" B-Boss! Apa kau lihat dimana jaketku? "

" HM? JAKETMU? TIDAK. AKU TIDAK MELIHATNYA. "

" Tch. Pasti bocah itu, hey, Frisk—"

" SANS, MANUSIA ITU MASIH TIDUR. "


#2 - Jaket

( Ver. Underfell )

Disclaimer : Undertale sepenuhnya milih Toby Fox, Author tidak mengambil keuntungan materi apapun dalam pembuatan Fanfic ini.

Warning : OOC, humor yang amat garing, GeJe, De el el.

Note : Ini adalah remake/part baru dari fanfic saya Jaket. Kenapa saya bilang begitu karena saya telah me-remake semua chapter saya di fanfic ini. Saya juga akan kembali menegaskan kalah ini Sans x Frisk fanfic.

Sinopsis :

Frans UnderVerse adalah sebuah kumpulan cerita pendek Frisk dan Sans dari Timeline yang berbeda-beda

.

.

.

.

Tak suka?

.

.

.

.

.

Tidak udah dibaca.

.

.

.


Sans mengendus kesal, tengkorak bertubuh mungil itu baru saja bangun dari tidur panjangnya dan mendapati jaketnya sudah hilang dari kamarnya. Sans mencari jaketnya diruang tamu, tengkorak itu membongkar-bongkar seisi ruang tamu tanpa menghiraukan Papyrus terus mengoceh, " SANS, AKU TAHU KAU KEHILANGAN JAKETMU ITU. TAPI BISAKAH KAU TAK MEMBERANTAKAN SEISI RUANGAN INI?! "

Sans menatapnya, ia tampak meminta maaf pada saudaranya itu sebelum akhirnya kembali mencari jaketnya disana. Papyrus hanya bisa berdecak kesal, tengkorak bertubuh tinggi itupun akhirnya memilih untuk meninggalkan tengkorak mungil itu disana.

Sementara itu, dari lantai atas terlihat Flowey—monster berbentuk bunga berwarna kuning sedang menatapnya dari atas. Sebuah ekspresi ketakutan terpancar diwajahnya.

" Oh tidak! Ini gawat! Aku harus memberitahu Frisk kalau Sans sudah bangun! "

Dengan cepat bunga kuning itu langsung masuk kedalam lantai (?).


Dikamar Papyrus, seorang bocah berambut cokelat, mengenakan sweter hitam bergaris merah tengah menjahit sebuah jaket berwarna hitam dengan tudung berbulu putih. Bocah itu tampak tenang saat menjahit jaket itu.

" Frisk! Sans sudah bangun! Kita harus segera kembalikan jaket itu sekarang! Cepat! "

Frisk tampak terkejut saat melihat Flowey tiba-tiba muncul dari bawah, " Flowey? Tenanglah. Semua akan baik-baik saja. Tenangkan dirimu, oke? " ucapnya,

Bunga itu menatapnya tidak percaya, " Tenang?! Bagaimana aku bisa tenang, Frisk?! Kita akan mati jika Sans tahu kalau kau yang mengambil jaket kesayangannya itu! " ujar Flowey dengan nada sedikit tinggi.

Frisk terdiam, anak itu mengerti bahwa Flowey sangat mencemaskan dirinya, dia tahu bahwa bunga kecil ini tidak ingin dirinya terluka. Frisk menghela nafas dan mengelus bunga itu perlahan, " Tenanglah, kita akan baik-baik saja. Flowey, aku hanya ingin membalas budinya, kau ingatkan kemarin dia bertarung mati-matian hanya untuk menyelamatkan kita dari serangan para Royal Guard? "

" Y-Ya, dia memang membantu kita, tapi tetap saja Frisk, kita harus—"

Flowey terdiam sejenak, ekspresi bunga itu kini berubah menjadi ketakutan, Frisk yang melihat ekspresinya itu kini menatapnya bingung,

" Flowey? "

" FRISK! K-KITA HARUS SEGERA, MENYELESAIKANNYA! SEGERA! "

frisk tampak sangat terkejut saat mendengar Flowey berteriak kencang kearahnya, " E-Eh? Tentu, tapi kenapa tiba-tiba—"

" SUDAHLAH, LAKUKAN SAJA, FRISK! " setelah mendengar kembali teriakan tidak biasa dari temannya itu, Frisk pun memutuskan untuk melanjutkan acara menjahitnya.

Kalian bertanya, kenapa Flowey terlihat ketakutan?

Baiklah, akan kuberi tahu jawabannya—

—Sans ada didepan kamar Papyrus.


" Sialan, dimana jaket ini?! Ugh, punggungku.. Melelahkan. "

Sans baru saja kembali dari restoran kesukaannya, ia bertanya pada monster-monster disana apa mereka melihat jaket miliknya, namun semua menjawab tidak. Tengkorak itupun akhirnya memilih untuk kembali kerumahnya, ia berniat untuk bertanya pada manusia yang sekarang tinggal sementara dirumahnya.

