My Delicious Girl
Author: Fiola
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Fantasy*Romance*Hurt/Comfort
Warning: AU!vers, miss typo(s)
Ch. 2
.
Vampir adalah makhluk dingin penghisap darah yang ditakuti manusia.
Tapi, bagaimana jika seorang manusia tidak sengaja jatuh cinta dengan seorang vampir dan melewati garis batasannya?
Bagaimana lika-liku kisah cinta mereka?
.
Sakura terbangun dengan keadaan masih bernafas hari ini membuat sang kakak, ibu, dan ayah terheran-heran pada Sasuke. Pasalnya, setiap seorang gadis yang terpilih sudah masuk di istana dan bertemu dengan Sasuke, esoknya gadis itu...
... Mati.
"Aneh, tidak biasanya" gumam sang kakak melihat Sakura masih hidup dan sekarang sedang duduk di taman istana
"Biasanya, kalau ada gadis terpilih hari ini misalnya, biasanya esoknya sudah tak bernyawa" ujar sang ibu
"Ada yang aneh dengannya." Sang raja pun akhirnya angkat bicara.
Dan saat Itachi melihat ke jendela lagi, ke arah Sakura yang duduk di taman
"I-Ibu... A-Ayah... coba lihat Sasuke..." Itachi melihat ke arah ibu dan ayahnya lalu kembali melihat ke jendela
"Ada ap-"
"Hn. Benar ada yang berubah."
Yang membuat mereka terkejut dan mengatakan bahwa ada yang berubah dengan Sasuke adalah Sasuke berbincang dengan Sakura dengan jarak cukup dekat. Biasanya, Sasue tidak mau dekat-dekat dan berbicara dengan seorang gadis. Baik itu pelayan maupun gadis terpilih. Kesempatan untuk bicara bagi gadis terpilih dengannya mungkin tidak ada karna esoknya, gadis itu sudah mati.
"S-Sasuke-san?" ucap sang gadis melihat seeorang dari balik pohon
"Hn." Respon Sasuke singkat seraya berjalan mendekati Sakura
"P-Pagi." Sakura berusaha tak takut dan menyapa Sasuke
"Hn." Lagi-lagi, respon sang emuda itu terlalu singkat. Yah... lagipula Sakura sudah pernah mendengar kalau pemuda itu irit bicara.
"Kau sudah sarapan?" pertanyaan yang terlontar dari pemuda itu membuat Sakura terkejut
"B-Belum"
"Kalau begitu, sarapan denganku" itu tidak terdengar seperti ajakan, melainkan sebuah perintah.
"... Baiklah."
.
Disinilah Sakura sekarang, di ruang makan kerajaan Uchiha yang besarnya... tak terkira ia sedang sarapan bersama Sasuke. Sarapan mereka berbeda. Jika ia makan roti, Sasuke makan...
Tentu kalian sudah tahu... Darah.
Sakura ingin cepat-cepat memakan habis makanannya karna ia takut sekali setiap pemuda itu menegak darah yang ada di gelasnya.
"Hn. Kau tak perlu takut seperti itu."
Perkataan Sasuke membuat Sakura tersadar bahwa sebenarnya Sasuke daritadi melihat ke arahnya. "Eh? T-Tidak kok Sasuke-san"
"Jangan panggil aku Sasuke-san. Panggil aku Sasuke saja." Titah sang Uchiha yang tak akan bisa dibantah.
"T-Tapi..."
"Jika kau membantah aku akan mengigitmu."
Deg.
Satu kalimat itu cukup untuk membuat seorang manusia Haruno Sakura ketakutan dan tak akan membantah lagi.
"B-Baiklah.. S-Sasuke."
"Wah.. Kalian sedang makan, ya?" ucap seseorang yang baru saja masuk di ruang makan
"Hn."
"Kenapa adikku tidak mengajakku?" tanya Itachi menarik salah satu kursi dekat Sasuke
"Hn. Kau bisa makan sendiri."
"Bagaimana dengan ibu dan ayah?" mendadak Mikoto dan Fugaku masuk ke dalam ruangan. Ruangan makan yang awalnya hanya ada Sakura dan Sasuke mendadak menjadi ramai.
"Hn. Ibu dan ayah bisa makan berdua."
"Tidak makan dengan ibu dan ayah juga Itachi, melainkan bersama Sakura.." perkataan sang ibu dijeda sesaat seraya memegangi kedua bahu Sakura
"... Kau suka Sakura ya, Sasuke?" tanya sang ibu membuat Sakura terkejut begitu pula Itachi dan Fugaku
1.. 2..
