"Pagi, Austria!"

"Hai, Austria! Selamat pagi."

"Yo, Austria!"

Tak akan kubiarkan kehidupan ini berakhir disini.

"Pagi juga semuanya."

Hetalia Axis Power (c) Hidekaz Himaruya

Twilight Prince present

Me

Warning:

Nation name used, OOC, typo(s)

Pintu kelas ku buka. Keributan langsung di tangkap telingaku begitu membuka pintu kelas itu. Aku sedikit tak nyaman dengan keadaan ini.

Tapi itu karena sifatku yang menuruti negaraku

Jauh di dalam hatiku, aku sangat senang bisa membuka pintu kelas ini lagi

Baru aku duduk di kursiku dan membuka buku sejarah, terdengar suara yang memekak telinga,

"AUSTRIA!"

Rupanya itu suara dari seorang laki-laki berambut putih keperakkan dan mata semerah darah berlari dari ujung kelas kearahku. Aku hanya bisa menghelas nafas dan menutup bukuku.

"Ada apa, obaka-san?"

"Berhenti memanggilku, obaka-sana! Namaku Prussia! PRUS-SI-A!"

"Ja... Ja... Ada apa?"

"Pinjam PR kimia, kumohon! Aku belum mengerjakannya SAMA SEKALI! Aku yang awesome tak mau di omeli oleh Mrs. Monaco!"

Sekali lagi aku hanya dapat menghelas nafas dan ber-facepalm karena kenarsisan teman ku satu ini, Prussia. Tak ada hari tanpa meminjam PR-ku.

Aku kesal karena harus terus meminjamkan PR-ku

Tapi dalam hatiku, aku senang karena aku dapat membantu temanku.

Setelah meminjamkan Prussia PR kimiaku, aku kembali berfokus pada buku sejarahku. Tak ada 10 menit aku membaca, tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang. Aku kaget dan buku sejarahku hampir terlepas dari tanganku.

"Nii-sama~!" kata orang yang memelukku dari belakang

Suara yang sangat familiar di telingaku.

"Ada apa Vienna?" tanyaku sambil tetap fokus pada buku ku

"Kau dingin sekali dengan adikmu sendiri. Sedang apa?"

"Seperti yang kau lihat."

"Memang hari ini ada ulangan sejarah?"

"Bukan sekarang. Tapi minggu depan."

"Minggu depan? Kenapa belajarnya sekarang?"

Aku menghela nafas. "Memang kenapa kalau aku belajar sekarang, Vienna?"

"Tak apa. Aku cinta Nii-sama~!"

Dia memelukku makin erat.

Hangat

Ya, dia adalah personifikasi dari ibu kotaku, Vienna. Adikku yang ku cintai.

Orang yang membuatku berjanji akan selalu melindunginya

Bel berbunyi tanda semua murid harus masuk ke kelasnnya masing-masing. Vienna pun kembali kekelasnnya-X-Europe. Walaupun bel sudah berbunyi, kelas ini tetap ramai. Bahkan makin ramai.

"SIAPAPUN PINJAMI HERO PR KIMIA!"

"WOI, NOMOR 2 APAAN JAWABANNYA, GIT?"

"EH, NOMOR 16 A ATAU D NEH?"

"ANKO UZA, TULISAN LO JELEK BANGET SIH? GIMANA GW MAU NYONTEK?"

"BALIKIN BUKU GW, ASU! GW BELOM SELESAI!"

Dan banyak lagi cacian, makian, dan berbagai sumpah serapah keluar dari mulut teman-temanku.

Aku tak suka suasana seperti ini. Austria adalah negara yang tenang. Kebisingan sangat menggagu pendengaranku.

Tapi aku menyukainya.

Karena aku bisa masuk kelingkaran mereka semua

Semuanya bersorak-sorai karena Mrs. Monaco tak membahas tentang PR-nya. Tapi sorak-sorai itu segera redup setelah mendengar,

"Hari ini ulangan harian!"

.

"Sstt... Austria..."

Aku memasang muka kesal. Dia lagi. "Ada apa, obaka-san?"

"Aku Prussia!" pekiknya sambil menggebrak mejanya

"Ada Prussia?" tanya Mrs. Monaco tajam

Dia menciut. "Ukh... Tak ada apa-apa kok. Maafkan saya."

"Kamu mau ngapain tadi?" lanjut Mrs. Monaco dengan death glare kemana-mana

"E-Enggak, Misstres." jawab Prussia makin menciut

"Jangan kira saya gak lihat ya! Lari kamu keliling lapangan!" bentak guru Kimia itu

"Baik, Misstres." Prussia pun berjalan dengan langkah gontai keluar kelas untuk melaksanakan hukumannya.

Haha... Senangnya melihatnya di beri hukuman

Sesekali makhluk sok awesome itu harus diberi hukuman supaya jera

Ya, mungkin aku memang kejam karena tertawa di atas penderitaan orang lain

Tapi sebenarnya aku merasa bersalah karena hal itu.

"Yak, waktu habis. England, Germany, Austria, kumpulkan kertas ulangan teman-teman kalian." kata Mrs. Monaco sambil melirik jam tangannya.

Aku dan kedua temanku yang sama-sama berambut pirang itu berdiri. Aku ambil kertas-kertas ulangan teman-temanku yang nyaris kosong. Aku menghelas nafas untuk kesekian kalinya melihat keadaan kelasku.

Tapi aku menyukai kelas ini

Kelas ini yang memberiku arti kehidupanku

Kelas yang membuatku dapat melupakan kejadian saat SMP