" A Lot Like Love "
.
.
.
By BaekbeeLu Present
Main Cast : Sehun and Luhan
Other Cast : Find it by yourself
.
T + / M
Multichapter
.
AU. Romance. Drama . Fluffy .
Genderswith. Typo(s) . DLDR!
Happy Reading !
..
CHAPTER 1
Sejuta kelopak penuh warna, mengalir lembut pada hamparan dunia yang luas. Selir angin membawa mereka terbang hingga aroma wewangian alami yang khas itu mendominasi keasrian udara. Setiap pohon yang berdiri kokoh, dedaunannya melakukan tarian musim semi menawan. Mentari bersinar lembut di atas kepala, di hiasi dengan berbagai gumpalan permen kapas yang berarak tenang terbawa angin.
Musim semi di awal bulan maret.
Cantik sekali…..
Hanya itu gumaman samar dari para pejalan kaki yang melintas, lebih tepatnya bukan mengagumi cuaca musim semi yang menawan melainkan memuji maha karya Tuhan yang tercetak jelas pada sosok seorang gadis.
Bahkan bunga musim semi pun kalah cantik dengannya
Gadis itu berjalan pelan, Ia mengenakan stelan casual menggemaskan dengan hampir seluruh tubuhnya di balut oleh warna pink cerah. Rambutnya sepunggung dengan sedikit gelombang cantik pada bagian bawah, memiliki warna coklat madu menawan serta poni lurus sebatas alis yang menutupi dahi anggunnya.
Earphone mungil setia sekali menutupi indra pendengarannya, mengalunkan lagu ballad Korea yang bernada-nada lembut. Gadis itu bersenandung ringan, tujuannya hari ini adalah mengambil sisa berkas kelulusannya di kampus.
Ia mendesah pelan, melihat ke arah gerbang kampusnya yang terbuka cukup lebar. Di sisi pagarnya terdapat deretan huruf besar-besar yang berjejer rapi membentuk beberapa kata bermakna.
Kyung Hee University . Kampus yang menjadi tempat pendidikan perguruan tingginya selama kurun dari dua setengah tahun. Dua minggu yang lalu adalah hari wisudanya, dan hari ini Ia mendapat panggilan dari Dosennya untuk mengambil sisa berkas kelulusan yang tertinggal.
Gadis itu mengembangkan senyumannya dan membungkuk sedikit ketika berpapasan dengan setiap orang yang menyerukan namanya hangat. Langkahnya sudah hampir sampai di ruang kantor para Dosen, namun terjeda untuk beberapa saat ketika ponsel pintarnya bergetar keras.
Melihat siapa yang memanggilnya pada jam pagi yang cukup sibuk ini, gadis itu dengan santainya menolak panggilan tersebut. Dan, melanjutkan kembali langkahnya.
Tok Tok Tok
"Masuk"
Gadis itu membuka pintunya secara perlahan.
Seorang wanita dewasa dengan stelan formalnya yang menawan tersenyum cerah setelah melihat siapa sosok yang mengetuk pintunya barusan.
"Oh, Luhan-ah kau sudah datang! Aku sudah menunggu kedatanganmu sejak tadi"
Ya, gadis itu Xi Luhan. Ia balas tersenyum hangat, membungkuk hormat dan mendudukkan dirinya.
"Maafkan saya Mrs, jalanan Seoul cukup macet tadi"
"It's Okay, Baby. No problem" wanita itu membuka laci mejanya dan mengambil sebuah Map kuning besar dengan lilitan tali yang menutup celahnya. Ada nama yang tercetak jelas dengan tinta hitam tebal di atas Map itu yang bertuliskan Xi LuHan.
"Ini berkasmu, sayang. Setelah ini pasti aku akan lebih sering merindukanmu, jangan sungkan untuk datang kemarine" ucap wanita itu dengan raut sedihnya.
Luhan mengambil berkasnya dan memasang wajah menyesal pada Dosen yang sudah Ia anggap seperti kakaknya sendiri itu. Hatinya merasa tidak nyaman namun Ia tetap tersenyum "Tentu, Mrs. Jika punya waktu luang, saya akan mampir. Oh, atau kita juga bisa bertemu di tempat lain nanti."
Wanita itu mengangguk pelan, dan setelahnya wajah hingga matanya langsung bersinar cerah ketika pikirannya ingat akan sesuatu hal yang sangat penting.
"Luhan, Mrs punya berita yang sangat penting untukmu. Ini peluang besar!"
Luhan mengerenyit dalam dan penasaran.
"Benarkah? Apa itu?"
"Sebelumnya Mrs ingin meminta maaf karena tidak menanyakan persetujuanmu terlebih dahulu, sayang. Tapi ini demi kesuksesan karirmu selanjutnya!"
Luhan hanya diam dengan tatapan fokusnya, hatinya mulai berkata gugup. Dan, Ia sangat menunggu ucapan selanjutnya dari Dosennya itu.
Wanita itu menggenggam tangan Luhan erat "Kau lolos dalam seleksi pencarian seorang sekretaris, Luhan! Kriteriamu sempurna, dan mereka menginginkanmu untuk datang ke Perusahaan lusa nanti. Kau harus datang kesana, sayang. Harus!"
Luhan semakin gugup, matanya mengerjap gelisah "Sekretaris? Perusahaan? Apa maksudnya Mrs?"
