Blue Tears
Cast : Lee Donghae, Lee Hyukjae, and other cast
Main pair : HaeHyuk/KyuHyuk, SiBum, YeWook/KyuWook
Rated : T
Genre : Romance, drama, Hurt/comfort
Warning : Uke as Girl, GENDERSWITCH FIC, Always OOC, and many typos.
Sumarry : Alasan yang sesungguhnya? apakah itu?
all Cast belong to God. not my own. Tapi cerita ini MURNI PUNYA SAYA. ga ada cerita plagiat atau tuduhan mengambil cerita orang. ide dari otak saya ini. berharap kita bisa saling menghargai ne?
Huahhhhh ... Chapter 1 updateeeeeeeeeeeeeeeeeee. sungguh ga nyangka pas liat Review yang segitu banyaknya*lebay. tapi untuk ff pertama, itu sudah termasuk banyak lohh.. waaahhh.. seneng banget. ini aku post chap 1. semoga ga mengecewakan ya.
~Chapter 1~ : Reason
Musik dengan beat cepat menjadi pengiring latihan seorang namja malam ini. gerakan yang luwes dan sesuai dengan tempo ditambah lagi nada musik yang terus berdentum. Namja itu tetap saja berlatih, meski keringatnya sudah mengucur membasahi singlet putih tipisnya. Mencetak lekuk tubuhnya yang bisa dikatakan cukup bagus dan terbentuk.
Ketika ia ingin melancarkan gerakan selanjutnya, musik tiba-tiba berhenti.
"Ya!" Ia langsung berbalik, melihat siapakah tersangka yang mematikan tape-nya.
"Kau mau berlatih sampai kapan? Ini sudah jam 10, Hae!" ujar sosok yang tadi mematikan tape. Sejak tadi orang itu memang sudah duduk disudut ruangan sambil menikmati sodanya dan memegang skrip teks yang harus ia hapal sendiri.
"Lebih baik kau kerjakan tugasmu dan jangan menggangguku, Choi Siwon." Ujar namja yang dipanggil Hae atau lengkapnya Tan Donghae.
"Kurasa ini saatnya kau istirahat Tan Donghae. Tidak biasanya kau latihan secara emosional seperti ini. hah? Pasti ada hal yang belum kau ceritakan pada sahabatmu ini." kata Siwon sambil tersenyum pada Donghae.
"Cih..." Donghae hanya bisa mendengus namun mau tak mau ia pun mendekati sahabat baiknya itu juga. Mungkin ada baiknya ia sedikit beristirahat... dan bercerita.
Siwon menyodorkan sebotol air pada Donghae dan namja itu menerimanya dengan senang hati. Donghae pun duduk disamping Siwon dan menyandarkan tubuhnya didinding.
Dengan tenang, Siwon kembali membuka lembaran kertas yang memang selalu dibawanya hari ini. mungkin ada baiknya ia menunggu sampai sahabat baiknya itu mau buka mulut untuk cerita. Setidaknya Siwon bukan orang bodoh yang segitu tidak pekanya terhadap kondisi sahabat sendiri. bahkan bisa dibilang Siwon lebih mengerti Donghae dibanding gadis-gadis yang menjadi kekasih namja pecinta ikan ini.
"Aku bertemu dengannya." Kata Donghae memecah kesunyian.
"Siapa yang kau maksud? Mantanmu?" tanya Siwon santai.
"Kim Hyukjae." Kata Donghae lagi.
"Mwo? Kau serius! 6 tahun dia menghilang, sekarang dia kembali? Dimana kau bertemu dengannya?"
"Di smp tadi. saat aku disuruh mengambil mobil eommaku. Tadi sampai di smp, entah kenapa aku jadi rindu dan ingin sedikit berlama-lama. aku menghabiskan 1 jam diruang dance smp kita dulu. Saat ingin pulang, aku bertemu dengan Hyukjae disana. Tepatnya di depan tangga." Cerita Donghae. Siwon terkekeh mendengarkannya. Hal ini membuat Donghae mendelik kesal.
"Kurasa aku bercerita bukan untuk ditertawakan. Ya! Choi Siwon."
