AUTHOR NOTE

Luna: Hallo! Ketemu lagi dengan author terimut di FFN*ditimpuk barang-barang sama author lain*

Ancore: Disclaimer dan Warning ada dibawah ini…*nunjuk kebawah*

DISCLAIMER: VOCALOID MILIK YAMAHA CORP.! BUKAN MILIK AUTHOR!

WARNING: SEDIKIT GAJE, TYPO BERTEBARAN SEENAKNYA, SEDIKIT ROMANCE, OOT, OOC, ADA GODAAN PUASANYA WALAUPUN ITU SEDIKIT!

Luna: Mari kita mulai!^^

-LUNA AYAME13 PRESENT-THE PEACE-

Diruang tamu

"Hm…"gumam gadis berambut hitam sepundak yang telah bangun dari pingsannya, "Ah, kau sudah bangun. Ini diminum dulu!"ucap Mizki sambil menyodorkan secangkir teh manis, gadis tersebut mengambil cangkir teh manis dari tangan Mizki dan meminumnya sampai tinggal setengah, "Terima kasih…"gumam gadis tersebut. "Nah, ini dimakan dulu!"seru IA sambil menyodorkan roti lapis kepada gadis tersebut, gadis itu mengambil roti lapis strawberry dari tangan IA dan memakannya dengan lahap sampai habis tidak tersisa dan meminum tehnya yang tinggal setengah sampai isi semua cangkir itu habis tak tersisa, "Terima kasih banyak…"ucap gadis tersebut.

"Namamu siapa?"tanya Yuuma dengan ramah, "Namaku Mizuya Lola"ucapnya lirih, "Namaku Utatane Mizki, laki-laki disebelahku ini bernama Shion Yuuma, dan adiknya yang berambut pirang platina bernama Shion IA! Salam kenal!"ucap Mizki dengan lembut sambil tersenyum manis, sedangkan Lola hanya tersenyum tipis. "Terima kasih banyak. Tapi, bisakah aku ditinggal berdua dengan IA?"tanya Lola dengan suara lembut sambil melihat kearah IA, "Baiklah, kami ada di ruang dapur. Kalau kalian membutuhkan sesuatu, panggil saja kami. IA akan menunjukkan ruang dapurnya!"balas Mizki dengan lembut sambil menarik tangan Yuuma dan berjalan ke arah dapur.

"Lola, ada apa?"tanya IA dengan polosnya, "IA, aku punya berita buruk untukmu!"seru Lola dengan muka seriusnya. Dan, Lola pun menjelaskan rencana Leon kepada IA. "Hm, jadi Leon ingin merusak perdamaian itu… Kalau begitu, kita harus membuat strategi… Tapi, kita cuman berdua…"gumam IA dengan seriusnya, Lola hanya mengangguk kecil, "Kami berdua bisa membantu kok!"seru Yuuma sambil menggandeng tangan Mizki di depan pintu ruang tamu, "Kakak! Kak Mizki!"teriak IA dengan kagetnya sambil menutup mulutnya tidak percaya, "Bagus, ada bala bantuan dari dua orang!"seru Lola dengan berseri-seri. "Memangnya tidak boleh, ya? Seorang kakak membantu adiknya yang sedang kesusahan."ucap Yuuma dengan tenangnya, "Tapi…"ucapan IA yang terpotong karena elusan lembut Kakak, "Baiklah! IA! Ayo, kita hentikan rencana Leon!"seru Lola dengan penuh semangatnya, dan mereka berempat membuat strategi sampai menjelang malam hari.

