Hold My Hand

Pegang Tanganku

Ikkyu HosokawaXFemale Sena Kobayakawa

Di chapter sebelumnya:

Srek srek srek srek

"Sena, kau dengar itu?" "Eh"

Srek srek srek

Suara itu makin keras. Sena memeluk tanganku, ketakutan.

Srek srek srek

Aku mengarahkan senterku ke belakang dan kami menoleh ke belakang.

Srek srek srek

Dan yang pertama kali kami lihat adalah..!


Chapter 2

"GRAAAAOOOO!" Sesuatu bewarna coklat keluar dari semak-semak. Anjing. Dengan mata yang benar-benar putih dan kalung hitam dengan spike tajam di lehernya. Satu nama muncul dikepalaku.

Cerberus, anjing Hiruma. Dia melompat... ke arah kami!

Aku pass senterku pada Sena dan melompat. Ke arah Cerberus, anjing monster itu.

Pertarungan Udara

Ikkyu VS Cerberus

Manusia VS Anjing

A/N: Dari sini adalah fighting scene, mohon maaf kalau tidak nyambung karena saya masih payah dalam menggambarkan fighting scene. Bukan berati saya malas loh!

Cerberus membuka mulutnya lebar-lebar, menunjukkan taringnya yang tajam. Tapi aku sama sekali tidak takut. Aku menendangnya di bawah dagunya.

DUAK! Yak! Kena! Tapi Cerberus tidak mau kalah, dia mengigit kakiku.

GRAUK! Auw! Dasar anjing jelek! Aku mengayunkan kakiku ke bawah dan...

BUK! Cerberus terbanting ke tanah! Aku mendarat dan langsung berlari mundur ke arah Sena, jaga-jaga kalau Cerberus mau menyerangnya. "Grrr..." Cerberus berdiri lagi, murka.

Aku balik menatapnya dengan garang. Dalam hati berusaha menahan rasa sakit di kakiku. Kami melompat lagi, kali ini aku melancarkan pukulan ke sisi perutnya.

DUK! Kena! Cerberus membalas dengan menendang lututku.

Aku membalas dengan menyikutnya.

Kami mendarat tapi di detik terakhir Cerberus menamparku, membuatku kehilangan keseimbangan dan...

BRUK

Scene berantem berakhir

"Aduh..." Aku memegang kepalaku dan menaruh tanganku di tanah untuk tumpuan, di tanah yang lembut. Lembut? Aku melihat ke bawah dan nyaris berteriak. Sena. Ada. Dibawahku. Dan tanganku menekan dadanya. Bukan cuma itu, roknya tersingkap dan celana dalam lace putih dengan bordiran bunga dan pita hitam kecil terlihat.

CROOOOOT

Aku mimisan, parah.

Aku berguling dan memegangi hidungku. Wajahku semerah tomat. "Ikyuu-san tidak apa-apa?" Aku merasakan tangan kecil Sena di punggungku. Dia membantuku duduk. "M-Maaf..." Aku memalingkan muka, darah segar mengucur dari hidungku. Sesuatu yang lembut terasa di hidungku.

"Ikkyu-san tidak apa-apa?" Dia dengan lembut menghapus darahku dengan sapu tangannya. Tuhan. Bahkan sapu tangannya wangi! "K-Kamu tidak marah?" Aku melihat ke tanah menunggu Sena selesai membersihkan hidungku. Dia menggeleng kepala. "Aku tidak marah kok. Ikkyu-san tidak sengaja." Katanya sambil wajahnya memerah. "Aku yakin Ikkyu-san tidak akan melakukan yang aneh-aneh. Soalnya..." Dia tersenyum MAAANIIIISSS sekali.

"Aku percaya Ikkyu-san."

Tuhan... Mataku melebar melihat senyum manisnya. Sena itu benar-benar...

Manis

Cantik

Baik

Unik

Aku suka dia

...

...

...

"Kekeke! Lumayan juga kau backpedal sialan!" Aku dan Sena merinding. Suara itu!

"Oi, babi sialan! Ayo keluar!" Dari semak-semak tempat Cerberus muncul tadi, muncul babi kecil dengan sebuah video kamera terikat di kepalanya. "Buta-chan!" Sena berjokok dan mengulurkan kedua tangannya dan babi itu melompat ke arahnya. "Cewek chibi sialan! Backpedal sialan! Di babi sialan ini sudah dipasang video kamera dan speaker agar aku bisa memantau dan berkomunikasi dengan kalian! Untuk jaga-jaga agar kalian tidak curang, aku sudah menyiapkan mata-mata pada masing-masing pasangan sialan!" Aku melirik babi yang dipeluk Sena. Kasihan, dia gemetaran ketakutan. "Baiklah! Karena kau sudah berhasil melukai Cerberus, aku akan memberimu petunjuk ke tempat harta! Tyranosaurus! Itu petunjuk kalian! Kuhubungi lagi nanti!"

BEEP

...

...

APA TADI ITU?

Aku dan Sena sweatdropped. "Ayo, Sena. Kita lanjutkan jurit malam bodoh ini." Entah kenapa aku sudah merasa capek. Sesuatu yang hangat di tanganku. "Eh?" Aku menengok ke arah Sena. Wajahnya memerah dan dia menggengam tanganku. "Bisa kita pergi dari sini sekarang?" Matanya lagi-lagi menunjukkan rasa takut dan dia memeluk babi itu erat-erat. Bulu kudukku berdiri. Perasaanku tidak enak. Aku langsung menarik tangan Sena dan berlari... Menjauhi tempat ini.