"Hahaha... ani! Ini sangat lucu. Setelah kejadian itu, kau harus percaya kalau takdir itu benar adanya. Kalian sudah dijodohkan oleh Tuhan." Kata Siwon sambil meminum soda kalengnya.
"Hah! Kau yang lebih lucu, kuda!" Donghae beranjak berdiri dan berniat keluar dari ruang dance.
"Hei Donghae. Kau tahu? Ini sama artinya dengan Tuhan sudah menjawab semua doamu. Kau berharap gadis blonde itu kembali kan. dan hebatnya tanpa basa-basi Tuhan langsung mempertemukan kalian. Di Smp lama kita lagi. pikirkan deh, ini sebuah kebetulan yang unik Hae."
"Berhenti bicara atau aku yang akan menghentikannya." Ancam Donghae dan akhirnya benar-benar keluar dari ruang dance, meninggalkan Siwon.
"Cih... sia-sia meski aku mengharapkannya kembali, kalau dia saja pura-pura tidak mengenaliku." Gerutu Donghae sambil berjalan dilorong, berniat kembali ke kamar asramanya.
Hyukjae dengan riang merapikan pakaian-pakaiannya ke dalam rak. Di kamar ini, ia tidak akan menetap seorang diri. Akan ada orang lain nantinya. Tapi sepertinya orang itu belum kembali dari kelasnya. Hyukjae tidak sekamar dengan Kibum. Karena status mereka sebagai mahasiswi pindahan, jadi mereka tidak memiliki kesempatan untuk memilih. Mau tidak mau mereka harus menerima keputusan ketua asrama yang menentukan kamar mereka. Kibum ada dikamar lain—akhirnya dia mengikuti Hyukjae juga—yang berbeda dengan Hyukjae.
Ceklek~
"Annyeong ..." sapa seorang gadis manis dengan kaos pink dan jeansnya yang baru saja masuk. Terlihat rambut gadis itu hanya sebatas pundak namun justru menambah kemanisan gadis itu.
"Ah" Hyukjae buru-buru berdiri lalu membungkuk pada gadis yang baru saja masuk itu. "Kim Hyukjae Imnida"
"Lee Sungmin Imnida. Haha .. Tidak usah terlalu formal. Katanya kau pindahan dari prancis ya?" gadis bernama Sungmin itu menarik tangan Hyukjae dan mengajaknya duduk bersama disalah satu ranjang yang ada diruangan itu.
"Ne. Aku memang pindahan dari prancis. 6 tahun aku disana."
"Wahh ... keren sekali. Oh ya, berapa umurmu sekarang?"
"20 tahun. kau?"
"Aku 22 tahun."
"Ah, berarti aku akan memanggilmu Minnie Eonnie. Otte?"
"Ne. Itu bagus. Kalau gitu aku akan memanggilmu Hyukkie. Yeay ... aku memiliki dongsaeng lagi. semoga kita bisa berteman baik ya."
Sungmin terlihat sangat bersemangat menyambut Hyukjae. Setidaknya mungkin setelah ini mereka akan menjadi teman baik.
Sedangkan ditempat lain, diwaktu yang sama ~
"Ah, kau Kim Kibum ne? Kim Ryeowook imnida." Seorang gadis manis bertubuh mungil membungkuk di depan Kibum yang baru saja akan masuk ke dalam kamar barunya. Kibum jadi salah tingkah melihat sikap gadis itu.
"Annyeonghaseo." Kibum balas membungkuk.
"Kau pindahan dari Prancis kan? keren sekali. Saat ketua asrama berkata kalau aku dan Henry akan mendapatkan teman sekamar baru, kami sangat senang. Tapi tadi Henry ada urusan dengan klub musiknya jadi mungkin agak sore nanti baru kembali ke asrama." Ujar Ryeowook antusias. Kibum sampai bingung sendiri menanggapinya. Ia pun hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi Ryeowook.
Seoul Art University menyediakan asrama untuk para mahasiswi dan mahasiswa disana. Setiap kamar di per-untukkan bagi 2-3 orang anak. Gedung asrama laki-laki dan perempuan dipisahkan dengan perbedaan lantai. Lantai satu adalah bagian receptionis dan informasi. Lantai 2 terdapat kamar asrama perempuan dan lantai 3 khusus laki-laki. Tidak semua mahasiswa seoul art university yang tinggal di asrama. Kebanyakan memilih tinggal di apartement yang mereka sewa tidak jauh dari universitas.
