Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rated: T semi M for languange

Genre: Romance/Hurt/Comfort/Angst

Pairing: SasuSaku/SasoSaku/SasuKarin (Pairing bisa bertambah nanti)

Warning: Typos, alur kecepetan dll. DON'T LIKE DON'T READ, DON'T LIKE DON'T REVIEW.

.

.

Let's reading minna!

.

.

Matahari masih malu malu menunjukkan sinarnya. Hari masih gelap dan sepi tetapi keadaan tersebut berbanding terbalik dengan suasana di sebuah kamar bernuansa soft pink tersebut. Seorang gadis –Sakura- sudah mandi dan memakai baju maidnya. Dress hitam 5 centi di atas lutut yang dibawahnya agak mengembang dan dikelilingi renda putih. Ditambah kaus kakis sepanjang betis dan sepatu fantopel hitam. Sakura mengambil sedikit rambut dibagian atas kepalanya dan menguncirnya. Sebenarnya jika dilihat lebih rinci, mata Sakura sedikit bengkak dan sembab. Maklum karena kemarin sehabis pulang dari sekolah, Sakura langsung mengunci diri dikamarnya dan menangis sepuasnya. Tiba tiba terlintas ingatan kemarin di atap sekolah. Sakura langsung menggeleng gelengkan kepalanya sebelum matanya tambah bengkak lagi dan keluar dari kamarnya.

"Ohayou." Ujar Sakura dengan ceria. Maid yang lain menoleh tersenyum dan membalas sapaan Sakura.

"Ohayou Sakura-san."

"Ohayou Sakura-chan. Kau sudah baikan?" Tanya Tenten dengan wajah khawatir. Tenten adalah sahabat Sakura di rumah ini. Ia sangat baik dan mengerti Sakura.

"Aku tidak apa apa Tenten-chan." Ucap Sakura seraya tersenyum manis.

"Syukurlah, aku khawatir sekali padamu. Kemarin sepulang sekolah kau langsung masuk kamar." Ujar Tenten lega.

"Oh ya ada yang perlu dibantu?" Tanya Sakura seraya mengambil piring kotor dan ingin mencucinya tapi ditarik oleh Shion –maid lainnya-.

"Tidak usah, tugasmu kan hanya mengurus keperluan Tuan Muda. Sebaiknya kau bangunkan dia! Ini sudah hampir jam 6.

"Baiklah, aku bangunkan Sasuke-sama dulu ya." Ujar Sakura dan beranjak pergi melangkah ke arah kamar Tuan Muda.

Tok Tok

"Sasuke-sama, bangun! Ini sudah pagi, anda harus ke sekolah." Teriak Sakura dengan nada lembut. Sudah 10 menit Sakura menggedor gedor pintu Sasuke namun tidak digubris sama sekali. Akhirnya ia mencoba masuk ke kamar dan membangunkannya.

Cklek

Sakura masuk perlahan ke kamar Sasuke. Ia melihat Sasuke tidur membelakanginya seraya memeluk guling. Sakura mengambil nafas lalu mengeluarkannya. Dia sedikit gugup mengingat kejadian kemarin. Sakura menyentuh bahu kekar Sasuke dan menggoyang goyangkannya.

"Sasuke-sama, sudah pagi. Anda harus sekolah." Ucap Sakura lembut. Sasuke masih tetap tidak bergeming. Digoyang goyangkan terus bahunya sampai akhirnya Sasuke bergerak dan menurunkan selimut yg menutupi dirinya sampai pinggang. Sakura terkejut melihat Sasuke yang tidak memakai baju ditambah ada seseorang yg tidur dikasur yg sama.

"Hn." Hanya kata itu yang terlontar di pita suara Sasuke. Sakura membungkuk sedikit sambil menggumam kata 'permisi' lalu segera keluar dari kamar Sasuke dan menutup pintunya.

.

