Memangnya kau siapa? Hanya orang asing.

.

Jangan campuri urusanku. Cukup berpura-puralah kau tidak mengetahuinya.

.

Karena aku tidak butuh pertolonganmu…

.

Cukup tinggalkan aku, maka aku akan baik-baik saja.

You Found My Life

Naruto © Masashi Kishimoto

Pairing : Uchiha Sasuke x Haruno Sakura

Rated T

Genre : Hurt and comfort

Warnings : AU, OOC, Typo, dll

'Hah ini menyebalkan. Aku hanya ingin cepat pulang'

Sasuke sedang berjalan menyusuri trotoar yang ada dihadapannya. Masih dengan tujuan kerumah Haruno yang menghalanginya untuk segera sampai dirumah. Sasuke berbelok kearah kanan tepat pada tikungan terakhir. Melihat jalan dan nomor rumah yang tertera, Sasuke mencoba mencocokkannya dengan informasi yang didapatinya tadi siang.

'Jika alamat yang diberikan benar, maka ini memang rumah Haruno.' Ucap Sasuke dalam hati.

Sasuke memandangi keseluruhan rumah milik keluarga Haruno tersebut. Rumah yang sederhana tanpa pagar didepannya dengan gaya tradisional. Puas memandang bagian depan rumah Haruno, Sasuke mencoba untuk menekan bel yang berada disamping pintu, namun sebelum niatnya terlaksana tangannya harus terhenti saat Sasuke mendengar suara keributan didalam rumah tersebut.

"Selama ini apa saja yang kau lakukan Hah?"

Suara bentakkan laki-laki terdengar oleh pendengaran Sasuke.

Merasa dirinya akan mengganggu jika bertamu sekarang maka Sasuke memilih untuk diam, berencana akan menunggu keributan itu hingga berhenti atau mungkin penasaran apa yang sedang terjadi didalam.

"Kau pikir aku tidak perlu makan? Lebih baik kau berhenti sekolah dan pergi bekerja untukku!"

"Berhenti sekolah, eh? Dan bekerja untukmu. Aku tidak akan pernah mau melakukannya, sialan!"

Suara itu terdengar familiar bagi Sasuke, 'Bukankah itu suara milik Haruno?'.

"Apa kau bilang! Dasar anak tidak tahu diuntung, kau seharusnya berterimakasih padaku kalau perlu mencium kakiku karena aku masih mau merawatmu saat orangtuamu sudah membuangmu."

Berikutnya Sasuke sangat yakin, dia mendengar suara jeritan perempuan tertahan dari dalam rumah tersebut dan selang beberapa detik Sasuke mendengar suara gaduh dan suara langkah kaki berlari mendekati pintu.

SRAAKK!

Sasuke membelalakkan matanya saat pintu dihadapanya tiba-tiba terbuka. Hal tersebut juga berlaku bagi Sakura yang telah membuka pintu. Menyadari ada orang yang berdiri dihadapannya, Sakura segera menundukkan kepalanya dan berlari menjauhi rumahnya sendiri. Melihat apa yang terjadi dihadapannya, Sasuke hanya mematung beberapa saat hingga ia menyadari bahwa dirinya telah berlari menyusul Sakura, entah untuk apa. Yang pasti bukan untuk menyerahkan dokumen yang harus ia berikan pada Sakura karena mendadak Sasuke lupa akan tugasnya tersebut.

"Kembali kesini kau bocah!"

Bahkan Sasuke tidak menghiraukan suara yang mengganggunya tersebut.

.

Sasuke berhenti berlari saat ia matanya menangkap sosok perempuan berambut pink sedang duduk di ayunan yang berada disebuah taman kecil. Bukannya apa-apa, hanya saja Sasuke tadi mengikuti Sakura hingga dia berhenti ditempat tersebut. Sasuke merasa ada dorongan kuat untuk mendekati sosok tersebut, hanya saja ia merasa tidak memiliki urusan yang jelas jika mendekatinya sekarang.

