Disclaimer :Naruto belongs to Masashi Kishimoto and One Piece belongs to Eiichiro Oda
Crossover : Naruto x One Piece~
.
Title : Who Knows
Ratings : M
Genres : Friendship, Adventure, Battle, Sci-fic, Drama, Hurt/Comfort, Romance, etc
Pairings : Naruto x ?
Summary : Keadilan. Satu kata yang mempunyai banyak makna. Aku tak tahu apa yang namanya keadilan dan kebahagiaan itu. Aku pernah mendengar jika pemerintah lah yang menegakan keadilan. Tapi apakah yang kulihat selama ini adalah keadilan yang benar. Saa… Wakaranai. OOC / Maybe OC / Lime / Lemon / Smart!Naru / Strong!Naru / One Piece World / etc
.
.
.
Chapter 2 : The Day Before The End
"Ittai... sialan Sengoku-jiji, pukulannya sungguh masih terasa di kepalaku...". Rintih Naruto sambil berjalan. Dia kini sudah resmi keluar dari Angkatan Laut dan sedang berada di pulau Shabondy
"Maa... itu tak apa. Aku juga sudah bosan di Angkatan Laut". Kini langkahnya menuju ke arah suatu bangunan yang mirip seperti sebuah bar dengan tulisan, 'Shakky's Bar' di depannya. Naruto pun membuka pintu Bar itu dan mendapati seorang perempuan yang sedang merokok dan laki-laki tua berambut putih di dalamnya
"Yo, Rayleigh-ossan... Shakky-san". Rayleigh yang melihat kedatangan pemuda yang dikenalnya itu hanya tersenyum kecil
"Ohoo Naruto. Tak biasanya kau mau berkunjung ke tempat ini, disini tidak ada wanita-wanita cantik loh..."
"Oh, Naru-chan... Hisashiburi". Ucap Shakky di balik meja operator. Naruto pun hanya menyengir dan segera duduk di samping Rayleigh."Tolong segelas Bir Shakky-san...". Shakky pun mengangguk dan segera menuju kebelakang untuk mengambil bir terbaik untuk Naruto
"Oi, oi... apa kau menyebabkan masalah lagi di Angkatan Laut ?". Ucap Rayleigh sambil meminum minumannya. Naruto menghela nafas. Dia pun menyandarkan kepalanya dengan kedua tangannya dan memasang muka malas
"Aku keluar dari Kaigun...". Ucap Naruto malas
"Ohh... kau keluar dari- NANI ?". kini Rayleigh sedikit membelalakan matanya saat mendengar ucapan Naruto. Tak berapa lama Rayleigh pun tertawa dengan cukup keras. "Hahaha... tak kusangka kau keluar juga dari sana... hahaha"
Naruto masih memasang muka malasnya. "Yaah, lagipula sejak Sengoku-jiji dan Garp-jiji mengundurkan diri, suasana di Angkatan Laut jadi tak mengenakan lagi... aku benci itu"
Rayleigh yang sudah berhenti tertawa menenggak minumannya lagi dan memandang pemuda di sampingnya. "Yah, aku juga sudah mendengar jika Akainu yang akan di jadikan Fleet Admiral selanjutnya menggantikan Sengoku...". Naruto mengangguk
"Lalu... apa yang akan kau perbuat selanjutnya, apa kau akan menjadi Bajak Laut ?"
"Tentu saja tidak, aku sudah berjanji pada Sengoku-jiji jika aku tak akan menjadi Bajak laut...". Balas Naruto
"Hmm... lalu, apa kau mau kembali ke tanah itu ?". Lanjut Rayleigh yang kembali memasang senyuman khasnya
Naruto memandang tajam Rayleigh saat dia mendengar pria berambut putih itu mengatakan 'Tanah Itu', dia tahu tempat yang dimaksud Rayleigh. "Tidak... aku tak akan pernah lagi kesana. Lebih baik aku jadi penjahat kelas kakap saja atau pedagang ikan daripada harus menjadi orang-orang sampah seperti mereka..."
"Hahaha... kau laki-laki yang menarik Naruto. Kau sama seperti Luffy..."
Naruto pun tersenyum kecil. Dia kembali mengingat orang yang sempat membuat gempar Angkatan Laut itu. Kabur dari penjara Impel Down dan memasuki perang besar di Marine Ford hanya demi menyelamatkan kakak nya
"Mugiwara no Luffy ya. Dia memang anak yang menarik eh, Ossan...". ucap Naruto kemudian. Tak berapa lama Shakky pun kembali dan membawakan Naruto segelas Bir yang langsung diminum Naruto hingga tak bersisa
"Aku pergi dulu Ossan... kau tenang saja, aku hanya ingin mengikuti kemana era ini akan berjalan. Kau tahu sendiri kan maksudku... oh ya, sampaikan salamku kepada Luffy. Mungkin kami akan bertemu nanti di Shin Sekai... jaa na". Ucap Naruto yang segera keluar dari kedai milik Shakky
Shakky pun memandang Rayleigh dengan tatapan bertanya. "Apa aku ketinggalan sesuatu ?". Rayleigh sendiri hanya tersenyum. Dia memandang es beku yang berada di dalam gelas yang ada di genggamnannya dengan seksama. "Saa... aku tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Tapi kedua orang itu pasti berperan penting nantinya..."
