekapkan didepan dada dan mengepalkannya. Kedua pancaran bola mata Tao tersirat ketakutan, bergetar hebatlah sekujur tubuh Tao.
"Calm down pandaku. Aku tidak akan menggigitmu atau bahkan memakanmu, aku hanya ingin sedikit mencicipi rasa tubuhmu. Sepertinya manis, lebih manis daripada permen lollipop," setelah Kris mengucapkan perkataannya, ia memegang kedua tangan Tao yang terkepal didepan dada. Menggenggam tangan Tao dengan kelembutan sebisa mungkin, tak ingin membuat panda kesayangannya ini semakin menjadi gelisah dan ketakutan bahkan paranoid berlebihan. Kelembutan yang Kris salurkan pada tangan Tao mampu merendamkan sedikit ketakuannya.
"Bagaimana? Jangan ketakutan begitu, aku tidak akan menyakitimu." Seiring perkataan Kris barusan, tangannya perlahan berjalan menuju ujung kepala Tao, berusaha menetralkan ketakutan Tao dengan memberi sedikit elusan hangat nan lembut. Entah mengapa Tao menjadi rileks juga nyaman dengan perlakuan Kris kini, tak seperti tadi yang terlihat layaknya om-om mupeng. Seperti candu baru bagi seorang Tao. Sensai ini, dan rasa ini berbeda dengan sikap yang sering Sehun dan Yeol berikan pada Tao. Sensai berdebar, dan ah, susah didefinisikan dengan kata-kata manapun. Tao sedikit terlena oleh belaian Kris, tapi saat Tao sadar akan apa yang telah ia lakukan, segeralah ia mendorong tubuh Kris sekuat tenaga agar menjauh sedikit dari tubuhnya.
"Cih! Sungguh apa maumu, huh! Untung saja aku cepat sadar. Pergi dan pulanglah." Suruh Tao. Tapi Kris tetap tak mendengarkan perkataan Tao. Kris kembal berjalan mendekati Tao secara pelan. Dipegangnya pinggang Tao dengan lembut. Lalu perlahan merambat ke area punggung dan...
Hap!
Kris mengangkat tubuh Tao, membenturkan punggung Tao pada sisi dinding. Kris yang menyadari tidak ada penolokan dari Tao, akhirnya memberanikan diri untuk mendekatkan wajahnya dengan wajah Tao. Betapa slow motion-nya perlakuan Kris. Menepis semua jarak diantara mereka. Seirama dengan menepisnya jarak mereka, baik Kris maupun Tao terlena oleh suasana romantisme itu. Seperti magnet bagi Tao untuk menutup matanya. Perlahan bibir kenyal nan lembut milik kris bertabrakan dengan benda kenyal dan manis milik Tao. Betapa ciuman itu berlangsung. Awalnya hanya sebuah kecupan lembut, tapi lama kelamaan ciuman itu menjadi suatu ciuman penuh kebrutalan, dan menuntut untuk lebih, seperti ingin melumat, menjilat dan menyedot benda itu secara terus menerus. Beradu dalam ciuman ganas. Menuntut untuk saling membalut lidah masing-masing. Kepala Kris miringkan kekanan dan kekiri untuk memberi sensasi ditengah aksi mereka.
