Hinata Hyuga : My Story
Chapter 2 : In mission together
Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto
Fict by Benjiro Hirotaka . Anbu Tora
Setting : Naruto Volume 39-43
All Hinata POV
Siang itu aku sudah berada dilorong yang menuju kantor Hokage. Aku berjalan paling belakang. Paling depan ada guru Kakashi yang diikuti oleh Kiba dan Shino. Kami Team 8 diminta oleh guru Kakashi untuk membantu Team 7 dalam misi mencari Sasuke. Aku sedikit terkejut. Aku tahu,di Team 7 ada Sakura dan juga dia. Aku belum lupa dengan kejadian beberapa waktu lalu saat pertama kali bertemu dengannya setelah 3 tahun. Kata Kiba waktu itu,aku pingsan saat dia menyapaku. Tentu saja kali ini aku bertekad tak ingin pingsan lagi dihadapannya.
Sepertinya di dalam kantor Hokage sudah ada beberapa orang. Kudengar mereka berbicara dari balik pintu. Dia juga sepertinya sudah ada didalam. Aku coba mengatur nafasku. Kurasakan jantungku berdetak kencang tak karuan.
Guru Kakashi meminta kami untuk menunggu di luar. Sementara dia masuk kedalam untuk berbicara pada Hokage dan yang lain terlebih dahulu.
Dari balik pintu,aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Kudengar guru Kakashi menjelaskan bagaimana misi ini seharusnya dilaksanakan. Dia menginginkan 2 team inti saja dalam misi kali ini. Karena bila lebih akan mengurangi efektifitas misi dan akan mudah diketahui oleh musuh.
Setelah menjelaskan beberapa hal lagi,guru Kakashi memanggil kami masuk. Sungguh,aku ingin pergi saja saat itu juga dari sini. Tapi melihat Kiba dan Shino sudah melangkah masuk, mau tak mau akupun melangkahkan kakiku masuk dengan perasaan gugup.
"...Ah ada Hinata juga! Eh kau tidak apa-apa Hinata? Kau terlihat pucat," aku tahu siapa pemilik suara ini.
"A...aku tidak apa-apa,Naruto,"kataku. Rasanya mukaku terasa panas. Apalagi setelah melihat dia tersenyum setelah berkata syukurlah.
Untung guru Kakashi berbicara lagi. Kalau tidak,aku pasti sudah pingsan.
"Kemampuan team 8 akan sangat berguna dalam misi kali ini. Dengan mereka,misi kita akan lebih mudah dalam mencari Sasuke."
"Baiklah,sudah diputuskan. Misi kali ini akan kuserahkan pada team 7 dan team 8. Kuharap kalian berhasil dan pulang dengan selamat. Pertemuan selesai." Kali ini nona Hokage yang berbicara.
"Osh!...Mohon bantuannya team 8!" kata Naruto bersemangat.
"Setengah jam lagi kita berkumpl di depan gerbang utama," kata guru Kakashi.
"Baik !" jawab kami serempak.
xxxxxx
Siang yang cerah tiba-tiba saja berganti dengan hujan. Kami semua sudah berkumpul di depan gerbang utama. Kudengar Kiba berkata kalau hujan ini bagus untuk dia yang terlalu panas. Aku tahu siapa yang Kiba maksud. Dalam hati aku hanya berkata 'Mari berjuang bersama,Naruto'.
Hujan ternyata turun tidak lama. Setelah agak jauh dari desa,hujan sudah berhenti. Di atap sebuah gedung kami berkumpul untuk membicarakan misi. Guru Kakashi menjelaskan, apapun yang terjadi,semua harus berkumpul kembali kesini setelah melakukan pencarian sejauh 5 km kedelapan penjuru. Apabila tidak ada hasil,titik pertemuan akan dipindahkan dan pencarian diulang.
Kudengar Sakura sedikit memprotes. Karena wireless takan berguna dalam jarak sejauh itu. Setelah Sakura ditenangkan oleh Kapten Yamato,guru Kakashi melakukan Kuchiyose memanggil 8 anjing ninja. Guru Kakashi membagi setiap 2 anjing ninja untuk Sai,Shino dan Sakura. Aku dan Naruto bersama Kapten Yamato untuk jaga-jaga karena Naruto adalah seorang Jinchuriki. Blue -anjing ninja yang paling besar- juga bersama kami. Sedangkan guru Kakashi dan Kiba masing-masing satu ekor.
"Mo...Mohon kerjasamanya,Naruto!" kataku padanya ketika dia berpaling ke arahku.
"Ok!" kata Naruto sambil tersenyum padaku.
Aku merasakan perasaan hangat mengalir ke dadaku ketika melihat Naruto tersenyum. Aku ingin melihat senyum itu terus,tapi kepalaku malah tertunduk. Aku malu. Aku hanya berkata terima kasih dalam hati.
"Dengar semua," guru Kakashi berbicara. "Prioritas pertama yang dikejar itu bau Sasuke. Setelah itu baru bau Akatsuki. Kapanpun ditemukan,pelajari saja tempatnya dan kembali kesini untuk sementara..."
