Disclaimer : masashi kishimoto

Title : My Freedom

Genres : Romance, friendship, Family, Comedy, etc.

Rating : T

Pairing : Sasuke X Sakura

Warning : AU, Typo(s), Miss Typo(s), OOC ( Maybe), etc.

.

.

.

Chapter 2 : Panitia

.

.

.

"pada masa itulah ekonomi Jepang berada di ujung tanduk. Banyaknya pengangguran sudah tidak dapat diperkirakan. Lapangan kerja yang minimal tidak dapat menampung para penduduk untuk bekerja merupakan sala-" penjelasan sang guru terpotong oleh pintu yang tiba-tiba terbuka.

'srek'

Di depan pintu berdiri seorang pria yang memakai seragam guru. Menatap seluruh kelas sebentar, kemudian berkata. "Sasuke Uchiha!" panggil guru tadi. Mendengar namanya dipanggil, Sasuke segera berdiri. Sang guru yang melihat orang yang dia cari berdiri, segera memanggilnya. "kemari sebentar Uchiha-san" panggil Guru tersebut.

"Hn, baiklah" kata Sasuke yang mulai berjalan mendekati guru tersebut dan berjalan keluar dari kelas bersama guru tadi.

"Uchiha-san, Ibu kepala sekolah memanggilmu. Sebaiknya kau mengikutiku ke sana" kata sang guru kepada Sasuke yang berjalan beriringan di sampingnya. "ada perlu apa beliau denganku?" tanya Sasuke. "aku juga tidak tahu. Nanti kau tanyakan saja kepada beliau" jawabnya sambil mengangkat kedua bahunya.

Tidak ada satu pun kata yang keluar dari Sasuke maupun sang guru, kesunyian telah tercipta. Koridor yang lengang karena memang saat ini masih dalam jam pelajaran membuat suara langkah kaki mereka terdengar menggema.

Tak terasa, mereka telah sampai ke depan ruangan kepala sekolah. Sang guru segera membukakan pintu dan mempersilakan Sasuke masuk, sedangkan sang guru sendiri pergi menjauh dari tempat itu.

Di dalam sana Sasuke dapat melihat sang Ibu kepala sekolah, Senju Tsunade dan seorang Wanita berambut Pink pendek sebahu.

'pink?' pikir Sasuke, dengan cepat matanya menatap kembali wanita berabut Pink di depannya. Ia tidak mengira akan bertemu secepat ini dengan wanita di depannya.

'deg'

pada momen Sasuke menatap wanita itu, mata keduanya bertemu. Onyx dan emerlad. Hitam dan hijau. Waktu bagai membeku. dada Sasuke bagaikan drum yang dipukul dengan kerasnya hingga ia dapat mendengarnya. Sinar matahari yang masuk ke ruangan itu dari jendela, terlihat hanya menyinari sakura sebagai pusatnya.

Begitu pula dengan Sakura. Di wajahnya telah muncul semburat merah, dadanya terasa ingin meledak. Kedua mata berbeda warna itu tak hentinya bertatapan, hingga sebuah suara menyadarkan mereka. "ehem" deheman yang berasal dari sang kepala sekolah terdengar.

"ah! Maaf!" kata sang wanita meminta maaf. Tsunade menatap sakura. "tak apa Haruno-san" kata Tsunade memaafkan Sakura.

"sekarang, aku mengumpulkan kalian berdua untuk menjadikan kalian ketua dan wakil ketua panitia" kata Tsunade. Sasuke nampak bingung. "ketua dan wakil ketua panitia? Untuk apa?" tanya Sasuke sambil menatap Tsunade bingung. Tsunade menatap balik Sasuke. "tentu saja untuk festival sekolah. Bagaimana ketua OSIS sepertimu bisa lupa, Uchiha-san?" tanya Tsunade kepada Sasuke. "Hn, maaf" kata Sasuke singkat.

"hah..." Tsunade menghela napas. "kadang aku malas berbicara dengan para Uchiha, aku sering tidak mengerti apa yang mereka ucapkan" keluh Tsunade. "Hn" dan hanya itu balasan dari Sasuke.

"tapi kenapa aku juga?" tanya wanita tadi yang dari tadi hanya diam. " tentu saja kau juga, bukannya tahun lalu kau juga menjadi panitia?" tanya Tsunade. Sakura melangkahkan satu langkah kaki kirinya. " tapi, bukannya masih ada Inuzuka-san?" protes Sakura.