"Sshh.. Umm.." begitulah desahan keluar dari bibir manis Tao. Kala Kris memberikan sensasi berbeda yang tak pernah Tao rasakan sebelumnya. Semua reflek terjadi, perlahan tangan Kris yang tadi menganggur kini sudah bergerilya didaerah dada Tao, mengelus lembut dan kadang menggoda Tao dengan melewati bagian nipple-nya saja tanpa niatan untuk memencet, menekan dan mencubit ujung benda berwarna kecoklatan manis itu. Dengan menggunakan kemampuan Kris yang well.. sudah tidak diragukan lagi akan ilmu making love yang ia dapatkan dari hasil tontonan di blue film koleksi-nya. Sudah pasti Kris dapat memuaskan pandanya. Apa? Pandanya? Sejak kapan Kris mengesahkan bahwa Tao menjadi miliknya? Oh yeah.. sejak awal perjumpaan mereka yang tak terduga beberapa waktu lalu. Betapa kini seorang Kris terbuai akan sosok Tao. Sosok yang berbeda dari kebanyakan orang. Sosok polos, manja, kekanakan dan hampir seluruh sifat yang ada pada diri Tao, seakan-akan Kris ingin memonopoli Tao hanya untuknya. Walau Tao tak pernah bersedia atau bahkan tak tahu. Kris sudah dibutakan oleh rasa tak terwujud tapi dapat dirasakan yaitu cinta. Cinta memang buta, mungkin kalimat itulah yang kini Kris alami.
"Uhh... Le-sshh.. paskan..." ujar Tao disela-sela ciuman panas mereka. Walau otak Tao menolak perlakuan Kris, tapi hati Tao sangat amat menikmati apa yang sudah Kris lakukan padanya. Terlena, terbuai dan terpesona akan sosok Kris. Shit! Tao masuk kedalam lubang kenikmatan, tak mampu hati Tao berbohong bahwa ia sangat amat menikmati setiap inchi perlakuan Kris pada tubuhnya.
"Mendesah dan nikmatilah baby.." Kris berbicara sembari terus melakukan service untuk Tao. Tangan Kris menyibak setengah seragam polisi Tao, hingga kini terpampanglah sudah kedua nipple pink sedikit coklat menggoda miliknya. Oh.. Kris tak mampu lagi menahan untuk tidak melumat, mengecup, menghisap dan menggigiti kedua mainan barunya. Menyusu seperti anak kecil pada sang ibu. Keadaan mereka kini terbilang sangat intim, dimana Tao diangkat lebih tepatnya digendong oleh Kris, dengan kakinya membelit indah di pinggang Kris. Begitu dengan tautan bibir mereka dengan berjatuhnya satu kesatuan saliva mereka.
"Aku..uhh..mohon..lepaskan.." lagi-lagi Tao mencoba memohon pada Kris agar dirinya terlepas dari jerat nikmat ini. Lidah Kris melesat masuk kedalam mulut Tao, membuka paksa goa nikamat itu, mengajak si pemilik goa untuk bersilat lidah.
'Sial! Aku tak dapat menghentikannya. Ini sungguh nikmat' batin Tao sembari memejamkan matanya paksa saat lidah Kris menelusuri seluk beluk mulutnya. Tao meresakan sensasi geli-geli tapi enak pada daerah mulutnya. Dagu Tao kini sudah tergenang saliva Kris dan dirinya. Seketika ada benda tegang di area kemaluan Tao.
'Uhh.. Tidak! Ini tidak akan kubiarkan, aku harus menghentikannya. Aku tidak sanggup' Tao bergulat dengan batinnya sendiri. Menimbang-nimbang apa yang akan ia lakukan, tidak mungkin Tao terus pasrah atas perlakuan tabu Kris. Hingga akhirnya...
Plak!
Tepat bunyi tamparan keras Tao layangkan pada pipi mulus Kris dan saat itu juga tautan bibir Tao dan Kris terlepas. Kris memegang pipi mulusnya yang terkena korban tamparan gratis Tao. Tao mengatur nafasnya yang menggebu-gebu, kini yang ada hanya pancaran mata sayunya, dan seragam polisinya yang berantakan.
"KAU! SUDAH SANGAT KETERLALUAN! KAU PIKIR AKU APA, HUH?! DASAR KETUA GENG MOTOR GILA DAN MESUM! AKU SANGAT MEMBENCIMU." Tao berusaha berbicara disela-sela usahanya mengatur nafasnya kembali normal. Detak jantungnya berdetak sangat cepat. Berasa sehabis lari marathon. Mata sayunya yang tampak lelah juga menggoda. Serta kakinya yang tak dapat lagi menompang berat tubuhnya. Kini wajah Tao merah padam bercampur antara marah dan err.. malu? Entahlah, mungkin malu atas perlakuan Kris barusan.