"Hn."
Tentu saja mendengar perkataan Sasuke membuat 3 orang keluarga Uchiha juga Sakura terkejut
"B-Benarkah, Sasuke?" Itachi memastikan
"Hn. Ya. Dan aku akan menjadikannya istriku"
Sing.
Sunyi senyap untuk beberapa detik sampai ketika..
"WAH?! Benarkah?!" sang ibu berteriak antusias
Tak ada jawaban sang pemuda.
"Wahh! Kalau begitu ibu akan menentukan harinya dan memberitahu orang tua Sakura!" ucap sang ibu
"Kalau begitu, salam kenal 'calon adik ipar'" panggil Itachi tersenyum ke arah Sakura yang sekarang wajahnya memerah sempurna walaupun masih ada ekspresi tidak mengerti di wajahnya
.
Untuk orangtua Sakura di desa Haruno.
Putrimu masih hidup dan sehat.
Kami akan menikahkannya dengan Uchiha Sasuke, putra bungsu kami.
Jika berkenan, datanglah ke acara pernikahannya yang akan diadakan 1 minggu lagi di kerajaan Uchiha.
Balas surat ini dengan bunga Sakura jika Anda akan datang dan dengan bunga mawar jika Anda tidak akan datang.
Tertanda, Raja Fugaku.
"S-Sakura masih hidup?" Ibu Sakura, Mebuki menitikkan air matanya melihat isi surat itu
"Aku akan segera membalas surat ini dengan bunga Sakura."
.
"Sakura~! Ayo hari ini kita akan mencari gaun pengantin untukmu~!" ujar Mikoto senang
"Baiklah, Yang Mulia"
"Panggil ibu saja"
"Baiklah... Ibu."
Hari ini Sakura akan memilih gaun pengantin untuk dikenakan lima hari lagi. Ia akan menikah lima hari lagi. Bahkan sekarang, Sakura merasa itu bagaikan mimpi.
"Wah... Cantik sekali~ bagaimana menurutmu Sakura?" tanya Mikoto takjub dengan penampilan Sakura yang elegan dan cantik
"Aku juga merasa ini cantik" ujar Sakura tersenyum ke arah ibunya dan ibu Sasuke
Ibunya?
Oh ya, Ibu sakura dipanggil ke kerajaan Uchiha untuk membantu Ratu Mikoto mengurus semuanya juga membantu Sakura.
"Mebuki, putrimu memang cantik!" ujar Mikoto pada teman masa kecilnya dulu
"Tidak kok, Mikoto." Ujar Mebuki tersenyum
Sesudah memilih gaun, Sakura tidak ada jadwal lagi sekarang. Ia menghempaskan diri di kasurnya yang empuk. Mungkin ia harus mengucapkan selamat tinggal pada kasurnya itu karna setelah menikah nanti, ia akan 1 kamar dengan Sasuke.
"Hah..." ia menghela nafas panjang
"Sakura..." panggil sang ibu, Mebuki lirih
"K-Kaa-san? Ada apa?" tanya Sakura yang sekarang terduduk
"Apa kau bahagia?"
Deg.
Hening. Ia tak menjawab sang ibu. Ia sendiri pun masih bingung apa ia bahagia.
"Entahlah kaa-san, aku juga tidak tahu" Sakura kembali terbaring menatap langit-langit kamar.
"Jika kau tidak bahagia, kau bisa mem-"
"Tidak. Aku tidak akan membatalkan pernikahan ini, Kaa-san" itulah Haruno Sakura, ia tidak akan lari dari keputusan yang telah ia buat.
"Baiklah kalau begitu, Kaa-san hanya bisa berharap kau bahagia, Sakura." Mebuki meneteskan air matanya
"Kaa-san.." Sakura mendekati ibunya ketika mendengar isakan sang ibu. Lantas, ia langsung memeluknya dan menangis.
"Kau harus bahagia! Kau harus!"
"Iya, kaa-san. Aku akan bahagia."
.
Beberapa hari setelah hari itu, hari pernikahan pun tiba. Jantung Sakura sedang berdegup tak beraturan karenanya. Ia berkali-kali menghela nafas di ruangannya. Ia benar-benar gugup sekarang.
Menyesal? Tidak ada perasaan itu. Yang ia rasa hanya gugup dan takut. Ia sendiri bahkan bingung mengapa tak ada perasaan itu.