"Senang sekali ya memiliki teman baru. Ah ya, kau bisa memanggilku Wookie. Aku memanggilmu apa?"
"Kibum saja. atau biasanya Hyukkie memanggilku Bummie. Terserah padamu."
"Hyukkie?"
"Ne. Dia teman baikku. Aku pindah kesini pun karena mengikutinya."
Ryeowook terdiam. Tidak menyahut lagi. Kibum pun tampak acuh dan lebih memilih mulai membuka kopernya dan mengeluarkan baju-bajunya.
'Hyukkie? Apa maksudnya Eunhyuk Eonnie?'—batin Ryeowook dan mulai berpikir seorang diri.
Pagi Hari
Di koridor asrama, terlihat Hyukjae sedang berjalan seorang diri. Pagi-pagi sekali, Sungmin sudah pergi ke kampus karena ada urusan. Berhubung kelas pertama Hyukjae ialah jam 10 nanti, makanya dia memilih berjalan pelan-pelan sambil memperhatikan setiap sudut bagian di universitas ini. bagaimanapun juga ini kan tempat baru baginya. Tadinya Sungmin berjanji ingin menemaninya sekaligus mengenalkan tentang setiap ruangan disini, namun ya itu. karena ada urusan, jadi Sungmin harus buru-buru pergi dan baru menjalankan janjinya siang nanti.
"Jadi... Kau kuliah disini?" sebuah suara mengagetkan Hyukjae. Membuat gadis itu langsung menoleh ke asal suara tersebut. Melihat siapa pelaku yang memanggilnya, Hyukjae pun memasang wajah dinginnya dan sudah berniat pergi. namun lengannya di tahan oleh si pemilik suara tadi.
"Kenapa kau menghindariku?"
"Ya! Lepaskan aku Donghae." Hyukjae menarik tangannya dan menatap kesal Donghae—si pemanggil tadi.
"Hhfft.. kupikir kau sungguhan lupa padaku."
'Aku mana mungkin melupakanmu'—batin Hyukjae sebal.
"Apa kabarmu?" tanya Donghae ramah.
"Baik sebelum bertemu denganmu." Jawab Hyukjae singkat sambil membuang mukanya.
"Hey ... lama tidak bertemu, kenapa kau jadi sombong sih?"
"Aku tidak sombong. Sudah! Jangan menggangguku."
Hyukjae mempercepat langkahnya menjauhi Donghae. Sedangkan namja itu hanya diam menatap kepergian Hyukjae.
Hyukjae terus berjalan dengan langkah cepat. takut Donghae masih mengikutinya.
"Jadi, apa kau kembali ke Seoul untuk si ikan itu?" tiba-tiba Kibum muncul dari balik tembok, membuat Hyukjae melonjak kaget.
"Ya! Kau mengagetkanku. Seperti hantu saja sih." keluh Hyukjae dengan wajah sebal.
"Jadi, bagaimana rasanya bertemu lagi dengan cinta pertama?" tanya Kibum, mengabaikan kata-kata Hyukjae tadi.
"Aish... terserah padamu sajalah. Aku sedang malas berdebat."
Hyukjae terus berjalan dan balas mengabaikan Kibum. Sedangkan Kibum pun lebih memilih diam dan mengikuti Hyukjae. Ketika akan menuruni tangga, lagi-lagi mereka bertemu orang yang tidak diharapkan.
"Wah, Kalau aku tidak salah. Kau Hyukjae kan?" terlihat seorang Choi Siwon langsung mendekati Hyukjae dan Kibum. Hyukjae melirik Kibum dan benar saja sesuai dengan prediksinya akan respon Kibum kalau melihat seorang Choi Siwon lagi.
Hyukjae memilih mengabaikan Siwon lalu berlari kecil melewati namja itu. Kibum sedikit kaget melihat perginya Hyukjae secara cepat seperti itu.
"Aneh sekali gadis itu. tapi dia jadi cantik ya." Kata Siwon sambil menoleh pada Kibum. "Ah, Kibum kan? annyeong. Kau ingat padaku?"