Sakura berlari ke arah kamarnya, membuka pintunya, masuk lalu mengunci pintunya. Ia bersender di pintu seraya mengusap kedua matanya yang kini mulai berair. Sekarang yang dipikirannya hanyalah kejadian di kamar barusan. Rasanya sesak. Sakura meremas baju dibagian dadanya, dirinya yang sudah lemas perlahan turun dan duduk di balik pintu. Jika boleh memilih, ia lebih baik membantu Shion tadi daripada membangunkan Sasuke. Bagaimana tidak sesak ketika melihat orang yang sangat kita cintai ditemukan sedang tidur dengan wanita lain?

.

Setelah merespon Sakura tadi, Sasuke menengok ke arah samping kirinya. Ia mendengus dan bangun dari kasurnya. Gerakan itu membuat wanita disampingnya ikut terbangun. Setelah sadar sepenuhnya wanita itu menatap manja Sasuke. Sasuke hanya menatapnya dengan datar.

"Darl, mau kemana?" Ujar gadis berambut merah itu seraya mulai setengah duduk menyender pada senderan kasur memegang selimut yang menutupi dadanya.

"Karin, sejak kapan kau dikamarku?" Tanya Sasuke datar. Gadis yang dipanggil Karin tadi masih tersenyum nakal.

"Uh, kau ini! Aku kan merindukanmu Sasuke-kun. Sejam saja tak melihatmu membuatku rindu." Ucap Karin dengan nada menggoda. Sasuke mendengus. Ia mengambil handuk dan melangkah ke kamar mandi. Karin yang diacuhkan hanya mengerucutkan bibirnya.

Sakura sekarang berada di halte bus. Mengingat kata kata Sasuke kemarin yang menyuruhnya pulang dan berangkat sendiri, Sakura segera mengganti pakaian maidnya dengan pakaian sekolahnya. Sakura mengutuki dirinya yang lupa waktu karena menangis terus. Sekarang matanya bengkak lagi. Dia terduduk lesu di salah satu bangku halte tersebut. Tiba tiba dia mendengar ada suara klakson mobil, tapi tidak dihiraukannya. Klakson tersebut belum berhenti dan itu mengganggu Sakura. Sakura mendongak dengan malas dan melihat mobil itu. Mobil mercedes hitam mengkilat. Sepertinya dia mengenalinya. Sakura masih berfikir keras sampai akhirnya sang empunya membuka jendela mobilnya dan menyapa Sakura.

"Ohayou Sakura." Teriak orang tersebut dengan tersenyum manis. Sakura terkejut dan langsung berjalan cepat menuju mobil tersebut.

"Sasori-senpai, ohayou." Sapa Sakura senang.

"Kok disini? Tidak bersama 'dia'?" Tanya Sasori agak ragu. Sakura terdiam dan menggeleng pelan. Sasori tersenyum dan menjulurkan tangannya lalu mengacak rambut Sakura.

"Yasudah, ayo berangkat bareng! Bentar lagi sekolah masuk." Ajak Sasori dengan ramah. Sakura berubah ekspresi menjadi senang dan langsung membuka pintu mobil dan masuk. Sasori hanya terkekeh geli dan menyetir kembali.

3 mobil sport masuk ke halaman parkiran sekolah. Naruto keluar dari mobil sport merahnya, Shikamaru keluar dari mobil sport kuningnya dan Sai keluar dari mobil sport putihnya disusul Ino –kekasih Sai-. Naruto, Sai dan Ino melangkah ke arah Shikamaru dan berkumpul disana.

"Mana Teme? Tanya Naruto sambil tengak tengok mencari. Tak lama kemudian mobil sport hitam memasuki gerbang dan memakirkannya di halaman parkiran. Yang dicari cari akhirnya datang juga. Sasuke keluar dari mobil bersama seorang gadis. Naruto yang terkejut melihat gadis itu bukan gadis pink yang selalu satu mobil dengan Sasuke tapi, Karin? Sejak kapan Sasuke jadi suka bareng dengan Karin?

Karin menggelayut manja di lengan Sasuke. Sasuke tidak menolak ataupun membalasnya. Dia tetap stay cool dan berjalan ke arah teman temannya.