'oh benar, bukankah aku harus menyerahkan dokumen itu? Aku lupa'

Dengan memiliki tujuan tersebut, Sasuke mencoba mendekati ayunan yang sedang diduduki Haruno tersebut. Merasa ada seseorang yang mendekat, Sakura segera mengangkat wajahnya dan tepat pada saat itu matanya bertatapan dengan mata onyx dihadapannya. Sakura segera menyadari bahwa pria dihadapannya sekarang adalah sosok yang sama dengan pria yang berada didepan rumahnya barusan. Dan jika Sakura melihat seragam yang dipakai oleh pria tersebut, Sakura yakin bahwa pria tersebut masih satu sekolah dengannya.

Merasa dirinya akan ditanyai macam-macam oleh pria dihadapannya, Sakura dengan cepat berdiri dan berniat meninggalkan tempat itu.

"Maaf"

Namun niatnya berubah saat telinga Sakura menangkap suara pria tersebut. Sakura berhenti melangkahkan kainya dan menengokkan kepalanya ke samping tempat Sasuke berada. Tatapan matanya berkata bahwa jelas ia tidak ingin diganggu.

Saat Sakura menatap Sasuke, Sasuke mencoba menelusuri raut wajah Sakura yang menurut prediksinya mungkin akan ada jejak air mata disana. Namun Sasuke segera menyadari bahwa tidak ada bekan tetesan air mata disana, raut wajahnya tetap tenang seolah tidak ada yang terjadi beberaa waktu lalu.

"Ada apa?"

Karena bosan dengan keheningan yang berlangsung, Sakura membuka suara untuk mengetahui maksud pria dihadapannya tersebut.

"Aku mendapat tugas dari Kurenai Sensei untuk memberikan ini padamu dan kau harus mengembalikannya besok pagi."

Sasuke mengatakannya sambil menyerahkan dokumen tersebut kepada Haruno. Sakura melihat dokumen tersebut dan segera mengambilnya dari tangan Sasuke. Setelah Sakura mengambil dokumen tersebut Sakura berniat untuk segera meninggalkan tempat itu, namun lagi-lagi niatnya harus gagal saat mendengar pertanyaan Sasuke.

"Tadi, ada apa dirumahmu?" Suaranya terdengar hati-hati.

Sakura yang merasa pertanyaan tersebut hanya akan membuat dunia luar mengetahui kebenarannya hanya menatap Sasuke dengan sinis.

"Lupakan apa yang kau lihat dan yang kau dengar. Jangan campuri urasanku cukup bersikap seolah-olah kau tidak melihat apapun."

Dengan berakhirnya ucapan Sakura, Sakura segera pergi meninggalkan Sasuke sendiri ditaman kecil itu.

Meski bagaimanapun Sakura tidak akan mengijinkan orang lain mengetahui kehidupannya, meski sebenarnya didalam lubuk hatinya dia membutuhkan pertolongan dari seseorang.

.

"Aku pulang."

Sasuke membuka sepatunya dan menyimpannya di rak tepat disebelah kanan pintu. Setelah itu Sasuke berjalan menuju dapur rumahnya hanya untuk sekedar meneguk air yang ada didalam kulkas. Haus rasanya setelah beberpa menit berjalan.

"Loh Sasuke sudah pulang ya?"

Suara lembut keibuan tertangkap oleh pendengaran Sasuke saat sudah memasuki dapur. Dilihatnya sosok perempuan bersurai hitam sepunggung yang memiliki mata onyx seperti dirnya sedang memasak.

"Iya bu."

Sasuke melirik sedikit kearah panci yang ada diatas kompor, sepertinya ibu tersayangnya sedang memasak sup tomat kesukaannya. Ternyata benar, sosok Ibu pasti akan selalu memahami apa yang diinginkan anaknya tanpa anak tersebut mengatakannya secara langsung. Akibat siang tadi Sasuke belum memakan apapun , sekarang perutnya berbunyi kecil melihat masakan sang ibu.

Setelah puas melirik makanan buatan Uchiha Mikoto tersebut, Sasuke segera mengambil gelas dan menuangkan air kedalamnya, tanpa menunggu lama air dalam gelas tersebut sudah tandas setelah diminum oleh Sasuke.