Akhirnya mereka setuju dengan strategi yang dibuat IA, Mizki akan mengalihkan perhatian para penjaga bersama IA, sedangkan Lola memeriksa bahwa tempat tersebut aman dari para penjaga, Yuuma akan mencari pembunuh Raja Kaito dan membunhnya dengan pedang. Lola juga menceritakan ciri-ciri dan pembunuh yang diutus oleh Leon. Lola akan menginap dirumah Mizki untuk sementara waktu, dan Mizki pun setuju dengan pendapat tersebut. Hari sudah menjelang malam hari, Mizki dan Lola berpamitan untuk pulang kerumah Mizki. "IA! Kuucapkan selamat, ya!"ucap Lola dengan riangnya kepada IA, "Selamat atas apa?"tanya IA yang tidak mengerti dengan ucapan IA, "Selamat karena kamu berhasil lolos dari cengkraman Leon dan berhasil mendapat keluarga yang baik kepadamu"jelas Lola sambil tersenyum riang, "Kami pamit pulang dulu,ya!"pamit Mizki sambil membuka pintu depan, dan dibalas anggukan IA dan kecupan pipi dari Yuuma untuk Mizki yang sudah blushing, sedangkan Lola dan IA yang melihat adegan tersebut hanya tertawa kecil, Mizki dan Lola sudah pulang ke rumah keluarga Utatane.

" IA! Yuuma! Masuk kedalam rumah! Sudah malam. Makan malam juga sudah siap."panggil Kiku kepada kedua anaknya, dibalas oleh Yuuma dan IA dengan anggukan. Diatas meja makan sudah tersedia chiken katsu dan kroket sayur untuk makan malam, 4 gelas beragam jus untuk pelengkap makan malam, 4 mangkuk nasi yang diatas mangkok sudah ada sepasang sumpit. Salah satu kursi sudah ditempati oleh Taito yang tersenyum kepada IA dan Yuuma yang sedang menghampiri salah satu kursi mereka, IA duduk disebelah Yuuma, dan makan malam dilakukan setelah berdoa. Mereka makan dengan tenang dan ada sedikit suara tawa yang menemani acara makan malam sederhana tersebut, "Oh ya, maaf ya! Tadi ayah dan ibu tertidur sebentar"ucap Kiku yang sedang mengambil piring bekas makan malam tadi, "Tidak apa-apa kok! Ibu!"ucap IA yang sedang bermain monopoli dengan Yuuma, "Itu pasti gara-gara ayah menyerang ibu seperti serigala, ya!"seru Yuuma sambil memperlihatkan cengirannya dan mendapat jitakan dari Taito, IA dan Kiku hanya tertawa kecil melihat dua pemuda itu berdebat.

Keesokan harinya

Terlihat dipagi yang cerah di kediaman keluarga Shion yang harmonis, di kamar IA. IA sedang memakai baju dress biru selutut berlengan pendek, juga memakai flat shoes berwarna putih yang diatas sepatu tersebut terdapat pita berwarna pink, rambutnya dihias menggunakan bandana berenda berwarna soft blue. Ia sudah siap untuk berangkat ke acara pernikahan kedua kerajaan tersebut, setelah dipanggil oleh Kiku, IA segera turun ke bawah untuk sarapan. Diatas meja sudah terhidangkan sup miso, telur dadar gulung, 4 roti croisant (bener gk tulisannya?) coklat keju buatan Kiku, dan 4 mangkuk nasi diatas mangkuk sudah tersedia sepasang sumpit, tak lupa 4 teh manis untuk menemani sarapan sederhana tersebut. Seperti biasa, Taito sudah duluan duduk disalah satu dan tumben sekali Yuuma duduk disamping Taito, IA segera duduk dihadapan Yuuma. Mereka berdoa dengan khusyuk dan sarapan dengan tenang, walaupun ada sedikit tawa kecil hadir di sarapan sederhana tersebut.

"IA! Nanti kita ketemuan dengan Mizki dan Lola di depan pintu gereja tersebut kan?"tanya Yuuma dengan pelan sambil mengambil telur dadarnya, IA yang mendengar pertanyaan Yuuma hanya membalas dengan anggukan, karena mulutnya penuh dengan potongan croissant coklat keju. Setelah selesai sarapan, mereka segera berangkat menuju Gereja Perdamaian, tempat diadakannya pernikahan tersebut. Mereka segera disambut oleh gerbang yang penuh dengan mawar berwarna merah, biru, dan putih, dua patung angsa di samping gerbang tersebut seperti mengepakkan kedua sayapnya menuju angkasa. Di depan gereja sudah terlihat Mizki dan Lola yang menggunakan gaun indah melambaikan tangan kepada IA dan Yuuma, dengan cepat Yuuma dan IA menghampiri Mizki dan Lola setelah berpamitan kepada orangtua mereka.

