I WILL REMEMBER YOUR VOICE

Cast: KyuMin pair!

Summary : Sungmin. Namja manis yang memiliki penyakit anemia akut, divonis tidak akan hidup lama lagi. Kyuhyun sang 'Blue Voice' kehilangan suaranya! Sungmin yang amat menyanyangi kyuhyun merelakan segalanya…

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari otak author yang tiba tiba memunculkan ide ini. So, KyuMin tetep milik diri mereka sendiri .

Genre : Drama, Romance.

Rated : T

Warning: Segala sesuatu yang salah di ff ini adalah kesalahan author. Tapi author maunya begini, jadi kalau ada yang menurut readers salah, dimaklumin aja yah. *plak*

Atap sekolah biasanya menjadi tempat untuk siswa membolos karna bosan dengan pelajaran atau malas. Dan disinilah sungmin sekarang. Duduk di salah satu kursi yang disenderkan ke tembok dan kursi itu telah ada sejak lama, memang sengaja disiapkan mungkin?

Kedua matanya memandang pemandangan langit yang begitu cerah dan indah, ditelinganya telah terpasang headset putih yang tersambung ke i-pad miliknya. Di samping kaki kirinya terdapat plastik yang berisi obat-obatan, sedangkan di tangannya terdapat botol air.

"Hahh.." sungmin mendesah berat. Lalu dengan perlahan, ia mengeluarkan butir-butir obat itu dan ditaruhnya di tangan kanannya. Ia meminum sekitar 6 pil obat sekaligus, lalu minum air agar pil-pil itu masuk ke dalam tenggorokannya.

Sungmin menyenderkan kepalanya ke tembok, kedua tangannya ia lipat dan ia menaikkan kakinya diatas kursi lainnya. Kedua bola matanya tertutup secara perlahan, nafasnya mulai teratur menandakan ia telah tertidur karna efek dari meminum obat.

Kyuhyun berjalan menjauhi kelasnya, padahal bel masuk telah berbunyi sekitar beberapa menit yang lalu.

"Kyu? Kau tidak menuju ke kelas?" tanya salah seorang teman kyuhyun, changmin.

Langkah kyuhyun terhenti, lalu ia menatap teman sekelasnya dengan malas. "Tidak. Aku... ingin ke suatu tempat. Mau memastikan sesuatu mungkin?"

"Kau membolos?" kelopak mata namja yang di juluki food monster itu melebar, memang akhir-akhir ini sahabatnya sering membolos di jam jam segini.

"Ya, kau mau ikut? Ah tidak, kau tidak boleh ikut. Tapi kau boleh membolos, tapi jangan ikut aku." Jawab kyuhyun dengan ribet. Sebenarnya kau mau bicara apa cho?
"Yah, aku tidak mau membolos. Kau tau sendiri pacarku si vict akan menyita game-game ku kalau aku tau aku membolos." Dengus changmin.

"Itu urusanmu. Siapa suruh punya pacar."

"Yah! Itu lebih baik, daripada kau yang tak memiliki pacar. Atau jangan-jangan kau belum pernah jatuh cinta ya? Hahaha..." ledek changmin.

Kyuhyun mendelik malas pada changmin, lalu ia memandang ke koridor yang terlihat lenggang. "Aku memang tidak memiliki pacar, tapi aku mencintai seseorang."

"Eh?" changmin menghentikan tawanya. Matanya menatap kyuhyun dalam, lalu tatapan itu berubah menjadi lembut. Changmin maju perlahan ke arah kyuhyun, tangannya menepuk pundak kyuhyun pelan, lalu berbisik "Perjuangkan cintamu, atau... kau akan menyesal nanti."

Kyuhyun terhentak. Matanya menatap punggung changmin yang kini berjalan membelakanginya sambil mengayunkan tangannya, memberikan salam perpisahan. "..Menyesal?"

.

.

.

Kyuhyun melangkah kakinya ke tempat ia berada akhir-akhir ini. Atap sekolah.

Ia ingin memastikan sesuatu. Tangannya kini memegang kenop pintu lalu memutarnya, dan pintu itu terbuka. Ia melangkahkan kakinya tepat di tengah-tengah. Matanya melirik kesana kemari, mencari sesuatu.

Matanya terhenti pada satu sosok yang memang tengah ia cari. Sungmin. Lagi-lagi pria ini berada disini, pikir kyuhyun.

