"Jiiii,"
"hmm..?"
Guanlin mendekat ke Jihoon yg sedang baca buku terus ndusel - ndusel manja di ketek sang kekasih, FYI mereka sekarang lagi libur dan si Guanlin nginep di rumah Jihoon. jadi ceritanya mereka lagi di kamar Jihoon sekarang di atas ranjang nya . eaaa
back.
"ih lin nda usah ndusel - ndusel ah, ini susah bacanya.."
Jihoon dorong kepala Guanlin pelan dengan tangan satu, tanpa melepas pandangannya pada buku yg di bacanya.
Guanlin cemberutlah habis itu, duduk bersidekap tangan menatap Jihoon yg terlihat tidak perduli,.
" a.. Hyunggggg.. "
" hmmm.. "
Aegyonya pun tak mempan, jadi keputusan terakhir adalah mengambil buku tersebut terus di dudukinya, bermaksud menyembunyikannya.
"Lin..."
Guanlin senyum melihat Jihoon melas imut, biar kata Jihoon sekarang udah kuliah , dia tetap menjadi mesin Aegyo terampuh sepanjang masa.
"kembalikan bukuku lin.."
Jihoon merayap ke arah Guanlin mencoba menarik buku yg di duduki Guanlin, jadi posisinya tuh Jihoon meluk pinggang Guanlin gitu yah, terus Guanlin geli lah coba ngedorong Jihoon pelan.
"Hyung.. geli tau.."
Jihoon gak peduli, sampe dia dapetin bukunya dan tersenyum cerah, Guanlin gak suka terus coba narik buku Jihoon lagi tapi Jihoon udah keburu naro di meja sebelum Guanlin sempat nariknya.
"iya udah, sekarang Lin mau apa hm?" Jihoon nanya, atensinya udah penuh Guanlin.
"main Challenge yuk,"
Jihoon senyum, kekasihnya ini sungguh kekanak - kanakan, tapi itulah yg Jihoon suka dari Guanlin.
"gimana..?"
"jawab cepet di kata pertama di setiap kalimat yg aku sebutin, okey..?"
Jihoon nganguk aja, trus Guanlin malah senyum tampan.
"Tikus kecebur got.."
"tikus."
"Ayam kejepit papan.."
"Ayam.."
"Jihoon pacarnya Guanlin.."
"Jihoon"
"Mau jadi istriku..?"
"Mau.."
eh..?
Guanlin senyum tampan.,
"alhamdulillah di terima.."
"ih lin apaan sih.."
"ya aku ngelamar kamu lah, dan kamu udah jawab mau, jadi sekarang kamu itu calon istriku Hyung.."
speechless aja Jihoon tuh di gituin ama Guanlin, tapi yah suka sih, ih gimana yah.
Jihoon sibuk sama pikirannya sampai gak sadar kalau Guanlin pasangin sesuatu di jari manisnya, ya itu cincin.
" Lin..? " Jihoon udah sadar ngeliat cincin itu nga ngerti.
"mulai sekarang Jihoon itu milik Guanlin selamanya titik, nga pake koma.."
udah iyain aja oke..
END