"Hah ?". Shakky masih memasang muka bingung dan tidak maksud akan gumaman Rayleigh itu
.
.
.
Di Suatu Tempat di Dunia Baru
"Hoo... jadi si Sengoku mengundurkan dirinya ya, lalu apa kau tahu siapa yang menggantikannya". Ucap seorang pria yang mempunyai rambut merah dan tiga goresan di mata kirinya
"Menurut kabar yang beredar yang akan menjadi Fleet Admiral adalah Akainu, Okashira... nyam-nyam, dan juga setelah pertarungan untuk merebutkan jabatan itu aku dengar juga kalau Aokiji mengundurkan diri dari Angkatan Laut". Jawab orang yang dari tadi terlihat memakan makanan dengan lahap
"Hmmm, Souka...". Gumam orang berambut merah tersebut yang adalah salah satu Yonkou. Dia tidak memasalahkan jika sang Great Buddha itu pensiun dan digantikan oleh orang lain, tapi dia tertarik dengan perubahan besar-besaran yang dilakukan oleh Angkatan Laut nantinya
'Kalau memang benar Akainu menjadi Fleet Admiral dan Aokiji keluar dari angkatan laut berarti ada dua kursi Admiral yang akan kosong. Ini menarik, apa bocah itu akan mengambil posisi sebagai admiral... saa... aku tak tahu'
.
Grandline (Puncak Red Line) : Tanah Suci Marijoa
"Jadi... kalian bertiga sekarang mengundurkan diri ?". Sengoku terdiam mendengar ucapan dari atasannya itu, orang di depannya adalah Kong, atau juga mantan seorang Fleet Admiral Angkatan Laut yang sekarang berkerja untuk pemerintah dunia
Sengoku menghela nafasnya, niat awal yang hanya memberitahukan bahwa dia dan Garp saja yang akan pensiun tapi kini bertambah satu orang lagi. "Begitulah Kong-san, aku tak tahu alasan dari Naruto mengundurkan diri dan menolak jabatan Admiral yang ditawarkan kepadanya..."
Kong pun hanya terdiam, sebelum kembali berbicara. "Lalu, apa yang akan bocah itu lakukan nantinya ? apa kau tahu Sengoku ?"
"Saa, dia hanya bilang jika dia ingin bebas dan berpetualang saat dia pergi...". Balas Sengoku kepada atasannya itu
Kong mengangguk, dia memang tak punya wewenang atau hak jika seorang angkatan laut untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi sungguh dia menyayangkan nya, disisi lain meski kini jabatan Fleet Admiral sudah diisi oleh Akainu tapi dengan keluarnya Admiral Aokiji dan Wakil Admiral Uzumaki D Naruto yang adalah seorang yang mempunyai kekuatan sangat hebat dan menjadi pahlawan dalam perang melawan Yonkou Shirohige, mungkin akan sangat berdampak bagi Angkatan laut nantinya
"Baiklah kurasa tak ada pilihan lagi, tapi apa kau benar-benar ingin pensiun dari angkatan laut, Sengoku"
"Secara jabatan aku memang sudah menggantungkannya, tapi aku akan melatih para generasi angkatan laut selanjutnya... itu yang akan aku lakukan Kong-san...". Kong pun mengangguk mendengar perkataan Sengoku
"Dan untuk dua jabatan Admiral yang baru...". Kong menghentikan kegiatan menulisnya sebentar dan memandang Sengoku lagi
"Aku merekomendasikan-..."
.
.
.