Kyuhyun mendekat ke arah sungmin. Senyum tercetak jelas saat mata kyuhyun melihat sungmin tertidur dengan lelap. Tangannya menyingkirkan poni sungmin yang sudah hampir menutupi matanya, lalu tangannya terhenti pada kedua pipi chubby sungmin. Dalam hati, tak ada henti-hentinya ia memuji pahatan tuhan didepannya yang begitu indah.

Kyuhyun meneliti di sekitar sungmin, lagi lagi ia menemukan plastik yang berisi obat-obatan. Kyuhyun mengambil obat-obatan yang berada didalam plastik tersebut. "Sebenarnya obat apa semua ini? Setiap kali aku menemukanmu disini, kau pasti bersama obat-obat ini. Hyung sebenarnya kau sakit apa?"

Kyuhyun meletakan obat-obat seperti semula, ia duduk disamping sungmin. Kyuhyun melepaskan jas sekolahnya, lalu ia menyelimuti sungmin dengan jas itu. Kini jarak wajah kedua sangat dekat, entah keberanian darimana kyuhyun mengecup dahi sungmin dengan lembut.

"Aku tidak tau kau sakit apa, tapi aku menginginkan kau sembuh minnie hyung. Saranghae." Bisik kyuhyun pelan.

Kyuhyun menyenderkan kepalanya ke tembok persis seperti sungmin, lalu ia menutup matanya untuk menyusul sungmin ke alam mimpi.

.

.

.

"Eghh.. akh.." Kyuhyun meringis kesakitan ketika ia terbangun dari tidurnya. Entah kenapa tenggorokannya sering sakit akhir akhir ini, rasanya seperti ada seseorang yang melukai lehernya dengan benda tajam.

Kyuhyun menarik nafas sedalam dalamnya, lalu ia menghembuskannya secara perlahan, berharap rasa sakit itu hilang. Ia memejamkan matanya erat-erat, kedua tangannya memegang lehernya yang terasa sangat sakit. Sekarang tangan kanannya digunakan untuk menggosok bagian tenggorokannya, sedangkan tangan kirinya terkepal kuat menahan sakit.

Perlahan, rasa sakit itu menghilang. Kyuhyun segera beranjak dari tempatnya, pergi dari atap sekolah. Niatnya untuk menunggu sungmin bangun pun hilang, karna ia tidak mau sungmin melihatnya yang sekarang sedang kesakitan.

Kyuhyun berniat pergi ke ruang uks, namun niatnya terhenti karna yesung songsae yang tiba-tiba muncul didepannya.

"Yo kyu! Kau.." perkataan yesung terhenti saat melihat kyuhyun yang memegangi tenggorokannya. Tanpa ba-bi-bu yesung segera menarik tangan kyuhyun menuju ke ruang uks.

.

.

"Aku tidak tahu kau sakit apa, tapi minum ini." Yesung memberikan cairan berwarna hijau pekat dan sebuah pil berwarna merah. Kyuhyun hanya memandang horror benda yang yesung katakan bernama obat. Kyuhyun menatap memelas pada yesung, berharap agar ia tidak perlu meminum obat itu.

"Mungkin setelah meminum itu kau bisa bicara. Cepat minum! Aku sibuk." Namun naas bagi kyuhyun, ternyata yesung tidak mengerti maksud dari tatapan memelas kyuhyun.

Kyuhyun meneguk ludahnya dengan susah payah saat obat itu berada di tangannya. Jangankan meminumnya, melihatnya saja sepertinya sudah membuat kyuhyun mual.

Perlahan, mangkuk itu didekatkan ke mulutnya, matanya terkatup rapat, dalam hatinya ia terus berdoa agar tidak kenapa-kenapa seusai meminum obat itu.

.

.

Entah sudah beberapa kali kyuhyun menahan rasa mual di perutnya. Sekarang ia terlihat seperti ibu hamil yang sedang morning sick, menyeramkan. Dalam hatinya kyuhyun terus mengumpati yesung songsae yang memberikannya minuman aneh itu. Apalagi setelah kyuhyun selesai meminum obat itu, yesung songsae langsung menghilang entah kemana. Jadilah kyuhyun 'morning sick' sendirian di ruang uks.

Sungmin membuka matanya perlahan. Mata indahnya yang tadi tertutup kini sudah terbuka lebar. Aroma parfum yang familiar langsung menyeruak ke dalam indra penciumannya.