"Te-teme? Kenapa warna rambutnya jadi merah? Loh rambut pink mana? Mana Sakura-chan?" Tanya Naruto tak menentu dengan mulut berbentuk O. Shikamaru langsung menjitak kepala Naruto.

"Berisik Naruto! Cerewet sekali sih." Tegur Shikamaru dengan wajah terganggu. Shikamaru sebenarnya juga bingung dengan Sasuke. Kemana si gadis pink?

"Oh jadi ini maksudnya kau menyuruh Sakura untuk pulang dan berangkat sendiri? Apa bagusnya wanita merah ini daripada Sakura?" Ujar Ino dengan bersungut sungut dan sinis sambil beradu tatapan maut dengan Karin.

"Heh, tentu saja lebih bagus aku! Untuk apa berangkat bersama maid? Cih!" Karin membalas pertanyaan Ino dengan sinis. Akhirnya pemain yang kita cari cari ini telah datang! Mobil mercedes hitam melaju memasuki gerbang sekolah dan berhenti di halaman parkiran. Sasori dan Sakura keluar dari mobil disertai keterkejutan Naruto dan kawan kawannya, dan juga Sasuke. Sasori dan Sakura menghampiri mereka.

"Ohayou teman-teman. Ohayou Sa-Sasuke-sama." Sapa Sakura seraya membungkuk. Entah mengapa menyebut nama tuan mudanya membuatnya gugup.

"O-ohayou Sakura-chan. Sa-Sasori? Kenapa bisa?" Tanya Naruto terbata bata.

"Tentu saja bisa." Ucap Sasori santai sambil merangkul Sakura dengan akrab seraya melirik Sasuke. Sakura hanya tersenyum ragu ragu. Sasuke yang melihat itu langsung membuang mukanya. Entah kenapa ia tidak suka Sakura dirangkul seperti itu. Ia tidak suka kepunyaannya direbut oleh orang lain. Hey sejak kapan Sakura milikmu,Sasuke?

"Hah tidak penting! Ayo Sasuke-kun kita ke kelas." Ujar Karin manja dan mengeratkan glayutannya. Sasuke diam dan melangkah menjauhi mereka. Ino melihat itu serasa ingin memukul keras wajah Karin yang sok imut itu. Tiba tiba ia ingat sesuatu, ia melirik Sakura dan benar saja, Sakura memandangnya dengan sedih dan murung.

"Forehead, kau yakin tak apa pulang sendiri?" Tanya Ino ragu. Sakura tersenyum dan terkekeh pelan.

"Tak apa Ino-pig. Aku kan bukan anak kecil lagi. Sudah sana Sai pasti sudah menunggumu." Jawab Sakura pada teman dari kecilnya itu. Ino sebenarnya ingin pulang menemani Sakura tapi dia sudah janji menemani Sai pergi ke toko buku.

"Baiklah, aku duluan forehead. Jaa!" Ino melambaikan tangannya dan keluar dari kelas. Tinggal Sakura sendiri di kelas. Tapi kesendirian itu tidak bertahan lama setelah Sasori masuk ke kelas dan memanggilnya.

"Ayo!" Ucap Sasori tersenyum dan langsung berbalik melangkah. Sakura memiringkan kepalanya dengan bingung.

"Ayo? Kemana?" Tanya Sakura dan sukses membuat langkahan Sasori berhenti. Sasori berbalik dan mengacak rambut Sakura gemas.

"Tentu saja pulang, baka! Kau mau pulang sendiri?" Jelas Sasori dan langsung menarik Sakura keluar dari kelas. Tapi Sakura menahannya lagi.

"Apa lagi kouhai ku hmm?" Tanya Sasori tidak sabaran.

"A-aku pulang sendiri saja. Tidak enak rasanya kalau merepotkan senpai terus." Ucap Sakura dengan nada pelan.

"Hei apa apaan kau ini? Siapa yang bilang aku kerepotan? Kau ini menganggapku apa sih?" Sasori dengan sengaja menjitak pelan kepala Sakura. Sakura mengaduh dan memegang kepalanya.

