Blind

Cast : Scoup x wonwoo | mingyu x wonwoo |others seventeen member

Rate : T

Warning : typo ,ooc , Boy x Boy

.

.

.

.

.

Author pov

Namja berkulit putih yang sedari tadi sedang duduk diranjang king size itu Nampak senyum malu-malu,senyum yang sejak ia pulang sekolah tadi tak pernah luntur , ia mengelus pelan luka yang ada di kakinya ,meringis lalu itu Nampak merenung sebentar mengikat-ingat apa yang terjadi padanya pada sore hari tadi .

Author pov end.

.

Wonwoo pov

"sungguh bodoh sekali aku,aku harusnya bersedih sekarang karna namja chingu ku kepergok oleh mata ku sendiri sedang bermesraan bahkan …ahh aku sangat membencimu,seungchol hyung."

Ucap wonwoo seraya mengusap wajahnya kasar. Dia memutar ulang kembali adegan itu ,mengingat adegan mulai dari apartemen yang dikutuknya sebagai neraka itu,yang membuat hatinya sakit ketika mengingat apa yang terjadi diapartemen kekasihnya,seungchol.

Sedetik kemudian wajah masamnya berubah menjadi sangat manis ,pipinya merona dan senyum yang mengembang bahkan mungkin jika ia sedang berada dikeramaian akan banyak orang yang terpesona melihatnya.

"ahh aku bodoh sekali,apa yang sedang kau fikirkan jeon wonwoo,dia hanyalah adik kelas mu" ucapnya,menghamburkan ingatannya pada adegan sebelum ia sampai kerumah sederhananya menjatuhkan badan kurusnya kekasur emuk itu lalu menutup wajahnya dengan bantal yang sedari tadi dipeluknya."sadarlah jeon wonwoo" batinnya.

.

.

.

.

Pagi hari yang tidak terlalu cerah tak melunturkan semangat siswa siswi untuk menuntut ilmu disekolahnya,tak terkecuali wonwoo,jeon wonwoo. Murid tingkat dua pledis school itu tengah berduduk manis ditempatnya,menatap kearah luar jendela yang kebetulan berada di samping tempatnya

"good morning emo wonwoo" ucap seseorang yang baru sampai dikelasnya,pria bermata sipit,kwon hoshi atau kau dapat memanggilnya hoshi,ketua grup dance tingkat dua disekolahnya.

"morning hoshi,bisa tidak memanggilku hanya wonwoo,tanpa embel-embel emo?" Tanya wonwoo ketus seraya menatap hoshi tajam

"santai wonwoo,kau galak sekali,kau harusnya senang kau mempunya panggilan kesayangan dariku" ucap hoshi sembari tersenyum lebar,membuat mata sipit nya menjadi kian menyipit.

"yak bodoh,aku tak perlu panggilan sayang darimu" balas wonwoo sambil memutar bola matanya malas

"hahah sorry wonwoo,ku tau kau memang namja imut yang galak,tapi tingkat kegalakan mu sepertinya sedang naik,apa yang terjadi? Mau menceritakannya pada ku?" ucap hoshi sambil menyikut lengan kiri wonwoo dengan lengan kanannya

"jangan panggil aku imut,aku ini ganteng tau" protes wonwoo sambil mengalihkan pandangannya kearah hoshi lagi

" ya ya terserah saja,nah sekarang ayo ceritakan padaku apa yang terjadi?" ucap hoshi sambil membalas tatapan wonwoo

"hmm kemarin aku kerumah seungchol hyung,membawa roti kesukaannya"

"lalu? Apa dia menolak roti itu? Wah tumben sekali biasanya dia tak akan menolak roti favorit nya itu?" balas hoshi tanpa menyadari raut wajah wonwoo yang mulai berubah

Wonwoo melipat tangannya dimeja ,kemudian menyembunyikan wajanya diantara tangan nya itu. "tidak,aku…"

"tidak? Kau? Maksudnya?" Tanya hoshi,tatapannya tak berpindah dari namja yang bersetatus sahabatnya tersebut

"aku melihat seungchol hyung berselingkuh,dia bersama namja lain di ranjangnya,dia…dia.."ucap wonwoo sambil menatap balik hoshi yang kini menunjukan wajah terkejutannya,tak terasa tetes demi tetes air matanya jatuh.

"wonwoo-ya,gwenchana ,kau pasti bisa menemukan orang lain diluar sana yang lebih baik dari laki-laki brengsek itu" ucap hoshi seraya menenangkan sahabatnya,mengelus punggung wonwoo pelan.

