Kesedihan Yang Mendalam
Disaat Conan dan teman-temannya sedang berlibur di Prefektur Kanagawa, Seorang muda yang cantik jelita, berambut panjang dan jago karate yang bernama Ran Mouri masih berada di rumahnya.. Ya, memang ia tak memiliki rencana untuk liburan kali ini.. Sonoko, sahabat baiknya sedang berpergian ke luar kota bersama dengan keluarga besar Suzuki. Pemuda yang selalu berada di dalam pikirannya tak kunjung tampak.. Meski ia sering menelpon dan mengirim hadiah namun semua itu tak cukuplah membuat hatinya merasa senang.. Sudah sebulan berlalu sejak Pemuda detective itu menyatakan perasaan suka pada dirinya saat mereka tak sengaja bertemu di London.. Rasa bahagia saat itu menyelimuti dirinya, ia berpikir bahwa setelah ini pemuda itu tak akan menghilang lagi dan akan kembali ke sekolah dan menjalani hari demi hari seperti dahulu lagi. Namun, perkiraan itu ternyata benar-benar keliru yang terjadi justru sebaliknya pemuda itu menghilang dan tak kunjung muncul lagi.. Kasus.. Itulah yang selalu di bicarakan tiap ia menelpon dan dia bilang itulah yang dikerjakannya selama ini… Percayakah hatimu bila detective sehebat dia tak kunjung dapat menyelesaikan sebuah kasus? Tentu saja tidak.. Keraguaan semakin menebal menggerogoti kepercayaan kepadanya..Dan lagi bila memang itu kasus sangat berat mengapa ia masih sempat untuk mengerjakan kasus-kasus lain ? Bahkan ia terkadang membantu Inspektur Megure untuk memecahkan kasus di Tokyo ini..? Dia bahkan tak pernah mau mengaku dimana dia berada sekarang… Apakah dia tak percaya padaku? Mengapa ia tak menyerah saja menangani kasus itu?
Berbagai pertanyaan terus saja berkecamuk dalam pikirannya… Haruskah ia tetap bersabar menunggunya? Rasanya ia sudah sangat lama bersabar untuk menunggunya… Sanggupkah ia terus menunggu hingga pemuda itu kembali lagi ? Haruskah ia mencari orang lain untuk menemaninya? Tanpa disadari air mata terus mengalir di pipi Ran… Entah beruntung atau mungkin tidak dia menangis di kamarnya dan ayahnya sedang berpergian bersama pemilik Kafe Poirot… Biasanya Conanlah yang selalu tahu ketika ia menangis dan Conan jugalah yang biasanya yang menghibur dia, tapi karena Conan sedang tak berada disini artinya dia akan bisa menangis sampai air matanya habis ? mungkin saja bisa seperti itu….
Keesokan paginya, Ai terbangun dari tidurnya, dan ia menyadari bahwa Pieter ternyata menemaninya sepanjang malam.. Kontan saja itu membuat pipinya merona dan jantungnya berdegup kencang… "Ahhh, apa yang kupikirkan…" gerutunya dalam hati…Meski begitu dia tetap saja tak bisa melepaskan pandangannya dari sang pemilik wajah tampan itu..Tanpa disadarinya sang pemilik wajah telah bangun dari tidurnya dan melihat kearahnya….
"Ai Chan? Sudah baikkan sekarang?".
"Uhmm, n…neee.. Arigatou niichan…".
"iie, douitashimashite…" kata Pieter sambil tersenyum manis.
"berhentilah tersenyum semacam ituu!" Jerit Ai dalam hatinyaa…
"Ayo, sudah waktunya sarapan….." Pieter menarik tangan Ai.
"…."
Mereka berdua segera pergi ke ruang makan dimana Ayumi, Conan, Genta, Mitsuhiko dan Profesor Agasa telah menunggu…..
"Ai….. kamu sudah baikan? Ayo makan supaya tidak sakit lagi.." Ayumi mulai berbicara.
"Iya, ayo sini…." Genta dan Mitsuhiko menambahkan.
"Ai Chan, ayo makan yang banyak…." Pieter kembali meyakinkan Ai untuk makan agar kembali sehat…
"Neee~~~"
"Hmmm…. Kenapa mukamu merah begitu..?" Conan berpura-pura tidak tahu dan bertanya dengan polosnya..
"Argg.. Masak sih? Mungkin saja demamku belum benar-benar sembuh jadi ya begini deh…." Tiba-tiba saja Ai terpikirkan oleh jawaban yang sedikit absurd ini….
