DISCLAIMER : Hiro Mashima
RATE : T (Tua)
WARNING : AWAS ORANG GILA NGAMUK! *salah ketik*. FULL OOC, ABSURD, ABAL, GAJE, KOPLAK, BAU, MERUSAK MATA, RAWAN SIPILIS, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN, DAN SEGALA KATA-KATA PLUS ISTILAH ACAK ADUT LAINNYA.
.
.
.
~Tuwir Renjes (Rangers)~
Di suatu pagi yang cerah di desa yang berisikan penduduk abnormal ber IQ dibawah standar *author dihajar warga Feri Tuwir*.
"Ayo beli korek gas. Koreknya pak, bu, adek, om, tante, mbah, moyang, ayo beli" Seekor eh seorang pria berambut melambai *warna pink maksudnya* sedang terlihat berjalan di jalanan desa Feri Tuwir untuk menjajakan korek gas dagangannya bersama seekor kucing biru bau yang tubuhnya dilalerin *digigit Happy*.
"Ayo beli-beli. Kalo gak beli pantatnya tek bakar loh" Ancam Happy kepada para warga idiot di desa itu.
Akibat ucapannya yang kurang ajar barusan, para warga sekitar sepakat untuk melempari kedua makhluk songong itu pake batu *mantep*, kutang dan sempak *bau*, upil *nyentrik*, dan paling top sama softex bekas mens *hiiiyyy jijay*.
"Woy ppy, kalo mau jualan jangan pake ngancem pembeli gitu dong. Orang yang pake gaya sopan aja sehari cuma laku 3 biji doang, apalagi yang gak sopan kaya gini? Gue nggak mau siang ini makan sama nasi garem lagi lah. Emang loe mau makan sama gurame amsyong yang bekas kecemplung comberan?" Si Natsu sewot.
"Mangap eh maaf Natsu"
Tiba-tiba dari arah kejauhan terlihat seorang pria bugil *gak bugil bulet sih, masih ada celana pendek bututnya* yang lagi ndorong gerobak dekilnya sembari ngomong keras-keras... "Es puternya pak, bu, adek, om, tante, mbah, moyang, ayo beli"
Dan di perempatan Jl. Hades Purehito *pahlawan kesiangan desa Feri Tuwir* No. 666, kedua penjual yang gak sukses ini ketemu.
"Anjinx loe Gray! Loe boleh jualan disini, tapi please deh. Ucapan gue jangan ditiru" Protes putra tokek raksasa a.k.a Igneel itu ke arah wajah Gray.
"Ealah, orang gue sama sekali gak ada niat buat ngopi yel-yel kampungan loe itu. Jangan geer ya Natsu muka Asu!" Gray mulai esmosi nih.
Dan pertengkaran ala bocah presschool itu pun menjadi tontonan warga sekitar.
Natsu : "Bohong loe! Loe ngaku aja deh gak usah ngeles-ngeles segala. Gue tau kualitas IQ loe yang cuma 97 itu gak bakalan mampu bikin yel-yel promosi sefantastis bin bombastis tadi" *Natsu njambak rambut kusutnya Gray yang udah gak keramas 1 bulan*
Gray : "Eh bocah muka babi. Gue ngomong jujur tau! Seharusnya otak pentium 1 loe yang cuma ber IQ 96 itu lah yang gak mungkin sanggup bikin yel-yel barusan" *Gray njewer telinga Natsu yang banyak dakinya*
Penonton/Warga dungu Feri Tuwir : "WUUUUU! Sama-sama ber IQ di bawah 100 aja berantem"
Natsu : "Gue gak percaya. Udah ngaku aja es puter bikin diare!" *Natsu njotos idung Gray sampe tuh bocah es mumet*
Gray : "Kecoa joging penjual korek gas, terima ini!" *Gray nusuk idung penuh upilnya Natsu sama sumpit sampe-sampe Natsu hampir semaput*
Happy : "STOPPP!"