"Tapi kau sangat menikmatinya, bukan? Oh ayolah.. Bahasa tubuhmu mengatakan jika kau sangat menikmati perlakuanku my panda.. Kau jangan mencoba berbohong. Bagaimana kalau kita teruskan, tapi jangan disini, dan well.. tamparanmu itu suatu kasih sayang untukku my Huang ZiTao~" Kedipan mata Kris berikan. Mencoba menggoda Tao, tapi justru kemarahan berapi-api yang Kris dapatkan darinya.
"Jangan gila! Aku tak pernah menikmati semua perlakuanmu geng motor MESUM! Cih! Enyahlah kau dari hadapanku, aku muak denganmu juga semua perlakuanmu." Amarah Tao membara. Tak ingin berurusan lagi dengannya, Tao segera berlari menjauh sejauh-jauhnya dari hadapannya. Tao segera memasuki mobil patrolinya. Menyalakan mesin tanpa melihat sosok Kris yang sekarang justru sedang menatap Tao. Kris hanya melihat kepergian Tao dengan mimik wajah yang sukar diartikan. Menyunggingkan ujung bibirnya. Kenapa Kris tak mengejar Tao? Yeah.. Jika Kris mau, ia dapat mengejar mangsa empuknya itu, tapi seribu sayang, kondisi tubuh lelah Kris tak dapat diajak kompromi. Dengan sangat terpaksa Kris melepaskan mangsanya untuk kali ini saja. Lain kali jika bertemu dengannya, ia tidak akan memberi celah sedikitpun dan akan langsung memakan buronannya. Kini tinggallah Kris sendirian di jalan itu. Tanpa ada yang menyadari, tangan Kris berjalan mengelus permukaan bibir, dan tanpa tidak ada yang mengetahuinya, Kris bergumam "Aku akan segera mendapatkanmu Panda, segera. Dan kita akan bersenang-senang bersama.. slurp" Kris berucap sembari menjilat tangan bekas saliva Tao. Setelah itu Kris pergi untuk menuju apartment-nya. Lelah. Hanya itu yang dapat menjelaskan kondisi fisik Kris sekarang.
Seoul, 16 August 2012
07:00AM
Pagi yang cerah. Kicauan burung merdu menyelimuti halaman apartment seorang panda. Panda polisi yang kalian tahu bernama Huang ZiTao. Matahari cantik dan hangat manisnya menguar perlahan menyapa kulit Tao. Hangat dan nyaman. Tao pun seketika membuka kedua mata indahnya secara perlahan. Mengatur intensitas cahaya yang masuk kedalam mata Tao dan langsung disesuaikan oleh pupil indahnya. Beberapa detik setelah dapat beradaptasi dengan cahaya matahari, Tao meregangkan otot-ototnya. Melupakan sejenak peristiwa yang terjadi semalaman. Sebenarnya Tao masih sangat mengingat apa yang terjadi semalam, tapi otak dan memorinya memaksa untuk melupakan peristiwa tabu semalam dengan si ketua geng motor mesum. Kini Tao berdiri untuk sedikit pemanasan dipagi hari cerah ini. Sebenarnya untuk kadar polisi pada umumnya memang memiliki otot-otot besar dan terlihat mengerikan, tapi tidak untuk Tao. Tubuhnya yang rata dan tinggi diatas rata-rata itu disertai ahli wushu dengan kecepatan kilat mampu membawanya menjadi polisi andalan di XOXO Department Police. Tak ingin membuang waktu lama, secepat kilat Tao bangkit dari kasur lalu segera merapikan tepat tidurnya. Tao panda polisi ini sudah diajarkan untuk cekatan dalam mengerjakan sesuatu sejak kecil oleh appa-nya yang kebetulan kepala agent XOXO police.