"tapi hanya kau yang masih bersekolah di sini" jawab Tsunade enteng. Menarik kakinya kembali ke belakang dan menghela napas. "hah... bagaimana aku bisa lupa kalau kiba sudah pindah?" keluhnya.

"jadi sekarang, Haruno Sakura" Tsunade menatap Sakura kemudian menatap Sasuke. "Sasuke Uchiha" mengambil jeda sebentar. "kalian aku tunjuk untuk menjadi ketua dan wakil ketua panitia. Sakura akan menjadi wakil ketua dan Sasuke akan menjadi Ketuanya. Kalian mengerti?" tanya Tsunade kepada keduanya.

"Hn/ya" jawab Sasuke dan Sakura bersamaan.

.

.

.

.

.

Sekarang mereka berdua sudah berada di luar ruangan kepala sekolah. Sehabis mendengar penjelasan tentang festival mereka dipersilakan untuk keluar untuk mulai menjalankan tugasnya. Sakura yang melihat Sasuke segera memperkenalkan dirinya."aku Haruno Sakura,salam kenal dan mohon bantuannya Uchiha-san" kata Sakura memperkenalkan diri. "Hn, Sasuke Uchiha,salam kenal. Mohon bantuannya" kata Sasuke sambil berlenggok pergi.

"hah..." Sakura menghela napas kemudian mulai melangkahkan kakinya, mengejar Sasuke yang sudah berjalan jauh mendahuluinya.

Setelah berlari mencoba menempatkan dirinya berjalan beriringan di samping Sasuke, Sakura menatap muka Sasuke kemudian bertanya. "jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Sakura kepada Sasuke. Tanpa mengalihkan wajah datarnya dari jalan, Sasuke menjawab. "tentu saja mencari anggota baru". "oh..." tanggapan Sakura terhadap jawaban Sasuke.

"jadi siapa yang akan kita rekrut?" tanya Sakura lagi. "lihat saja nanti" jawab singkat dengan masih ekspresi datarnya.

"hah... kau sangat dingin kau tahu" keluh Sakura. "tidak seperti dulu" gumam Sakura. Sasuke yang merasa seperti mendengar sesuatu segera menatap Sakura. "apa?" tanya Sasuke. "ah! Bukan apa-apa" kata Sakura sambal mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya. Mendengar perkataan Sakura, Sasuke kembali diam dan menatap datar jalan di depannya. Sakura juga tidak mengeluarkan suara lagi.

"di sini" kata Sasuke sambil berhenti di depan suatu kelas. Sakura melihat sejenak pintu kelas itu dan kemudian melihat papan di atasnya.

'kelas 3-A?' Pikir Sakura ketika melihat papan tersebut.

'srek'

Tanpa menunggu Sakura, Sasuke segera melangkah masuk ke dalam kelas tersebut membuat Sakura dengan buru-buru segera ikut masuk ke dalam kelas tersebut.

"maaf mengganggu" kata Sasuke kepada guru di depannya dan hanya dibalas dengan anggukkan oleh guru tersebut. Setelah melihat guru tersebut mengangguk, Sasuke segera menatap seluruh murid yang berada di dalam kelas yang menatapnya balik."kami minta untuk yang namanya disebut segera ke depan kelas" kata Sasuke kepada semua murid di sana.

"Namikaze Naruto" Naruto yang mendengar namanya disebut segera berdiri dari bangkunya dan berjalan menghampiri Sasuke. Setelah Naruto sampai di depan Sasuke, segera Sasuke mendekatkan wajahnya ke telinga Naruto dan membisiknya. "kau panggil orang-orang yang pernah berbicara denganku dan tidak membenciku. tapi, usahakan lebih banyak laki-laki. Aku tidak mau nanti mereka malah tidak berkerja dengan sungguh-sungguh" bisik Sasuke.

"Tapi kenapa bukan kau yang memanggil mereka?" tanya Naruto heran. "karena kau lebih cocok berteriak-teriak seperti orang gila" jawab Sasuke enteng. Naruto yang mendengar jawaban dari Sasuke hanya dapat tersenyum pahit. "kau ini ya..." kata Naruto. Sasuke tidak memperdulikan perkataan Naruto dan hanya menyandarkan punggungnya di dinding depan kelas, melipat tangannya di dada dan kemudian menutup matanya.