Natsu&Gray : "?" *nengok ke arah kucing kampung itu secara kompak*
Happy : "Natsu, loe kan dapet ide yel-yel promosi itu dari buku ini?" *Happy nunjukin sebuah buku kucel bercover Ichiya lagi jongkok di pinggir empang dengan judul TRIK&TIPS SUKSES BERDAGANG ECERAN*
Gray : "Lho, buku itu? Gue juga niru yel-yel itu dari buku yang hampir sama persis kaya gitu" *Gray ngeluarin buku berjudul sama, tapi covernya bergambar kades Bob lagi ngemut jempol ala balita*
Penonton/Warga dungu Feri Tuwir : "WUUUUU! Sama-sama ngopi dari buku sesat aja berantem"
Natsu&Gray : "Onde mandeee! Gue ketipu coy"
Dari kerumunan warga idiotic, munculah dua biji *plak* orang cewek. Yang satu rambutnya merah ngejreng kaya darah mens, yang satu rambutnya kuning ngejreng kaya ee manusia.
"GRAAYYY! NAATSUUU!"
Sedetik kemudian kedua pedagang yang tak kunjung sukses itu segera minta ampun ke cewek berambut merah yang dulunya mantan jongos *author digebuk Erza pake gada Purgatory Armor*.
"Ampun-ampun ndoro gusti" Natsu segera nyiumin kakinya Erza sambil terus-terusan minta ampun. Gak tau dia kalo cewek itu abis nginjek tokai kuda dalam perjalanan XD
"Ampuni gue juga nyi Erza laut kidul" Gray dengan syahdunya sungkem seraya nyiumin tangan Erza yang masih bau terasi udang rebon *abis nguleg dia di rumah*.
"Natsu, Gray, ada panggilan dari kades Makarov. Katanya di pintu masuk desa Feri Tuwir ada penjahat yang harus dikalahkan" Kata Lucy.
kressek..kressek..kressek..kressek..
Walkie-Talkie yang ditaruh di pantat Lucy bergetar karena ada panggilan. Tanpa pikir-panjang Erza langsung jongkok di belakang Lucy sembari mendekatkan wajahnya ke pantat Lucy untuk menerima emergency call itu *kaya pas Spongebob sama Patrick itu loh XD*.
Erza : "Halo kades? Halo?"
Kades Makarov : "Halo Ketek Singa *sandi buat Erza*. Segera kumpulkan tim Tuwir Renjes dan cepatlah menuju ke tempat kejadian. Ada musuh disana. Siapa saja ngomong-ngomong anggota Feri Tuwir yang udah terkumpul?"
Erza : "Disini lengkap. Ada Kecoa Joging *Natsu*, Bisul Gorilla *Gray*, Kodok Ngorek *Lucy*, sama terakhir Bekicot Perjaka *Happy* kades"
Kades Makarov : "Yosh. Cepat berubah para Renjes pembela kebenaran!"
Erza memencet tombol off di walkie-talkie sehingga menyebabkan Lucy mendesah *pantatnya ikut kepencet sih* "Ahhh"
Penonton/Warga goblok Feri Tuwir bergender pria : "ALAMAK!" *'anu'nya ngaceng semua*
Natsu sama Gray malah ngebayang yang enggak-enggak sambil nyengir khas domba gila.
"Semuanya, masuk ke mode tempur. Bersiap..." Erza mengaba-abai.
"Yosh!" Ucap keempat anggota Renjes dengan kompak binti sempak.
"Erza Scarlet berubah...Renjes merah!" Erza berpose bangau tong-tong dengan background simbol renjes merah, singa garukin ketek!
"Gray Fulbuster berubah...Renjes item!" Gray berpose hormat bendera pas upacara dengan background goriila lagi mecah bisulnya.
"Happy berubah...Renjes biru!" Happy berpose ala pahlawan bertopeng dengan background bekicot lagi nunjukin keperjakaannya *gimana tuh caranya?*.
"Lucy Heartfilia berubah...Renjes kuning!" Lucy berpose megang 'oppai'nya dengan background kodok lagi kawin!
"Terakhir Natsu Dragneel...Renjes pink!" Natsu berpose garuk pantat dengan background kecoa lagi joging di lapangan.
*Erza merah karena rambutnya, Gray item karena rambutnya, Happy biru karena tubuhnya, Lucy kuning karena rambutnya, dan Natsu pink juga karena rambutnya*
"TUWIIIRRR...RENJESSS!" Kelima member Tuwir Renjes berbaris sejajar masih dengan pose nista yang sama kaya tadi. O ya, dibelakangnya ada background wajahnya kades Makarov gedhe banget lagi melet sama matanya juling *bayangin sendiri XD*.
