Chapter 2 : Kartu Nama
Disclaimer : Death Note © Tsugumi Ohba & Takeshi Obata
Another Note : The Los Angeles BB Murder Cases © Nishio Isshin
Warning : Sedikit OOC, Typo(s), AR, AU, Gaje, Alur kacau. Don't like? Don't read! Chapter ini amat sangat pendek.
Genre : Mystery & Crime
Rated : T
~HAPPY READING~
Enjoy…
Chapter 2 : Kartu Nama
"Anggrek Merah?"
"..." L Hanya meminum kopi manisnya, seteguk.
"Tetapi bukankah organisasi itu telah di nonaktifkan paksa, dua tahun lalu?" Suara wanita terdengar diseberang telepon.
"Saya bukan sedang membicarakan organisasi itu, Misora-san." Pria berbaju putih itu menaruh cangkir porselen di atas meja, kemudian melanjutkan, "dari keempat Wara Ningyo, terdapat kelopak anggrek merah yang disematkan didalam tubuh masing-masing boneka. Si pelaku sengaja meninggalkannya... " ucapnya menggantung. Di pandanginya cairan hitam pekat didalam cangkir.
"Untuk meninggalkan ciri khasnya?" Tebak wanita berambut hitam panjang.
"Lebih tepatnya, menantang saya."
Naomi hanya bisa tertegun. Tak habis pikir, ada orang yang berani... 'menantang' L.
"Baiklah Misora-san, Laporkan bila ada hal yang penting." Sambungan pun terputus sepihak.
Wanita cantik itu tak bergeming. Tubuhya terasa kaku. Tangannya sedikit gemetar, entah mengapa firasatnya tak enak. Digenggamnya telepon tanpa kabel di tangannya kuat-kuat. Jika L berkata demikian, berarti Si pelaku dibalik kasus ini tak bisa dianggap remeh.
.
.
.
.
"Tak akan semudah itu menangkap saya, ...L." Terlukis seringaian diiringi kekehan menjijikan.
_o0o_
"Watari, berikan saya semua benda yang di temukan di TKP." pinta L–yang sedang menggaruk-garuk kakinya–diatas sofa.
"Baik L. Yang pertama,... " Watari memulai.
" ...Boneka jerami yang di temukan bersama Tn. Bridesmaid Believe, total empat boneka. Yang kedua, di temukan bersama Nn. Quarter Queen, total tiga boneka. Yang ketiga, di temukan di tempat Tn. Backyard Bottomslash, total dua boneka. Dan yang ke empat ditemukan di tempat Tn. Willy Weastod, dengan total satu boneka." Jelas Watari panjang lebar, sembari menaruh sepuluh boneka jerami di muka meja.
"Dan di setiap masing-masing tubuh boneka, terdapat kelopak anggrek merah." tambah L, yang sedang meminum kopi super manisnya,
"Dari besar ke kecil," lanjutnya.
.
.
.
.
"L." Suara Watari menginterupsi kegiatan pemuda yang-sedang-menambahkan-gula kedalam cangkir kopinya, "ada sesuatu yang saya belum beri tahu kepada Anda," tambahnya lagi.
"..."
"Ada sebuah pesan misterius dibalik kartu nama korban." Watari pun menyerahkan kertas putih persegi panjang itu ke hadapan L–yang sedang asyik dengan makanan manisnya–kemudian melanjutkan, "kepolisian tak mengetahui hal ini."
Aktivitas L pun terhenti, teralihkan oleh bidang persegi panjang yang disodorkan Watari kepadanya. Di baliknya kertas tipis itu, menampakkan tulisan tak jelas bertintakan cat berwarna merah. Seketika pria penggila makanan manis itu pun terlonjak kaget.
'Ba... bagaimana mungkin?' matanya terbelalak tak percaya.
'Dan cat merah ini... bukanlah cat, melainkan...
...Selai strawberry'
Tubuhnya sedikit gemetar, "hm menarik." Senyum puas terukir di bibir pucatnya.
Di gengamnya kertas persegi panjang itu kuat-kuat. Membuat kertas itu menjadi sedikit morat-marit, kartu nama yang hanya bertuliskan...
Halo, L Lawliet.
To Be Continue
Bagaimana?
Ya, saya tahu ini memang aneh. Saya tahu ini memang gaje. Saya tahu ini memang terlalu pendek. Saya tahu alurnya gaje T^T
Saya kena WB berat. *mengumpulkan nyawa*
Saya minta maaf karena tidak meng-update lagi fic ini m(_ _)m
Terima kasih untuk Tsukishiro Rei, RukaAna, Kamikanda Shizuku, Misuji, RyanPotlot dan kalian yang sudi membaca fic saya :')
Berniat review?