Sans berhenti didepan kamar Papyrus, tangannya hendak untuk membuka lebar kamar itu, namun berhenti saat mendengar suara Flowey dari dalam berkata,

" Tenang?! Bagaimana aku bisa tenang, Frisk?! Kita akan mati jika Sans tahu kalau kau yang mengambil jaket kesayangannya itu! "

Sans terkejut mendengar namanya dipanggil oleh sang monster bunga, tengkorak itu perlahan membuka sedikit kamar saudaranya, dapat ia lihat bocah itu kini bersama dengan teman bunganya, Frisk tampak membawa jaket berwarna hitam—tunggu, jaket itu!

Sans kini tahu siapa yang mengambil jaketnya, Api berwarna merah membara muncul disebelah kiri lubang matanya, tengkorak itu berniat masuk kedalam dan memberinya pelajaran, namun dia kembali berhenti saat mendengar sang anak manusia menjawabnya dengan halus,

" Tenanglah, kita akan baik-baik saja. Flowey, aku hanya ingin membalas budinya, kau ingatkan kemarin dia bertarung mati-matian hanya untuk menyelamatkan kita dari serangan para Royal Guard? "

Sans terdiam, api dimatanya kini mulai perlahan menghilang. Wajahnya tampak sedikit memerah mendengarnya, " …..Sial. " gumamnya pelan.

Ia hendak menutup pintu itu perlahan, namun Flowey telah menyadarinya berada disana. Dengan cepat Sans langsung mengeluarkan sebuah tatapan: Akan ku bakar kau hidup-hidup, jika kau berani berteriak. Dapat ia lihat Flowey terdiam menatapnya, setelah itu memerintah Frisk untuk segera menyelesaikan jaket itu.

Sans menghela nafas lega, tengkorak itu penutup pelan pintu itu dan segera kembali ke kamarnya.


Tiga menit sebelum makan malam, Frisk dan Flowey turun ke lantai bawah. Bocah itu berhasil menjahit jaket milik Sans, Frisk berniat untuk mengembalikannya sesudah makan malam nanti. Bocah itu menatap ruang makan, hanya ada Papyrus disana, ia pun mendekatinya.

" Um… Papyrus, Apa Sans belum bangun? " tanyanya.

Papyrus menatapnya, " SANS? HAH... YA, KURASA. TADI SIANG SAUDARA BODOHKU ITU MENGOBRAK-ABRIKKAN SEISI RUANG TAMU HANYA UNTUK MENCARI JAKETNYA, KELIHATANNYA DIA KELELAHAN. BIARKAN SAJA.. "

" …Oh.. "

Frisk terdiam sejenak, mungkin ini salahnya karena dia tidak memberitahu Sans secepatnya. Ia menghela nafas, ia harus meminta maaf padanya segera. Frisk menaruh Flowey dimeja makan, ia mengatakan pada kedua monster itu bahwa dia ingin membangunkan Sans. Awalnya Papyrus dan Flowey tampak tidak setuju, namun ia mengatakan pada mereka semua akan baik-baik saja.

Keduanya saling bertatapan dan menghela nafas. Mereka akhirnya mengizinkan dia pergi untuk membangunkan tengkorak bertubuh pendek itu.

Frisk tersenyum ramah dan segera naik keatas, ia masuk dalam kamar Papyrus dan mengambil jaket milik Sans setelah itu pergi ke kamar Sans.

" Sans...? "

Frisk masuk perlahan kekamar Sans. Dapat ia lihat tengkorak itu tampak tertidur nyenyak dikamarnya. Ia tersenyum kecil, bocah itu duduk disebelahnya, tangannya perlahan mengusap kepalanya. Bocah itu tidak tega membangunkannya.

" Maaf, karena aku.. Kau jadi kelelahan. " ucapnya pelan.

Frisk menaruh jaket itu disebelah tempat tidur Sans. Belum sempat ia kembali berdiri, tiba-tiba saja sebuah tangan menarik pingangnya, membuat dirinya terjatuh disebelah Sans,

" Sans? Kau sudah bangun? Apa kau tidak lapar? Papyrus membuatkan spagerti untuk kita.. "

Sans tidak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya.

" kau yakin? "

Sans menganguk,

Frisk menghela nafas dan mengelus kepala tengkorak itu, sementara itu Sans hanya diam dengan wajah yang sudah memerah seperti kepiting rebus.

Underfell Side.

END


Note Author :

REMAKE KE DUA, BOII!

HAHA, BANYAK YANG SAYA RUBAH DI CHAPTER INI.

DAN KURASA AKU LEBIH STANDAR DARIPADA TADI.