"Benarkah? Bukan karena Pieter niichan menemanimu sepanjang malam?" Conan kembali melancarkan jurusnya….
"Uhkk…. Bicara apa kamu? Tentu saja bukan kok….." Ai menjawab dengan gugupnya..
"Sudah-sudah Conan, jangan coba untuk membuat pertengkaran.. Ai masih sakit itu…" Profesor segera menghentikan kemungkinan perang ini akan berlanjut….
"Ne, hakase…" mereka berdua menjawab dengan serempak..
" HAHAHAHHAHAHAAA, akhirnya aku punya kesempatan untuk mengerjai Ai…. Rasakan tuhhh.." Conan tertawa dalam hatinyaa..
" UHHHHH.. Awas saja Kudo ituuu…." Ai marah-marah sendiri dalam hati.
Akhirnya mereka pun makan pagi dengan damai sejahtera dan berhasil terhindar dari perang lanjutan (?) antara dua orang jenius itu …..Setelah selesai makan ribut-ribut kembali terjadi… Bukan diantara kedua orang jenius itu melainkan ketiga anak kecil yang bingung akan melakukan apa setelah ini…
"Apa yang akan kita kerjakan setelah ini?"
"Main game sajaa.."
"Ahh, bosann"
" Terus ngapain dongg…?"
"Jalan-jalan aja yuk…"
"Tapi, Ai masih belum sembuh…."
"Terus apa? Nonton film ?"
"Film apa coba?"
"Twilight?"
"Proposal Daisakusen?"
"Percy Jackson?"
"Harry potter?"
"Fast and Furious?"
" Hm… Anak-anak bagaimana kalau kita nonton Running Man saja? " Pieter akhirnya buka suara member usul..
"Running Man?" Mereka bertanya-tanya acara apa itu…
"Itu acara dari stasiun tv SBS di korea… Mau nonton?"
"Acara apa itu?"
"Variety Show…. Sudahlah coba nonton dulu… Ayoo…."
Akhirnya mereka berkumpul bersama untuk menonton Running Man…Pada awalnya anak-anak ini kebingungan dengan apa saja yang di pertunjukan dan berkali-kali bertanya…Namun, setelah beberapa lama akhirnya mereka mulai paham dan mengikuti dengan senang dan tertawa terbahak-bahak.. Hakase juga Conan dan Ai juga ikut menikmati acara itu dan turut merasa senang…
"Wah… Ace Ji hyo kerennn…"
"Nggak bisa … Sparta Kook Lebih jagoo…"
"Jae Suk pinterr banget…"
"Gary… Lucuu…"
"Haha kayak anak kecil dehh…"
"Wahhh Kwangsoo berhianat lagiii…."
"Wah Suk jin keluar pertama teruss…"
"Wahhhhhh ….. Jong ki kerennn gantenngggg…"
"iiiiiihhhh… Song-song Couple soo sweet banget….."
"Monday couple kayaknya cocok tuh…"
"Nggakk bisaaa…. SpartAce Couple yang paling cocok…. Mesra banget…. Strongest Couple lagi….."
"Eh….. Ada yang gantengg guestnyaaa… Nickhun…"
"Wah gamesnya seruu…"
"hahahahahha lucu banget dehh…"
Yaaa begitulah secuplik percakapan ( perdebatan) mereka sewaktu menonton….Ditengah-tengah waktu menonton Pieter diam-diam mengajak Ai untuk pergi ke lab untuk membantunya melakukan penelitian..
"sssstt..Ai Chan… kamu mau bantu niichan melakukan beberapa penelitian di lab tidak..?" Pieter berbicara dengan suara pelan..
"Ehmm… Masih asik nonton sih niichan, tapi kalau memang mau ayo aku bantu…"
Mereka berdua diam-diam meninggalkan tempat menonton dan pergi berdua ke lab.. Conan yang melihatnya cuma bisa bengong dan berkata pada dirinya sendiri " Shiho kenapa ya? Aneh sekali tingkahnya…. Jangan bilang dia suka sama Pieter niichan itu… Hahah kalau memang begitu aku kerjain lagi ahh nanti…." Conan berkata pada dirinya sendiri, sementara itu hpnya bergetar menandakan sms masuk…
Cool kid kamu dimana? Jodie.
Oo aku dirumah Pieter niichan… Kenapa ?
Kami akan menjemputmu sebentar lagi…
Hah? Mau kemana?
Menemui beberapa agen…
Mau merencanakan penyerbuan ?
Tentu saja
OK..
O,.. Jangan sampai Ai tahu akan hal ini ya…
Baiklah…Aku akan segera keluar..