"Perusahaan besar yang setiap bulan mendonasikan dana percumanya untuk kampus ini, sayang. Willis Corporation, mereka membutuhkan seorang sekretaris baru untuk sang Direktur Utama! Seorang wanita cantik dengan postur tubuh ideal, lalu yang terpenting sangat cekatan dan pintar. Mereka menginginkan seseorang sepertimu, Lu. Aku sudah mencalonkanmu sebulan yang lalu, dan hasilnya sesuai dengan dugaan. Kau lolos Luhanie! Datanglah kesana maka aku sebagai dosen sekaligus sosok kakak untukmu tentu akan merasa sangat bahagia." katanya dengan sorot mata penuh harapan kepada Luhan.
Luhan terkejut? Sangat! Ia bahkan merasa kehilangan nafas beberapa saat. Namun, Ia juga tidak ingin mengecewakan Dosennya itu. Semua ini pasti butuh pengorbanan yang matang.
Luhan mengambil sisi positifnya ;untuk saat ini, tentu Ia tidak perlu bersusah payah lagi untuk mencari pekerjaan bukan? Apalagi mengingat peluangnya ini dari Perusahaan besar meski Luhan jujur dalam hatinya bahwa Ia sangat tidak tahu mengenai Willis Corporation!
Mungkin aku bisa bertanya pada Baekhyun nanti, pikir Luhan.
Luhan tersenyum kembali dan mengangguk "Jika memang ini yang terbaik menurut Mrs, tentu saya akan melakukannya. Saya akan datang kesana lusa nanti."
Wanita itu tersenyum senang dan segera membawa Luhan dalam pelukkan sayangnya.
"Ah, aku senang sekali! Aku tahu kau pasti akan menyetujuinya, sayang"
"Saya juga sangat berterimakasih atas semua kebaikkan yang sudah Mrs lakukan untuk saya, Mrs adalah yang terbaik! Saya tidak tahu harus membalas seluruh kebaikan Mrs dengan apa" sebenarnya Luhan hanya sedikit bergurau.
Namun, Wanita cantik itu menganggap serius pernyataan Luhan barusan.
"Kau bisa membalas kebaikanku, sayang"
Luhan melepaskan pelukan mereka, lagi-lagi Ia di buat penasaran.
Wanita itu tersenyum penuh arti dan membelai tangan Luhan lembut.
"Willis Corporation, katanya mereka punya Direktur Utama yang sangat tampan! Tapi sosoknya begitu tersembunyi dan misterius, sayang. Isunya lagi, pria itu single! Bahkan semua wanita di dunia begitu memujanya. Dan, kau sangat tahu apa yang aku maksud dari kata single itu kan Luhan…" katanya dengan nada menggoda Luhan.
"Ma-maksud Mrs, saya harus-"
"Yes, Honey. You have to make him fall in love with you"
Seketika Luhan merasa Ia di hempas dalam jurang penuh akan kegelapan yang kelam.
Astaga!
Jatuh cinta?! Itu kalimat GILA!
.
.
A Lot Like Love
.
.
Matahari tersenyum penuh kebahagiaan hingga cahayanya menyinari kota dengan lembut. Aroma manis dari bunga-bunga yang merekah cantik senantiasa mewarnai langit cerah Seoul. Begitu sejuk dan indahnya awal musim semi ini.
Tuhan sangat berbaik hati, bagai malaikatnya di tugaskan untuk membagi setiap kebahagian kepada semua wajah mereka yang berseri-seri penuh tawa itu.
Kesibukkan kota terdengar sangat jelas. Kemerduan angin musim semi sedikit tercemar sumbang akibat ulah nakal para pengendara yang membunyikan klakson mereka nyaring untuk mempercepat laju jalannya.
Pagi masih setia meraja, di antara banyaknya kendaraan yang sibuk berlalu lalang itu ada sesuatu yang sedikit menggelitik hingga menarik perhatian.
Mobil sedan mewah dengan warna hitam mengkilat dan kaca film yang tebal terjebak dalam antrian lampu merah di persimpangan kawasan elit Gangnam. Setiap lampu hijau menyala, lajunya hanya bertahan di angka tak lebih dari dua meter. Membuat sang pemilik yang duduk manis di kursi penumpang mengupat geram.
"Bisakah lajunya di percepat, Brian? Apa aku perlu menyuap polisi-polisi sialan itu untuk membersihkan jalan ini sehingga aku bisa menguasainya?" kata seorang lelaki berucap dingin dengan gigi bergelatuk samar, menggerutu.
Brian, lelaki yang duduk di kursi penumpang sebelah supir menolehkan kepalanya kebelakang dengan sedikit merunduk hormat dan terkekeh ringan "Jika itu perintah pertama Anda pagi ini, saya akan melakukannya Sajangnim Oh"
Matanya memejam erat, kepalanya Ia sandarkan dengan pongah pada jok mobil mewahnya dengan sesekali memijat pelipisnya pelan. Helaan nafas kasar terus keluar dari bibirnya "Jam berapa meeting kita akan di laksanakan?"
"Satu jam lagi, Sajangnim"
Lelaki itu membuka matanya perlahan, memandang ke luar jendela. Jarinya berketuk tegas pada sandaran di sisi kirinya. Dahinya mengerenyit samar ketika Ia terpikir akan suatu hal.
"Bagaimana dengan hasil pencarian sekretaris konyolmu itu? Apa kau sudah menemukan tipe yang tepat untukku? Jangan mengulangi kesalahan yang sama jika kau tidak ingin gajimu turun lagi, Brian" gumamnya datar begitu dingin.
"Sajangnim tidak perlu mencemaskan hal itu. Saya sudah memilih wanita yang tepat, sangat sesuai dengan kriteria Anda" Brian tersenyum penuh arti.
