HOPELESS LOVE

Disclaimer: Masashi Kishimoto

2. Only U

Bel istirahat sekolah berbunyi, membuat para murid bersorak kesenangan karena akhirnya mereka bisa beristirahat, makan, atau bergossip. Sakura, Neji, Ino, dan Gaara memanfaatkan waktu istirahat ini makan untuk mengisi perut mereka yang sudah kosong. Gaara dan lain sudah memperhatikan wajah Ino yang sekarang murung karena kejadian tadi pagi. Dan ini membuat Gaara khawatir, jangan-jangan Ino belum bisa melupakan Sai? Padahal mereka sudah menjalin hubungan ini selama setengah tahun. Susah ya melupakan cinta pertama,

Flashback:

"Ino-chan..."

"..."

Ino langsung membalik badannya dan meninggalkan teman-temannya, melihat Ino berjalan cepat Gaara menyusulnya. Sebelumnya dia memberi deathglare kepada Sai. Susah payah Ino mempertahankan air matanya agar tidak jatuh, dan dia tidak mau Gaara kecewa. Terlambat Ino, Gaara dari tadi sudah memperhatikan air matamu itu.

Mata Sai melebar, dia segera mengangkat kakinya melangkah mau mendekat Ino. Tetapi baru beberapa langkah dia berhenti karena Neji menghalang jalannya. "Minggir," ucap Sai sinis.

"Kamu sudah tidak ada hubungan lagi dengan Ino, Sai," balas Neji tidak kalah sinis. "Hubunganku dengan Ino tidak ada hubungannya denganmu, Neji."

"Cukup! Ino sekarang bersama Gaara, kamu jangan mengganggu mereka, Sai! Aku memperingatkanmu. Susah payah Ino melupakanmu, kenapa kamu balik!" bentak Sakura. Dia marah, marah sekali kepada Sai. Kemudian dengan emosi yang meluap-luap, dia segera berlari menyusul Gaara dan Ino. dan seterusnya diusul Neji.

Sai terdiam disana. Apa yang dikatakan Sakura? Ino sekarang bersama Gaara? Padahal Sai masih ingat, dia tahu kalau teman kecil Ino itu punya perasaan khusus kepada Ino. tetapi Ino pernah bercerita kalau dia tidak akan bisa mempunyai hubungan khusus dengan Gaara. Tapi, kenapa?

Sai mengepal tangannya. Dia menatap marah ke punggung Sakura dan Neji yang lama-lama menghilang. Dia bukan marah kepada Sakura dan Neji, ataupun Gaara, bahkan Ino. dia marah kepada dirinya. Ini kesalahannya, meninggalkan Ino dan akhirnya dia jatuh ke tangan orang lain.

end of the flashback

Ino menghela nafas, dia menutup kotak bekalnya. Dia bangkit berdiri, "Temani aku ke taman yuk, Gaara," kata Ino kemudian pergi. Dia tidak peduli kalau Gaara akan temani dia atau nggak. Tetapi, semuanya tahu, Gaara pasti akan menemani Ino. Apa lagi Gaara tahu Ino lagi kacau.

H.O.P.E.L.E.S.S

Gaara dan Ino bergandengan tangan berjalan mengelilingi taman belakang sekolah. Tampak ada murid-murid yang sedang main basket, atau sekelompok perempuan yang sedang makan atau bergossip.

"Apa yang kamu pikirkan, Ino?" tiba-tiba Gaara mengeluarkan suaranya. Dia ingin tahu. Ino tersenyum masih menatap depan, "Aku memikirkan dia," jawab Ino jujur, "Kenapa dia balik?" tambahnya lagi, entah pertanyaan itu dituju kepada dirinya, atau ke Gaara, atau lain.

Gaara tiba-tiba berhenti, dan tangan Ino yang masih bergandeng dengan Gaara juga ikut berhenti. Ino menatap heran ke Gaara, "Kamu... belum melupakannya?" tanya Gaara hati-hati. Ino dapat merasakan nada Gaara yang sepertinya Gaara tidak senang.