Conan Segera memberitahu hakase soal itu dan ia pun diam-diam menyelinap keluar…Sementara itu di lab Ai dan Pieter segera akan memulai penelitiannya…
"Niichan, kenapa memintaku untuk membantu?"
"Karena kamu sangat pintar, lagi pula kamu sepertinya benar-benar tertarik pada penelitian.."
"Nee.. Aku benar-benar ingin jadi seorang ilmuwan…"
"Hahaha.. Kamu benar-benar mengingatkanku pada seseorang…"
" Siapa?"
" Temanku…. Sudah ayo mulai.."
"Mau meneliti soal apa ?"
"Meneliti berberapa zat tertentu untuk ditentukan bisa jadi obat untuk berbagai penyakit atau tidak.."
"OK… Ayo mulaii" Ai bersemangat sekali…..
Sibuklah mereka berdua dalam penelitian yang benar-benar tak dapat dipahami oleh orang awan….
Sementara itu Conan yang telah menyusup keluar rumah berhasil menemui Jodie dan mereka berdua segera pergi ketempat beberapa agen FBI akan memulai rapat untuk perencanaan penyerangan organisasi jubah hitam itu….Ditempat tersebut hadir Shuichi Akai, James, Camel, dan masih banyak lagi anggota FBI yang bahkan tak dikenal oleh Shinichi… Mereka memulai rapat tersebut dengan membahas soal letak markas besar organisasi tersebut yang diperkirakan berada di tempat XZ itu…Mereka juga membahas kemungkinan-kemungkinan jebakan-jebakan yang dipasang di tempat-tempat tertentu…. Membahas segala persenjataan dan personil yang dibutuhkan untuk bisa menuntaskan penyerangan itu dan berbagai taktik untuk penyerangan itu..
Kembali lagi ke Tokyo, setelah menangis entah berapa lama Ran Mouri tertidur … Setelah bangun ia merasa butuh penyegaran… Sehingga ia memutuskan untuk berkunjung ke kantor pengacara milik ibunya…. Ditengah perjalanan ternyata terjadi sebuah kasus yang memaksa Ran untuk tetap berada di tempat tersebut menunggu selesainya penyelidikan… Mungkin sudah sejam berlalu tanpa ada hasil yang memuaskan.. Inspektur megure, Inspektur Shiratori, Takagi dan Miwako belum juga berhasil menemukan siapa pelaku dari kejadian itu..
"Jadi, para polisi kepolisian pusat masih saja belum bisa memecahkan kasus ini?" Sebuah suara bernada sakrastik terdengar..
"Eh? Siapa yang berani berbicara begitu…?" Inspektur sedikit kesal mendengar hal itu..
" Pantas saja kenapa semua begitu merindukan Shinichi Kudo.. Ternyata kinerja kepolisian belum juga membaik… Aku benar-benar kecewa…" Orang itu kembali berbicara dengan nada yang tidak menyenangkan sama sekali..
"Hei… Siapa itu? Kalau berani jangan hanya berbicara tapi keluarlahh" Inspektur benar mulai kehilangan kesabaran….
"Aku… Kenapa inspektur? Apa sudah lupa dengan aku ini?"
"Sa…Saguru Hakuba, detective sma Ekoda yang terkenal di Inggris!" Miwako dan Takagi bersamaan menyebutkan nama pemuda itu…
"Benar sekali.. Lama tak jumpa…."
Ran yang sedari tadi memperhatikan terkejut… Wah bukankah itu pemuda yang bersama-sama dengan beberapa detective lain waktu kasus di rumah senja itu? Pemuda itu mulai menjelaskan satu demi satu rincian mengenai kasus itu dan benar saja tak lama kemudian selesailah kasus itu…Ran segera saja ingin pergi ke kantor ibunya ketika tiba-tiba pemuda itu menghentikannya…
"Hei… Ran Mouri?"
"Ehmm, iyaa.. Kamu Saguru kan.?"
"Ya.. Hehe lama tak bertemu.."
"Bagaimana kabar Shinichi?"
"Kenapa bertanya padaku?"
"Kamu kan pacarnya… Aku hanya ingin tahu kabar dari sainganku itu….Dia sudah lama tak pernah muncul lagi di surat kabar mana pun… Apa jangan-jangan dia sudah berhenti jadi detective ya? Tiba tiba saja Saguru yang cool itu jadi banyak bicaranya..