"Ne." Kibum mengangguk kaku. Dalam hati ia sedikit kesal saat mendengar Siwon memuji Hyukjae. Baiklah, apa perlu kujelaskan. Kalau seorang Kim Hyukjae menyukai Tan Donghae sedangkan seorang Kim Kibum menyukai seorang Choi Siwon—sahabat baik Donghae. Dulu mereka adalah teman smp.
"Hey... kenapa canggung begitu? ah! apa kau takut kubuat nangis seperti dulu lagi? tenang saja, aku masih ingin hidup tenang." Canda Siwon. Meski disisi lain ada benarnya juga sih. dia kan masih ingin hidup. Hyukjae saat smp itu sangat menyeramkan dan sangat jago berkelahi. Apalagi kalau sudah ada sangkut pautnya dengan Kibum. Siwon aja dulu pernah dibuat masuk rumah sakit hanya karena membuat Kibum menangis. meski kalau dilihat-lihat, Hyukjae sepertinya sudah pensiun berkelahi, bukan berarti kemampuannya membuat orang babak belur sudah menyusut kan. Jelas-jelas kemampuan berkelahi Hyukjae itu memang bakat alami.
Kibum pun memilih mulai berjalan dan melewati Siwon. Namun namja berlesung pipi itu tetap mengikuti Kibum.
"Hey... kalau diperhatikan, kau manis ya." Goda Siwon namun sukses membuat Kibum merona, namun gadis muda itu tetap memasang wajah datarnya dan tidak berniat menanggapi Siwon sama sekali.
Yahh ... kalau boleh jujur, seorang Kim Kibum memang menyukai seorang Choi Siwon. Dan Hyukjae tahu pasti tentang itu.
Mata Hyukjae menelusuri setiap opsi yang terdapat pada kertas karton besar yang ditempelkan dimading. Sesekali Hyukjae menempelkan kaleng minuman yang baru saja dibelinya, menyesap isi didalamnya. Sebenarnya mata Hyukjae sejak tadi tidak berpindah sama sekali. Fokus pada satu kolom.
"Hyukkie, kau mau ikut apa?" gadis manis bernama Lee Sungmin menepuk bahu Hyukjae. Membuat gadis itu tersadar dalam renungannya dan berbalik menoleh pada Sungmin.
"Aku bingung. Hehe. Apa aku harus memilih klub?"
"tentu saja Hyukkie. Klub yang kau pilih nanti, setidaknya bisa mengembangkan minatmu pada suatu bidang seni. Meski kita sudah mendapatkannya di setiap kelas namun Klub itu fungsinya untuk memperdalam pengetahuan dan minat kita pada suatu hal yang memang sudah pasti dan menjadi tujuan kita nantinya." Jelas Sungmin. "Sejak tadi kulihat kau hanya melihat pada kolom klub dance. Apa kau tertarik pada itu?" tanya Sungmin.
"Ah! Ani. Hehe... akan aku pikirkan lagi nanti deh." Kata Hyukjae sambil cengengesan dan berjalan menjauhi papan mading tadi. Sungmin pun mengikuti Hyukjae, mengsejajarkan langkahnya dengan gadis manis itu.
"Apa kau suka bela diri? Mungkin kau bisa bergabung dengan klubku?" tawar Sungmin.
"Akan aku pikirkan." Kata Hyukjae pendek. Langkahnya terhenti di depan sebuah ruangan yang tiba-tiba terbuka. Terlihat seorang namja keluar dari dalam. Namja yang cukup tinggi dengan kulit putihnya. Namja itu terus menunduk dengan tangan yang memegang sebuah benda berbentuk persegi yang bernama psp.
"Ah! Kyuhyun!" Panggil Sungmin tiba-tiba. Hyukjae menoleh pada gadis yang baru dikenalnya ini. dia kenal?—Batin Hyukjae.
"Minnie noona." terlihat Kyuhyun menjeda kegiatan bermain gamenya dan berjalan mendekati Hyukjae dan Sungmin.
"Kyu, kau tidak ada kelas?" Tanya Sungmin dengan manisnya. tanda-tanda seperti ini sudah tidak asing lagi bagi Hyukjae.
