Harry Potter is by J.K. Rowling, I take no profits in writing this story.


Kabar Setelah Tiga Tahun

.

.

.

Jam lima pagi, Alice terbangun oleh burung hantu keluarga Longbottom yang tidak henti-hentinya berusaha untuk membangunkannya. "Enyahlah," gumam Alice kepada sang burung hantu setelah ia mengambil surat yang dimaksudkan untuk sang putri sulung Longbottom.

Ia mengecek nama pengirimnya.

Ted.

Nama itu terdengar familiar, tentu. Tapi itu masalah belakangan. Sekarang yang ia butuhkan adalah tidur nyenyak setelah berlibur selama sepuluh hari bersama keluarga Potter dan Weasley. Orang bernama Ted ini bisa menunggu sampai nanti.

Siang hari datang dan barulah Alice kuat untuk bangkit dari kasurnya. Pekerjaan pertama yang ia lakukan adalah mengecek surat-surat yang dikirim kepadanya ketika ia sedang liburan. Ia memang mengatakan kepada teman-temannya untuk sebisa mungkin kirim surat ke alamat rumahnya saja.

Ia membaca surat-surat tersebut satu persatu dan membalas semuanya dengan pesan singkat. Pena bulu baru sangat dibutuhkan. Ia menumpuk kiriman dari para Weasley dan Potter di tumpukan yang berbeda dengan yang lain. Ia menduga isinya hanya foto-foto yang sudah dicuci dan parsel-parsel yang belum sempat dibagi ketika patungan membeli barang-barang tersebut.

Ia memilih surat-surat yang lebih penting untuk dibalas.

Cossette, Marcus, Jean, Ted—

Tangannya berhenti. Ia mebaca lagi namanya.

Ted.

Surat itu jatuh dari tangannya. Ted? Teddy Lupin? Teddy yang sudah hilang lama dan belum memberi kabar selama 3 tahun lamanya? Yang benar saja!

Ia mengambil perkamen kosong dan menulis dengan tergesa-gesa.

Halo?

Ia bersiul membanggil burung hantunya, memberi perkamen tersebut, dan mengusirnya pergi. Apakah ia sudah pulang dari latihannya? Kapan? Kenapa baru sekarang memberi kabar? Apa maksudnya mengirim surat yang tidak ada isinya?

Begitu banyak pertanyaan, dan Alice terus menunggu.

3 jam ia mengurung diri di kamar.

.

Ketika burung hantunya kembali tanpa balasan walaupun si Ted sudah mengambil pesan darinya, ia menarik perkamen baru dan menulis lagi dengan kesal.

Siapa ini? Aku hanya tau satu Ted di dunia ini, dan jika kau benar-benar Ted yang aku kenal, maka aku—

Tangannya terhenti. Ia tidak bisa memikirkan ancaman yang tepat. Menggeleng lelah, ia melanjutkan.

maka aku lega kau baik-baik saja. Bagaimana kabarmu?

Ia mengirim surat itu dengan kondisi lebih tenang. Ia memberi daging kecil keada burung hantunya dan membiarkannya makan dulu sebelum pergi. Ia harus turun dan makan siang.

"Alice, kau kenapa? Jangan-jangan kau tertular flu dari Al? Kan sudah Ibu bilang agar tidak bermesraan dulu sampai ia sembuh," Hannah Longbottom menaruh piring berisi daging asap dan kentang tumbuk di depannya.

Alice merona, "Tidak, Mum. Dad dan Frank kemana?" tanyanya kemudian.

"Membeli perlengkapan sekolah, ingat? Aku berusaha membangunkanmu, tapi kau bersikeras ingin tidur." Hannah menaruh piring untuknya sendiri dan mulai makan.

"Mum," panggil Alice pelan. Ia tidak tahan untuk tidak mengatakannya. "Aku mendapat surat dari Ted tadi pagi. Kapan ia pulang? Kenapa baru sekarang memberi kabar?"

Raut wajah Hannah berubah muram. "Kau masih menunggu, sayang?"

"Aku membalas suratnya dan ia tidak menjawab, padahal ia duluan yang mengirim surat," gerutu Alice sewot, berusaha untuk tidak menunjukkan keputus asaan yang ia rasakan. "Ia tidak bisa mengirim surat begitu saja dan kembali mengabaikan semuanya," ketusnya.

Sama seperti Alice, Hannah juga tidak memiliki jawaban yang dapat membuatnya merasa lebih baik.

Mereka menghabiskan makan siang dalam diam.

Ketika ia kembali ke kamarnya, ia menemukan balasan dari Ted diatas kasurnya. Ia mengambil perkamen itu dan membukanya. Hanya satu kata yang tertera, dan Alice meremas perkamen tersebut. Rasanya ingin nangis. Rasanya ingin pergi dan mencari Ted sendiri. Kalau begini caranya, sama saja seperti dulu.

Ia melirik perkamen itu lagi.

Bosan.

Apa maksudnya? Apanya yang bosan? Kenapa bisa bosan? Apa korelasinya dengan pertanyaan yang dilontarkan Alice?

Ia menulis lagi. Ia berjanji ini adalah terakhir kali.

Hanya itu?

Ia mengirim surat tersebut dengan tawa. Apanya yang Ted sudah kembali. Ia melemparkan pena bulunya ke kasur dan menghempaskan dirinya ke kasur untuk sekali lagi kembali ke jalan buntu.


A/N: Selamat tahun baru! Aku gak ada niat untuk ngelanjutin ini, sampai suatu hari tiba-tiba orang yang bisa jadi snow-leopard0 (bisa juga nggak) nge-add aku di Line. Kalo itu bener kamu, Kaka, tolong respond.

p.s. Agak sebel ya sama pemblokiran FFn dari beberapa provider.

Love,

Raiha.