"Kyuhyun.." gumam sungmin saat melihat jas sekolah kyuhyun yang menyelimuti tubuhnya. "Tidak salah lagi, ini adalah parfum milik kyuhyun. Jadi tadi kyuhyun disini?"

Sungmin segera beranjak dari duduknya, lalu turun untuk mencari kyuhyun. Belum sempat tujuannya untuk mencari kyuhyun, sungmin sudah kepergok oleh ketua kelasnya, Suho.

"Sungmin-ah? Kau dari mana? Kelas sudah masuk dan sekarang sudah berganti pelajaran. Kau harus masuk ke kelas sungmin-ah." Pergok suho saat mendapati sungmin yang sedang berjalan di lorong sekolah.

"Oh.. begitu? Memangnya kenapa? Aku sedang ingin membolos suho-sshi." Jawab sungmin ketus.

"Kau tau? Sekarang adalah jam pelajaran Yunho songsae,kau mau dihukum habis-habisan olehnya karna membolos?" jawab suho, membuat sungmin melotot lebar.

Sungmin menepuk jidatnya menggunakan sepatu *eh salah, menggunakan telapak tanganya. "Aku lupa." Seru sungmin horror. Dengan amat amat tidak ikhlas, sungmin kembali ke kelasnya, diikuti suho.

.

.

.

"Bulan depan akan ada pementasan drama, bukankah naskah drama kelas kita yang terpilih untuk di pentaskan?" Ujar Yunho songsaenim pada kelas sungmin.

"Ne." Jawab para murid serempak.

"Apakah kalian sudah tau bagaimana naskah drama kita?" Tanya yunho songsae. Banyak siswa yang menggeleng, namun ada sebagian yang mengangguk.

"Baiklah sebelum kalian mengetahui naskah drama kita. Aku akan memberikan kalian informasi penting. Dalam drama kali ini, kita akan berkolaborasi dengan kelas sepuluh. Lebih tepatnya kelas sepuluh gold, kalian tahu sendiri bukan seperti apa kelas sepuluh gold?" Jelas Yunho songsae.

Terdengar bisik bisik di seluruh penjuru kelas. Meskipun sekolah ini seluruhnya namja, namun jangan salah karna pasti ada saja namja yang suka bergosip seperti yeoja.

'Benarkah? Kita akan berkolaborasi dengan hoobae kelas gold?'

'Aku akan pakai kesempatan ini untuk mencari uke'

'Aku akan mencari seme yang cocok'

'Aku akan membuat pada hoobae itu kagum padaku'

'Seperti apa hoobae kelas gold itu ya?'

'Banyak yang bilang mereka hebat hebat ya?'

Begitulah bisik-bisik yang terdengar, sedangkan sungmin hanya menghela napas mendengar ocehan norak teman-temannya.

"Psst psstt sungmin-ah! Sungmin-ah!" Sungmin menoleh ke arah samping, dimana Jinki –teman sekelas sungmin- memanggilnya dengan berbisik-bisik.

"Wae?" jawab sungmin.

"Kau memiliki teman di kelas hoobae gold kan?" Tanya jinki.

Sungmin memutar bola matanya malas, temannya satu ini terlalu berbasa-basi. Pasti jinki ingin meminta sungmin untuk mendekatkannya dengan salah satu siswa gold itu.

"Langsung saja ke intinya jinki." Jinki hanya cengengesan mendengar jawaban to the point sungmin.

"Kalau kau ingin ke kelas itu, ajak aku ya. Dan bantu aku untuk mendekat pada anak bernama Kim Keybum, okey?"

"Hmm" sungmin hanya menjawabnya dengan deheman dan anggukan. Tapi itu sudah dianggap cukup oleh jinki, buktinya sekarang ia senyum-senyum tak jelas setelah mendapat persetujuan dari sungmin.

Untuk apa sungmin ikut-ikutan heboh seperti teman-temannya. Ia bersahabat dengan kyuhyun, apalagi kyuhyun adalah murid gold yang di bangga-banggakan jadi jangan heran jika para hoobae gold sudah biasa jika mellihat sungmin yang tiba-tiba masuk ke kelas mereka.