"kau tau hoshi,aku sangat-sangat tidak suka dengan yang namanya penghianatan,aku membenci seungchol hyung,tapi kenapa hoshi-ya aku susah sekali melupakannya" ucap wonwoo sembari mengusap wajahnya pelan,menghapus jejak-jejak air mata nya.

"kau pasti bisa,aku yakin kau bisa,wonwoo dengarkan awal kita masuk disekolah ini sudah banyak orang yang menaruh perhatian kepadamu,jadi aku yakin kau dapat melupakannya sesegera mungkin" oceh hoshi yang dihadiahi anggukan lemah dari wonwoo.

.

.

.

.

.

Tak terasa jam pelajar yang memuakan bagi mingyu sudah selesai,ya jam pelajar matematika yang diajarkan oleh raina-saem pelajaran yang ia sangat tak pernah bisa fokus benar-benar belajar jika sudah berhubungan dengan matematika,ia akan tidur,melamunkan seseorang,memainkan ponselnya,menggambar atau hanya memperhatikan kecantikan guru yang mengajarnya anehnya saat ada ujian ,mingyu lah yang mendapat peringkat satu,mebuatnya merasa itu adalah keajaiban.

.

Author pov

Dikoridor sekolah Nampak seorang namja tinggi yang satu tahun belakangan ini digilai banyak yeoja maupun uke disekolahnya,layaknya seorang artis dan itu adalah nyata,ya dia kim mingyu,namja dengan tinggi sedikit tidak wajar yang memiliki kulit tan dengan senyum manis yang akan menunjukan taring-taring tak tajam miliknya,bagaimana tidak orang-orang itu akan terpesona dengan seorang kim mingyu,terlebih sifat mingyu yang sangat ramah dan sopan,dan tambahan saja,dia adalah anggota osis juga ketua tim basket,manusia dengan sejuta keterampilan menurut penggemarnya.

"mingyu yaa~ ini untuk mu" ucap seorang yeoja yang membuat langkah mingyu terhenti dan kemudian menoleh menatap wajah dan kotak berwarna merah yang dibawa yeoja itu bergantian.

"ah gumawo lizzy noona" ucap mingyu seraya mengambil kotak yang sudah sedari tadi disodorkan yeoja itu,ya mingyu memanggilnya tanpa embel-embel sunbae,ia tak takut karna yeoja yang sudah hamper tiga bulan ini menaruh hati padanya lah yang memintanya untuk tidak menggunakan embel-embel sunbae

"ne mingyu-yaa,aku harap kau suka dan akan menyantap coklat itu hingga habis" ucapnya sembari tersenyum malu ,lalu meninggalkan membalas dengan senyumnya.

"coklat? Ucap mingyu dalam hatinya,kemudian teringat oleh seseorang yang iya tahu sangat menyukai coklat,dengan langkah yang sedikit di besarkan meskipun tanpa dibesar kan memang sudah besar mingyu berjalan,agak sedkit tergesa.

.

.

.

.

Wonwoo kini sedang berada di bangku dekat kantin,hanya memandang kearah selatan kantin yang memang mempunyai pemandangan cukup indah,dia ingin melupakan hal yang membuat harinya itu kusut,dan tiba-tiba saja…

TUKK "aww" wonwoo sedkit meringis,merasakan sesuatu benda menghantam kepalanya,tidak terlalu sakit meskipun lumayan,dan itu cukup membuatnya kaget.

"untuk mu" ucap seseorang yang memukul,ah atau lebih tepatnya menaruh suatu benda dipucuk kepalanya,wonwoo pun meraih benda itu,saat akan bertanya seseorang yang menaruh benda itu sudah berlalu,wonwoo hanya dapat menatap punggungnya menjauh,dan ia seperti ingat dengan seseorang..

"mingyu?" ucap wonwoo pelan,sangat ia membuka kotak berwarna merah itu,matanya berbinar setelah melihat apa isi kotak itu.

"wahhh coklat" ucapnya senang,semburat merah jambu tampak sedkit terlihat diwajahnya,entah berasal dari yang diterimanya adalah coklat,atau berasal dari orang yang memberi kotak itu?.

.

.

.

author pov

namja berwajah manis nan tampan namun tetap terlihat dingin itu melangkah menuju kelasnya dengan senyum terukir dibibir merah cherry dikelas iya langsung menjatuhkan diri dikursinya,membuka kotak berwarna merah itu dan akan segara mencicipi sesuatu yang ada didalam kotak itu.

"wah coklat,kenapa kau tidak memberitahuku wonwoo kau membawa coklat,apa kau mulai pelit pada sahabat mu wonwoo?" seru hoshi yang mebuat namja berwajah emo itu kaget,ia tidak tahu atau mungkin tidak sadar hoshi yang baru memasuki kelas langsung mendekati wonwoo,untung saja wonwoo tidak memiliki penyakit jantung.