Naruto kemudian menghadap semua teman kelasnya dan menyebutkan nama-nama orang yang ia pikir tepat. "Nara Shikamaru, Akamichi Chouji, Hyuuga Neji, dan juga Hyuuga Hinata!" teriak Naruto, semua yang namanya disebut segera berdiri dari tempatnya dan berjalan ke depan. Kecuali satu orang yang masih terdiam di tempat duduknya. Setelah beberapa lama berdiam diri, tiba-tiba wajahnya dipenuhi oleh semburat merah.

"a-aku?" tanyanya tergagap. Naruto yang melihat hal itu hanya dapat tersenyum lebar kemudian menjawab. "ya kau Hyuuga Hinata" kata Naruto. Dengan itu wajah Hinata segera bertambah merah hingga ke lehernya.

"cepatlah" kata Sasuke kesal dengan Hinata yang masih belum berdiri dari tempatnya. "ha-hai" kata Hinata sambil berdiri dan berjalan ke depan kelas.

"maaf karena mengganggu dan mereka akan aku pinjam dulu sensei" kata Sasuke sambil menatap sang guru. Sang guru menatap balik Sasuke dan berkata. "mau bagaimana lagi, festival ini kan sangat penting untuk sekolah". Sasuke yang mendengarnya hanya membungkuk dan segera pergi dari kelas itu.

"sekarang kita ke kelas lainnya" katanya. Sakura yang melihat betapa dinginnya Sasuke hanya dapat menatapnya sedih. "kau sudah berubah banyak Sasuke-kun" gumam Sakura pelan hingga tidak terdengar oleh Sasuke.

.

.

.

.

.

TBC

A/n : bagaimana dengan chapter ini? maaf karena sudah membuat para pembaca menunggu lama, hal ini dikarenakan keinginan saya untuk berlibur dengan tenang. Tapi karena sedang ada ide, saya akhirnya kembali ke depan leptop dan mengetik. Dan bagaimana dengan cara penulisan saya pada chapter ini, saya mencoba cara penulisan baru. Jadi, apakah menjadi tidak bagus atau bagus? Dan juga saya masih penasaran, bagaiman tanggapan para pembaca tentang Sasuke di dalam cerita saya ini. terlihat OOC kak? Atau terlihat seperti yang di Canon? Untuk cerita 'the envoi' akan saya remake dalam waktu dekat, karena saya merasa tidak puas dengan cerita itu, dan untuk menggantikannya saya sudah membuat sebuah cerita baru yang sudah setengah jadi. Jadi tunggu saja, ok!

Q/A :

desypramitha26 -hmmm...ksian sasu...tousan nya kjam skali... tp saku dtang nya lama bnget...next cpet update y

: ya, mau bagaimana lagi tuntutan cerita. Dan untuk sakura, maaf sebenarnya, chapter satunya mau saya perpanjangin lagi. Tapi, karena sudah terlanjur. Ya, saya publish seperti itu. dan untuk update cepat akan saya usahakan

Anisha Ryuzaki- Fic mu menarik. Lanjut

: terima kasih. Dan ini sudah lanjut

sofi asat-lanjutt..

: ini sudah lanjut...

syaaviolette- bagus ka... q suka pair sasusaku. nanti ada juga yaahhh, please. q juga pgn liat naru jatuh cinta kya sasu. haha semoga sasuke cepet-cepet sadar low dia udah jatuh cinta sama sakura. lanjut yaahh!

: hehehe... untuk sasuke mungkin akan memerlukan waktu untuk sadar, jadi tetap ikuti ya.

Lala Yoichi- Lanjuuuut :D

: ini sudah lanjut

VchierRin- Yosh! XD gw yg ngasih repiu pertama kali hahaha XD
masih membingungkan sih u.u jadi ini crita si sasuke yg dikekang sm ortunya ye? di fic ini sasunarunya lebih terasa XD
oke.. tulisanmu rapi.. keren.. dan penggambarannya lumayan..
sayang kalo gak dilanjutkan XD

Smangat! Ganbatte!
Lanjut ye? *kedip kedipin mata XD

oke sekian dan terima gaji #dor
maksudnya sekian dan terima kasih dr gw

sampe jumpa di chapter depan! #dibakar

:Siantar semua pereview. Reviewmu yang paling bikin pusing waktu dibaca, hehehe hanya bercanda. Terima kasih untuk pujiannya dan mana gajinya? Hehehe...