Yang membuat sungmin berdebar-debar adalah drama yang akan dipentaskan. Menurut analisa sungmin yang akan terpilih menjadi tokoh utama adalah murid yang terkenal. Di kelas gold yang terkenal adalah Cho Kyuhyun yang terkenal karna kejeniusannya dalam bidang matematika dan ketampanannya, Kim Kibum yang selain tampan juga pintar dalam segala jenis teori terutama komputer, Choi Siwon tampan dan tubuhnya yang perfekeksionis plus kaya, Choi Minho aura charmingnya dan jangan lupakan tinggi badannya dan senyumnya yang dapat meluluhkan hati namja maupun yeoja. Salah satu dari mereka pasti akan terpilih untuk menjadi tokoh utama dalam drama nanti.

Sungmin tidak mengkhawatirkan siapa yang menjadi peran utama nanti, namun siapa yang akan menjadi lawan main kyuhyun nanti jika kyuhyun yang terpilih? Dia pasti tidak akan ikhlas jika kyuhyun dipasangkan dengan orang lain. Cemburu eoh?

"Diam!" Perintah yunho songsae, membuat semua murid yang tadinya tak berhenti mengoceh menjadi hening.

"Untuk masalah naskah dan pembagian peran, kalian bisa ke ruang aula seusai pulang sekolah nanti. Arraseo?"

"Arraseo songsaenim~" jawab para siswa serempak.

"Pembagian peran dan naskah akan di diskusikan di aula. Sepulang sekolah, kalian harus kesana. Arraseo?"

'Kolaborasi dengan kelas sebelas ya, tepatnya dikelas minnie hyung' pikir kyuhyun. 'Apakah minnie hyung akan terpilih menjadi peran utamanya? Kalau iya, lawan mainnya siapa ya?' lanjutnya.

"Hei Kyu, kau sudah memperkirakan siapa yang akan menjadi peran utama?" tegur choi siwon. Salah satu teman sekolah sekaligus teman bisnis appanya kyuhyun.

"Tidak, aku tidak perduli soal itu." Jawab kyuhyun cuek.

Siwon mengedikkan bahunya cuek, lalu ia menolehkan pandangannya ke arah namja pendek dengan kulit seputih salju dan ekspresi sedingin salju pula. "Kau bagaimana kibummie?" tanya siwon pada namja yang duduk disamping kyuhyun, kim kibum.

"Terserah." Jawab kibum singkat.

Kyuhyun hanya menyeringai jahil saat mendengar jawaban cuek kibum untuk siwon. Hampir seluruh murid tau bahwa siwon menyukai kibum, karna dimana ada kibum disana ada siwon.

"Kyu hyung! Nanti beritahu aku siapa saja yang dapat peran ya! Aku ada urusan." Ucap minho santai.

Kyuhyun mendelik malas pada minho, temannya yang satu ini sering sekali seperti ini. "Berhentilah mengajak taemin membolos minho-ya." Nasihat kyuhyun pada minho.

Minho tersenyum seperti tanpa dosa pada kyuhyun, sedangkan kyuhyu mendelik malas.

"Nanti akan kuhubungi padamu kalau sudah diselesaikan hasil perannya." Ucap kyuhyun final.

"Mwo?! Apa-apaan naskah ini?!" teriak sungmin saat para siswa diberikan naskah drama yang akan dipentaskan.

Di lain sisi ruangan juga banyak yang terkaget-kaget ataupun kecewa bahkan ada yang merasa aneh. Jelas saja terasa aneh. Di naskah ini terdapat peran yeoja, sedangkan mereka semua adalah namja. Lalu siapa yang akan memerankan peran yeoja?

"Jangan bilang kalau para uke yang menjadi peran yeoja." Duga kibum yang berada di samping kyuhyun dan sungmin.

"Ha ha ha" sungmin tertawa kikuk. Yang benar saja? siapapun yang membuat naskah ini, dijamin orang itu akan dikutuk oleh banyak orang.

"Missing you? Kupikir drama ini akan menjadi drama romance.." ucap kyuhyun sambil terus membolak balikan kertas naskahnya.

"Kita akan mendiskusikan siapa saja yang menjadi tokoh dalam drama kali ini. Dimulai dari pemeran utama. Untuk Marcus, siapa yang menurut kalian cocok atau ada yang mengajukan diri?"

"Siwon!"

"Kyuhyun!"

"Kibum terlalu uke, jadi tidak bisa ya?" Rasanya dahi kibum berdenyut kesal saat mendengar ocehan yang satu itu.

