Tragedi Siang Bolong
Disclaimer : Pastinya KHR punya Amano Akira. Kalo Tragedi siang bolong pastinya punya saya.
Warning : OOC (mungkin), OC, gaje, abal-abal, sedikit BL (mungkin juga)
NB : Ini fic shonen-ai pertama saya jadi harap maklum
Summary : Dua cewek otaku yang entah gimana ceritanya nyasar di dunia KHR. Dan dengan begonya mereka gak nyadar kalo meraka sudah tidak berada di dunia mereka sendiri.
Akhirnya UTS nista itu telah berakhir meskipun harus diakhiri dengan fisika dan elektro. tapi gaka apa-apa yang penting udah slese kuhahahahaha
Ah, maaf jadi curcol hehehe. dari pada kelamaan selamat membaca
Chapter 2
" Woi, heh...heh...*ceritanya ini suara orang kecapekan*, kok kalian ninggalin kita sih!"
"Untuk apa kami menunggu kalian, dasar herbivore bodoh! Lagipula kami tidak mengenal kalian," jawab Hibari dengan tampang ketus.
"Jangan gitu dong kita kan gak tahu tempat ini. Ntar kalo kita nyasar terus diculik n diapa-apain gimana, kalian mau tanggung jawab?"
"Oya oya, Kyouya, jangan terlalu galak pada mereka." Mukuro berjalan menghampiri makhluk ajaib itu. "Jadi, kalian tidak berasal dari sini?" tanya Mukuro dengan senyum khasnya yang membuat dua makhluk aneh itu kejang-kejang.
"I..iya ka..ka...kami.., ka..kami. a~h, Yuuri gue udah ga kuat nih. Lu aja deh yang jawab," *maklum penggemar berat Mukuro sih*
"Waa...wa... ochitsuite Etsuki! OK kalo gitu biar gue aja yang maju. Iya, kami berasal dari negeri nun jauh disana. Suatu negeri yang bagaikan surga, tapi entah mengapa penduduknya melarat." *he..he.. pis pak*
"Oh, pantas wajah kalian seperti orang melarat." Kata Hibari sambil tersenyum mengejek.
" Kyou-kun jahat amat sih. Si Amat aja gak jahat."
" Maa..maa... Hibari-san, jangan berkata seperti itu. Bagaimanapun juga mereka kan perempuan" bela Tsuna.
"Tsu-chan, kamu emang dewi penyelamat kami."
"Jangan bicara seperti itu, aku kan jadi malu he...he... Eh, bentar dewi? Aku ini cowok tahu."
"Ups maaf. Yha, habis kamu ngegemesin banget sih jadinya tanpa sadar ngomong gitu deh tehe."
"Mou...apaan tuh!"
"Ehehe...mangap deh."
KRUYUUKK *peringatan, ini bukan suara kokok ayam, tapi suara perut *
"Ups, ehe.. maaf cacingnya udah gak bisa diajak kompromi nih,"
"Yuuri, lu malu-maluin gue aja sih!"
"Mangap dah. Gak bisa ditahan lagi sih."
"Oh, iya sekarang sudah waktunya makan siang. Bagaimana kalau kita makan dirumah ku?"
"Eh, kita boleh ikut makan di rumah kamu Tsu-chan?"
"Iya, ibuku masak kare hari ini. Bagaimana kalau kalian juga ikut, Mukuro-san, Hibari-san?"
"Hmm, baiklah kalau begitu."
Maaf ch2 nya pendek banget. Habis tiba-tiba si ilham pergi gitu aja sih jadinya cuma segini deh. Tapi jangan kecewa, saya juga punya cerita baru lho *malah promosi*. Ampun jangan timpuki saya dengan batu (TT_TT) saya janji chapter depan bakal lebih baik dari ini. Buat bhiblu21-san please don't kill me cz saya tidak bisa membuat adegan lemon. Yang ada saya malah cengar-cengir gaje pas ngebayangin adegan lemon.
Kritik? saran? cacian? makian? silahkan klik tombol review di bawah ini.