"Oh ya bu, maaf karena pulang terlambat tanpa memberitahu."

"hm, tidak apa-apa. Lagipula tadi Naruto mampir kesini untuk memberitahu. Dan sebaiknya sekarang kau pergi kekamarmu dan pergi mandi. Tuh badanmu sudah bau begitu." Mikoto mengucapkannya sambil menutup hidungnya dan mengibaskan tangannya didepan wajahnya.

Sasuke yang merasa sedikit tersinggung mengangkat sebelah tangannya untuk mencium bau badannya sendiri.

"Bau darimana bu? Wangi begini dibilang bau."

"Kau ini, sudah cepat mandi sekarang atau ibu tidak akan mengijinkan kau untuk makan malam."

"iya, iya." Sasuke melangkahkan kakinya mendekati Mikoto hanya unuk memberikan kesupan kecil di pipi sang ibu. Meski terlihat dingin diluar sebenarnya Sasuke termasuk orang yang menyayangi keluarganya termasuk sang ibu yang telah berjasa merawatnya dari ia lahir hingga sekarang.

Sedangkan Mikoto yang mendapatkan perlakuan tersebut dari putra bungsunya hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala. Walaupun putranya terlihat sudah besar dan dewasa, tapi sebenarnya putranya merupakan anak yang masih suka bersikap manja dihadapannya dan Mikoto suka putranya yang seperti itu.

.

Setelah selesai mandi dan memakai baju, Sasuke merebahkan tubuhnya diatas kasur. Memejamkan maanya sesaat mengingat kejadian tadi sore dengan Haruno Sakura. Sebenarnya ada apa dengannya? Pikiran seperti itu masih setia bertengger diotaknya.

'Apa itu artinya, sebenarnya Haruno seudah tidak mempunyai orangtua lagi? Dibuang? Apa benar? Lalu siapa yang tadi bersama Haruno didalam rumahnya?'

Sasuke mengacak-ngacak rambutnya yang basah dengan tanggannya, merasa pusing dengan pemikirannya sendiri.

"SACHAAAAANNNN"

BRAAKK!

Bersamaan dengan suara teriakan dan pintu kamar Sasuke yang didobrak dangan tidak elitnya, Sosok pria jangkung dengan rambut panjang yang diikat dibelakang pundaknya ikut memasuki kamar Sasuke.

Sasuke yang memang dari awalnya sedang melamun atau memikirkan seseorang sontak kaget mengetahui pintu kamarnya dibuka dengan cara seperti itu.

"Sasuke ayo makan malam. Ayah dan ibu sudah menunggu."

"Kak Itachi sudah kubilang berapa kali jangan masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu. Dan berhenti memanggilku dengan nama menjijikan itu."

"Loh memangnya kenapa?"

Itachi Uchiha hanya merasa senang jika dia berhasil menggonda adik kesayangannya itu. Oh ayolah, itachi selalu muak melihat wajah adiknya yang datar-datar saja.

Tanpa menghiraukan pertanyaan Itachi, sasuke berjalan melewati Itachi menuju meja makan tempat kedua orangtuanya sedang menunggu. Sedangkan Itachi yang dilewatinya mengikuti Sasuke daribelakang sambil terkiki geli karena melihat wajah Sasuke yang sedang badmood tersebut.

"Aku mendengarmu kak."


HEH? ADA 6 REVIEW? SENENG BANGET LOH HAHAHAHA

Kaget juga pas pagi-pagi lagi makan sambil cek e-mail ada pemberitahuan review buat fic ini, dan itu buat saya jadi guling guling ga karuan sampe ditanya sama orangtua kenapa hahaha

Tapi, seriously aku seneng banget atas reviewnya, gara-gara itu saya jadi ngebut lanjutin chapter keduanya.

Masih pendek karena masih awal-awal, disini mungkin interaksi antara Sasuke dan Sakuranya masih sedikit yaahh hanya sebagai pengantarnya.

So, RnR?