Tidak jauh dari tempat mereka, seseorang tersenyum licik ke arah mereka.


"Tadi itu benar-benar bikin kaget ya, Ikkyu-san." Sena memaksakan tertawa kecil. "Umh..." Aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Jeda

"Ikkyu-san..." "Ya?" "Maaf, tidak jadi." "Oh? Ya sudah."

Entah kenapa suasananya jadi canggung.

...

...

...

...

...

...

AAAAAHHHH! Aku tidak tahan dengan kesunyian ini! Tapi aku mau ngomong apa?

Aku melirik Sena. Mata kami bertemu. Aku memalingkan wajah. Sena terlalu manis. Aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa.

"Ne, Ikkyu-san?" "Ya?" "Bagaimana kalau kita mengobrol? Supaya tidak terlalu takut." "Boleh juga."

"Kalau begitu... Ikkyu-san suka Mamori-nee?"

DEG

"A-Apa?" Aku tergagap. "Bukannya Ikkyu-san suka Mamori-nee?" Dia bertanya dengan polosnya. "Sekarang tidak lagi..." Jawabku dengan biasa. "Hee? Kenapa?" "Karena..."

Aku menyukaimu

"Aku suka orang lain." "Eh?"

Aku suka sekali padamu

"O-oh. Jangan sampai ketahuan Hiruma lho."

Aku tidak peduli selama kau ada disisiku.

"Semoga gadis yang disukai Ikkyu-san juga suka padamu."

Ya. Aku harap kau juga merasakan hal yang sama denganku.

"Ikkyu-san benar-benar baik. Gadis itu amat beruntung."

Aku janji akan menjadikanmu gadis paling beruntung di dunia.

"...Aku juga sedang suka seseorang."

Aku menyukaimu- Eh?

"Orangnya benar-benar baik. Dia terlalu hebat untukku."

Kau menyukai orang lain?

"Dia juga main American Football."

Siapa? Shin? Akaba? Riku?

"Dia seorang ace."

Hentikan. Hentikan.

"Aku benar-benar mengaguminya."

Kumohon...

"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama."

Cukup...

"Tapi kurasa bertepuk sebelah tangan... Sudah cukup bagiku untuk melihatnya."

Tubuhku rasanya seperti disaya-sayat

"Aku sudah menyerah-"

"Jangan." "Eh?"

Aku berbalik menghadap Sena. Aku menjatuhkan senterku. Kedua tanganku memegang erat pundak Sena. "Jangan menyerah sebelum mencoba."

Apa yang kukatakan?

"Kau tidak menyerah dalam American Football jadi kau jangan menyerah dalam hal ini juga."

Kenapa aku begini?

"Lebih baik mencoba daripada tidak melakukan apa-apa."

Ha. Padahal kau sendiri tidak melakukan apa-apa.

"Ikkyu-san..."

Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Jadilah milikku.


Entah apa yang merasukiku, aku berbalik dan lari, meninggalkan Sena sendirian. Aku terus berlari, berlari. Rasanya sakit sekali, mendengar perkataannya. Cinta yang tak terbalas. Benar-benar sakit. Dan mendengarnya berbicara seperti itu. Aku tidak sanggup. Wajah Sena terbayang di pikiranku. Senyumnya, tawanya, dirinya yang sedang panik, dirinya yang sedang berlari. Aku mencintainya. Terlalu mencintainya.

Tuhan... Kenapa kau memberiku cobaan seberat ini...

Kobayakawa Sena yang terlalu bagus untukku.


Aku terus berlari dan berlari... Sampai aku menabrak sesuatu. Aku terjatuh ke tanah. Aku melihat keatas dan nyaris menjerit.

Gaou.

Rikiya Gaou.

Gaou-nya Hakushu Dinosaurs.

Gaou.

"Hosokawa Ikkyu. Kau sudah siap untuk melawanku?"

Saat seperti inilah aku benar-benar menyayangi Agon.


Me: Yaaaa! Selesai!

Hiruma: Kekekeke! Kau bisa juga, Nona Author! Memberi backpedal sialan hukuman seberat ini!

Me: Hehehehe. Makasih! Untuk chapter ini aku sengaja supaya temanku di Author's Note ini bukan Ikkyu atau Sena-chan!

Hiruma: Kekekeke! Aku tertawa terbahak-bahak! Kasihan sekali backpedal sialan itu!

Me: Hehehehe!

Hiruma: Kekekeke!

Me: Hehehehe!

Hiruma: Kekekeke!

Mamori: Ya ampun... *sweat dropped*

Sementara itu di ruang rias (Back stage kukunci supaya gak dipakai murid Shinryuji menghajar Ikkyu gara-gara cemburu)

Ikkyu: Hoh...

Yamabushi: Ikkyu?

Ikkyu: Hoh...

Senri: Hoi! *melambaikan tangan di depan Ikkyu*

Ikkyu: Hah...

?

Hakkoi: Katanya Ikkyu berantem dengan Kobayakawa-chan ya!

Gokku: Itu berarti... Kobayakawa-chan single!

Sagojou: Aku bisa PDKT!

Ikkyu: TIDAAAK! SENA-CHAN MILIKKU!

Hup! Ikkyu melompat ke arah murid Shinryuji.

Murid Shinryuji: GYAAAAA!

DUAK DUESH BUK GRAUP *Silahkan insert soundtrack kehancuran/perang/pertarungan/dll*

Unsui: Kalian semua... bodoh *sweat dropped*

Me: Yang namanya cowok benar-benar bodoh. (Maaf kepada semua pembaca laki-laki! No offense!)

R

E

V

I

E

W