Happiness in Our Live : Season 1 Chapter 2!
Hai lagi~! Maaf kalo updatenya lama! Aku tak punya waktu yang cukup untuk ngetik! Eheheh… Kemungkinan, di sini ada sedikit humornya… Eheheheh…
Warning! : Fem!Gempa, Shounen-ai, OOC, GaJe, terdapat OC, Beware of the TYPONESS :v, DLL.
Selamat Membaca~!
Happiness in Our Live : Season 1 Chapter 2~!
"Sekarang dimana Xiang Qi?" Tanya Api yang masih saja meneteskan air matanya.
"Di rumah sakit." Jawab Ray dengan nada lesu.
Air tahu sekarang ini istrinya sedang dalam hati yang sedih, walau ia selalu hyperaktif. Air mengangkat dagu Api yang tadinya menunduk, lalu ia hapus jejak air mata Api dengan kedua ibu jarinya.
"Sehabis kau menangis, kita jenguk dia yuk!" Ajak Air yang mendapat anggukkan Api.
Api menghentikkan tangisannya, menggenggam tangan Air.
"Ayo kesana!"
Dirumah Sakit…
Api, Air dan Ray sekarang ada di UGD, mencari beberapa sosok yang di cari ( Fang, Gempa, Amara, Taufan, Yaya, Ying, Gopal, dan Stanley. ), hingga menemuinya.
"Fang, Amara! Dimana Xiang Qi?" Tanya Api cemas, bertanya pada kedua kembaran Xiang Qi yang menunduk lemas.
"Di dalam kamarnya, lantai 3 kamar 56, dia koma." Jawab Fang sembari memeluk Gempa.
Api kembali meneteskan air matanya, yang di ketahui Ray juga meneteskan air matanya.
Air kembali memeluk Api, membelai lembut punggung sang istri, memberi kecupan penuh kasih saying di keningnya.
Kriiing! Kriiing! Kriing!
Suara handphone Air berbunyi. Terpaksa Air harus melepas pelukkannya. Air mengangkatnya dan tertulis di layar tulisan 'Kak Halilintar'.
"Iya, Kak Hali?"
"Kalian dimana? Maaf aku telfonnya ke kamu, Air. Aku sudah telfon ke handphone-nya taufan, tapi ternyata handphone-nya di tinggal.
"Kami di rumah sakit. Kak Hali cepat ke kamar ruang inap lantai 3 kamar 56 ya?"
"Apa yang terjadi?"
"Akan aku jelaskan di sini. Ke sini secepatnya ya kak!"
Sekarang Air, Api, Ray, Fang, Gempa, Amara, Taufan, Yaya, Ying, Gopal, dan Stanley sudah ada di kamar Xiang Qi berada.
Terlihat gadis kecil tengah berbaring tanpa adanya kesadaran karna asma lalu koma. Ray menatapnya sedih, ia kecup kening kekasihnya itu.
Taufan yang menangis sembari menundukkan kepalanya di sofa. Api yang masih menangis sedari tadi yang lagi – lagi di peluk Air, Gempa yang juga di peluk Fang erat, dan sisanya hanya menunduk kepala cemas.
Tak lama kemudian Halilintar datang. Matanya tertuju pada Taufan yang menangis sembari menundukkan kepalanya.
Halilintar panik, langsung ia peluk erat – erat tubuh Taufan yang lebih kecil darinya itu.
"Taufan… Kenapa kau menangis? Ceritakanlah padaku…" Ajaknya lembut.
"Xiang Qi. Hiks, Xiang Qi asma lagi! Dia koma! Kenapa ini terjadi Halilintar? Sahabat lamaku… Hiks." Jelas Taufan di sela isakkannya sembari membenamkan wajahnya ke dada bidang Halilintar dan mempererat pelukkannya.
"Cup, Cup, Cup. Ada aku Taufan… Xiang Qi baik – baik saja kok."
Halilintar menenangkan Taufan, mengelus punggung dan membelai rambut hitam lembut sang istri tercinta. ( Iya, di sini Halilintar ama Taufan dah nikah. Chapter 3 / 4 / 5 bakal aku kasih flashback tentang pernikahan mereka! )
Beberapa jam kemudian, Amara, Yaya, Ying, Gopal, dan Stanley pulang ke rumah masing – masing. Hanya si Kembar 5 dan si Kembar 3 yang satunya terbaring di kasur rumah sakit, dan Ray.
Taufan yang kelelahan menangis tidur di paha Halilintar yang masih terduduk di sofa. Halilintar mengelus pipi chubby milik taufan dengan telapak tangannya yang besar, menatap sang istri tanpa rasa bosan.
Gempa yang kelihatannya sedang menunggu Xiang Qi sadar dari komanya, begitu pula dengan Ray dan Api.
Fang hanya santai – santai membaca buku sembari berbaring di sofa ( Heh! Adek kau lagi koma bukannya cemas malah santai – santai! Kakak macam apa kau?! 'Di serang Harimau Bayang' ) bersama Air, Bedanya, Air membaca buku sembari duduk di kursi sofa.
Beberapa jam kemudian, Xiang Qi sadar, di saat Ray, Gempa, dan Api hampir tertidur lelap.
"Ngh."
Seketika, Gempa, Api, dan Ray tak mengantuk lagi karna kesadaran Xiang Qi.
"Xiang Qi? Kau sudah sadar?!" Tanya Api memastikan.
"Iya… aku sudah sadar." Jawab Xiang Qi dengan nada yang agak rendah.
Fang, dan Air menghentikkan aktivitas membacanya, dan langsung menghampiri Xiang Qi yang sedang di peluk oleh Ray.