"Aduh! Jangan menjitak seenaknya dong!" Ucap Sakura kesal seraya mengerucutkan bibirnya membuatnya semakin imut. Sasori terkekeh dan mendekati Sakura lalu menjauhi tangan Sakura dari kepalanya dan memegang kepala Sakura. Sasori mengusapnya lalu menciumnya. Sakura sontak kaget. Pipinya sekarang sudah merah seperti kepiting rebus. Sasori menjauhkan kepalanya lalu menatap Sakura dengan tersenyum.

"Sudah tidak sakit kan?" Tanya Sasori sedikit menyeringai. Sakura langsung meninju lengan Sasori dan cemberut kesal.

"Dasar!" Sasori tertawa pendek dan menggandeng tangan Sakura lagi keluar dari kelas.

Tampak di sebuah kamar yang tidak bisa dikatakan sempit, bernuansa perpaduan antara orange dan kuning, Sasuke dan teman temannya tengah berkumpul. Sasuke sedang memainkan iPhonenya tanpa niat, Shikamaru tidur di sofa, Naruto sedang bermain playstation sedangkan Sai sedang melukis. Semua menyibukkan dirinya dengan kesibukkannya masing masing. Now, kita beralih ke Sasuke. Sedari tadi dia memainkan hpnya tapi fikirannya tidak fokus. Entah mengapa ia memikirkan Sakura dan Sasori. Sasuke bertanya tanya ada hubungan apa mereka? Kenapa sangat akrab? Kenapa Sakura tidak menolak dirangkul olehnya? Arrrgghh cukup sejak kapan Sasuke jadi peduli pada Sakura?

Bukk

Sebuah bantal dilempar ke arah Sasuke. Sasuke segera kembali ke alam sadarnya dan melihat Naruto sedang menatap bingung ke arahnya.

"Teme, kenapa kau? Tumben sekali melamun!" Tanya Naruto dengan penasaran. Sasuke kembali stay cool sambil menatap Naruto.

"Hn, bukan urusanmu." Ucap Sasuke dengan nada berat. Naruto hanya mengangkat bahunya dan kembali bermain. Baru saja meadeni Naruto, Sai angkat bicara tanpa mengalihkan pandangannya dari lukisannya.

"Melamunkan Sakura dan Sasori ya?" Tepat. Itulah yang sekarang sedang berputar putar di benak Sasuke. Ah kenapa Sai bisa tau? Apa insting kuat Ino menular pada Sai?

"Bicara apa kau?" Sergah Sasuke dengan tetap berusaha tenang tapi sebenarnya dia sangat gugup.

"Haha aku hanya bercanda Sasuke, kenapa menganggap serius? Atau memang benar?" Sai malah menggoda Sasuke. Sasuke hanya mendecih pelan.

"Kalau benar juga tidak apa." Ujar Sai seraya menoleh singkat dan tersenyum menyebalkan.

"Iya Sasuke, kenapa kau susah sekali sih mengakuinya? Mendokusei" Timpal Shikamaru seraya bangun dan duduk menyender di sofa dengan malas.

"Hn, untuk apa aku memikirkan mereka?" Tanya Sasuke dengan nada yang mulai berubah.

"Cemburu." Jawab Naruto asal. Sasuke langsung menatap Naruto dan membulatkan matanya. Kenapa Naruto bisa berpikiran begitu? Naruto menengok ke arah Sasuke dan menyengir.

"Hehehe memangnya kita ini sudah berteman sejak kapan? Kita sudah mengenal satu sama lain, termasuk aku sudah banyak tau tentang kebiasaanmu."

"Cih! Sok tahu. Sudahlah aku mau pulang! Kamarmu panas Naruto." Ujar Sasuke seraya mengambil tasnya dan membanting pintu kamar Naruto lalu pergi.

Braaakk

"Apa katanya? AC dikamar ini sudah sangat dingin." Ujar Shikamaru dengan menaikkan sebelah alisnya.

"Dia kan manusia es, mana bisa merasa kedinginan." Seru Sai dengan santai. Dan seketika juga meledak tawa di dalam kamar luas itu.