Penonton/Warga sotoy Feri Tuwir : "Pembela kebenaran walau penuh kenistaan" *Ini motto resmi Tuwir Renjes*.
"Megazord Tuwir Renjes. Crazy Wagon *cari artinya sendiri di mbah google*" Seru Renjes merah.
Seluruh pasang mata menatap ke ujung timur sana dimana terlihat sebuah benda beroda dua, terbuka alias tanpa atap, dan sedang didorong oleh dua orang pria yang terkenal dengan sebutan Duo Pengangguran *Jet&Droy*.
"Ayo semua renjes, naik ke megazord" Perintah Happy penuh semangat.
Kelima renjes abal itu pun segera melompat ke sebuah benda yang dikatakan Megazord barusan yang ternyata adalah sebuah...GEROBAK!
"Maju Tuwir Renjes!" Kelima makhluk pembela kebenaran walau penuh kenistaan itu pun segera melaju ke tempat kejadian dengan bantuan duo pengangguran.
'Asem, ndorong gerobak usang yang berat kaya gini masa bayarannya cuma seunit *bahasanya lho* sempak seharga 5.000 dapet tiga?' Keluh Droy dalem hati.
'Si Droy mending sempak. Nah gue? Dapet bayaran benda seharga 40.000 tapi benda itu softex. Mau diapain benda kaya gitu sama cowok kece kaya gue ini?' Batin Jet sok narsis segala.
Sesampainya di tempat kejadian perkara alisa tepatnya di gerbang masuk desa Feri Tuwir, terliahtlah sosok penjahat yang wajib dibasmi oleh Tuwir Renjes. Ternyata sang penjahat itu adalah Jose. Orang gila baru yang doyan ngamuk, mantan kades desa tetangga.
"Berhenti kau penjahat!" Seru renjes merah, Erza.
Sang penjahit *eh salah* penjahat yang sedang asyik memelorotkan rok cewek-cewek, wanita, janda, hingga nenek-nenek disekitar situ, langsung menoleh ke arah sekawanan manusia yang lagi berdiri di atas gerobak rombeng alias megazordnya Tuwir Renjes.
"Itu Tuwir Renjes"
"Ayo maju renjes item yang cakep"
"Kejahatan Jose si orang gila ini tak termaafkan"
"Masa orang ini seneng banget main pelorot rok orang sih?" *yah namanya aja orang gila*
"Hehehe, serang aku kalo bisa anggota Tuwir Renjes" Jose mulai merapal mantra sihir kegelapannya.
"Tuwir Renjes, berpencar dan serang Jose si penjahat kurang waras itu dari berbagai arah" Perintah Erza.
Tanpa menunggu lama, keempat anggota renjes lainnya langsung berpencar dan mengambil posisi untuk menyerang Jose sang penjahat.
"Serangan aura kegelapan!" Orang gila itu mengambil cat hitam dari teras rumah yang ada di sampingnya dan langsung menyiramkannya ke arah Tuwir Renjes *cat hitam = sihir kegelapan*.
Gray berhasil menghindar, dan kemudian berlari kencang untuk menyerang Jose.
"Ice make...Hammer!" Entah darimana asalnya, sang penjual es puter ini mengeluarkan seplastik es batu kemudian meletakannya di ubun-ubun Jose. Kemudian memukulkan palu ke es batu itu hingga pecah.
"MAKJANGGG!" Umpat Jose si gila dengan kata yang entah apa artinya itu.
Tapi sayang sekali, sang renjes item ini terlena dan tidak menyadari bahwa tangan jorok Jose sedang berusaha mengarah ke tengah-tengah selangkangannya.
"EMAKKK!" Gray gulung-gulung ke kanan kiri berusaha menahan sakit di 'anu'nya akibat remasan orang gila itu.
"Jangan senang dulu kau penjahat, masih ada kami berdua. Ayo Happy!" Natsu berlari dengan Happy disampingnya menuju ke arah pria berpenampilan gembel di hadapannya itu.
"Holy Penumbra" Ucap Happy dengan aura biru menakutkan yang menyelimuti tubuhnya.
Adegan dibuat selou mosien. Seluruh pasang mata yang ada disekitar situ menatap ke arah Happy dengan kagum, tak lupa mulut mereka menganga seakan takjub mendengar nama serangan renjes biru itu yang amat keren. Holy Penumbra!