Dagu runcing menawannya, Ia usap penuh sensual dan mengerlingkan mata terhadap asisten pribadinya itu. Sebuah smirk licik terangkat dari sudut bibirnya "Aku suka dengan adanya kata sangat disana. Pastikan dia punya wajah cantik dengan aura sensual polos yang menggoda"
"Anda bisa menjamin gaji saya jika wanita ini tidak sesuai dengan keinginan Anda, Sajangnim"
Lelaki bermarga Oh itu terkekeh pelan, kali ini senyum seutuhnya berlabuh tampan di wajahnya "Aku suka tawaran itu. Biar aku sendiri yang menilainya nanti…"
Brian ikut terkekeh ringan, dan kembali fokus pada tab di tangannya. Mengurus semua jadwal sibuk bos kayanya itu dengan setumpuk meeting besarnya bernilai miliaran Won.
Fokus mata yang menerawang pada jalanan kota yang mulai renggang itu, Ia menyorot semuanya pada satu titik penuh rasa penasaran. Senyumannya masih setia berlabuh dengan tampan, kerutan dahinya yang mengerenyit samar menandakan Ia sedang berpikir keras. Mendalami rasa penasarannya akan wanita itu sampai jantungnya berdebar ribut.
Wanita cantik dengan wajah polos namun punya aura sensual yang panas, itulah favoritnya.
Dia sungguh-sungguh penasaran !
.
.
A Lot Like Love
.
.
Gadis itu meniup-niupkan poni menggemaskannya bosan, kepalanya bersandar nyaman pada bantal sofa empuk sedangkan kakinya menggantung cantik di pinggiran sofanya. Kaos kaki yang imut masih melekat hangat pada telapak kakinya, sedangkan tangannya merentang bebas.
Berkali-kali helaan nafasnya terdengar, bibirnya mengerucut dengan wajah cemberut kesal. Bagaimana bisa dosen tersayangnya itu memberikannya begitu banyak kejutan?
Luhan senang ketika mendapati dirinya akan bekerja pada perusahaan yang katanya sangat terkenal itu. Belum lagi bekerja sebagai sekretaris yang memang sesuai dengan pengajaran yang selama ini di gelutinya saat kuliah. Tidak buruk pikir Luhan, otak cerdasnya pasti mampu menerima itu semua.
Tapi…
Membuat sang Direktur utama untuk jatuh cinta padanya?! Itu pikiran kuno. Ah, tidak itu omong kosong menurutnya.
"Hah, Seohyun Ssaem memang lucu. Aku bahkan menghindari kalimat aneh yang bernama cinta. Bagaimana bisa Ia memberiku tugas konyol seperti itu?! Aigoo, lucu sekali" Gadis itu tertawa hambar. Ia terkekeh nyaring yang sebenarnya hanya terdengar seperti gerutuan frustasinya.
"Ah, Apa benar Direkturnya tampan? Paling tampangnya hanya seperti model majalah Koran bekas" cibirnya remeh dengan mengangkat bahu acuh.
Menurut Luhan, yang namanya CEO itu hanya seorang lelaki dewasa dengan wajah keriput dan kantung mata besar yang jelek. Tidak ada raut tampan dan mudanya sama sekali. Rambut memutih, perut buncit, belum lagi suara sumbangnya yang seperti anak ayam terjepit di pintu kandang.
Benar-benar jelek!
Yah, Cinta. Manusia mana yang tidak pernah merasakan hal itu? setiap orang bebas memilikinya, rasa ketertarikan hingga berujung cinta itu adalah sebuah satu paket yang sama. Jantung yang berdebar, rasa hangat yang menjalar nyaman dalam hatimu, semua itu begitu menyenangkan.
Luhan pernah dapat sesuatu yang special seperti itu. Tapi, itu sudah jauh lama sekali tertinggal. Terakhir kali Ia merasakannya ketika umurnya menginjak 18 tahun, dimana cinta monyet ingusan masih melabili perasaannya sebagai siswi SMA. Menerima pernyataan bernada romantis dari kakak kelasnya yang sangat popular di sekolah dan memiliki visual tampan tak di ragukan, menjadi seseorang yang khusus untuk berada di sisinya.
Tapi, memang hal manis tidak selamanya terasa manis. Ada hal yang membuatnya begitu trauma dan merasa sangat kecewa. Padahal Ia gadis kemarin sore yang begitu bahagia akan rasa cinta itu, namun semuanya terasa musnah begitu menyakitkan karena suatu alasan. Kenyataan bahwa cinta tidaklah murni dan tulus untuknya, pandangan lain itulah yang membuat semua lelaki gencar ingin memilikinya.
Luhan trauma, semua lelaki sama saja.
Untuk itulah, gadis itu tidak pernah lagi ingin menemukan apa itu cinta dalam hatinya. Terasa memuakkan, tidak ada cinta yang semurni seperti apa yang di berikan orang tuanya.
Luhan begitu menghindari kata itu, cinta hanya sebuah omong kosong yang kuno. Hanya karena itu, semasa kuliah Ia menolak semua lelaki yang ingin menjadikan dirinya Ratu dengan status seorang kekasih. Luhan menolak semua pernyataan cinta itu, Ia sudah merasa sangat nyaman dengan status singelnya.
Luhan hanya punya satu mantan kekasih, dan Ia sudah melupakannya jauh-jauh. Mengubur semua kenangan itu rapat-rapat dalam lubang jahanam di neraka.
Suara intercrom apartementnya berbunyi nyaring, Luhan nyaris melompat karena kaget. Ah, dia melamuni masa lalunya.