Guru Kakashi lalu mengangkat tangannya. Dan untuk yang terakhir kali dia berkata "Berpencar." Misi baru saja dimulai.
xxxxxx
Berjalan berdampingan seperti ini tak pernah kubayangkan sebelumnya. Sesekali aku bisa melirik sosok pemuda yang berjalan bersamaku ini.
Tatapan matanya masih seperti dulu. Memancarkan kehangatan bagi siapa saja yang melihatnya. Dia terlihat lebih dewasa dari yang terakhir aku ingat. Sosoknya terlihat begitu gagah dimataku. Aku sangat senag setiap melihat dia tersenyum. Apakah ini seperti yang dikatakan oleh Ino dan Tenten kalau aku sedang jatuh cinta?
Tiba-tiba kurasakan hawa kehadiran seseorang yang mengikuti kami. Naruto dan Kapten Yamato pun sepertinya menyadari juga. Langkah kami berhenti. Akupun bersikap waspada.
"Naruto,Hinata,kalian mengertikan?" kata Kapten Yamato pada kami. Kamipun menjawab ya. Lalu Kapten Yamato melemparkan beberapa shuriken ke arah sebuah pohon dibelakang kami. Dari balik pohon itu,muncul seseorang yang familiar,Kabuto Yakushi. Dia tersenyum sinis dari balik tudung yang menutupi sebagian wajahnya.
Kami sedikit terkejut. Naruto langsung menanyakan tentang Sasuke yang telah membunuh Orochimaru. Sekali lagi Kabuto hanya tersenyum sinis.
Kabuto lalu bilang dia membawa hadiah untuk Naruto. Dari balik jubahnya,dia lalu mengeluarkan sebuah buku dan melemparkannya kehadapan kami. Dia bilang kalau buku itu berisi tentang organisasi yang sedang kami cari,Akatsuki.
SEtelah berbicara tentang dirinya,Kabuto membuat kami terkejut kembali. Ketika dia melepas tudungnya, kulit wajah sebelah kirinya terlihat bersisik seperti sisik ular. Mata kirinyapun sudah seperti mata ular. Ketika kulihat lagi dengan Byakuganku, aku lebih terkejut lagi. Ternyata tidak hanya wajahnya saja, sepertiga tubuh sebelah kirinya sudah ditumbuhi sisik juga. Kabuto berkata kalau dia akan melebihi tuannya yang berusaha merasuki tubuhnya.
Naruto bergerak maju tiba-tiba menyerang kabuto. Kapten Yamato myang ikut membantu,mencoba menangkap Kabuto dengan jurus elemen kayunya. Tetapi ternyata Kabuto bukan orang yang bisa ditangkap dengan mudah. Dengan gerak cepat, dia sudah berada dibelakang kapten Yamato. Setelah berkata bahwa tujuannya adalah untuk bertarung dengan Sasuke, diapun menghilang,
Naruto terlihat kecewa. Dia kemudian beranjak mengambil buku yang tadi dilemparkan oleh Kabuto. Dia lalu mengambil tempat duduk pada sebuah batu di dekatnya.
"Buku itu akan menjadi buku yang penting,Naruto" kata Kapten Yamato.
"Ya. Organisasi ini akan ku hancurkan dan akan kubawa sasuke kembali", katanya Naruto mantap.
Dalam hati aku percaya apa yang dia katakan.
xxxxxx
Ketika kami sedang memeriksa buku tentang Akatsuki itu,sebuah ledakan yang amat besar menarik perhatian kami. Asap ledakannya terlihat membumbung tinggi. Kamipun segera bergerak ke asal ledakan untuk mencari tahu apa yang terjadi. Disana kami dapati sudah ada guru Kakashi dan yang lain.
Dibekas ledakan itu,tercium bau Sasuke yang sepertinya telah membentuk team inti. Selain itu ada bau 2 anggota Akatsuki juga. Dilihat dari bekas ledakan,sepertinya team Sasuke dan anggota Akatsuki telah bertempur.
Naruto sedikt kecewa ketika para anjing ninja tak bisa melacak kemana bau Sasuke pergi karena baunya menghilang akibat ledakan. Tapi perkataan Kiba membuat Naruto sepertinya bersemangat kembali. Kiba bilang,kemampuannya yang sekarang sudah lebih sensitif dar anjing. Dia tahu kemana Sasuke pergi. Semua anggota misipun kemudian mengikuti Kiba yang jadi penunjuk jalan.
Aku yang bergerak di belakang Naruto,dapat melihat kalau dia sepertinya sudah tidak sabaran. Ketika dia bertanya pada Kiba,yang ditnya sepertinya tidak senang karena sedang berkonsentrasi. Aku ingin bilang pada Naruto supaya dia tenang. Tapi kata-kata itu tak pernah keluar dari mulutku.
