Kookie!

Karena Jungkook itu ceroboh, Jeon Jungkooknya Kim Taehyung yang ceroboh tapi Taehyung sayang.

Cast : Jeon Jungkook, Kim Taehyung.

Melanjutkan permasalahan ponsel Jungkook yang hilang. Taehyung ada sedikit keluh kesah sebenarnya. Dirinya dan Jungkook menghabiskan waktu berjam-jam setelah mereka selesai makan malam untuk mencari ponselnya Jungkook. Dan hasilnya nihil, yang ada hampir mendekati tengah malam Jungkook merengek ngantuk pada Taehyung, mengucek matanya imut sambil menguap lebar beberapa kali. Akhirnya malam itu ponselnya tidak dicari lagi.

Esok harinya Taehyung harus membeli ponsel baru. Sama persis seperti punya Jungkook sebelumnya. Jungkook hanya nyengir tidak berdosa saat menerima ponsel baru itu dari Taehyung. Tapi sialnya lagi adalah dua hari kemudian Jungkook heboh karena ponsel lamanya ketemu.

"Ketemu dimana?" Taehyung sudah pasang ekspresi sulit dijelaskan. Bagaimana ya, kalian mengerti tidak? Taehyung sudah beli ponsel baru untuk Jungkook dan sekarang ponsel lamanya ketemu. Mengerti tidak sih bagaimana perasaan Taehyung?!

"Ehehe...dirak buku bagian atas. Terselip diantara buku. Sepertinya kutaruh saat aku bersih-bersih itu." Sumpah wajahnya polos sekali. Ingin Taehyung cakar tapi tidak tega. Jadi dengan gemas Taehyung menarik Jungkook lalu menggigit pipinya gemas mengabaikan erangan protes dari Jungkook.

"Sakit hyungie." Katanya sambil mengelus pipinya, sesaat setelah Taehyung melepas gigitannya. "Aku juga sakit kepala gara-gara kamu sayaaaang." Taehyung menangkup pipi Jungkook. Jungkook hanya cemberut saja. Dia kan juga tidak tahu akan jadi begitu.

"Lalu kamu punya dua ponsel mau buat apa?"

"Main game, kan kalau batrai yang satu habis bisa pakai yang satunya." Dan bisa-bisanya Jungkook nyengir menampilkan gigi kelincinya yang besar-besar dihadapan Taehyung yang sedang gemas-gemas Jengkel padanya. Bocah itu meninggalkan Taehyung begitu saja sambil mendendangkan lagu.

"Sabar Tae sabar." Taehyung mengelus dadanya miris.

...

Hari ini hari minggu. Rencananya Taehyung ingin menghabiskan seharian di rumah bersama Jungkook. Ah dia juga sudah melupakan permasalahan ponsel kemarin. Biar saja anggap saja itu hadiah untuk Jungkook.

"Hyung sarapan."

Jungkook mengintip dari balik pintu kamar menatapi Taehyung yang baru saja bangun terduduk di ranjang. Mengucek mata untuk mengembalikan kesadaran. Hyungnya tampan sekali kalau baru bangun tidur begitu. Seperti pangeran.

"Tidak usah mengintipku kook." Taehyung melambaikan tangan mengisyaratkan Jungkook untuk masuk ke kamar. Kemudiaan menepuk pahanya, Jungkook langsung saja duduk dipangkuan Taehyung, mengalungkan lengannya dileher Taehyung.

Cup. Satu

Cup. Dua

Cup. Tiga

Dikecupan keempat Jungkook menggigit bibir Taehyung. "Awh, sakit Jeon." Jungkook tertawa renyah. Mengusakkan hidungnya pada hidung mancung Taehyung. "Sarapan dulu hyung, jangan makan aku dulu nanti kenyang duluan." Kemudian Jungkook berdiri meninggalkan Taehyung yang tersenyum mesum.