"Nah! Ayo kita mulai strategi kita!"seru Lola dengan penuh semangat 45, Mizki hanya tersenyum tipis melihat Lola bersemangat, pernikahan sudah dimulai dengan datangnya Yang Mulia Ratu Miku di depan gereja. Yuuma sudah mengendap-endap mencari pembunuh Raja Kaito, Lola sudah memeriksa jalan yang akan dilalui oleh Yuuma dan memberi petunjuk kepada Yuuma bahwa tidak ada penjaga, IA dan Mizki yang sudah mengalihkan para penjaga dengan cara memberi mereka dengan pertanyaan atau dengan memberi mereka kue coklat, kue sus, dan kue muffin. Strategi sudah dimulai beriringan dengan mulainya acara pernikahan.

Tak lama kemudian, Yuuma melihat di lantai dua terlihat seseorang sedang membidik panahnya kearah Raja Kaito dan ciri-cirinya sama seperti penjelasan Lola , dialah utusan Leon untuk membunuh Raja Kaito! Dengan cepat dan pasti, Yuuma mengendap-endap ke arah pembunuh Raja Kaito dan bersiap menusuknya dari belakang. Sayang, sang pembunuh menyadarinya dan melepas anak panahnya kearah Yuuma, dengan cepat, Yuuma menghindar dan (Prang!*bunyi panci jatuh* Luna: Hoi! Siapa yang jatuhin panci tuh!*teriak+mencari biangnya*) menghunuskan pedangnya kearah tangan kanan sang pembunuh. Berhasil! Tim CLS Knight Surabaya mendpat tiga point dari ***(disamarin namanya)#plak! Balik lagi kecerita! Yuuma berhasil melumpuhkan tangan kanan sang pembunuh dan bersiap menyerang pembunuh tersebut, Yuuma menyerang pembunuh tersebut tepat dikaki kanannya, pembunuh tersebut berhasil mengambil anak panahnya dan menusuk tangan kanan Yuuma dengan anak panah tersebut.

Yuuma yang berhasil menghindar dari serangan tersebut, walaupun ada luka dibagian tangan kanannya. Bersyukur ada Lola dan 2 prajurit datang menghampiri dan 2 prajurit tersebut menangkap pembunuh yang gagal membunuh Raja Kaito, Lola rupanya memanggil 2 prajurit tersebut dan menjelaskannya. Bertepatan dengan selesainya pertarungan Yuuma yang singkat tersebut, janji suci telah diucapkan oleh Raja Kaito dan Ratu Miku. IA dan Mizki berlari menghampiri Yuuma yang duduk bersenderan dengan dinding gereja dan Lola yang sedang mengobati luka di tangan kanan Yuuma, IA segera memeluk Kakaknya yang sangat disayanginya sambil tersenyum riang dan Mizki mencium pipi kanan Yuuma dengan lembut.

Mereka melihat acara pernikahan kedua Kerajaan yang telah berdamai, dan melihat betapa mesranya Raja Kaito dan Ratu Miku didepan pendeta, senyum riang IA dan Lola mengembang dengan indahnya. Yuuma mencium bibir lembut Mizki dengan lembut dan senang, Mizki yang tidak keberatan bibirnya dicium oleh Yuuma membalas ciuman Yuuma dengan lembut. Kini semua kebahagiaan sudah dapat diraih oleh semua orang, Kerajaan Blue Oak dan Kerajaan Gui Vermillion telah berdamai, tidak ada lagi peperangan antara kedua kerajaan tersebut. Leon telah ditangkap oleh pihak kedua Kerajaan, Lola diangkat menjadi anak oleh ayah Mizki, IA masih menjadi anak dari keluarga Shion, Raja Kaito dan Ratu Miku telah memiliki 2 anak yang bernama Mikuo dan Kaiko.