"ya! hoshi! tidak bisa kah kau tidak mengkagetkan ku? dan ini..aku tidak membawanya,ada orang misterius yang memberikan coklat,kalo kau mau kau boleh memakannya,dan lagi,aku tidak pelit eoh!" celoteh wonwoo

"apa kau bilang? orang misterius? hahah dasar kau kutu buku saja memiliki fans,apalagi jika kau aktif sepertiku,aku cemburu wonwoo" canda hoshi ,kemudian mengambil satu potong coklat dan memakannya

"karna aku tampan semua orang akan terpesona oleh ketampanan ku" ucap wonwoo bangga,denga senyum yang dibuat sekeren mungkin

"ya ya aku tak akan menyela apa yang kau katakan,kalau tidak pasti kau akan memakan ku" canda hoshi sambil memasang muka horror

"tidak akan,kau pahit dan jarang mandi hoshi,aku pasti akan kejang-kejang jika memakan mu" balas wonwoo sambil menjulurkan lidah

"ya! " protes hoshi,sedetik kemudian mereka berdua tertawa bersama.

"oh ya wonwoo,saengil chukkae,aku tidak tahan untuk tidak mengatakannya padamu,padahal aku sangat ingin mengerjaimu" ucap hoshi mengejek kemudian tersenyum

"gumawo hoshi ya,aku saja lupa bahwa hari ini aku ulang tahun,kau memang sahabat terbaiku,kau tidak akan tahan lama-lama tidak mengucap kan hal penting pada sahabat tampan mu ini" ucap wonwoo senang sembari tersenyum lebar'

"ah sayang sekali wonwoo,aku mengucapkan tidak gratis kau harus mentraktirku nanti malam" ledek hoshi

"akan ku traktir angin,sahabat macam apa kau,tidak tulus sekali"ucap wonwoo ketus sambil melipat wajahnya

"aku bercanda wonwoo,tapi bisa kah kau mentraktir ku beneran? aku sangat ingin makan kue beras pedas" ucap hoshi dengan wajah dibuat memelas

"ckck,dasar kau,baiklah nanti akan ku kabar,aku akan mentralktirmu kue beras pedas" balas wonwoo

"ah sahabat ku terbaik lah" ucap hoshi sambil menyengir

"ckck" wonwoo membalas dengan decihan

.

.

.

hari sudah mulai sore dan langit sudah menunjukan akan menggelap,disekolahnya sudah tak banyak siswa ataupun siswi,wonwoo melangkahkan kakinya keluar sekolah untuk segera menuju rumahnya dan merebahkan diri dikasur empuknya ,wonwoo baru pulang,pelajaran tambahan sungguh mengganggunya, dan bayangan tentang kasur empuknya membuat wonwoo melangkahkan kaki lebih cepat dan semangat,wonwoo berjalan menuju halte bus sendirian,dan ketika sedang semangat berjalan ia merasakan hal aneh,seperti ada yang membututinya,ya seseorang sedang mengekori wonwoo pulang.

"ah mungkin hanya kebetulan orang yang memiliki arah yang sama sepertiku" batin wonwoo,berusaha menepis fikiran buruknya

KRESSEK

wonwoo terdiam,ini bukan pertama kali sebenarnya ia merasa sedang dibuntuti seseorang,ia takut tapi ia lebih memilih bersikap biasa saja,tapi hati kecilnya benar benar takut,dia takut dia akan diculik,lalu organ tubuhnya diambil dan dijual,ah membayangkan itu membuat wonwoo bergidik,dengan sesegera mungkin ia mengembalikan kesadaranya dan berjalan sedkit cepat,semakin cepat,dan sedkit berlari.

tapi itu tak cukup membuatnya tenang,orang yang membuntutinya itu melakukan hal yang sama,mempercepat gerak kakinya dan sedkit berlari demi menyusul langkah kaki wonwoo

wonwoo berhenti dari jalannya,tanpa berbalik dia memberanikan diri untuk bertanya "siapa kau? siapa sebenarnya kau? kau tahu,aku lelah kau buntuti" ucap wonwoo

merasa tak dapat jawaban dari sepersekian menit dia menunggu jawaban,wonwoo memberanikan diri dengan seluruh kekuatanya untuk berbalik.

"k-kau..." ucap wonwoo terbata

.

.

.

.

.

Next chapt? Mohon reviewnya ya,sangat membantu buat saya yang masih baru:D

Terimakasih untuk:Arlequeen kim,zahra9697,tfiy,ketiiiliem,guest untuk review terimakasih buat yang udah baca,sarannya aku tampung untuk perbaikan kedepannya,aku tunggu review lainnya ^^ hehe