Hurray !
Akhirnya, saia update juga chapter duanya……..
Ini berkat dukungan, semangat, kritik, saran, dan bantuan dari teman-teman!
Saia sempat DAG-DIG-DUG saat membaca Reviews..
Tapi trims untuk bantuannya..
Maklumilah~ saia emang rada geblek..
And berpengetahuan kurang.. *pundung dipojok kuburan..*
Tapi saia senang akhirnya ada yang membantu saia.. and udah nunjukin mana yang salah~
R&R, Please~
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
LOVE BEHIND A FRIENDSHIP
*.Aircraft*
Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Chapter 2 : Sakura's New Friend
Sakura Haruno masih terselimuti rasa tak percayanya. 'Benar-benar!, takdir manusia itu tak bisa ditebak, ya?' batin cewek itu. Sambil senyum-senyum sendiri tak jelas, Sakura mengambil bukunya yang terletak diatas meja, lalu menenggelamkan wajahnya di balik buku itu dengan gemas. Setelah itu ditaruhnya lagi buku itu di atas meja. Menghela napas, gadis itu mencengkeram sesuatu yang ada di atas meja dengan sembarang. Namun bukan benda lagi kali ini, melainkan tangan Hinata Hyuuga, teman sebangkunya.
Sementara itu, Hinata yang sedang asyik menulis, tiba-tiba terkejut saat lengannya dicengkeram oleh Sakura. Namun bukannya marah, gadis itu malah tersenyum, lalu menepuk bahu Sakura. "Kau baik-baik saja, Sakura?" Tanya Hinata lembut. Namun, mampu menyadarkan Sakura dari alam bawah sadarnya.
Mendengar suara lembut Hinata, Sakura terkejut dan langsung tersadar dari lamunannya. Gadis itu baru menyadari bahwa tangannya tengah mencengkeram pergelangan tangan Hinata. Menyadari tindakannya itu pasti menyakiti teman sebangkunya, Sakura dengan segera melepas cengkeramannya. Lalu, mengusap-usap pergelangan tangan Hinata yang telah menjadi korban pelampiasan emosinya.
"Apa itu sakit, Hinata? Ma-maaf ya, Hinata?" tanya Sakura dengan nada menyesal dan khawatir.
Hinata tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya, "Ti-tidak apa-apa, Sakura.." jawabnya dengan suara kalem.
Sakura tampak tak begitu yakin dengan penuturan Hinata. Dia langsung manarik pergelangan tangan Hinata, "Tapi, tanganmu sampai memerah begini! Pasti itu tadi sakit sekali.." ujar Sakura sambil menunjuk bekas-bekas cengkeramannya yang menimbulkan warna kemerah-merahan di pergelangan Hinata.
Hinata tetap tersenyum lembut, "Kulitku memang agak sensitive, gampang sekali memerah.. tapi sungguh, tidak sakit, kok!" kata Hinata berusaha meyakinkan Sakura.
Sakura memandang ragu, "Apa benar begitu ?"
Hinata mengangguk, "Ya.."
Sakura tersenyum lega. Lalu keduanya sama-sama diam. Sampai akhirnya…
"Emm.. Hinata?" Panggil Sakura pada Hinata. Memulai pembicaraan.
"Ya?" respon Hinata.
"Apa alasanmu sekolah disini? Kamu pasti orang kaya, ya?" Tanya Sakura asal menebak.
Hinata terkejut, lalu tersenyum lembut. Sedetik kemudian dia memandang kearah luar jendela yang berada disisi kiri Sakura. "Orang tuaku mendaftarkanku disini karena satu alasan.." kata gadis berambut indigo panjang itu sambil tetap mengarahkan pandangannya keluar jendela.
"Alasan?" Tanya Sakura lagi.
Hinata mengangguk, "Ya, mereka melihat perjalanan kakak sepupuku yang bersekolah disini.. melihat kakakku sukses, jadi ya aku juga disekolahkan disini!"
Sakura menggut-manggut, "kalau boleh tahu, memangnya kakakmu sukses dibidang apa?" tanya Sakura penasaran.