"Aku, bukan pacarnya….. Dia pergi tak tau kemana… Tapi dia masih sering memecahkan kasus kok.. hanya saja tidak pernah mau untuk di muat di koran seperti dulu…. Uppsss aku lupa dia bilang untuk jangan bilang kepada siapapun.." Ran tak sengaja keceplosan…
"Hmm, begitu ya… Jangan-jangan dugaanku benar…."
"Dugaan apa?"
"Ah, bukan apa-apa… Kamu mau kemana? Apa perlu kuantar?"
"Tidak perlu, arigatou.. aku sudah hampir sampai kok ini…"
"OK.. baiklah daahhh… Lain kali kita pasti akan bertemu lagi Ran…" Saguru kemudian masuk ke mobilnya dan pergi….
Ran sejenak masih diam mematung baru kemudian pergi menuju kantor ibunya..
Ai dan Pieter yang sudah beberapa lama melakukan penelitian sudah mengalami beberapa kemajuan..
"Wah.. Sepertinya sudah banyak kemajuan dalam penelitian ini… Arigatou Ai Chan… Kamu memang hebat….."
"Hehehe..Niichan bisa saja…."
"Fuihh… Benar-benar melelahkan ya…. Bagaimana kalau kita pergi sebentar keluar dan mencari makanan…. Sekalian refreshing dulu….. Eh juga beli untuk hakase dan anak-anak yang lain juga….."
"Yeee…. Ayooo" Ai tak tahu kenapa bersemangat sekali
"let's goo"
Mereka berduapun keluar dari lab dan melihat bahwa hakase dan anggota detective cilik masih sibuk menonton running man….. Tapi Ai mendapati bahwa Conan tak ada..
"Niichan.. Conan tak ada…."
"Mungkin sedang ke kamar mandi… atau dia bosan menonton dan kembali ke kamar atau juga dia sedang asik membaca buku detective di perpustakaan…"
"Ahh, benar juga… Maniak cerita detective itu pasti sedang baca buku…. "
Akhirnya mereka berduapun pergi ke kedai sushi terdekat dan memesan beberapa jenis makanan yang tertera dalam menu baik yang akan di bawa pulang maupun yang akan mereka berdua makan…Setelah makan sampai puas barulah mereka pulang dan menyiapkan sushi yang mereka beli untuk hakase dan yang lainnya diatas piring… Saat itu terdengarlah bunyi bel yang menggema… Segera saja Pieter membukakan pintu… Di depan pintu terdapat seorang wanita berambut pirang yang sangat cantik….
"Ehm… Maaf. Ada perlu apa kesini?"
"Saya mau mencari seseorang…"
"Oh, ya anda mau mencari siapa?"
"Sherry…"
"Ha… Maaf sepertinya anda salah alamat…. Di sini tidak ada yang bernama Sherry….."
" Sherry ada disini cepat panggil dia keluar sekarang juga….."
"Aku benar-benar tak tahu siapa yang kau maksud dengan Sherry…. Disini rumahku dan tidak ada seorang pun yang bernama Sherry disini… Maaf nama anda siapa?"
"Aku? Vermouth….. "
"Maaf Nona Vermouth anda benar-benar salah alamat…."
Saat itu Ai yang mendengar adanya keributan diluar menjadi penasan… Setelah selesai menyiapkan semua sushi ditempatnya untuk makan siang hakase dan yang lainnya dia mencoba pergi keluar untuk mengecek apa yang terjadi.. Sesampainya di dekat pintu dia bertanya pada Pieter…
"Niichan… Kenapa ribut-ribut?"
"Ah.. Ai Chan ini ada tamu yang mencari seseorang… Aku sudah bilang padanya bahwa tak ada orang yang bernama Sherry disini tapi dia tetap bilang bahwa orang itu ada disini…
Vermouth yang melihat bahwa Ai berada disitu… Senyumnya mengembang dan berkatalah ia
" Hei, Sherry… Kemarin kita sudah bertemu kan…?"
"…." Ai tidak dapat berkata-kata.. Tubuhnya bergetar… keringat mulai membasahi tubuhnya….
"Hei… Bicara apa kamu.. Dia itu Ai Chan.. bukan Sherry… Kamu pasti salah orang…. Sudah pulang lah sana" Pieter berusaha mengusir Vermouth..
Vermouth kemudian masuk dan memegangi Ai… Ai yang sudah lemas tak bertenaga sama sekali tak dapat melawan…..Vermouth kemudian berusaha menarik Ai untuk pergi dengannya ke markas besar organisasi….
Bersambung
Wahhh akhirnya selesai juga….. Gimana nih ceritanya? Aneh gak? Hahaha kekurangan ide sampe harus masukin acara orang kesini wkwkwkwkk
Review ya readerrr…..