"Suho!"

"Minho?"

Terdengar seruan-seruan dari mulut para siswa, terdengar tanda-tanda keributan, sang MC-pun akhirnya menengahi.

"Baiklah, kita vote. Silahkan kalian pilih siswa yang menurut kalian cocok menjadi marcus di papan blackboard ini."

Satu persatu siswa mulai menorehkan garis untuk mewakilkan usul peran mereka.

"Baiklah apa ada yang ingin mem vote lagi?"

"..."
"Kurasa tidak. Baiklah kami akan membacakan hasil perolehan suara. Siwon dengan hasil 14, Minho dengan hasil 11, Suho dengan hasil 13, dan terakhir kyuhyun dengan hasil 21! Wow! Untuk kyuhyun-sshi silahkan naik ke atas podium!" seru sang MC.

Kyuhyun hanya mendesah kasar. 'Kenapa harus aku?' batin kyuhyun. 'Kenapa kyuhyun?' batin sungmin.

Dengan gagah kyuhyun menaiki podium. Riuh tepuk tangan membanjiri aula saat kyuhyun telah sampai di podium. Bahkan sungmin sampai heran, ini acara pemilihan peran atau pemilihan gubernur?

"Aku.. sejujurnya tidak menginginkan peran ini." Ucap kyuhyun

"Jinjja? Ada apa kyuhyun-sshi?" tanya sang MC.

"Aku tidak terbiasa bermain drama." Jawab kyuhyun singkat. Lalu tanpa salam, kyuhyun langsung turun dari podium dan kembali duduk di tempatnya semula.

"Baiklah peran Marcus adalah Cho Kyuhyun-sshi. Dan sekarang adalah peran Vicent! Silahkan para siswa vote seperti tadi!"

Satu persatu siswa kembali maju. Kebanyakan dari mereka memilih para namja yang memiliki jiwa uke, termasuk kibum dan sungmin. Kyuhyun sampai tertawa keras saat untuk pertama kalinya nama kibum dan sungmin berada di papan blackboard.

Sungmin masih setia mengerucutkan bibirnya, sedangkan kibum tak ada henti-hentinya menggeplak kepala kyuhyun ketika pria itu mulai tertawa lagi.

"Whoa! Kali ini sungmin-sshi yang terpilih!" Ucap salah satu MC yang akhirnya medarkan tiga namja itu dari tindakan mari-menindas-kyuhyun.

"A-apa? aku?" Kaget sungmin.

"Ya. Sungmin-sshi silahkan naik ke podium." Ujar sang MC.

Sungmin masih setia dengan ekpresi kagetnya, sedangkan kibum mengelus dadanya karna lega.

"Sungmin-sshi?"Ulang sang MC karna sungmin tak kunjung naik ke atas podium.

"Minnie hyung!" Tegur kyuhyun. Dengan gerakan agak kasar, kyuhyun memaksa sungmin untuk bangun dan naik ke atas podium.

Kyuhyun senang bukan main tentu saja, karna ia sudah membaca naskah ini tadi, dan di naskah ini terdapat adegan mesra sepasang kekasih.

Sungmin berdehem dia atas podium untuk menghilangkan kegugupannya, sedangkan kyuhyun bersmirk ria.

"Aku... sebenarnya aku tidak tahu kenapa aku bisa terpilih dalam peran ini. Tapi aku akan melakukannya sebaik mungkin." Pidato sungmin. Ya, sungmin akan melakukannya. Karna lawan mainnya adalah kyuhyun, ia percaya semua akan baik-baik saja. Dan jika mengingat penyakit sungmin yang semakin parah, mungkin ini adalah drama terakhirnya. Sungmin tersenyum kecut saat ia turun dari podium dan kyuhyun memeluknya.

"Kita akan bermain peran bersama hyung!" seru kyuhyun semangat.

"Ya semoga kita berhasil.." dan semoga aku bisa bertahan hingga akhir, lanjut sungmin dalam hati.

TBC

Chapter 2 is up! Mianhae karna di chapter sebelumnya sangat banyak-banyak-banyak typo. karna di chapter sebelumnya author update lewat hp, pengen nyoba-nyoba jadi kena deh akibatnya u.u

Untuk siders keluarlah untuk mereview :D author butuh revew kalian :D

Review = Chapter selanjutnya

Review ya reader-sshi :D