"Sebentar lagi, noona."
"Ooohh.. Ah ya, kenalkan ini Hyukjae. Dia mahasiswi baru dikampus kita. Pindahan dari prancis loh." Kata Sungmin. Kyuhyun menoleh pada Hyukjae. Namja itu sedikit tertegun melihat wajah Hyukjae yang terlihat begitu cantik dimatanya. Padahal Hyukjae sendiri sedang memasang wajah datarnya.
"Hyukkie, ini Kyuhyun. dia adik kelasku saat SMA. Dia sangat pintar loh. Suaranya juga sangat bagus. Kyuhyun ini anggota di Klub Musik." Jelas Sungmin. Dalam hati Hyukjae tersenyum saat mendengar cara Sungmin mengenalkan Kyuhyun padanya. Terlihat sekali, Sungmin sangat membanggakan Kyuhyun.
"Kim Hyukjae imnida." Hyukjae mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri dan Kyuhyun menyambutnya dengan senang hati.
"Cho Kyuhyun imnida."
...
...
...
"Kyuhyun" ketiga orang itu menoleh, terutama Kyuhyun yang merasa panggilan itu tertuju padanya. "Ah, Wookie."
"aishh ... kau ceroboh sekali. Ini tasmu tertinggal. Untung aku melihatnya." Kata gadis yang dipanggil Wookie tadi atau lengkapnya bernama Kim Ryeowook.
Hyukjae yang melihat Ryeowook pun membeku seketika. Ia memperhatikan gadis bertubuh mungil itu dengan seksama. Apa ini orangnya?—batin Hyukjae lagi.
"Ah, Annyeong Sungmin Eonnie." sapa Ryeowook dengan sopannya.
"Annyeong Ryeowookie." Balas Sungmin sambil tersenyum juga. Ryeowook beralih melihat pada Hyukjae yang sejak tadi juga sudah melihat Ryeowook. Sungmin yang sadar akan itu pun buru-buru mengenalkan Hyukjae pada Ryeowook.
"Ini Kim Hyukjae. Dia mahasiswi baru disini. Dia pindahan dari prancis dan akan menjadi teman sekamarku." Jelas Sungmin. Ryeowook mengatupkan bibirnya rapat. Ia menatap tepat pada mata Hyukjae.
"Hyukkie, Ini Ryeowook. Dia juniorku di kampus ini. sekaligus juga satu klub dengan Kyuhyun."
Sungmin mengelus tengkuk belakangnya dengan wajah sedikit heran. Atmosfir suasana diantara Ryeowook dan Hyukjae terasa aneh dan berbeda. Apalagi mereka berdua hanya saling menatap.
"Aku pergi dulu." Kata Kyuhyun tiba-tiba. Memecah keheningan yang ada. Namja bermarga Cho itupun melangkah pergi meninggalkan ketiga gadis tersebut.
"annyeong. Eunhyuk Eonnie." lirih Ryeowook yang terdengar persis seperti bisikan. Hyukjae hanya diam, tak menanggapi Ryeowook. Kening Sungmin berkerut melihat kondisi yang aneh ini.
'apa mereka saling mengenal?'—Batin Sungmin bertanya-tanya. Apalagi Ryeowook memanggil Hyukjae dengan panggilan Eunhyuk. Seolah itu adalah panggilan akrab.
"Ku rasa aku akan pergi ke kelas baruku." Kata Hyukjae tiba-tiba dan berbalik meninggalkan Sungmin dan Ryeowook. Sungmin melongo melihat perginya Hyukjae lalu gantian melirik Ryeowook yang tetap saja melihat punggung kecil Hyukjae yang semakin menjauh.
"Aku akan mengambil klub musik." Kata Hyukjae, membuat Kibum yang sedang berjalan disampingnya terkejut dan sedikit tersandung ke depan.
"Apa aku tak salah dengar?" sentak Kibum karena terlalu kaget tapi bagi Hyukjae, itu sangat berlebihan dan out of caracter bagi Kibum yang biasanya kalem.
"Aku serius, Bummie. Kau jangan berlebihan begitu sih."