Ino menunduk kepalanya. Gaara seharusnya mengerti perasaan Ino, tetapi kali ini Gaara tidak mengerti. Mereka sudah menjalin hubungan selama setengah tahun. Gaara pikir Ino benar-benar sudah melupakan Sai, mengingat Ino sudah balik ke dirinya yang sebenarnya dan tidak pernah membahas Sai. Sekarang Sai sudah balik, Ino rupanya belum melupakannya?

Gaara kecewa.

Gaara melepaskan gandengannya. Dia menatap Ino tajam. Merasa gandengannya dilepas, Ino menatap kejut ke jade Gaara.

"Kamu belum melupakan Sai rupanya. Kamu sebenarnya sekarang mencintai aku atau dia, Ino?" kata Gaara dingin, sangat dingin, Gaara terus menatap aquamarine Ino. Tanpa disadari Ino, rupanya dia sedang menahan nafas. "Maaf, kalau begini hubungan ini aku tidak bisa teruskan. Kita sudah menjalin hubungan selama setengah tahun, aku pikir kamu sudah melupakan Sai dan sekarang pikiranmu hanya aku. Tetapi, aku salah."

"Ga...Gaa—"

Gaara menunduk kepalanya, dia mengepal tangannya erat. Kemudian dia mendongak kepalanya kembali menatap aquamarine Ino. tatapan yang sangat dingin, tajam, dan sakit. "Kalau begitu, kita putus saja. Sai sudah kembali, karena kamu masih mencintainya—"

"Kamu balikan saja dengan Sai,"

DEG!

Gaara membelakangi Ino, dia tidak mau Ino menatap air matanya yang sudah mengalir. Sakit sekali, Gaara dapat merasakan dadanya ini yang sakit. Dia sangat sangat tidak rela mengembalikan Ino kepada Sai. Tetapi, daripada mereka bersama tanpa cinta sesama lain, itu lebih menyakitkan dan menyedihkan, bukan? Gaara mengambil langkah menjauhi Ino.

"Aku hanya mencintaimu, Gaara! Percayalah!" teriak Ino sebelum Gaara menjauh. Tetapi kalimat itu tidak membuat Gaara berhenti. Gaara dengar, tetapi dia pura-pura tidak dengar. Gaara tidak mau mempercayai kalimat itu.

Menjauhi Ino yang tidak kalah sakit. Sakit sekali mendengar kata-kata Gaara yang dikeluarkan. Sakit menatap mata Gaara yang biasanya lembut tetapi sekarang dingin kepadanya. Sakit sekali rupanya Gaara tidak mempercayai perasaannya.

Iya, Ino belum bisa 100% melupakan Sai. Tetapi, kalau bersama Gaara, Ino akan melupakan Sai. Hari terus berlanjut, Sai pun akhirnya dilupakan, dan pikirannya hanya diisi Gaara. Walaupun kadang-kadang samar-samar Ino bisa ingat Sai.

Cintanya yang hanya kasih Sai pun perlahan-lahan memudar dan jatuh ke Gaara. Ino berjongkok dan menggengam bajunya kuat. Air mata terus mengalir, dan bibirnya terus menggumam nama Gaara.

"aishiteru, Gaara."

H.O.P.E.L.E.S.S

Blam!

Sakura langsung menoleh ke arah pintu yang barusan tadi ada seseorang menutupnya dengan bantingan. Mata Sakura melebar ketika mendapati itu adalah Gaara, dengan mata jadenya yang terlihat kosong.

"Di-Dimana Ino?" tanya Sakura. "Kita sudah putus," jawab Gaara cepat. Sakura tersentak, apa maksud Gaara? Putus? Kenapa? Bukannya mereka tadi masih baik-baik saja. Emerald Sakura terus menatap Gaara yang jalan mendekat meja yang ditempati Sai.

Sai menatap datar kearah Gaara, begitu juga lawannya. Gaara menutup matanya, kemudian menatap onyx Sai lagi. "Aku dengan Ino sudah putus. Dia masih mencintai mu, jadi sia-sia saja kalau aku pertahankan hubunganku dengan Ino. Aku tahu kamu masih mencintainya, jadi, selanjutnya...—"

"Itu terserahmu."