"IA! Ayo, bantu ibu melayani pelanggan!"ucap Kiku sambil melayani pelanggan, "Iya, Bu!"jawab IA sambil berlari menuju ruang depan yang dijadikan toko roti. "Permisi!"ucap seorang gadis berambut honeyblonde sambil menarik tangan pemuda yang berambut sama dengannya, "Iya… Ada yang bisa kami bantu?"tanya IA dengan sopannya, "Kami pesan 2 chessecake dan 1 jus pisang dan 1 es jeruk."ucap pemuda berambut Honeyblonde, "Baik!"ucap IA yang mencatat pesanan dua orang tersebut dan pergi untuk menyiapkan pesanan. Kedua orang berambut honeyblonde tersebut duduk di kursi yang sudah disediakan sambil menunggu pesanannya datang, "Len…"panggil gadis bersurai honeyblonde kepada pemuda yang duduk disampingnya, "Ada apa, Rin?"balas pemuda yang dipanggil Len sambil menoleh kepada gadis yang dipanggilnya Rin, "Kerasa ada yang aneh tidak dengan Ratu Miku?"tanya Rin dengan lembut, "Iya sih! Raja Kaito juga! Keliatannya mereka merencanakan sesuatu"jawab Len sambil menyandarkan kepalanya di pundak Rin dan menutup matanya.

"Biasanya, setiap jam segini. Kita disuruh menjaga Putri Kaiko dan Pangeran Mikuo! Tapi, hari ini kita dikasih libur selama 3 hari…"ucap Rin kepada Len yang bersantai di pundaknya, sedangkan Len hanya mengangguk kecil sebagai persetujuannya dengan pendapat Rin, "Ya sudahlah, kita nikmati saja 3 hari tersebut…"sambung Len yang masih menyenderkan kepalanya di pundak Rin, "Permisi, ini pesanan anda!"seru IA dengan sopan sambil menaruh pesanan Len dan Rin diatas meja, "Terima kasih!"ucap Rin dengan lembut sambil tersenyum tipis, sedangkan Len meminum jus pisang miliknya dengan tenang.

"Rin…"panggil Len dengan lembut sambil mengambil satu sendok chessecake-nya kedalam mulutnya, "Ada apa, Len?"tanya Rin dengan polosnya sambil menoleh kepada Len yang sedang mengunyah potongan chessecake-nya dengan muka sedikit blushing, "Rin, mau kah…"gumam Len sambil memegang tangan kanan Rin dengan muka sedikit blushing, Rin yang tidak mengerti hanya menolehkan kepalanya sedikit, "Lupakan saja lah!"seru Len sambil melepas genggaman tangan Rin dan mengambil potongan chessecake-nya kedalam mulutnya dengan cepat.

"Dasar tsundere…"gumam Rin kecil sambil tersenyum tipis melihat Len yang seperti anak kecil, "Len…"panggil Rin sambil mengarahkan sendok miliknya kearah Len, "Ada ap-"ucapan Len terpotong karena Rin telah menyuapinya potongan chessecake milik Rin ke dalam mulutnya, "Enak kan?"ucap Rin dengan wajah tanpa dosa sambil mengambil kembali sendoknya dari mulut Len dengan lembut, Len yang masih mengunyah chessecake milik Rin hanya diam dengan wajah yang menghadap ke bawah. Rin hanya tersenyum manis melihat reaksi Len yang malu karena ulahnya, "Aishiteru, Rin…"gumam Len dengan muka yang setengah blushing, "Aishiteru mo, Len"balas Rin yang mendengar gumaman Len dengan muka blushing.

"Nee Rin…"ucap Len kepada Rin sambil mengarahkan sendoknya kearah wajah Rin, berniat balas dendam dengan sikap Rin tadi, "Len? Ada a-"ucapan Rin yang sukses membuat satu suapan chessecake milik Len masuk kedalam mulutnya yang kecil, Rin yang kaget hanya mengunyah chessecake yang terdapat dimulutnya dengan lembut, Len hanya memperlihatkan cengirannya. Setelah pesanan mereka habis, Len segera membayar pesanan. Stelah mereka membayar pesanan mereka, Rin mengajak Len pergi ke tepi pantai bagian utara Kerajaan Blue Oak.