"Aku masih bernafas, ternyata belum mati" gumamnya.
Gadis itu mencepol rambutnya asal, memakai sandal rumah menggemaskannya; berniat membuka pintu. Namun, urung ketika pintunya terbuka sendiri.
Luhan tahu satu manusia yang begitu hapal dengan password apartementnya.
"Luhan!" serunya lantang, begitu melengking.
Sepupu cerewetnya sudah datang. Kim Baekhyun.
Luhan mendengus malas sembari menenggelamkan wajahnya di bantal. Bukannya membaik, hatinya terasa semakin suram kala sepupunya itu kembali mengunjunginya.
Baekhyun menurunkan barang belanjaannya di atas meja makan, dan berdecak tidak percaya akan kekacauan yang saat ini di lihatnya. Kepala gadis itu geleng-geleng kepala sembari berkecak pinggang, tidak biasanya Luhan seperti ini.
Gadis rusa itu penggila kebersihan dan kerapian.
Lantas, apa maksud semua keberantakkan ini? Terang saja Baekhyun kaget. Sepatu yang terpisah dimana-mana, bungkus makanan ringan berhamburan di atas meja, belum lagi semua bantal sofa yang tergeletak pasrah di lantai keramik.
Apartement Luhan tidak lebih dari sebuah kelas sekolah yang tidak pernah di bersihkan selama setahun penuh.
Kegalauan apa lagi kali ini?
"Luhan, bisa kau jelaskan maksud dari semua karyamu ini? Apa kau terserang penyakit malas sekarang?"
"Aku lelah" gumam Luhan malas
"Bukan dirimu, sesuatu pasti terjadi hingga membuatmu mengacaukan ruangan ini. Ulah penggemarmu lagi?" Baekhyun merebut bantal yang menutupi wajah Luhan dengan kasar.
Luhan memberengut marah "Yak! Jangan mengambilnya! Aish, mengapa kau selalu mengganggu sepupu cantikmu ini, Baek?" gadis itu bangkit dan duduk menyilang kaki, tentu saja bersamaan dengan bibir mengerucutnya.
"Panggil aku unnie! Kau itu dua tahun lebih muda dariku, dasar tidak sopan!" ketus Baekhyun
Luhan memutar bola matanya malas, namun setelahnya Ia memeluk Baekhyun erat "Ah, Baekhyun unnie. Kau tidak tahu seberapa risaunya aku saat ini….." ucapnya mellow bernada manja. Mata rusanya menyorot penuh kilau kecerahan pada Baekhyun.
Luhan itu begitu menggemaskan, Baekhyun luluh karena tatapan agyeonya.
Gadis puppy itu menghela nafas, memilih meredam emosinya. Sungguh kebiasaan yang sangat di hapal, Luhan pasti ingin bercerita.
"Katakan, apa yang menganggumu hm?"
"Aku begitu sedih sekarang, kau tahu? Dosen kesayanganku benar-benar membuatku pusing" keluhnya sembari menikmati dengan nyaman elusan sayang jemari Baekhyun di kepalanya.
Baekhyun sangat menyayangi Luhan, hanya gadis itu satu-satunya yang sedarah dengannya walau mereka tak lebih dari sebatas sepupu. Luhan sudah seperti adik baginya. Maklum, mereka sama-sama seorang putri tunggal dari keluarga dengan marga yang berbeda.
"Maksudmu Seohyun Ssaem? Apa kau mendapatkan nilai merahmu setelah sekian tahunnya prestasimu selalu bertahan di tempat teratas?"
"Aku tidak pernah mendapat nilai di bawah 80 jika kau ingin ku ingatkan" ucap Luhan bangga dengan sedikit bumbu kesombongan dalam makna kalimatnya.
Baekhyun mengangguk mengiyakan, memang benar jika Luhan sangat pintar dengan semua prestasinya. Gadis itu juga sangat mandiri dan berprilaku ramah. Tak heran bila semua orang selalu menyapanya dengan penuh pujian dan decak kekaguman.
Tidak hanya Luhan, Baekhyun pun juga begitu. Gadis bermata puppy itu sekarang sedang berkerja pada perusahaan besar sebagai seorang manager, belum lagi dengan usaha butik ternamanya yang berkecabang dimana-mana. Karirnya sukses besar! Tapi ada alasan lain yang membuatnya masih betah berkerja di perusahaan itu kendati Ia sudah punya usahanya sendiri.
"Lalu apa lagi masalahnya? Apa dosenmu memberimu tugas untuk mencari seorang pangeran tampan, lalu kau akan membuatnya jatuh cinta?" ucap Baekhyun asal. Ia sangat tahu Luhan menghindari kata 'Cinta' . Gadis itu hanya menggoda Luhan dengan gurauan.
Namun, siapa sangka jika ucapannya itu benar adanya?
Luhan membelalak matanya lebar dan bangkit dari tempatnya.
"Bagaimana kau bisa tahu?! Kau beralih menjadi seorang cenayang ya?" pekiknya takjub
Sepupunya itu mengerenyit dalam, Ia pun sama terkejutnya "Aku hanya menebak, tapi bagaimana bisa itu kebenarannya? Coba ceritakan semuanya padaku, sekarang aku sudah sangat penasaran!"
Luhan menarik nafas dalam dan membuangnya secara perlahan. Siapa lagi teman ceritanya jika bukan Baekhyun? Maka Luhan akan bercerita apapun pada gadis itu.