"Ya! Jangan konyol Hyuk. Kau itu kan—"
"Apa dengan kaki begini, aku bisa kembali menjadi ballerina?" potong Hyukjae tiba-tiba dengan nada sedih. Terlihat gadis itu memandang pada kakinya. Kibum terdiam menatap Hyukjae.
Selama ini di Prancis, Hyukjae yang dasarnya suka menari sejak kecil telah berhasil menjadi Ballerina yang hebat disana. Ia sangat terkenal akan keindahannya dalam membuat suatu gerakan. Tubuhnya juga sangat lentur dan setiap tarian yang ia lakonkan terlihat sangat apik, cantik dan elegan. Intinya fantastis. Namun setahun yang lalu, akibat sebuah kecelakaan, Hyukjae harus vakum untuk sementara semasa pemulihannya. Namun yang membuat Kibum bingung, Hyukjae yang belum sembuh, kenapa mendadak ingin menghentikan proses pemulihannya dan meminta untuk kembali ke Seoul?
Menari adalah impian Hyukjae, Kibum sangat tahu akan hal itu. jadi tidak salahkan kalau dia heran, kenapa Hyukjae mematikan sendiri, harapannya untuk bisa kembali menari? Memang, kaki Hyukjae tidak mungkin bisa sembuh 100%, tapi dokter sempat mengatakan kalau keinginan Hyukjae kuat, ia pasti bisa menari lagi.
"Apa kau ingin menyerah pada impianmu?" tanya Kibum pelan. Hyukjae menoleh lalu tersenyum.
"aku tidak akan menyerah, namun mungkin aku akan mencari impianku yang baru. Lagipula aku mengambil Klub Musik tapi tetap mendapat kelas dance sehari-hari kan. untuk menari, ikuti jadwal yang ada saja. kalau musik, aku ingin mendalami bidang itu. kupikir akan menarik nantinya." kata Hyukjae. 'Apalagi aku juga harus menyelesaikan urusanku dengan gadis itu?'—Lanjut Hyukjae dalam hati. Kibum memperhatikan mimik Hyukjae yang terlihat berubah selama sepersekian detik. Kibum tahu kalau ada yang tidak beres disini.
Namun Kibum hanya bisa menatap prihatin sahabat baiknya. Yah, mau tidak mau ia harus setuju. Itu kan hidup Hyukjae, jadi semua pilihan pun ada ditangan gadis itu. meskipun Kibum sangat ingin tahu alasan sebenarnya Hyukjae melakukan ini, mungkin butuh waktu untuk Kibum bisa mengetahui semuanya.
"aku hanya mengharapkan yang terbaik bagimu Hyuk Eonnie." kata Kibum pelan.
"tenang saja. apa yang kulakukan, pasti itu yang terbaik." Sahut Hyukjae sambil mengancungkan jempolnya. Ia tersenyum manis, memperlihatkan gummy smilenya di hadapan Kibum, berharap agar gadis yang sudah seperti adiknya itu bisa mengerti dan tidak terlalu mengkhawatirkannya lagi.
"Meski Hyuk Eonnie terlihat tersenyum, namun aku tahu kalau ada yang disembunyikannya. Namun aku tidak tahu, apa itu? Yang kutahu ada 2 hal yang bisa dijadikan alasannya untuk kembali ke Seoul, atau mungkin lebih? Aku sedikit yakin kalau ada alasan yang lebih dari 2 hal tadi."—Kibum terus bergulat dengan pikirannya sendiri sedangkan, Hyukjae sudah berjalan lebih dulu—sedikit didepannya.
To be continued... or END
words: 2.575
27/04/2013
abis baca, tinggalkan jejak ya... juga makasiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhh buat semua yaang review. tapi aku ga bisa balas satu-satu. namun aku baca semuanya kok. wah, jadi makasih banyak ya.. maaf kalo yang ini mengecewakan. didunia ini ga ada yang sempurna kan. begitupun FF ini. aku sudah mencoba buat yang terbaik untuk kalian. maaf juga update nya agak lama, abis aku lagi dirumah nenekku dan jaringan internetnya jeleekkk banget. parah. masa modemnya sering banget ga ada sinyal. Mau ngepost FFnya kan jadi batal terus. yaudah deh ...
at last ..
Review ne?^^ :*