Gaara akan merelakan Ino. seperti yang pernah dia coba ketika dengar Ino sudah jadian dengan Sai. Walaupun, Gaara tahu kali ini pasti susah daripada sebelumnya. Melihat Ino senang kembali dengan Sai, sudah cukup.

Gaara mengingat kembali ketika Ino tiba-tiba menerimanya. Pertama kali, Ino tidak mau menggandeng tangannya dan akhirnya mau. Pertama kali, Gaara memeluk tubuh Ino lebih mesra, menghirup aroma khas Ino. Pertama kali, Ino membolehkan Gaara menyentuh bibirnya dengan bibir Gaara. Gaara senang menjadi pelarian Ino, Ino akan melupakan Sai, tetapi sepertinya sia-sia saja.

"Arigatou dan gomen." gumam Sai.

Gaara hanya tersenyum lirih kepada Sai. Sai menyadari tatapan Gaara, tatapan Gaara yang mengatakan begitu dia mencintai Ino. Tetapi, karena dirinya Gaara dengan Ino terpaksa putus. Sai merasa bersalah. Dia tidak bermaksud menghancuri hubungan orang lain padahal.

H.O.P.E.L.E.S.S

Gossip tentang Ino dan Gaara sudah putus menyebar. Ada yang sedih mendengar mereka putus,ada pula yang senang. Dan karena mereka putus, Gaara dan Ino seperti orang yang tidak mengenali satu sama lain.

Biasanya Ino makan bersama dengan Sakura, Neji, dan Gaara. Tetapi Ino merasa tidak nyaman kalau dekat dengan Gaara. Ingin sekali dia mengatakan pada pemuda itu kalau dia mencintainya. Tetapi Ino tidak memiliki nyali yang kuat, dan sebaliknya takut kalau Gaara tidak memercayainya.

Sekarang Ino sedang duduk disebuah bangku panjang dan makan bekalnya sendirian. Ino merasa kesepian semenjak Gaara putus dengannya. Biasanya Gaara akan diam-diam kekamarnya melewati jendela karena merindukannya sekarang tidak ada lagi. Ino merindukan Gaara.

"Gaara dan lain dikelas, kenapa kamu sendirian disini?"

Ino terkejut ketika mendengar suara yang familiar itu, suara yang dulu sangat dirindukannya. Ino menoleh kebelakang, "Sai..."

Senyuman terukir diwajah Sai, senyuman yang dulu sangat dirindukan Ino, sekarang diganti dengan rinduan senyuman tipis Gaara. Sai menempati dirinya disebelah Ino. "Bagaimana kabarmu?" tanya Sai basa-basi.

Ino mendengus, "Buruk semenjak kamu balik," jawab Ino tajam dan jujur. Sai ngerti maksud Ino. Gaara bilang Ino masih mencintainya, tetapi Gaara salah. Sai tahu kalau Ino sudah melupakannya, dan dia hanya mencintai Gaara sekarang. Sai tertawa canggung.

Kemudian Sai diam dan menatap Ino dalam. "Ino," Sai menggengam kedua tangan Ino. Ino menatap Sai heran, "Maafkan aku, aku bodoh karena setengah tahun lalu aku meninggalkanmu tanpa kabar. Aku dipindah ayahku ke Amerika tiba-tiba dan tidak bisa memberimu kabar. Kamu tahu, aku di Amerika terus merindukanmu. Rindu pelukanmu, rindu senyumanmu," Sai tersenyum getir. "Sekarang aku sudah balik, bagaimana kalau kita mulai dari awal?"

Ino mengerjap-ngerjap matanya, mencerna apa yang dikatakan Sai tadi. Andai saja Sai mengatakan itu sebelum Ino menerima Gaara, Ino pasti akan mengangguk kepalanya sambil nangis tesedu-sedu dan menerima Sai. Sekarang, Ino berpikir. Siapa yang dicintanya sekarang, Sai atau Gaara?

Jawabannya...