"Sakura, kita akan masuk ke altar" panggil sang ayah, Kizashi mengulurkan tangannya ke Sakura
Wajah Sakura yang sudah tertutupi slayer putih itu pun tersenyum dan menerima uluran tangan sang ayah.
Ting... Ting... Ting...Ting...
Bunyi dentingan piano yang berpadu dengan musik mengikuti langkah Sakura menuju altar pernikahannya. Disana, ia dapat melihat sasuke menunggunya.
Begitu Kizashi menyerahkan tangan putrinya, Sakura ke tangan Sasuke, Sasuke langsun menarik Sakura agar lebih dekat dengan dirinya.
"Apa Anda bersedia menerima Haruno Sakura, seorang manusia sebagai istri Anda dan akan menemaninya dalm susah dan senang dalam menjalani kehidupan yang tak menentu ini?" tanya pria berambut perak dan wajahnya ditutupi sebagian oleh masker pada Sasuke
"Ya, saya bersedia"
Begitu mendengar jawaban Sasuke, pria itu beralih ke Sakura dan melemparkan pertanyaan padanya
"Apa Anda bersedia menerima Uchiha Sasuke, serorang vampir sebagai suami Anda dan akan menemaninya dalm susah dan senang dalam menjalani kehidupan yang tak menentu ini?" tanya pria itu dengan pertanyaa yan sama seperti pertanyaan Sasuke.
Sakura menarik nafas dalam-dalam lalu ia akan menjawab "Ya, saya bersedia"
Pria itu pun tersenyum dan kembali akan mengatakan sesuatu
"Dengan ini saya nyatakan hari ini, waktu ini kalian sebagai suami istri yang sah dan semoga perbedaan antara 2 insan ini tidak akan menghadang mereka" pria itu tersenyum di balik maskernya
"... Sekarang kalian boleh berciuman."
Deg.
Seusai mengucap janji pernikahan, sekarang ia akan berciuman?!
Jantungnya berdegup kencang bukan main sekarang saat Sasuke memutar tubuhnya, ia pun mengikutinya dan memutar tubuhnya.
Perlahan, Sasuke mengangkat slayernya sampai menampakkan dengan sempurna wajahnya sekarang. Tangan Sasuke memegangi lehernya membuat wajahnya memerah. Ia menutup matanya erat-erat saat Sasuke mulai mendekati wajahnya dan menutup matanya.
Cup.
Jepret.
Sakura tak percaya Sasuke akan menciumnya bahkan melumat pelan bibirnya. Sasuke terlihat menikmati ciumannya itu.
Itachi mengambil foto itu banyak dari segala sisi. Mebuki dan Mikoto menangis bahagia. Kizashi juga ikut-ikutan menangis bahagia. Sementara Fugaku... ia hanya diam. Tak ada ekpresi apa pun.
.
Tak terasa hari sudah malam.
Sakura baru saja selesai mandi. Ia keluar dari kamar mandi dengan baju tidur tidak berlengan dan celana piyama pendek sampai paha. Sakura menatap kosong cermin di hadapannya sekarang, sekarang ia tak percaya ia sudah menikah di umur 23 tahun. Padahal, ia berencana menikah di usia 25 tahun.
Tak apalah Sakura, author pikir tak apa menikah 2 tahun lebih cepat.
Ia memilih untuk tidur lebih cepat karna malu menghadapi Sasuke. Dengan segera ia merebahkan diri dan langsung terbang di alam mimpi .
Kriet.
Sasuke baru saja selesai berbincang dengan ayahnya dan Itachi juga ayah Sakura. Begitu ia masuk, ia melihat Sakura sedang tertidur manis di atas tempat tidurnya.
Ah, tidak. Lebih tepatnya tempat tidur mereka.
Sasuke segera berlalu ke kamar mandi untuk mandi.
Dan... malam itu, tak ada yang tahu apa yang terjadi kemudian, hanya Sasuke dan Tuhanlah yang tahu mungkin.
~TBC~
A/N: Gimana minna ch.2 ini? Bagus atau tidak?
Author akan sebisa membuatnya bagus minna~
Ngomong-ngomong, saat aku mengetik Sasuke yang mengatakan akan menikahi Sakura. Author senyam-senyum gak jelas minna, ckck. Mungkin karna membayangkan di Sasuke mengatakan itu ya? *digebuksasuke*
Comment minna~
~Fiola