"Kau sudah tahu bahwa hari ini aku mengunjungi kampus dan bertemu dengan Seohyun Ssaem. Kami cukup banyak mengobrol, yah seperti biasanya. Dan, sialnya lagi Seohyun Ssaem memberiku begitu banyak kejutan yang tak terduga"
"Apa? Apa? Apa itu sesuatu yang mahal dan menakjubkan?" desak Baekhyun, mendengarkan Luhan dengan serius dan setia.
Gadis rusa menggeleng pelan "Lebih dari menakjubkan, Baek. Beliau bahkan sudah memberikanku sebuah pekerjaan yang sangat menjanjikan di perusahan besar. Bahkan aku tidak tahu itu, ketika sebuah perusahaan besar mengadakan sebuah kompetisi pencarian seorang sekretaris. Apa mereka selalu melakukannya? Menyeleksi seperti aku akan menjadi trainee lalu nantinya debut sebagai aktris?"
Gadis itu benar-benar bingung. Sungguh, Luhan tidak tahu jika memang benar begitu lah cara mereka melakukannya.
Baekhyun mengerenyit dan berpikir keras. Ia pun sama bingungnya dengan Luhan, bahkan mungkin Baekhyun jauh lebih kentara. Dia sudah bekerja di perusahaan besar selama tiga tahun lamanya dan tidak pernah mendengar ada hal semacam kompetisi atau seleksi seperti itu? Dan, jika Baekhyun pikir lagi semua kata-kata Luhan sedikit menjanggal dalam benaknya.
Seperti Ia pernah mendengar kisah yang sama sebelumnya?
Perusahaan besar . Pencarian sekretaris. Seleksi setiap wanita dan….
"Luhan!" Baekhyun berteriak nyaring dengan bola mata sukses membulat sempurna. Suaranya yang begitu melengking itu membuat Luhan yang merenungkan nasibnya merasa kaget bukan main. Sepupunya itu sukses melompat kaget hingga memeriksa dadanya sendiri, masihkah jantungnya berdebar?
"Ya Tuhan Baekhyun! Aku bukan di kutub utara! Tidak perlu berteriak seperti itu untuk memanggil namaku kan? Sekarang aku hampir mati rasanya" bentaknya dengan mendelik Baekhyun tajam.
"Katakan padaku bahwa perusahaan yang kau maksud adalah Willis Corporation! Apakah itu benar?" kali ini gadis puppy itu benar-benar antusias.
"Ne"
"Kau akan menjadi sekretaris untuk direktur utama?"
"Ne"
"Dan, jangan bilang kalau kau tidak tahu apa pun mengenai perusahaan besar itu Luhan!"
"Ne. Aku memang tidak tahu apa-apa, Baek" Luhan mulai jengah.
"Astaga Lu! Kau adalah bidadari termalang di kayangan yang tidak mengetahui hal ini! Tak habis pikir….." ucap Baekhyun mendramatis, matanya mengisyaratkan bahwa Ia sungguh tidak percaya akan ketidaktahuan sepupunya itu.
Siapa yang tidak tahu Willis Corporation ?
Ada. Dialah Luhan, gadis cantik yang sekarang memandang jengah kepada Baekhyun.
Luhan menaikkan satu alisnya "Apa bagusnya perusahaan itu? Dan, mengapa reaksimu seperti fans wanita yang gila berteriak di tengah konser Idol K-pop? itu terlihat berlebihan dan aneh. Sudahlah, sepertinya tidak ada gunanya berbicara padamu Baek. Aku mau mandi" ucapnya ringkas, dan memilih bangkit menuju kamarnya.
Tapi Baekhyun dengan cepat mencegat pergelangan tangan Luhan, menarik gadis itu hingga kembali duduk.
Luhan meringis karenanya.
Dan Baekhyun menatapnya lekat-lekat, penuh penekanan juga keseriusan.
"Kau harus dengar ini gadis rusa. Sebuah fakta mengejutkan yang akan memutar balikkan seluruh kehidupanmu mulai esok. Tahtamu, kau bisa mendapatkannya kembali" Bisiknya, dan tersenyum penuh arti.
Tahta? Ah, benar. Status Luhan yang sebenarnya, bagian kecil dari Luhan yang di rahasiakannya.
Luhan melebarkan netranya, melihat kilat keseriusan Baekhyun tepat di dalam maniknya yang tak ada kebohongan. Mendadak Luhan jadi gugup sekaligus penasaran.
Baiklah, kali ini dia tidak bisa menolak untuk tidak mendengar semuanya secara detail.
"Kau bisa memulainya, Baek. Aku mendengarkanmu"
Dan, semuanya sudah berjalan pada garis start. Entah apa yang akan terjadi esok, yang jelas Luhan akan mencari sendiri semua teka-tekinya. Seseorang harus membantunya untuk mendapatkan tahtanya kembali.
Hingga membawa itu kehadapan orangtuanya nanti.
"Nama CEO itu, adalah Oh Sehun. Dia bisa membantumu untuk mengembalikan semua kehidupan lamamu, Lu"
.
.
A Lot Like Love
.
.
Seperti biasanya, kesibukkan kantor ini tidak pernah bisa ada dalam kata santai. Para karyawan selalu di suguhkan perintah menumpuk setiap waktu untuk mengerjakan beberapa berkas yang menjadi kunci utama kemajuan perusahaan itu. Mereka selalu di pekerjakan dengan tegas dan penuh akan penekanan, bahkan waktu istirahat yang tak lebih dari tiga puluh menit tidak akan bisa mengembalikan stamina mereka sampai seutuhnya pulih.