Kiba tiba-tiba berhenti. Dia merasakan kalau Sasuke sudah bergerak. Tapi anehnya,baunya terpecah belah dan menyebar ke segala arah. Karena jarak kami dan Sasuke masih jauh kami tak bisa berpencar karena wireless tidak bisa digunakan. Sedangkan Kiba hanya bisa mengikuti salah satu bau itu. Naruto terlihat berpikir sejenak. Reaksi setelahnya membuat kami semua kagum. Dia membuat puluhan klon dengan Kagebunshin. Klon-klon Naruto lalu menyebar kesegala arah untuk mencari Sasuke secara acak.
"Maju, Naruto!" kata Kapten Yamato menyemangati.
Akupun ingin begitu,tapi kata-kata itu sekali lagi tak pernah keluar dari mulutku.
xxxxxx
Sambil menunggu,Naruto memberikan buku yang diberikan Kabuto pada guru Kakashi. Guru Kakashi lalu langsung memeriksanya. Setelah itu dia berkata bahwa buku ini akan berguna apabila kami bertemu anggota Akatsuki. Kamipun mengangguk setuju. Setelah berapa lama,klon Naruto sepertinya sudah menemukan keberadaan Sasuke. Kamipun segera bergerak mengikuti Naruto yang sekarang jadi penunjuk jalan.
Di tengah jalan,seorang anggota Akatsuki bertopeng spiral dan bermata satu menghadang kami. Mau tak mau,aku dan yang lainmeningkatkan kewaspadaan kami. Karena bagaimanapun juga,setahu kami anggota Akatsuki adalah kumpulan Shinobi dengan level S.
Ku lihat Naruto tersenyum. Klon Naruto muncul dibelakang anggota Akatsuki siap menyerang dengan Rasengan. Tetapi menghadapi Akatsuki,kami harus selalu sering dibuat terkejut. Ketika. Serangan Naruto harusnya kena telak mengenai tubuh anggota Akatsuki itu, tetapi yang aku lihat rasengan Naruto menembus tubuhnya begitu saja. Naruto coba menyerang kembali,tetapi dengan sekali pukul dia terjerembab ke kubangan.
Aku ingin segera berlari ke tempat Naruto. Jujur saat itu aku begitu khawatir. Tapi Sakura mencegahku. Dia bilang aku harus fokus,Naruto takkan apa-apa. Dan perkataannya sepertinya benar. Karena aku sudah melihat Naruto berdiri kembali.
Kami makin dibuat penasaran. Walaupun sudah diserang berkali-kali,orang itu dapat mematahkanya dengan mudah. Bahkan ketika tubuh orang itu sudah terkurung oleh serangga Shino dan sudah kupastikan, Orang itu menghilang begitu saja dan muncul kembali ditempat lain. Ketika Kiba coba menyerang secara mendadakpun,orang itu malah membuat Kiba jatuh tersungkur.
Saat kami masih penasaran dengan apa yang kami hadapi,muncul kembali anggota Akatsuki yang sepertinya bukan manusia. Mahluk itu berkata pada temannya, kalau Sasuke sudah mengalahkan Itachi. Itachi tewas, tetapi sasuke juga sekarat. Naruto berteriak pada mahluk itu menanyakan Sasuke. Tapi yang kami dapat, orang yang bertopeng itu ternyata memiliki Sharingan. Kedua anggota Akatsuki itupun kemudian pergi dengan cara yang berbeda.
Guru Kakashi segera bereaksi/ Dia memanjat ke atas pohon yang paling tinggi dan memintaku melihat kesekeliling dengan Byakugan. Sekitar 10km dari tempat kami,terlihat cakra kuat dengan ruang lingkup luas. Selain itu,kulihat hutannya terbakar oleh api hitam.
Guru Kakashi memerintahkan kami mengikutinya ke tempat yang tadi aku lihat. Kami segera bergerak secepat mungkin, karena Kiba dapat merasakan kalau 2 orang dari Akatsuki itu sudah terlebih dahulu sampai disana.
Sesampainya disana,api hitam amaterasu menghalangi jalan kami. Kapten Yamato segera membuka jalan dengan jurus elemen tanahnya.
Hujan yang turun tiba-tiba seakan ikut menandakan kegagalan misi kami. Sasuke yang kami cari sudah tidak ada. Mungkin orang-orang Akatsuki telah membawanya pergi. Tubuh Naruto terkihat bergetar.
'Naruto'
Aku ingin menghiburnya,tapi hanya kata itu yang keluar dari bibirku. Hujan semakin deras. Kami memutuskan pulang ke Konoha
xxxENDxx
Huft,akhirnya chapter 2 selesai juga. Maaf kalo kali ini miskin dialog. Saia buat sengaja. Karena tanpa banyak dialogpun,fic ini saja sudah panjang. Apalagi kalo ditambah lagi,mungkin akan jadi saaangat panjang. Bukannya apa-apa, saia aja sudah pusing waktu bikinnya.
Mungkin masih banyak mist typo. Tapi review kalian akan membantu dalam pembuatan fic selanjutnya yang settingnya merupakan favorite saia di manganya. Yaitu pengakuan cinta Hinata sama Naruto. Tolong di Review ya...prok...prok.( Udah kaya pak tarno neh).
