Crazy Because of Him
Disclaimer: Fairy Tail © Hiro Mashima
Warning: OOC, Multi-chap, die-char(?), AU, typo (mungkin), bahasa aneh(?), dan sebagainya, mungkin Minna-san lebih tau daripada Author. RATE BAKAL NAEK JADI M (?) *CAPSJEBOL*
Pairing: JerZa, NaLu, GruVia, GajeVy (dikit), Mystogan-Knightwalker(?)(dikit), Makarov-Porlyuscha(dikit).
Genre : Romance, Angst, Humor (dikit), Family.
A/N: MAAFIN SAYA YANG NGGA UPDATE BERMINGGU MINGGU SEPERTI HARAPAN SAYA. *sujud sembah* . Anggeplah tiga minggu kemarin saya diculik sama Titan (?) jadi, GOMENASAI SEBESAR BESARNYA. Tapi jangan khawatir, saya punya hadiah buat Minna~ *tebar menyan(?)* saya bakal bikin Sequel dari fict ini. (itu pun kalo minna mengizinkan).
.
.
.
Previously on Last Chapter:
Kedatangan seorang dosen baru benar benar membuat kampus Magnolia "gempar"
Saat pertama kalinya praktek, Angel melakukan sebuah kesalahan fatal:
Angel dengan percaya diri melangkah ke depan kelas. "Aku tahu, jantungku berdetak sangat kencang dan harus dioperasi karena keberadaanmu pak dosen!"
Semua murid terbahak-bahak, Angel kembali duduknya dengan wajah bersemu merah dan kemudian menatap Evergreen dengan tatapan yang penuh arti bagi wanita bersurai coklat tersebut. "Aku sudah melakukannya!"
"Jalang." gumam Jellal, menahan diri agar tidak ia keluarkan umpatan tersebut dari mulutnya dan menghancurkan kesan di hari pertamanya.
Chapter 2 : Reminds Me About Her.
Pukul 3.45 Sore.
Lonceng besar yang berada di atap Kampus Magnolia telah berbunyi, seperti hari-hari dan tahun-tahun sebelumnya, setiap lonceng itu berbunyi, artinya kampus telah usai; para mahasiswa-mahasiswi pun diperkenankan meninggalkan kampus.
"Natsu-kun." Panggil Lucy pada kekasihnya yang berambut pink tersebut. Mereka berdua, seperti sore-sore sebelumnya , Natsu mengantar Lucy ke apartment tempat si blonde itu tinggal.
"Ya? Ada apa Luce?" Tanya Natsu sambil tetap berjalan di samping Lucy dan lalu menatap kekasihnya ini.
"Ah, maaf. Aku jadi lupa aku ingin bicara apa! Gomene!" sentak Lucy tiba-tiba, membuat si rambut Pink itu bingung sesaat.
"Aneh, tidak biasanya Luce lupa akan sesuatu yang ia ingin katakan," Batin Natsu. "ah sudahlah, paling dia lelah."
Selang beberapa menit setelah percakapan tersebut, sampailah Lucy ke apartment nya, gadis itu tidak tinggal bersama kedua orang tuanya yang sibuk menjalankan perusahaan ternama di Fiore—perusahaan milik keluarga Lucy sendiri, Lucky & —yang diwariskan dari kakek Lucy sampai sekarang ke tangan ayah Lucy, Jude Heartfilia.
"Jaa ne, Natsu-kun~!"
.
.
Lucy's POV
Aneh, pikirku. Memang sih Erza itu tipe cewek yang frontal dan juga agak kasar, tapi sepertinya dia itu… Masochist. Ah! Aku malah terpikirkan kejadian-kejadian romantis di komik! Dasar aku ini! Huwee ini hanya perasaanku atau dibalik wajah Jellal memang tersembunyi sesuatu ya?!
Jujur saja, bukannya aku iri, atau bahkan suka pada Jellal-sensei, tapi…Jellal sepertinya menyukai Erza. Dan yang sebaliknya pun terjadi! Damn! Aku jadi mood untuk menulis novel soal mereka!
Aku membuka kaca jendela kamarku, "mendung sekali diluar sana," pikirku. Tetapi sekejap kemudian, aku melihat dua orang yang kukenal—at least salah satunya aku kenal dengan baik—ERZA!
Sedang apa dia dengan … Jellal?! Apa mereka punya hubungan rahasia ya?! Ah! Kurasa itu tidak mungkin! Erza tidak pernah menyembunyikan rahasia dari kami—teman-temannya! Tapi…manusia juga memiliki sesuatu yang mungkin tidak akan dia ceritakan kan? Jadi mungkin saja!
Aku berpikir sekuat tenaga untuk mengetahui kebenaran di balik tirai yang mungkin adalah kebohongan Erza untuk menutupi hubungannya dengan Jellal sekian lama, namun buat apa aku menyelidiki sesuatu yg seperti itu? Aku 'kan cuma membuat scenario itu! Arghh! Aku benar-benar pusing!
Apa aku langsung—tunggu, Erza dan "Jellal" sudah pergi.
Lucy's POV End
.
.
.
-Pukul 3.30 Sore-
"Ah!" Decak wanita muda berambut scarlet itu—yang sangat jarang berdecak seperti itu—kira-kira apa yang membuatnya berdecak?