Namanya juga perusahaan besar. Tapi, mengingat gaji yang di berikan setiap bulan begitu sangat menggiurkan…rasanya semua itu terdengar setimpal jika mereka di pekerjakan layaknya seorang budak.
Professionallity adalah cerminan jelas dari Willis Corporation.
Direktur utama memang tidak peduli apapun mengenai keluhan karyawannya.
Jika sang penguasa sudah mendengar sedikit jeritan lelah dari para budaknya….maka tak di ragukan lagi bila esok budak itu akan di blacklist.
Berakhir di pecat !
Oh Sehun tidak butuh orang yang mengeluh. Baginya manusia yang mengeluh tak lebih rendah dari sampah.
Lelaki itu penggila kerja ! Begitu arogan, keras kepala, dan mungkin hanya punya sedikit hati. Ia selalu memerintah sesuka hatinya, dan begitu malas mendengarkan orang lain.
Sifat seperti itu memang mencerminkan dirinya. Waktulah yang mengubah sifat hangat dan kepeduliannya menjadi bertolak belakang.
Di ruang utama yang luasnya setengah dari lapangan bola, ada beberapa perabotan penting tertata rapi dengan almari penuh kunci yang memuat kertas-kertas beharga. Terdapat sofa putih besar membentuk setangah lingkaran di sisi kiri beserta meja kaca dengan vas bunga kecil di atasnya, di sisi kanan terdapat ruangan khusus pribadi yang selalu tertutup dengan pintu kaca film tebal, sedangkan di bagian tengah ruangan berdiri satu meja kokoh besar dari kayu jati termahal.
Setiap kulit luarnya dilapisi warna coklat keemasan dengan ukiran-ukiran abstrak yang rumit, bagian alasnya berlapis kaca dengan tumpukan laporan penting hasil meeting besar beberapa hari lalu sebagai pengisi di sebelah kiri, di dekatnya juga terpajang bingkai foto sebesar 4R yang memuat 3 orang di dalamnya beserta ekspresi bahagia mereka.
Seorang wanita 30 tahunan terlihat cantik dan berseri dengan senyuman manisnya dampingi oleh lelaki tampan berjas hitam di umur yang sama dan masih terlihat gagah, di pangkuan mereka seorang anak laki-laki tampan berusia 7 tahun tersenyum menawan dengan kedua gigi taring mungilnya yang terlihat manis.
Terakhir di bagian tengah depan terdapat sebuah benda persegi panjang berlapis emas dengan jutaan serbuk mutiara di seluruh sisinya yang menandakan kepemilikan atas perusahaan atau direktur bertuliskan hangul, Oh Sehun.
Seseorang mengetuk pintu kekuasaannya.
"Masuk"
Asisten pribadinya, lelaki itu membungkuk hormat sembilan puluh derajat. Setelahnya kembali berdiri dengan tegak.
"Selamat pagi sajangnim, saya membawa beberapa laporan Perusahaan untuk hari ini"
"Brian. Apa kau membawa dokumen tentang sekretaris baruku?, " Sehun masih berkutat dengan laporan terakhirnya yang perlu di tanda tangani.
"Ada sajangnim, apa perlu Saya bacakan data-datanya?"
"Tidak perlu," Sehun menjawab sambil memberikan tanda tangannya ke laporan terakhir "Biar aku baca sendiri. Dia sudah bisa bekerja besok?"
"Tentu. Apa Anda ingin menyeleksinya sekali lagi, sajangnim?"
Sehun mengangkat kepalanya dengan tatapan angkuh dan smirk kecil tersampir apik di sudut bibirnya.
"Biar aku yang melihatnya sendiri. Kau sangat tahu tentang diriku, bukan? Sedikit bermain sepertinya menyenangkan…." Katanya datar, namun seorang Brian sangat tahu apa sebenarnya makna yang terdapat pada ucapan direkturnya itu.
Bekerja dengan Oh Sehun selama hampir sepuluh tahun, membuat seorang Brian sangat tahu seperti apa sifat asli direktur kayanya itu. Semua ucapannya bagai perintah utusan Dewa yang tidak bisa untuk mendapat penolakan.
Sehun tidak akan pernah bermain-main dengan semua ucapannya.
Maka, jika lelaki itu sudah menekan tombol play pada permainannya…..sudah pasti hal-hal berbau kesenangan –bagi Brian itu penyiksaan- akan mulai di waktu itu juga.
"Baiklah, kau boleh keluar. Besok kau sudah bisa kembali ke posisi awalmu"
"Baik, sajangnim kalau begitu Saya permisi"
Setelah itu pintu tertutup kembali, menyisakan Sehun dengan rasa penasarannya dalam keheningan.
Sehun mengambil laporan yang berisi data pribadi calon sekretarisnya dan membaca kalimat itu dengan raut wajah seriusnya yang angkuh.
"Jadi namanya Xi Luhan…. " gumamnya.
Semuanya, Sehun lihat dengan rinci menggunakan mata tajamnya yang menyorot penuh. Tidak ada satu kata pun yang terlewatkan dari otak keseriusannya.
Lalu, saat netranya menatap sesuatu yang sangat menarik. Lelaki itu mengambil benda itu dari sana dan tersenyum licik.
Senyuman licik yang seketika dapat membuat semua organ kewanitaan para bidadari di dunia menjadi basah dan mendambakan sentuhan kenikmatannya !
"Aku semakin tidak sabar ingin melihatmu secara langsung, sayang"
.
A Lot Like Love
.
Hanya sebuah kamar sederhana yang tak begitu luas, namun semua perabotan yang tertata rapi dan cantik, membuat kamar ini terlihat sangat nyaman penuh kehangatan.