Hinata tertawa kecil, "Sebenarnya belum bisa dibilang sukses, sih.." kata Hinata sambil menyelipkan rambut indigonya di balik telinga. "..dia masih belum alumni disini.. masih di kelas 3.." lanjutnya. "Kalau kamu ingin tahu, kamu bisa melihat keluar jendela.."
Sakura mengalihkan pandangannya keluar jendela. Terlihatlah 5 cowok yang sedang bermain basket di lapangan sekolah. Semuanya keren.
Hinata tersenyum lagi, dan menunjuk kearah salah satu dari mereka, "yang berambut coklat agak panjang itu kakak sepupuku, namanya Neji Hyuuga.." papar Hinata.
Sakura terkejut, lalu menatap Hinata kagum, "Dia kakak sepupumu? Oh.. aku langsung percaya, Hinata! Kau dan kakak sepupumu memang sama-sama perfect!" puji Sakura. Lalu mengalihkan kembali pandangannya ke luar jendela. Melihat aksi lempar bola basket kelima cowok keren itu.
Hinata tersipu, namun sepertinya kurang setuju dengan apa yang dibilang sakura barusan, "Ah, tidak! Jelas sekali kami berbeda…" kata Hinata membantah pendapat Sakura.
Sakura menatap Hinata bingung, menaikkan kedua alisnya, "Berbeda?"
"Ya, aku ini gadis biasa yang tidak mempunyai keahlian khusus yang menonjol. Sedangkan kak Neji? Dia adalah cowok multitalented, yang dikerjakan kak Neji selalu berbuahkan hasil…" kata Hinata sambil tersenyum, namun diwajahnya kentara sekali menyiratkan keputus asaan.
Sakura menggeleng cepat, "Tidak Hinata! Kita mungkin baru saling kenal! Tapi percayalah padaku, kamu ini gadis dengan bakat yang terpendam.." kata Sakura yakin. Tentu saja, lihatlah wajah Hinata, Cantik. Dia bisa saja jadi model atau cover majalah atau semacamnya. Sikapnya juga, Hinata yang serius, konsenterasi, lembut, dan pintar, juga realistis. Tidak seperti Sakura yang kerjaannya hanya berfantasi saja.
Hinata merasa sedikit lega, lalu menatap Sakura lembut, "Trims, Sakura! Tapi kita lihat saja nanti, apa yang kita hasilkan saat kita bersekolah disini…"
Sakura terkekeh, "Yeah, kamu benar juga!"
Hinata tertawa kecil, "Err- sudah cukup tentangku.. aku juga ingin tahu tentang dirimu, Sakura.." kata gadis itu sambil menatap Sakura penuh harap.
Sakura terkesiap, lalu menggaruk bagian belakang rambutnya yang tak gatal, "Emm- tentangku? Baiklah… aku ini gadis biasa yang tak kaya! Masuk disekolah ini karena beasiswa… dan keahlianku? Aku ini lumayan jago dipelajaran Metematika! Yaah~ begitulaah.." papar Sakura cepat.
Hinata tersenyum dan berkata, "Kita adalah teman sekarang, ya kan Sakura?"
Sakura tersenyum ramah, "Ya.."
Sedetik kemudian bel istirahat berbunyi. Semua murid langsung berhamburan keluar dari kelas. Setelah sebelumnya mengucapkan salam pada guru Kakashi.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Kelas X-A kini tak sepenuh tadi. Sebagian besar murid mungkin menuju ke kantin, sebagian kecilnya 'stay in' di kelas. Ada yang bermain Handphone, ada yang ngobrol, atau mungkin mereka tak punya uang untuk pergi ke kantin? Bercanda, tak mungkin sekali murid-murid Konoha Senior High School yang terkenal tajir tak bisa mengeluarkan beberapa lembar uang untuk sekedar membeli makanan di kantin ? Rasanya tak mungkin sekali.
Sama halnya dengan Sakura dan Hinata yang masih 'stay in' di dalam kelas. Namun tak akan lama, mereka hanya 'stay in' sementara di kelas untuk beres-beres perlengkapan sekolah yang berserakan di atas meja.
