RUMAH BARU
In new world 2025
Di salah satu sudut kota tokyo yang gelap kini terlihat sebuah lingkaran dengan huruf kanji yang berputar mengelilingi lingkaran tersebut. Di dalam lingkaran yang sangat terang tersebut kini terlihat tangan yang menerobos keluar dengan paksa dengan di ikuti oleh seluruh tubuh yang keluar dari lingkaran. Kini nampak kedua pemuda yang tengah tergeletak kehabisan tenaga dengan pakaian compang camping dan sedikit darah yang keluar dari sebelah bibir mereka.
" na..ru..to ini d..imana ? "
" ntah..lah ..sas, aku juu..ga tiidak ta...u "
Kini kedua pemuda tersebut tengah duduk beristirahat untuk memulihkan tenaga mereka setelah melakukan perpindahan dimensi. Perlahan lingkaran sihir tersebut akhirnya meghilang dengan meninggalkan kedua pemuda di gang yang sepi. Pagi yang cerah di kota tokyo kini telah membangunkan naruto dari tidurnya yang dirasa cukup panjang. Setelah mengerjapkan matanya naruto kemudian berdiri dengan melihat sahabatnya kini masih terlelap di alam mimpinya. Kemudian ia menggoyangkan tubuh sasuke untuk membangunkan pria tersebut.
" sas...oi sas..bangun sudah pagi ...!"
" eng...hmm "
Sambil mengerjapkan mata sasuke kini telah berdiri sempurna didepan sahabatnya dengan memusatkan pandangan ke pakaian mereka yang seperti pengemis ia berjalan keluar gang untuk memeriksa situasi di sekitar mereka. Ia pun melihat bayak anak muda yang kini tengah lalu lalang di jalanan yang di padati oleh lalulintas penduduk setempat untuk melakukan aktifitas pagi mereka. Ia pun akhirnya melakukan jurus hange meniru salah satu baju pemuda tersebut dan hange yang di gunakan hanya hange pada baju.
" sebaiknya kau menggunakan hange dobe "
" kenapa kau memanggilku dobe, dasar tame "
" hmmm, lihatlah pakaianmu kini sudah seperti pengemis naruto "
" oii sialan kau tame !"
Akhirnya setelah mereka menggunakan jurus hange mereka meniru pakaian anak sekolah yang kini sedang mereka perhatikan. Memakai pakaian kemeja putih dengan di balut oleh jas hitam berlambangkan sebuah bintang dengan tulisan THS di tengah-tengah lambang, dengan dasi yang mengikat leher mereka. dan juga celana hitam mereka yang memberikan kesan berwibawa saat mereka melangkah.
" sebenarnya pakaian apa ini tame ? "
" aku juga kurang paham dobe, lebih baik kita mencari tempat tinggal dobe "
Sambil melangkahkan kaki mereka keluar dari gang mereka menengok kanan dan kiri kaki mereka mulai melangkah mencari tempat untuk mereka tinggal. Sebenarnya mereka agak kaget melihat barang-barang atau pun hal-hal yang sangat asing bagi mereka berdua. Mulai dari mobil yang berjalan, pakaian yang sangat aneh menurut mereka dan gedung-gedung yang menjulang tinggi di depan mereka.
Sudah satu jam mereka berjalan kaki menyusuri kota tokyo yang padat penduduk namun mereka masih belum menemukan tempat tinggal. Kini mereka sampai di pinggiran kota tokyo di tepian hutan yang rindang.
Kruyuk
Sasuke memandang sahabatnya dengan tatapan bertanya atas suara yang tadi di dengar yang bersunber dari perut naruto. Namun yang di pandang hanya senyum kuda di wajahnya.
" hehe aku lapar sasuke "
" hn ... kita masuk kedalam hutan dobe "
" oi tame tunggu kenapa masuk ke dalam hutan "
" dasar dobe kita cari makan di hutan "
Sasuke yang melangkah terlebih dahulu kini mulai sejajar dengan naruto yang mengejar di blakang. Kini mereka berdua sudah masuk jauh ke dalam hutan untuk mencari makan ntah itu tumbuhan maupun hewan liar yang mereka pikirkan hanya mengisi perut mereka.
" ehh...tame ini sarang apa ? "
" hn...itu sarang babi hutan "
Kini naruto dan sasuke sedang berada di tengah-tengah sarang babi hutan yang sedang kosong. Naruto yang merasa agak cemas jika saja sang pemilik sarang datang dan yang terjadi pasi sang pemilik sarang akan menyerang mereka berdua. Pandangan mereka kini tertuju pada sebuah gumpalan hitam besar yng kini tengah membelakangi mereka.
" emm sas itu gumpalan apa ? "
Tanya naruto kepada sahabatnya mengenai benda yang kini berada di hadapan mereka. Pandangan sasuke kemudian mulai mengikuti sesuatu yang di tunjuk naruto. Sontang ia kaget saat pandanganya tertuju penuh kepada benda tersebut.