Nuansa pink menggemaskan di padukan oleh garis-garis putih vertikal yang membentang luas ke seluruh dinding kamar. Ada wallpaper di sisi jendela yang melukiskan betapa indahnya bunga sakura yang bermekaran dengan setiap kelopaknya seperti menari-nari berhamburan di dindingnya.
Hari ini Luhan sudah siap dengan harinya. Gadis itu mengenakan pakaian formal kantoran yang begitu memikat. Ada kemeja putih polos cukup ketat yang membungkus leluk atasnya, di padukan dengan rok satin hitam pekat sebatas setengah pahanya.
Luhan menyapukan sentuhan terakhir lipstic merah berkilau cerah pada bibirnya.
Gadis itu tersenyum puas setelah berhasil menyempurnakan penampilannya. Ia berputar-putar di depan cermin tingginya, memeriksa jika saja ada satu lekuk kusut pada pakaiannya.
"Sempurna. Awali hari pertamamu dengan kesempurnaan, Xi Luhan. Fighting !" gumamnya senang.
..
..
Sehun melirik ke sisi jalanannya yang cukup padat. Hari ini lalu lintas berjalan terkendali, tak terlalu macet parah seperti semalam.
Pagi ini belum ada sepatah kata yang terucap dari bibirnya. Biasanya lelaki itu akan mengeluarkan cibiran remehnya bila saja matanya tak sengaja menangkap sesuatu yang merusak penglihatannya. Seperti melihat orang-orang yang berlalu dengan pakaian sederhana dan lusuh.
Sehun suka meremehkan orang lain di bawah perkataannya. Itu salah satu kebahagiaannya.
Ingatkan? Dia adalah direktur ternama yang sangat kaya.
Tapi, Brian sebagai seorang patner setia di dekat Sehun merasa heran. Lelaki itu refleks mengerenyit bingung, mengapa bos sombongnya ini hanya bergeming tenang?
Mungkin mood direkturnya sedang tidak baik. Brian memilih diam dengan tenang dari pada mengeluarkan sepatah kata jika Sehun tidak bertanya padanya.
Amukan lelaki itu begitu mengerikan! Brian tidak ingin wajahnya jadi sasaran plampiasan atas kemarahan Sehun. Ia masih sangat sayang dengan nyawanya.
Apa yang dipikirkan Sehun?
Jawabannya hanya satu, rasa penasaran yang begitu menumpuk dalam hatinya. Sehun tidak pernah merasa sepenasaran ini sebelumnya, tapi mengapa gadis itu hampir membuatnya susah untuk tertidur semalaman! Memang apa yang menarik dari dirinya?!
Lelaki itu membuang nafas kasar dan memejamkan matanya erat. Begitu kurang ajarnya gadis itu sehingga berani membuatnya seperti ini!
"Kau akan mendapatkan hukumanmu nanti, Luhan" geram lelaki itu penuh kelicikan dalam hatinya.
Hampir, baru saja Sehun ingin mengalihkan pandangannya dari jalanan luar. Namun, semuanya serasa terhipnotis hingga Sehun tidak bisa mengelak untuk tak terkunci pada satu titik itu.
Mereka beriringan dalam satu mobil yang berbeda. Memiliki arah satu tujuan yang sama dengan menjadi salah satu bagian dari banyaknya kendaraan yang mengantri di lampu merah.
Kaca mobil mahalnya tanpa sadar Sehun turunkan dari pintu di sebelahnya. Terbuka seutuhnya hingga Ia bisa lebih leluasa memandang seseorang yang sejak tadi menyita perhatiannya.
Seorang gadis yang begitu cantik duduk dengan tenang di kursinya. Wajahnya seolah mengeluarkan sinar-sinar kemewahan yang indah. Sehun seperti melihat cahaya matahari pagi yang begitu lembut dalam mobil itu.
Gadis itu benar-benar indah.
"Cantik…" bisik Sehun tanpa terduga. Bibirnya tak bisa di cegah untuk tak mengatakan pujian itu.
Gadis itu tidak memandangnya, mungkin Ia terlalu sibuk dengan arloji di pergelangan tangan kiri mungilnya.
"Lihatlah kesini, Cantik…" lelaki itu mengigit bibirnya tidak sabar. Ia sungguh ingin melihat secara keseluruhan bagaimana rupa sesungguhnya malaikatnya itu.
Tangannya serasa basah oleh keringat dingin, Ia menggeram dan menggigil.
"Kumohon…kumohon….." bisiknya lagi.
Samar-samar Brian mendengar apa yang direkturnya itu katakan. Dengan hati-hati lelaki itu melirik kebelakang melewati kaca spion yang ada di dalam mobil. Dan, Brian bisa melihat jelas bahwa direkturnya itu menfokuskan pandangan seutuhnya ke arah samping kirinya. Bahkan kaca mobil yang tidak pernah di turunkan itu kini jelas terbuka dengan sempurna.
Brian begitu terkejut dengan hal ini! Yang benar saja, ini baru yang pertama kalinya direkturnya itu membuka kacanya!
Penasaran dengan apa yang menyita perhatian Sehun, Brian pun ikut melirik ke sebelah kiri. Ada sebuah taxi yang berjejer dengan pas di sebelah mobil mereka. Brian tidak bisa melihat siapa penumpang yang duduk di kursi belakang. Ia tidak berani untuk ikut membuka kaca jendela.
Siapa yang dilihat Sehun?
"Lihatlah kesini!" desisnya tidak sabar. Jemarinya berketuk gelisah di bangkunya.
..
..