Mobil mercedes hitam memelankan lajunya dan berhenti di depan rumah keluarga Uchiha. Sakura keluar dari mobil dibarengi Sasori. Sasori menghampiri Sakura dan mengusap kepalanya.

"Sudah ya, aku pulang dulu. Kalau ada apa apa hubungi aku." Ujar Sasori tersenyum.

"Kenapa?" Tanya Sakura dengan iseng. Dia juga tahu pasti apa jawabannya.

"Karena aku menyayangimu Sakura." Ujar Sasori mantap tanpa ada kegugupan di dalam suaranya seraya menatap lembut Sakura. Sakura tersenyum manis. Sakura mengangkat kedua tangannya dan mencubit pipi Sasori dengan gemas.

"Aku juga sayang Sasori-senpai hehehe." Sakura melepaskan cubitannya dan menyengir riang.

"Hey berani sekali mencubitku!" Kata Sasori sambil mengusap usap pipinya.

"Senpai lucu seperti bayi hehe." Ucap Sakura tanpa dosa. Menyadari ada perlawanan dari Sasori, Sakura langsung masuk ke dalam rumah. Sasori terkekeh pelan dan tersenyum hambar memandang punggung Sakura.

'Bukan sayang seperti itu yang aku maksud Sakura' batin Sasori miris. Lama Sasori berdiri tidak menyadari kalau ada mobil lain yang berhenti di depan rumah itu. Orang itu keluar dari mobil dan menghampiri Sasori.

"Jika sudah tak ada keperluan silahkan pergi." Tegur suara yang tidak asing lagi ditelinga Sasori. Dengan malas Sasori menoleh ke arah suara tersebut.

"Baiklah 'Tuan Muda'." Balas Sasori dengan ogah ogahan dan beranjak pergi dari tempat tersebut.

"Kalian pacaran?" Tanya Sasuke dengan nada berat dan dingin. Sasori menghentikan langkahnya. Dia menoleh sedikit ke samping dan menyeringai namun dapat terlihat oleh Sasuke.

"Kalau iya memang kenapa? Tidak suka?" Tanya Sasori menantang kemarahan si bungsu Uchiha ini. Sasori melangkah memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan Sasuke yang masih mengeras ekspresinya.

TBC

.

Annyeong haseyo cinggudeul! (kok korea? ==") Apakah saya update tepat waktu? Menurut saya tepat waktu haha *disentil*. Kalau boleh jujur sebenarnya chap ini sudah saya buat 2 hari yang lalu hehehe *ditendangreaders* gomen minna semua gomen *bungkuk bungkuk*. Bukannya malas tapi saya sedang buat fict baru lagi dan rencananya mau dipublish barengan sama ini cuma belum jadi sampai sekarang hehehe.

Udah deh langsung bales review aja ya haha

.

RizkaRina: Ini sudah update. Review lagi ya ^^

UchihaSasuna: Hehe sudah tau kan yang kissing sm Sasuke siapa? Oke ini sudah update, review lagi ya ^^

Kristal: Ini sudah update. Review lagi ya ^^

Ciel Phantomhive: Maaf kalau jelek, saya masih newbie disini.

BlackPink 4ever: Hmm siapa yaaa? hehehe ikuti terus ceritanya kalau dikasih tau nanti gk seru haha *digeplak* Hehe review lagi ya ^^

Poetrie-chan: Ya arigatou Poetry-chan :). Ini sudah update, review lagi ya ^^

OraRi HinaRa: Naru gk terobsesi, cm sedikit suka sm Saku tp Naru nanti akn membantu Sasuke :). Ini sudah update. Review lagi ya ^^

Fiyui-chan: Aku jg kurang suka Saku jd maid tp udah tuntutan ceritanya mau bagaimana lg *dijitak* Hehe oke ini sudah update. Review lagi ya ^^

Valkyria Sapphire: Syukurlah kalau keren hehe Ini sudah update. Review lagi ya ^^

.

Yap gomen jika ada yang salah dalam penulisan nama atau gelar (?)

.

Mind to review? Karena semangat para author membuat cerita adalah review dari kalian ^^