Hinata baru saja selesai beres-beres, gadis itu menutup resleting tasnya dan segera menghadap Sakura yang sudah selesai dari tadi, "Aku akan ketempat kak Neji.. Aku harap, kau mau ikut…"
Mendengar tawaran dari Hinata, Sakura senang sekali, "Be-benar, Hinata? Tentu aku mau ikut..!" serunya kegirangan. Betapa tidak ? dia akan bertemu cowok-cowok cool..
Hinata mengangguk, "baiklah~ ayo.." Kata Hinata sambil menggandeng tangan Sakura yang masih ber-yes-yes-ria.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Kedua gadis berjalan menuju lapangan basket. Yang satu berambut indigo panjang membawa sekantong plastic Air mineral botolan dingin. Yang satunya lagi berambut merah muda pendek sedang gugup, pastinya..
Sudah tak jauh lagi. Terlihat lima cowok keren itu tengah beristirahat di bangku dekat lapangan. Wajah mereka tampak bermandikan peluh.
Setelah dirasa cukup dekat, Hinata memanggil kakak sepupunya yang berada diantara kelima cowok-cowok itu, "Kak Neji!" panggilnya.
Spontan sang pemilik nama berbalik mencari sumber suara, dan langsung tersenyum ketika mengetahui suara itu milik adik sepupunya, Hinata Hyuuga. Cowok itu berlari meninggalkan teman-temannya, menuju Sakura dan Hinata, "Kau datang, Hinata?" tanyanya dengan gaya cool khas pemain basket.
Hinata tersenyum, "I-iya, kak! Ini.. aku bawakan minuman dingin untuk kakak dan teman-teman kakak.." katanya gugup sambil menyerahkan sekantong plastik Air mineral yang tadi dibawanya pada Neji. Sedangkan Sakura diam saja, gadis itu terpesona.
Neji menerima sekantong plastik berisi minuman botolan yang diberikan Hinata. Lalu, mengangkatnya tinggi-tinggi kearah teman-temannya di belakang, "GUYS! KITA DAPAT MINUMAN DINGIN, NIH!" teriaknya lantang, tertuju pada kelima temannya yang tengah asyik mengelap keringat mereka dengan handuk.
Keempatnya langsung sumringah mendengar kata 'Minuman dingin' yang keluar dari mulut leader mereka, Neji. Lalu berhamburan kearah Sakura, Neji, dan Hinata.
Keempat cowok itu berkerumun disekitar Neji. Masing-masingnya mengambil satu minuman botolan dingin di kantong plastik yang dibawa Neji. Dan seperti orang-orang yang sudah tidak minum 3 hari, mereka menegak minuman itu begitu cepat sampai habis. Termasuk Neji.
Neji menghadap Hinata, lalu tersenyum sambil berkata, "Minuman ini segaar sekali, Hinata!" pujinya. Mata Neji tertuju pada tulisan merek minuman itu.
Hinata blusing, "Ka-kakak berlebihan.. ini kan hanya air mineral botolan…." ujarnya dengan nada rada malu-malu.
Neji terkekeh, "Oh yeah~ tapi meskipun ini hanya Air mineral, akan terasa seperti Jus buah saat kita sedang berkeringat, ya 'kan teman-teman?"
"YAA!" Seru keempat teman-teman Neji.
Namun salah satu dari mereka, yang berambut kuning jabrik mengernyit. Menggaruk rambutnya yang sebenarnya tidak gatal, "Kayaknya.. ada yang mengganjal, deh" Kata cowok itu kemudian.
"Mengganjal?" tanya Neji.
"Iya, yah~ ada yang kurang, gitu!" cowok berambut jabrik Coklat bermata tajam ikut angkat bicara.
Kelimanya, plus Sakura dan Hinata terdiam sambil berpikir. Hingga…
"Tentu saja, kita belum saling kenal…" ujar cowok dingin berambut Hitam dan berkulit pucat. Semuanya saling ber-oh-ria. Setuju dengan apa yang dikatakan cowok itu.