-Flashback 15 Menit Sebelumnya-
Erza, Gray, Natsu serta Lucy berada di kelas dimana Jellal mengajar—untuk pertama kalinya—soal Bedah Jantung, dimana Angel malah mengacau dan 'mempermalukan' dirinya dan Jellal Fernandez—si dosen sendiri.
"Jalang." Erza—yang entah bagaimana caranya—mendengar Jellal mengatakan sesuatu seperti itu pada muridnya langsung menaruh rasa was-was yang sebelumnya tidak pernah ada pada si pemuda baby blue itu.
"Perhatian, kepada semua anggota Komite Kedisiplinan, diharap datang ke Ruang Guru," kata seorang professor bernama Byro, seorang professor yang gemar meneliti tentang gurita—entah kenapa ia menyukainya—dan sering dijuluki "Professor Gurita(?)" oleh seisi kampus.
Erza mendecak. Dirinya lalu meminta izin pada si pemuda bermata senada dengan miliknya itu. "Sensei, saya izin keluar," Kata Erza menunduk hormat di depan si dosen, lalu beranjak keluar kelas bersama beberapa anggota Komite Kedisiplinan lainnya.
-Flashback end-
"Erza," Panggil seseorang dari lorong sayap barat tempat ruang guru berada, dan ternyata itu adalah Jellal.
"Bukannya Jellal-sensei mengajar di kelas ku sampai jam terakhir ya?" pikir Erza.
"Erza Kni—Scarlet. "Panggilnya memperjelas nama Erza agar si target yang diajak bicara mengerti bahwa namanya lah yang dituju oleh Jellal. "Kita perlu bicara."
Erza terdiam sejenak. "A—ah! Tentu." Balasnya dengan pikiran yang masih kacau. Sepuluh menit yang lalu dirinya dipanggil oleh Byro, lalu kemudian Jellal memanggilnya.
"Jangan khawatir, aku sudah meminta izin pada Byro-sensei untuk "meminjammu" Erza." Kata Jellal dengan kakinya tetap melangkah ke luar area sekolah.
"Sensei, jika boleh aku bertanya, kita mau kemana?" Tanya Erza secara spontan saat mereka telah menjejakan kaki di luar area sekolah.
"Kau akan segera tahu."
"Mengapa aku punya firasat buruk ya?" batin Erza lagi.
.
.
.
-di Kampus Magnolia-
"Ultear-san, apa anda melihat Erza Scarlet?" Tanya Jellal yang baru saja keluar dari kelas tempat dirinya mengajar—sekali lagi, untuk kali pertamanya—dan wajahnya terlihat sedikit pucat.
"Maaf, tapi saya tidak melihat—" Jellal telah meninggalkan wanita berambut hitam sepinggang itu begitu mendengar Ultear tidak melihat Erza.
"Apakah Jellal menyukai Erza ya?" Batin dosen muda itu. "Tapi aku ingin memilikinya, seorang saja. Hanya miliku."
"Jellal-sensei, kita mau kemana?" Sudah tiga kali Erza melayangkan pertanyaan yang sama, dan sudah tiga kali pun Jellal membalas dengan jawaban yang sama, "Kau akan segera tahu,"
Jalanan yang sedang mereka pijak semakin sepi, dari tempat perbelanjaan menjadi jalanan yang tidak ramai. Sepi. Sunyi. Itulah yang menggambarkan suasana di senja hari itu.
Jellal langsung menaiki motor ninja nya berkeliling kota Magnolia, mencari kemana perginya si scarlet itu.
"Apakah orang itu menyamar menjadi diriku dan membawa Erza? Tapi untuk apa? Apa dia mengira itu adalah mantan kekasihnya?" pikir Jellal—selagi tengah mengebut dengan motornya—sementara berpikir, fisiknya tidak terlalu siaga, sehingga dirinya hampir tertabrak oleh truk bermuatan.
CKIIIT!
"Hati hati bocah tolol!" bentak si supir tanpa membalikkan wajahnya kepada Jellal yang berada di belakang truk.
Jellal terbelalak seketika dan kemudian menyadari apa yang telah ia perbuat. Dan bagaimana nyawa satu-satunya itu—tentu karena ia hanya memiliki satu nyawa—hampir terbuang sia-sia karena Erza.
"Sebenernya, mengapa aku harus memperdulikan Erza Scarlet itu?" Batin Jellal berontak. "Dia kan hanya muridku. Dan inipun hari pertamaku." Tanpa pikir panjang, Jellal memutar-balikkan motornya itu dan meuju kampus lagi.
Piip-piip-piip-piip~
Smartphone Jellal tiba tiba berbunyi, menunjukkan bahwa ada telepon yang tertuju padanya.
"Jellal!" panggil seseorang dari teleponnya itu saat Jellal menepi ke pinggir jalan.
"U-ultear-san?" Tanya Jellal cemas karena suara Ultear tidak seperti biasanya—tenang, namun suaranya seperti berada dalam keadaan tercekam.
"Jellal… Erza dalam bahaya, ia berada di aaaa— taman magnolia—" katanya terbata. Entah apa yang terjadi pada perempuan bersurai itu diseberang sana, tapi apapun itu, Erza dalam bahaya.
"Sialan!" batin Jellal yang sedang menebak apa yang terjadi pada Erza, muridnya itu. "Jika memang DIA pelakunya, maka dia … menuntut balas dendam dari Knightwalker. Mantan pacarnya. Mungkin juga dia salah sangka bahwa Erza adalah Knightwalker. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Apapun konsekuensinya."