"CELENGGG!" Jose berusaha mencengkeram Happy yang sedang menggigit telinga kanannya.
All minus Happy&Jose Orgil : *sweatdrop, ternyata Holy Penumbra cuma gigitan kucing biasa*
"Happy, aku akan membantumu. Karyuu No Houkou!" Natsu mensetting korek gasnya ke arah paling ujung kanan bertanda (+) alias ke mode api paling besar.
"SEMPAKKK!" Umpat si Jose setelah barusan pantat baunya disulut api oleh Natsu.
Tanpa mengenal ampun, Jose kemudian menjambak rambut Natsu dan mencengkeram ekor Happy kemudian melemparkan mereka hingga nyemplung comberan.
Byurrr...
"Masih ada renjes kuning disini"
"O ya? Kau ingin kupelorotkan celanamu dan kujilati pantat wangimu itu cantik?" Jose menyeringai mesum.
"Wangi? Aku kan tadi lupa cebok abis ee"
Kata-kata jujur atau malah goblok dari Lucy barusan ngebuat Jose mules mendadak.
"Baiklah. Serangan dariku, keluarlah gerbang...Scorpio!" Lucy mengeluarkan seekor kalajengking dari sakunya dan kemudian menakut-nakuti penjahat di depannya.
"Hayooo, kalajengking ini ingin menjadi sahabatmu lho" Wajah Lucy berubah menjadi horror abis.
"A..ampun am..pun" Jose ketakutan setengah mati sampe-sampe jalannya ngesot mundur.
Tapi sayang, kalajengking itu malah nyengat Lucy sendiri. Senjata makan babu! *karena tuannya lagi pergi, babunya ngegantiin*
"AMSYONGGG!" Renjes kuning semaput kena racun kalajengkingnya sendiri.
"Hehehe. Tinggal atu lagi ich. Renjes merah yach?" Goda si orgil dengan bences mode : on.
Erza sang ketua Tuwir Renjes memejamkan mata. Kemudian ia masuk dalam mode fighting.
"Kansho" (Kansho : Requip)
Erza ngibrit ke rumah warga buat ganti baju. Seluruh orang yang ada disitu termasuk Jose, Droy, sama Jet terpaksa harus nungguin.
5 menit...
Jet ngelanjor, Droy ngentut terus-terusan akibat maagnya kumat, Jose ngupil di lokasi.
10 menit...
Jet ikutan ngupil kaya Jose, Droy nyumpel duburnya pake kerikil biar gak ngentut terus, Jose ngoreki kupingnya yang udah gak pernah dibersihin selama 3 tahun.
15 menit...
"Purgatory Armor!" Erza udah nongol lagi dengan kepala berlapis helm standar SNI, pake kostum rugby, sama mbawa senjata kentongan jumbo yang barusan pinjam sama Mystogan.
"Hn? Udah sholat belum?" Tanya sang orgil blas gak nyambung sama sekali.
"Udah kok, alhamdulilah. EHHH? Mau mengalihkan perhatian ya? Rasakan ini!" Erza lari kenceng banget sambil mbawa kentongan di kedua tangannya.
BUAAKKKKK!
Jose sukses tepar di TKP akibat kepalanya ketiban gapura desa Feri Tuwir yang udah reyot binti lumutan dan akhirnya roboh di siang hari nan cerah ini.
'Aksi heroik gue gimana dong?' Batin Erza maluuu banget sampe-sampe mukanya merah kaya sambel terasi yang tadi pagi dibuatnya.
-TSUZUKU-
Buwahahahaha.
Hohohohoho.
Thank's ya udah mbaca penpik penistaan chara-chara Fairy Tail ini. Maaf kalo ada yang sampe tersinggung gara-gara chara favoritnya terlalu dinistakan oleh author *sungkem minta ampun*
Yosh, mau kasih kritik dan saran silahkan klik tombol REVIEW di bawah yah. Kalo mau flame? Boleh sih, tapi mending ngeflame tumpukan sampah di pekarangan author yang udah menggunung. Hahahahaha.
See you in the hell *disambit readers*, emm maksudnya sampe jumpa di lain waktu lain kesempatan dan lain chapter.
Tapi ficnya gak lain. Masih sama berjudul FERI TUWIR.