"Terkadang kau memang pintar, Sai.." kata cowok barkuncir nanas dengan nada malas tiba-tiba, tertuju pada cowok berkulit pucat.
"Aku memang pintar sejak dulu.." ujar cowok berkulit pucat itu, tak berekspresi apa-apa.
Mendengar pengakuan narsis dari salah satu temannya, keempat cowok yang lainnya langsung ber-hoo-ria. Lalu, tertawa bersama.
"Ahahaha.. oke deh! Teman –teman ini adik sepupuku, namanya Hinata Hyuuga…"
Hinata tersenyum, "Salam kenal, aku Hinata Hyuuga.. dan yang disampingku ini temanku, namanya Sakura Haruno.." papar Hinata sambil merangkul Sakura yang berada disampingnya.
Sakura yang sebal karena dari tadi dicueki akhirnya tersenyum, lalu melambaikan tangannya, " Salam kenal, aku Sakura Haruno…"
Neji tertawa, "Ahahaha~ aku sampai lupa menanyakan nama gadis cantik ini padamu, Hinata… Yaa~ salam kenal, Sakura! Aku Neji Hyuuga…"
Sakura blushing. Baru kali ini ada seseorang yang mengatakan dirinya cantik. Cowok keren lagi..
Neji merangkul temannya yang berambut kuncir nanas. Wajah cowok itu tampak tak bersemangat, "Sakura dan Hinata, temanku yang ini namanya Shikamaru Nara, dia ini pemalas sekalii~ tapi dia ini cerdas loo.."
Melapas rangkulannya pada Shikamaru, Neji berpindah disamping cowok berambut coklat dan bermata tajam. Dari wajahnya, cowok ini tampak ceria dan Hiperaktif, "Yang ini Kiba Inuzuka~ Orang yang lincah.. sekaligus menyebalkan!" kata Neji sambil melempar senyum jahil pada Kiba. Tentu saja Kiba langsung marah. Cowok itu memukul pelan bahu Neji.
Setelah itu, Neji berpindah lagi. Kali ini, dia merangkul cowok berambut kuning jabrik. Kulitnya kecoklatan dan matanya sebiru langit. Sama dengan Kiba, dia nampak antusias, "Yang ini namanya Naruto Uzumaki~ aku malas mendeskripsikannya.. dia itu seperti Reinkarnasi Kiba.."
Melepas rangkulannya pada Naruto, Neji bepindah disamping cowok berambut hitam dan berkulit pucat, "Yang ini namanya, Sai! Dia orang yang aneh!~ kalian bisa 'kan melihat dari raut wajahnya…"kata Neji setengah berbisik.
Sakura dah Hinata tertawa. Sedangkan Sai diam saja.
Neji kali ini tak merangkul siapapun, "Cukup deh~ kalian pasti sudah tahu aku, kan? Neji Hyuuga sang pentolan klub basket! Hahaha~ kami sama-sama duduk dikelas XII-C" Katanya setengah menyombongkan diri.
Semuanya tertawa.
Hinata menepuk tangannya tiba-tiba, membuat kelima cowok itu plus Sakura terkejut, "Nah~ karena kita sudah saling kenal, bagaimana kalau kita berteman?"
Semuanya mengangguk setuju, apalagi si Sakura. Gadi itu yang mengangguk paling mantab. Merasa gembira hari ini.
..TBC..
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::;:::
Selesai juga! Dikit banget ya?
Mana OoC lagi!
Saia tidak bisa menggambarkan sifat tokoh-tokoh yang ada di Naruto yang sesungguhnya disini~ jadinya ya kaya gini… T_T
Kenapa ya? Padahal saia sudah berusaha..
NB: Sasuke bakal muncul disini, karena saia tidak bisa menulis fic tanpa nama Sasuke…
::histeris::
Tapi munculnya di chapter tengah-tengah mungkin..
Karena kisah si Sakura masih panjang~ xD
Dan satu lagi! Pokoknya harus R&R~
Saia ga mau tahu! ::maksa::