Mereka menikmati sarapan dalam diam. Sesekali Taehyung akan menatap Jungkook makan. Lucu sekali, gigi kelincinya itu pasti terlihat saat dirinya menyuapkan makanan kemulut. Satu hal lagi Jungkook itu pandai sekali memasak. Makanan buatannya tidak perlu diragukan. Meskipun Jungkook itu ceroboh tapi urusan dapur dia bisa dibilang cukup handal. Mungkin karena dia banyak bergaul dengan Seokjin hyung. Oh, Seokjin hyung itu kekasihnya Namjoon hyung, rekan kerja Taehyung di kantor.

"Kookie besok aku lembur. Mungkin bisa sampai lewat tengah malam, aku juga tidak terlalu yakin." Jungkook refleks menatap Taehyung, memberi tatapan sedih mematikan. "Tidak usah melas begitu. Minta Jimin menginap supaya tidak kesepian." Jimin itu sepupunya Jungkook. Sepupu berisik tepatnya.

"Arraseo." Taehyung agak tergelitik melihat ekspresi sedihnya Jungkook. Mengacau memang saat libur begini dirinya justru memberi kabar lembur. Tapi kalau tidak diberi tahu Jungkook pasti menunggunya semalaman.

"Jangan lupa telfon jimin."

"Iya hyuuuung." Jawabnya sewot.

...

Jungkook dari tadi kesal pada Jimin. Dia seharian hanya nonton tv saja. Sambil makan, menghabiskan jatah camilan yang harusnya untuk Taehyung. Dia bahkan sudah menegur Jimin supaya tidak duduk-duduk saja. Jungkook sampai membatin pantas saja Jimin itu pendek, gembul pula, pipinya itu bulat seperti mochi dasar menyebalkan. Mana sedari tadi Jungkook mencoba menelfon Taehyung tidak diangkat. Apa sesibuk itu? Jungkook kan rinduuuuu.

"Kook berhenti cemberut begitu." Jimin melemparkan satu keripik singkong ke arah wajah Jungkook yang dibalas tendangan keras Jungkook tepat dibokong montok Jimin.

"Dasar kurang ajar, kau menghabiskan jatah camilan Taehyungie hyung." Gertaknya kesal. Dasar Jimin tidak berguna. Jungkook tidak bermaksud kasar ya, dia hanya kesal.

"Perhitungan sekali, aku sepupumu. Kau sendiri yang telfon minta ditemani."

"KALAU BEGITU PULANG SAJA SANA!" Jungkook buru-buru lari ke kamar. Tidak memperdulikan teriakan Jimin yang memintanya untuk hati-hati. Dan benar saja, ketika menaiki tangga, kaki kiri Jungkook terpeleset membuatnya jatuh terguling beberapa kali. Jimin yang menyaksikannya merasakan Jantungnya berdesir nyeri sesaat sebelum berlari menghampiri Jungkook.

...

Taehyung sedang mengurus beberapa berkas yang tidak habis-habis sedari tadi. Ponselnya juga tidak mau diam. Dari tadi Jungkook telfon tidak dia angkat. Bukannya ingin memgabaikan tapi kalau diangkat pasti Jungkook nyerocos tidak habis-habis, sedangkan pekerjaan Taehyung menumpuk.

Matanya melirik sekilas mengetahui pesan masuk dari Jimin. Taehyung membukanya ogah-ogahan. Tapi sepersekian detik setelahnya dia tiba-tiba berlari keluar kantor dengan wajah tegang luar biasa.

From : Jimin

Jungkook jatuh dari tangga

Tbc...

Salam hangat teman-teman

Aku bawa lanjutan Kookie!

Maaf ya yang ini sepertinyatidak manis haha

Jangan manis-manis terus nanti eneg.

Pengen banyak publish cerita tapi tugas kuliah numpuk haha

Curhat dikit

Seperti biasa jangan lupa kasih review. Biar semangat nulisnya.

Soalnya seneng baca review temen-temen. Menghibur wkwk sedih juga kalo ngga ada yang review euy