" cih...itu babi hutan dobe "
" sssst ... sebaiknya kita lari tame "
Merekapun mulai melangkan mundur menjauh dari babi hutan tersebut selangkah demi selangkah kini mullai menjauh dari mahluk tersebut.
KREEEK
Naas bagi mereka karna berjalan mundur mereka tidak memperhatikan apa yang mereka injak. Sebuah bunyi ranting yang terinjak kini menjadi tanda bahaya bagi mereka. Berkat pendengaran sensitif yang di miliki sang babi hutan kini mahluk tersebut memalingkan wajah ke belakang memandang ke naruto dan sasuke.
" cih "
" tame sebaiknya kita segera lari dari sini, sepertinya ini tidak baik "
" sas.."
Naruto yang kini tengah berbicara pada sahabatnya kini merasa heran karena yang sedang ia ajak bicara tidak menyahut. Naruto yang merasa curiga akhirnya memalingkan pandanganya ke samping dimana tati ia melihat sasuke.
" oi... tame sialan tunggu "
Anta mendengarkan ucapan dari naruto tadi sasuke melangkah lari terlrbih dahulu tanpa memperdulikan sahabatnya.
" oi tame tunggu "
Naruto yang kini tengah mengejar sasuke memalingkan wajahnya ke belakan untuk mengecek sang mahluk yang tadi mengejarnya.
' uaaaa dia semakin dekat '
Batin naruto yang kini berjarak 5 meter dari babi hutan yang terus mengejarnya. Satu jam sudah berlalu kini naruto dan sasuke tengah duduk di pinggir sebuah sungai yang mengalir dengan memotong hutan yang sangat lebat.
" hah hah ...sialan kau tame "
" ha ha kau saja yang kurang respon dobe, kita cari ikan di sungai ini dobe "
" hmnn ok "
Mata hari kini sudah selesai melaksanakan tugasnya dengan mengintip kedua pemuda yang kini tengah memakan hasil buruan mereka kini matahari mulai pergi meninggalkan kedua pemuda tersebut. Kini bulan telah menggantikan posiai sang surya yang menjadi satu-satunya pencahayaan bagi naruto dan sasuke.
" hn ... malam ini kita akan tidur di hutan ini dobe "
" mungkin memang hanya ini pilihan kita tame "
Malam semakin larut kini mene mani kedua pemuda yang tengah membaringkan tubuhnya. Hayalan mereka kini menerawang ke masa lalu dimana sang kekasih masih bisa menemani mereka di kehidupan mereka. Namun sebuah fakta yang sangat menyakitkan bahwa mereka kini telah beristirahat dengan tenang.
Perlahan permata hitam dan permata biru minitikan air mata mengenang saat-saat yang mereka habiskan demgan kesaaih mereka.
" hinata/sakura "
Gumam mereka berdua berharap dapat bertemu dan memandang kembali wajah sang kekasih yang sangat mereka rindukan.
Matahari kini telah mengintip kedua pemuda yang kini masih terlelap dengan damai. embun yang masih setia menyelimuti mereka kini mulai menghilang. Permata hitam sang uciha kini mulai terlihat di wajah sauke dengan kesadaran yang belum sempurna ia melangkah menuju mencuci muka.
" dobe bangun "
" ngh hmm "
Kini sudah muncul berlian biru sang uzumaki yang tersembunyi sedari malam tadi. Setelah cuci muka kini mereka berdua melangkah menuju pusat kota untuk mencari tempat tinggal. Tanpa arah yang jelas mereka berdua kini melangkah hingga kini mereka sampai di sebuah gedung yang sangat besar dan menarik.
" SHIMAMURA HOTEL ... hmm nama yang bagus, ayo dobe kita masuk "
Mereka berdua akhirnya masuk ke hotel tersebut dan menemui seorang yang mereka yakini dapat membantu mereka di hotel tersebut. Dengan keteguhan langkah mereka mereka mendekat ke nona tersebut yang kini tengah melayani orang lain di sebelahnya. Sang nona yang mengetahui kedatangan pelangganpun menggeser tubuhnya ke depan naruto untuk melayani pelangganya ini.
" selamat pagi tuan, ada yang bisa saya bantu ?"
" kita mau menginap disini nona "
ucap naruto yang kini tengah berdiri di depan sang resepsionis. Sedangkan sasuke memilih duduk di sofa dan memperhatikan kemewahan dari penginapan ini. Ia menatap dengan heran dekorasi ruangaan ini dengan air mancur yang berada di tengah ruangan membuat lebih fress dengan ikan yang bebas berenang di bawah air mancur tersebut.
' memang di masa depan sungguh luar biasa ' batin sasuke sambil memperhatikan arsitektur dari hotel yang mewah ini.
" utuk berapa hari tuan ?"
Diberi pertanyaan tersebut oleh sangresepsionis tadi naruto agak bingung, akhirnya naruto menengok ke arah sasuke dan sasuke pun tau maksud dari naruto yang menampakan kebingungan di wajah tampanya. Kemudian ia mendekati naruto dan menggantikan posisi naruto di depan resepsionis.