Naruto berjalan dengan pelan mengikuti jalan setapak yang ukurannya cukup lebar itu. Semilir angin khas lautan East Blue menerbangkan beberapa helai rambut pirangnya yang sedikit panjang namun kalem itu
"Haaa, aku rindu sekali angin lautan ini. Terasa tenang dan nyaman...". Gumam Naruto kepada dirinya sendiri. Dia kini sedang berada di East Blue atau lebih tepatnya berada di sebuah desa dengan nama desa itu adalah Desa Syrup (a/n : Kampung halaman Ussop)
Direksi jalan Naruto terus berlanjut, dia menuju sebuah padanag bunga yang kebetulan dia lihat. Naruto tersenyum memandang bunga-bunga yang tengah bermekaran itu, entah kenapa hatinya merasa tenang dan nyaman saat memandanginya
"Ano...". Naruto membalikan badannya saat mendengar ada seorang yang berbicara atau lebih tepatnya berkata. Dia kemudian menemui seorang wanita yang tampaknya masih cukup muda, wajahnya cantik, kulitnya putih bersih dan dia mempunyai rambut pirang pucat
"Aaa, maaf. Aku hanya melihat-lihat saja... apa bunga bunga-bunga itu kau yang merawatnya". Ucap Naruto
Wanita itu mengangguk, dia tersenyum kepada Naruto sebelum kemudian berjalan kearah bunga-bunga itu dan mulai menyirami nya dengan siraman yang tadi dibawanya
"Ya, aku yang merawatnya...". Ucap wanita itu. "Tuan terlihat asing disini, apa tuan seorang pengunjung dari luar pulau ?"
Naruto menggaruk belakang kepalanya, dan tersenyum canggung. 'kupikir dia tidak tahu siapa aku, baguslah... akan sangat merepotkan kalau dia tahu... tapi, wanita ini cantik juga'
"Aaa... ya begitulah, aku datang dari luar pulau ini dan kebetulan aku melihat bunga-bunga cantik ini saat aku berjalan-jalan mengelilingi pulau ini..."
Wanita itu pun tersenyum. "Ah, terima kasih pujiannya tuan..."
"Hei, aku belum terlihat tua kan. Panggil saja aku Naruto... itu akan jadi lebih baik". Ucap Naruto
Wanita itu pun mengangguk, entah kenapa dia percaya jika orang di depannya sekarang itu bukanlah orang yang jahat. "Baiklah Naruto-san... aa, aku juga belum memperkenalkan namaku. Namaku adalah Kaya... salam kenal Naruto-san"
Naruto pun tersenyum. "Salam kenal juga Kaya-chan...". Kaya memerah mukanya saat melihat senyuman Naruto
"A, apa kau masih ingin mengitari pulau ini... k-kalu mau akan aku temani". Narutopun tertawa kecil saat melihat ekspresi gugup dari Kaya. "Baiklah, kurasa aku juga butuh seseorang yang sudah hafal dengan tempat ini untuk menemaniku"
Kaya pun mengangguk. Dan akhirnya Naruto pun kembali mengitari desa Syrup itu yang kini dia ditemani oleh Kaya.
.
Langit sore kini menjadi penghias di atas sana, matahari yang sebentar lagi akan kembali ke peraduannya itu pun mengeluarkan cahaya nya yang terlihat mewarnai langit seperti warna emas di ufuk barat itu
Naruto dan Kana pun kini sudah berdiri di sebuah bangunan kecil namun terlihat nyaman untuk ditinggali. "Etto, apa kau yakin Kaya-chan... jika aku masuk kerumahmu ?"
Kaya pun hanya mengangguk dan kemudian segera membuka pintu rumahnya dengan kunci yang sebelumnya diambilnya dari saku roknya. "Ya, masuklah... hari sudah malam kan. Lagipula kau juga belum menemukan penginapan bukan ?"
"tapi..."
"masuklah...". Naruto pun akhirnya pasrah dan memutuskan untuk masuk kerumah gadis itu. Dia sebenarna senang jika gadis itu kini tertarik kepadanya tapi dia juga tak ingin berbuat tidak baik terhadap gadis itu, walau mereka kini sudah lebih akrab dari pada siang tadi
Saat Naruto masuk kedalam rumah itu dia menemukan sebuah ruangan yang tidak terlalu luas namun sangat nyaman untuk di tinggali. "Kau duduklah disitu Naruto-san, akan aku buatkan teh sebentar...". Naruto pun mengangguk. Dia meletakan Katananya di sebelah sofa dan mendudukan tubuhnya di sofa empuk itu
Naruto memandang sekeliling yang adalah ruang tamu itu. Dia menjumpai beberapa foto yang terpajang di dinding-dinding ruang tamu itu. Direksinya menatap satu foto yang berada di pojok ruang tamu itu, disana terpajang photo yang ia yakini adalah Kaya dan seseorang yang tampaknya dia kenali dalam foto itu
'Hidung panjang... sepertinya aku kenal dengan orang itu, tapi siapa ya'
Memutuskan untuk mengenyahkan pikirannya Naruto kembali duduk dengan tenang, tak lama kemudian Kaya kembali dengan dua cangkir teh dan beberapa makanan kecil
Mereka pun bercakap-cakap satu sama lain, mengobrolkan ini-itu. Dan mereka berdua pun makan malam bersama di rumah Kaya dengan tentu saja Kaya sendiri yang memasak, Naruto hanya memandang Kaya yang memasak dengan tersenyum. Entah kenapa dia sedikit tegang saat melihat Kaya yang sedang memasak dari arah belakang. Dia pun menggelengkan kepalanya, dia harus tenang dan tidak terbawa oleh nafsunya
.