Tak ingin mengulur waktu, Tao langsung mengambil handuknya dan segera menuju kamar mandi. Butuh beberapa menit Tao untuk mandi dengan diselingi acara konser dadakannya di dalam sana. Terdengar jelas suara Tao yang dipadu gemercik air shower. Konser yang indah penuh kegembiraan.
"Geurae Wolf, naega Wolf, Awoo~ Ah, saranghaeyo! Nan neukdego, neon minyeo~~!" begitulah sekilas suara konser dadakan Tao dalam kamar mandi. Terdengar kekanakan untuk takaran polisi bukan? Memang Tao polisi termuda di XOXO. Bahkan beberapa agent lainnya mengira Tao anak bayi 3 bulanan, karena sifat manis juga manjanya. Walau begitu Tao dapat berubah 360derajat ketika dalam tugas. WOW. Polisi panda yang sangat manis dan keren secara bersamaan.
Setelah selesai membersihkan diri juga konser dadakannya, Tao menuju lemari kayu jati dengan dua pintu besar dan tinggi bercat coklat, penuh akan pahatan unik. Disisi lain pintu lemari terdapat cermin selebar dan setinggi tubuh manusia. Tao membuka pintu lemari untuk mengambil seragamnya. Serasa sudah rapi, Tao segera beranjak untuk keluar dari kamarnya. Saat hendak melangkah, tiba-tiba sebuah suara menghentikan langkah Tao yang keluar dari smartphone-nya.
Baby don't cry tonight eodumi geochigo namyeon
Baby don't cry tonight eobseotdeon iri doel geoya
Mulgeopumi doeneun geoseun nega aniya kkeutnae mollaya haetdeon
So baby don't cry cry nae sarangi neol jikil teni
Begitulah bunyi nada dering berasal dari smartphone Tao.
"Yeoboseo?" tanya Tao.
"Ne Tao. Ini aku Chanyeol, hari ini ada meeting mendadak. Segeralah datang ke XOXO Department sekarang. Ada hal yang harus di bicarakan, Jendral Lee sudah datang. Kutunggu 15menit." Jelas Yeol tanpa basa-basi dan langsung menutup sambungan telephone secara sepihak. Tao masih diam mematung, mencerna perkataan Yeol lalu diterima oleh otaknya. Seketika Tao tertegun, dan bergumam "Meeting? Apa ada kasus lagi? Hah.. baiklah kalau begitu." Ucap Tao menghela nafas panjang dan segera setelah itu Tao keluar untuk bergegas menuju XOXO Department Police, Korea Selatan.
-To Be Continue-
Wajib dibaca karena penting untuk pemberitahuan next part.
P.S : Wassup.. Bagaimana lanjutannya? Apakah ada yang bingung? Apakah ini terlalu singkat? Apakah ini aneh? Terlalu memaksa, mungkin? Maaf juga karena saya telat update dikarenakan sibuk, maaf lagi jika ini cerita jauh dari harapan para pembaca semua ;_;
Untuk part ini biarkan seperti ini saja dahulu karena di next part ada banyak kejutan yang diluar praduga para reader. Jadi jangan cepat bosan dulu. Karena part ini saya buat dengan keadaan kacau. Tapi saya usahakan next part akan saya buat semenarik mungkin dengan kejadian tak terduga. Oh untuk part smut aku skip dulu. Sementara aku sajikan kissu-kissu saja o Well, maukah readers memberi cap kepemilikan *ralat* kepedulian di kolom review untuk cerita saya? Saya masih amat sangat butuh pemasukkan *bungkuk*
Saya menerima berbagai macam komentar mulai dari yang asik, baik, seru bahkan sampai emosi, jelek dan buruk ^^ "Tapi paling tidak hargailah perjuangan, jerih payah saya" =^.^=
Maaf sekali lagi pesan saya terlalu panjang.
Aku sayang kalian...