"Len! Kalau kita membuat botol yang berisi surat permintaan kita dan kalau botol tersebut masih terapung di lautan, maka permintaan kita akan terkabul!"jelas Rin dengan penuh semangat, "Tapi, Rin. Itu kan cuman takhayul!"seru Len, "Ayolah, Len! Aku ingin mencobanya!"ucap Rin dengan manja sambil memperlihatkan mimic muka puppy eyes-nya kepada Len. "Baiklah! Aku akan mengambil beberapa bahannya."balas Len yang tidak tahan dengan puppy eyes milik Rin, "Tak perlu, Len! Karena aku sudah membawa bahan-bahannya kok!"seru Rin dengan cerianya sambil menunjukkan 2 botol bekas, 2 kertas putih, dan 2 pensil(?) kepada Len dan menyerahkan 1 botol bekas, 1 kertas putih, dan satu pensil(?) kepada Len, "Terima kasih, Rin!"ucap Len sambil menerima bahan-bahan tersebut dari tangan Rin. "Nah! Ayo, kita buat permintaan kita!"seru Rin dengan penuh semangat, Len hanya tersenyum tipis melihat Rin seperti itu. Mereka segera mencari tempat untuk menulis permintaan mereka, dan akhirnya mereka menulis di kursi taman yang terbuat dari kayu mahoni tersebut. Setelah mereka menulis permintaan mereka di atas kertas putih dan memasukannya ke dalam botol bekas tersebut, mereka mengapungkan kedua botol tersebut di lautan.

Pemandangan tepi pantai yang indah, hamparan pasir putih yang berada di sekeliling mereka, lautan yang berwarna biru muda yang belum tercemar, ombak yang sedang, dan matahari terbenam menemani liburan Len dan Rin hari itu. "Rin, maukah kamu menjadi istriku?"tanya Len sambil menyerahkan cincin berlian kepada Rin dengan gugup, "A-Aku mau Len…"jawab Rin dengan riang sambil tersenyum manis kepada Len, Len yang mendengar jawaban dari Rin dengan cepat memakaikan cincin tersebut di jari manis Rin sabil membalas senyuman Rin dengan senyum tipis. Setelah Len memakai kan Rin cincin pertunangan mereka, Len mengarahkan bibir Rin ke bibirnya dan menciumnya dengan lembut, Rin yang sempat terkejut dengan ciuman Len yang tiba-tiba membalas ciuman Len dengan lembut.

Pemandangan pantai tersebut menjadi saksi pertunangan mereka.

Kini kedamaian dapat tercapai, kebahagian telah tercapai, dan sekarang pasangan dari kedua kerajaan yang berbeda telah bersatu.

-THE END-

Luna: Berniat happy ending dengan tenang, malah membuat chap. 2-nya penuh dengan hal-hal romantic…*pundung*

IA: Tapi, hasilnya bagus sih…*kagum*

Yuuma: Walau rada gaje!*ngejek**dapat jitakan dari Mizki*

Mizki: Aku saja yang membalas reviewnya, Luna-san!*ikhlas*

Luna: Silahkan Mizki-san!*nyerahin kertas isi review*

Mizki: Dari Fuyuki25, malas login gk papa kok! Makasih atas pujiannya! Fuyu-chan ternyata dapat terharu, ya! Saya kira Fuyu-chan gk bisa terharu…*dijitak Luna* Ini chap. selanjutnya sudah update kok! Fuyu-chan! Terima kasih karena mau menunggu chap.2 ini! Terima kasih atas reviewnya, Fuyu-chan!^^

IA: Terima kasih atas silent reader yang mau membaca fict. ini!^^

Luna: Dan, selamat menunaikan ibadah puasa! Bagi yang melaksanakan ibadah puasa! Saya juga lagi puasa kok! XD*semangat 45* Mohon maaf lahir dan batin, ya!#plak!*lebaran masih lama!*

Yuuma: MIND TO REVIEW?! 0