Gempa dan Api menangis bahagia. Halilintar membangunkan Taufan yang tadinya tertidur lelap.
"Hei. Hei! Taufan! Bangun! Xiang Qi sudah sadar!" Halilintar membangunkan Taufan sembari menepuk – nepuk kecil pipi chubby sang istri.
Taufan langsung terbangun mendengar kata – kata Halilintar.
"Apa?! Mana? Mana?" Ucapnya saat ia sudah duduk.
Taufan langsung melesat ke ranjang Rumah Sakit, tempat Xiang Qi berada.
Taufan hanya menangis lega dan bahagia, lalu ia memeluk Halilintar.
"Terima-Hiks… Terima Kasih, Hali… Kau sudah meyakinkanku…" Ucapnya yang lagi – lagi di sela isakkan tangisnya.
Halilintar membalas pelukkannya. Ia mengecup kening Taufan lalu mengangkat dagu sembari tersenyum lembut padanya.
"Sama – sama… Ini sudah menjadi kewajibanku untuk membuatmu bahagia…" Ucapnya masih tersenyum lembut. Taufan membalasnya sembari mengeratkan pelukkan.
3 hari kemudian…
Tidak terasa waktu berjalan sangat cepat. Pagi ini Gempa sedang merawat kebun Strawberry, dan, Blueberrynya… Dan juga di kawal oleh Fang. Untuk apa harus di kawal Fang? Lihat saja nanti.
Gempa saat ini sedang memetik buah – buah yang sudah matang lalu ia masukkan ke keranjang yang di bawa Fang ( Satu… ).
Lalu ia menyiram pohon – pohon dan bunga – bunga yang ada di situ.
Kemudian mencari tanah kosong untuk menanam biji – biji buah yang di kumpulkannya. Kalau sudah menemuinya, ia menyuruh Fang untuk menggali lalu menanam biji buah itu ( Dua… ).
Sementara Fang sedang melakukan tugasnya, Gempa memetik bunga – bunga yang layu dan yang sudah mekar dengan indahnya.
Di saat Gempa memetik bunga – bunganya, ia melihat hewan merayap di daun bunga itu.
"K – K – K – Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~! Ular Mini berduri ( ? )~!" Teriaknya yang dapat di dengar oleh Fang karna kerasnya suara itu.
Fang panik begitu Gempa hampir membuat gendang telinganya mengeluarkan darah. Ia berlari ke arah Gempa yang masih teriak histeris.
"Gempa! Gempa! Gempa! Ada apa?!" Panggilnya sembari mengguncang – guncangkan tubuh Gempa.
Gempa menunjuk ke arah ulat yang membuatnya menjerit histeris sampai bisa menghancurkan telinga sesiapapun yang berada 1 – 10 meter di sekitarnya.
Fang menatap tunjukkan Gempa…
"Oh…" Lalu ber'oh' ria.
Fang mengambil setangkai kayu yang ada di dalam keranjang yang ia bawa, lalu mengambil ulat itu dengannya dan membuangnya ( Tiga… Dah tau kan guna Fang mengawal Gempa? Nah, lanjut ke story! ).
"Gempa… Ular Mini berdurinya sudah aku buang… Ayo, lanjutkan perkerjaanmu…" Ajak Fang lembut.
"Temenin~" Ajak Gempa manja dengan nada yang di manja – manjakan.
"Haaaah… Iyalah…" Fang menerima ajakkan itu walau pasrah, lalu mengikuti perintah – perintahnya seperti…
"Fang! Coba periksa yang itu!" Perintah Gempa sembari menunjuk ke bunga yang layu, lalu Fang memeriksa bunga itu.
"Tidak ada apa – apa… Aman." Ucap Fang dengan tiadanya semangat hidup ( ? ).
Gempa memetik bunga yang baru saja di periksa oleh Fang, lalu memasukkannya ke keranjang yang Fang bawa.
"Kalau begitu yang itu!" Perintahnya lagi sembari menunjuk ke bunga yang mekar dengan indahnya. Fang memeriksa lagi.
"Ada." Ucapnya yang masih tiadanya semangat hidup.
"Ambil!" Perintahnya lagi.
Fang menuruti kata – kata Gempa, melakukan hal yang sama saat melihat ulat.
'Nasib…' Batin Fang di dalam hati ( Sabar ya Fang? Maklumi saja… Demi Gempa! ).
Dah selesai~! TBC kok!
Terima Kasih reviewer yang baik - baik kemarin!
Terima Kasih dah kasih saran yang kemarin~!
Terima Kasih reviewer :
Charllotte-chan ( Terima Kasih sudah memberi saran~! Akan author pikir – pikir lagi~! Mungkin Air sama Api bakal punya 2 anak… Lihat saja di chap depan ya~! )
IMAgineAG sweet88 ( Disini Gempa perempuan… Jadi wajar kalau Gempa melahirkan… Ehehehe… Kapan2 author buat Fang x Gempa deh! Terima Kasih sudah review~! )
Lili – chan ( Terima Kasih sudah mau menunggu~! Terima Kasih sudah mau review~! )
( Terima Kasih sudah memberi saran dan sudah menyadarkan author tentang kesalahan author~! Kapan2 author buat Air x Api lagi kok… Terima Kasih sudah kasih review~! )
DesyNAP ( Terima Kasih dah suka FF GAJE ini~! Terima Kasih dah review~! )
Arsella ( Maaf kalau sudah buat bingung… Ehehheh… Terima Kasih mau review~! )
Maaf Kalau kependekkan~! Nyihahahahahaha!
Review Please~!