"Gomen, Sai," Ino menarik tangannya perlahan dari genggaman Sai. "Dulu, aku pasti menerimamu lagi. Tapi sekarang, yang aku cinta adalah—"

"Gaara,"

Ino tersenyum lembut kearah Sai yang sedang menatap Ino dengan mata terbelalak. Ino mengelus pipi Sai lembut, Sai memejam matanya merasai sentuhan Ino yang terakhir kali pastinya. "Tidak ada harapan lagi untukku?" Ino menggeleng kepalanya mantap. Sai tersenyum sedih, "Hatiku sudah memilih," jawab Ino mantap. Ino menurunkan tangannya, "Gaara ada di ayunan itu," Sai menunjuk ke arah ayunan yang diduduk oleh pemuda rambut merah.

Ino menatap punggung Gaara yang lebar itu, dia begitu merindukan Gaara. Dia bahkan ingin lari dan memeluk Gaara dan tidak mau melepaskannya. Sai bangkit, "Pergilah, dan katakan perasaanmu kepadanya."

Ino ikut bangkit dan tersenyum mengatakan terimakasih. Kemudian Ino balik badannya dan lari meninggalkan Sai yang sedang menatap sayu ke Ino.

H.O.P.E.L.E.S.S

Gaara terkejut ketika mendapati sepasang lengan tiba-tiba memeluknya dari belakang dan sebuah wajah terbenam di lehernya. Gaara tahu benar siapa yang memeluknya melewati aroma yang keluar. "Ino."

Ino mengangguk kepalanya tanda yang ditebak Gaara benar. Ah, betapa rindunya Ino dengan suara Gaara itu. Betapa rindunya Ino, sudah lama dia tidak memeluk Gaara dan begitu juga sebaliknya.

"Aku hanya mencintaimu, Gaara."

Mata Gaara melebar mendengar pernyataan Ino. Gaara dapat merasakan tubuh Ino yang bergetar dan lehernya yang basah. Ino menangis.

"Kamu jahat! Tidak memercayai perasaanku kepadamu. Aku sudah jatuh cinta kepada mu Gaara. Kamu yang terlalu jahat tidak memercayaiku. Dan kamu meninggalkanku begitu saja. Kamu jahat!"

Ucap Ino terisak-isak dan terus mempererat pelukannya ke Gaara. Gaara tersenyum lembut, dia jahat karena tidak memercayai Ino. Gaara setuju dengan apa yang dikatakan Ino. "Aku tidak mencintai Sai lagi. Sekarang yang kucintai adalah, Sabaku no Gaara."

Gaara menyandar kepalanya kekepala Ino. "Aku jahat ya Ino." Ino mengangguk, Gaara tertawa kecil. Dia berdiri dan menghadap kearah Ino yang wajahnya terlihat jelek-tetapi masih cantik bagi Gaara- karena air mata. Ino mengngalung lengannya ke leher Gaara.

Gaara menempel dahinya kedahi Ino. Gaara menyengir kecil, "Aku yang jahat ini siap dihukum," ucap Gaara menatap aquamarine Ino yang selalu terlihat indah itu. Ino mendekat,

"Ini hukuman untuk yang jahat," Ino menempel bibirnya ke bibir Gaara. Mereka dua memejam matanya dan menikmati ciuman lembut ini. Gaara menekan kepala Ino agar memperdalam ciuman mereka. Gaara mengelum bibir Ino lembut dan Ino membalasnya. Ketika mereka kehabisan oksigen, dengan berat hati mereka melepaskan ciuman mereka.

Ino memeluk Gaara dan menyandar kepalanya ke dada bidang Gaara. Gaara mencium puncak kepala Ino dengan kasih sayang, "Aishiteru, Yamanaka Ino."

-The End-

Ampun! Entah kenapa asuna chan chan merasa chapter kedua ini yaitu chpter terakhir terasa jelek. Gomen ya gomen ya kalau chpter ini mengecewakan. Huhuhu...

Ff req Moku-chan tamattt . moga-moga suka yaaa. Kalau mengecewakan, tidak kurang puas, asuna chan siap kok ditelan Moku-chan. Ihihihi...

Last chpter already, tetapi asuna chan masih mengharapkan review.

Review pleaseee? ^^