"Kau boleh mandi dulu Naruto-san...". Ucap Kana dari dalam kamarnya
"Apa tak apa aku mandi dulu ?". "Ya...". Naruto pun hanya mengangguk dan melepas jubah hitamnya sebelum kemudian masuk ke kamar mandi dan melepaskan pakaiannya di sana
Naruto yang kali ini tengah berendam dalam bak mandi itu tampak menatap langit-langit kamar mandi itu dengan tatapan sulit untuk masih memikirkan tentang keputusannya beberapa hari yang lalu juga dia tetap seorang yang mempunyai rasa keadilan yang tinggi, tapi melihat bagaimana keadilan di dunia sekarang dia sama sekali tak habis pikir
"Hah, percuma saja memikirkan itu...". Naruto pun menenggelamkan sebagian kepalanya ke dalam air sampai dia di kagetkan dengan sebuah suara dari pintu geser kamar mandi itu dan mendapati Kaya berdiri disana dengan hanya memakai handuk saja
"K-Kaya-chan...". sungguh Naruto kali ini hanya bisa melongo, memang sebelumnya dia pernah beberapa kali berkencan dengan beberapa marinir perempuan tapi untuk kali ini dia tak bisa berkutik. Dan tentu saja pemandangan di depannya itu membuat kejantanannya mengeras walau belum sempurna tapi mengeras tetap saja mengeras
Muka Kaya tentu saja memerah. "Na-naruto-san... aku akan menggosok punggungmu". Ucap Kaya dengan gugup, dia sendiri entah kenapa merasa gugup sekarang dan detak jantungnya berdetak dengan kencang
.
Suasana Absurd melanda keduanya, Naruto kini tengah duduk di sebuah bangku kecil dan Kaya sedang menggosok punggung Naruto dari belakang. Keduanya tidak ada yang memulai percakapan sehingga keadaan hening pun menjadi latar belakang kedua insan itu
"Ng-ngomong-ngomomg kau berasal dari mana Naruto-san... apa kau berasal dari luar east blue ?". tanya Kaya secara tiba-tiba kepada Naruto. Naruto diam sebentar, dia memutuskan untuk tidak menjawab langsung pertanyaan Kaya
"e, uhmm... yah bisa dikatakan begitu". Ucap Naruto agak canggung. Dia tidak boleh berbicara sembarangan sekarang
"Aa... souka". Setelah Kaya mengucapkan satu patah kata itu suasana kembali menjadi hening, Naruto dan Kaya sama-sama tak ingin membuka percakapan lagi sampai acara mandi itu selesai
Kini Naruto tengah duduk di sofa ruang tamu, dia terlihat sedang merenungkan sesuatu. Dia sendiri bingung, entah kenapa saat tadi di kamar mandi walau dia merasa nafsunya meningkat tapi dia tak ingin berhubungan dengan wanita lain
Kaya memang mempunyai wajah yang cantik, sangat cantik malah. Dan dia juga mempunyai tubuh yang sangat seksi tapi...
"Aaa, mou...". geram Naruto tiba-tiba karena pikiran-pikirannya itu
Tak lama kemudian Kaya pun datang dengan pakaian yang sudah lengkap dia terlihat membawa sebuah selimut dan bantal
"Maaf Naruto-san, di rumah ini hanya ada satu kamar... jadi"
"aa, aku mengerti... aku bisa tidur di sofa ini". Jawab Naruto dengan senyum kecilnya
Kaya pun mengangguk, setelah memberikan selimut dan bantalnya kepada Naruto dia langsung pergi ke kamarnya. Sedangkan Naruto sendiri dia bersiap untuk tidur
'Keadilan... apakah semua itu omong kosong ? aku tak tahu' pikir Naruto sebelum dia berangkat ke dunia mimpinya
.
~To be Continued~
.
.
A/N : Yah, terkesan banyak TYPO nya yah. Gomen ne... awalnya Ryu mau kasih LEMON di chap. Ini,,, tapi entah kenapa jadi nggak jadi deh buat adegan LEMON nya. Gomen ya...
Untuk kedepan disini Naruto akan lebih banyak berhubungan dengan organisasi Underground, dan dia tidak terikat baik di Sekai Seifu, Marine, maupun Bajak Laut. Tapi tentu saja Naruto akan selalu berhubungan dengan Mugiwara no Ichimi nantinya
Dan untuk kekuatan Naruto, Minna-san bisa menebaknya sendiri... hehe
Jaa, ne
—II—