Luhan menghela nafasnya pelan beberapa kali. Kesepuluh jarinya memilin gelisah pada ujung roknya.
Kegugupan menguasai batinnya dengan kuat. Ini adalah hari pertamanya bekerja, dan Luhan sebenarnya sudah mengumpulkan seluruh rasa percaya dirinya dengan kuat.
Sampai Ia menghiasi dirinya sendiri tadi pagi, Luhan merasa Ia masih baik-baik saja.
Tapi sekarang? Mengapa Ia tiba-tiba menjadi gugup bukan main?! Apalagi mengingat jarak kantor tempat Ia akan bekerja nanti hanya beberapa menit lagi sampai.
Luhan menarik nafas panjang lagi, mengeluarkannya dengan pelan lewat bibirnya yang terbuka kecil. Ia sedang berusaha menetralkan degup jantungnya yang berdebar dan berusaha mengurangi rasa gugupnya.
Taxi yang di naikinya berhenti pada persimpangan lampu merah. Luhan melirik arloji mungilnya sebentar.
07:05 KST
Masih banyak waktu yang tersisa, Ia tidak akan terlambat untuk hari pertamanya.
Semakin lama, Luhan merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Ia seperti mendapati dirinya sedang di perhatikan oleh seseorang.
Awalnya Luhan merasa itu hanyalah sebuah halusinasinya saja, Ia memilih mengabaikan hal itu.
Tapi rasa menjanggal itu justru semakin membuatnya resah. Ia benar-benar merasa seperti di intai oleh seseorang.
Cukup lama Ia berkutat dalam pikirannya dan mengalah.
Melirik ke samping kiri, dan hasilnya nihil. Tidak ada orang yang melihat ke arahnya dalam taxi ini. Ia mendesah lega.
Lagi, Ia mencoba melirik pelan ke sisi kanan. Dan, saat itu juga pandangannya langsung terkunci. Tubuhnya mendadak kaku dan tegang. Ia menatap lelaki itu tanpa bisa untuk berkedip sedetik pun.
Sama halnya lelaki itu, Ia seperti melebarkan pandangannya menandakan Ia begitu terkejut.
Ternyata lelaki itu yang sejak tadi memperhatikannya dalam diam. Seperti memang kebiasaannya, Luhan memberikan senyuman terbaiknnya yang begitu cantik. Matanya berpancar kekaguman, lelaki itu sangat tampan dengan rahang dan alisnya yang menukik tajam.
Padahal mereka belum saling mengenal. Tapi Luhan tetap tersenyum ramah ke arahnya.
Pandangan mereka bertemu dalam satu garisan yang sama. Mengagumi satu sama lain.
Lelaki itu adalah Sehun, yang sejak tadi memang memperhatikan Luhan.
Pada akhirnya pertemuan pertama mereka berjalan lebih cepat dari waktu yang di rencanakan. Bukan di kantor, melainkan saling beriringan di persimpangan lampu merah.
Ya Tuhan, Sehun tidak pernah merasa seperti ini! Jantungnya berdebar dengan kehangatan yang nyaman menjalar ke seluruh titik saraf kehidupannya. Apalagi ketika gadis yang Ia perhatikan memberikan satu garis senyuman mempesona yang cantik.
Gadis itu benar-benar indah!
Dan hanya dengan sekilas melihatnya, Sehun tahu siapa gadis yang saat ini berhasil merenggut tatapan pesonanya untuk yang pertama kali dalam seumur hidupnya.
Dia adalah Xi Luhan. Sekretaris barunya yang akan berkerja dengannya mulai hari ini.
Lalu entah ini di sadari Sehun sendiri atau tidak….
Ia membalas senyuman cantik itu dengan dirinya yang ikut tersenyum kecil….
Membuat Luhan seketika merona malu, dan untuk kedua kalinya…
Ia kembali merasakan hatinya berdebar nyaman penuh kehangatan.
Lelaki itu sangat tampan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Countinue
..
..
14 Januari 2017
Annyeong Chingudeul
.
.
Nad kembali lagi untuk di tahun 2017 updatetan perdana ya kekeke
Terimakasih buat partisipasinya dengan A Lot Like Love. Ternyata, cukup banyak yang meminati second –multichap- my story ini . maaf jika Chapter satunya kelamaan di UP ya, Feel tiba-tiba tersendat di tengah jalan /deepbow/
.
Untuk ALL, Nad pakai Alur-Mundur. Jadi mulai dari Chapter satu dan seterusnya, akan di kisahkan secara bertahap mengenai bagaimana HunHan jatuh cinta hingga akhirnya menikah dan memiliki anak.
Jadi, Nad bener-bener minta maaf jika ada yang merasa kecewa dan mengiranya ini FF bergenre Family padahal hanya Drama/Romance :"))
.
Semoga peminat pembacanya semakin bertambah, sekali lagi terimakasih ya ^^
Sekalian untuk mengucapkan #HappyKyungsooDay #HappyKaisooDay #HappyKaiDay
P.S :
Berjaya terus buat KaisooShipper ^^
Spesial buat malming readersnim. BaekbeeLu gak UP sendiri loh :) barengan ama Authornim lainnya, yaitu Lolipopsehun, HunhanEffect, dan Baby Aery HHS . Kemungkinan, Dark Eagle's Eye juga ikuttan(?)
Tolong Reviewnya ya :*
…
Buat Senpainim :
Hp Nad Eror lagi kak Jadi seharian Internet gak bisa di buka hiks… gak bisa cek Notif kalian :'))
.
.
.
With Love, BaekbeeLu