" untuk satu malam kami harus bayar berapa nona ?"
Tanya sasuke menggantikan naruto yang terlihat bingung dengan pertanyaan sang resepsionis. Demgam agak ragu sasuke menanyakan tentang harga 1 malam di hotel ini, karena ia sadar kalau ia dan naruto tidak memiliki banyak uang saat ini.
" untuk 1 malam 1000 yen tuan "
Kekawatiran sasuke pun mendapat jawaban yang sangat mengagetkan iya yakin ia dan naruto tidak memiliki uang sebanyak itu saat ini dengan ragu ia menoleh kearah naruto yang kini tengah duduk di sofa.
' shit.. ini terlalu mahal untuk kami ' batin sasuke, naruto yang melihat raut wajah sasuke yang terlihat bingungpun mendekat.
" knapa tame ?"
"sini aku bisikan dobe !"
" uang kita tidak cukup naruto, sebaiknya kita keluar dari tempat ini sekarang !"
bisik sasuke kepada naruto dan di balas anggukan oleh naruto. Engan wajah yang di penuhi senyumn sasuke kembali menatap sang resepsionis.
" maaf nona kami tidak jadi menginap di hotel ini, sekali lagi maaf "
ucap sopan sasuke kepada resepsionis dan dibalas senyuman oleh sang resepsionis. Dengan rasa malu yang teramat sangat untuk seorang uchiha mereka melangkahkan kaki mereka untuk keluar dari penginapan tersebut
' kalau tidak punya uang ga usah menginap di hotel bintang lima bodoh '
batin sang resepsionis yang melihat kedua calon pelangganya melenggangkan kakinya menuju pintu keluar.
Mereka akhirnya memutuskan untuk melangkahkan kakinya masuk kedalam hutan yang cukup rindang di pinggir kota tokyo yang jarang orang masuk kedalam hutan tersebut. Sampailah kedua pemuda tersebut di pinggir sebuah sungai yang sangat indah dengan tambahan sinar matahari yang akan tenggelam di ufuk timur. Mereka memutuskan untuk mencari ikan untuk mengisi perut mereka yang sudah kelaparan sedari kemarin.
' kenapa aku tidak menggunakan jutsu mokutonku untuk membangun rumah yah, haha memang aku sedikit pelupa '
batin naruto sembari keluar dari sungai untuk membangun rumah dengan jurus mokutonya, tak perlu menunggu lama setelah naruto membuat heandseal berdirilah sebuah rumah yang minimalis namun sangat elegan dengan di hiasi dengan pohon-pohon di sisi-sisinya.
"oi tamme aku sudah buat tempat kita untuk tinggal di sini "
BLETAK
Lemparan batu sasuke tepat sasaran mengenai duren emas naruto yang di balas dengusan kesal oleh naruto.
" oi baka kenapa malah melempar batu "
" dasar dobe, knapa dari tadi kamu tidak bilang kalau kamu bisa mokuton "
Sambil melangkahkan kakinya sasuke kemudian masuk ke dalam rumah dan mengabaikan naruto yang terus ngoceh akibat ucapan trimakasih sasuke karna sudah membuatkan rumah untuk tempat tinggal mereka. Malampun menjelang kini matahari yang 12 jam tadi terus merangkak menuju barat kini telah sampai di tujuanya dan digantikan oles sang rembulan di temani biasan-biasan bintang kini terlihat kedua pemuda yang masih terjaga di dalam rumah di tempat duduk masing-masing masih belum sedikitpun memberi tanda-tanda akan beranjak tidur untuk beristirahat.
" sas apakah kita akan bisa hidup damai di dunia ini ?"
" akurasa bisa dobe, asal kita tidak terlalu memanfaatkan kekuatan khusus kita di dunia ini dobe "
" kau benar tame kita harus meminimalkan menggunakan kekuatan kita di dunia ini, aku ingin hidup seperti penduduk pada umumnya, dan melupakan dia "
Ucap naruto sambil menitikan air mata sembari mengingat kejadian terbunuhnya sang kekasih di depan matanya sendiri. Dengan hayalan yang terus menerawang jauh mereka mencoba menata kembali hati mereka yang telah di bawa setengahya oleh masing-masing gadis mereka yang kini tengah ber istirahat dengan damai.
" ku harap mereka bisa bahagia di sana dobe "
Jawab sasuke sambil beranjak meninggalkan naruto yang masih menerawang jauh di imajinasinya tentang kenangan di masa lalunya.
" mungkin kita besok harus bekerja dobe untuk mencari uang untuk bertahan hidup "
" kau benar tame, sekarang kita sebaiknya istirahat untuk besok tame "
TBC
R&R
Maaf gan jika masih banyak kesalahan di mana-mana. Sekedar info untuk pembaca sekalian sebenarnya FFN ini bukan hanya ada 2 genre melainkan ada 4 (friendship,sci-fi,romens dan komedi) maaf kalo ada yang salah nama gebrenya
Satu lagi untuk nanti saya rencanakan akan muncul di chap 4 atau 5
Trimakasih sudah mau membaca
