Yak! Ini dia chapter 2 Phantom Magician. Gomenasai kalau lama. Ini aja sempet-sempetin ngetik, hehehe..
Tanpa basa basi lagi..
Happy reading minna-san and here we go! XD
.
Disclaimer:
Masashi Kishimotonya lagi pergi ke Hawaii. Jadi Narutonya saya pinjem bentar ya, hehe..
Summary:
Phantom Magician, seorang pesulap misterius yang selalu muncul untuk menghibur orang-orang yang kesepian. Tetapi.. bagaimana jika sang Phantom Magician itu sendiri yang justru mendapat hiburan?
Warning:
AU, ooc dikitlah, lebay, gaje, garing, typo's everywhere, special fic for HFNH/NHFD, dwwl (dan warning-warning lainnya)
.
Phantom Magician
By: Yui Hoshina
Chapter 2: The True Identity Phantom Magician
.
KRIIIING!
Bunyi jam weker di salah satu kamar menggema nyaring di sebuah perumahan mewah. Sesosok pemuda berambut pirang tengah bergelut dalam selimutnya.
"Naruto-sama, sudah jam 7. Anda tidak pergi ke sekolah?" terdengar suara agak berat yang tengah membangunkan Naruto.
"Ugh.. 5 menit lagi, Kakashi.." ucap Naruto yang masih bergelut dalam selimutnya.
"Jika anda tidak bangun dalam waktu 3 detik, saya akan melaporkannya pada Kushina-sama," ucap Kakashi sedikit mengancam.
"APUAAA? JANGAAAN!" Naruto langsung bangun secepat kilat dan... BRUUK! Ia terjatuh dari tempat tidurnya.
"I-itai.." Naruto meringis kesakitan dan mengelus kepalanya yang baru saja mencium lantai.
"Aku hanya bercanda, Naruto-sama. Kushina-sama sedang keluar kota bersama Minato-sama, bukan? Apa anda tidak ingat?" tanya Kakashi yang tersenyum kecil dibalik maskernya melihat tingkah Naruto.
"Mou.. Kakashi. Bercandamu keterlaluan. Kau tau sendiri kan kalau Kaa-san marah? Semua barang-barang yang ada di dekatnya pasti hancur menampar wajahku. Tou-san saja tidak berani menghalanginya," ujar Naruto merinding membayangkan kemarahan Kaa-sannya.
"Maafkan saya, Naruto-sama. Saya hanya menjalankan tugas. Sebaiknya anda harus bersiap-siap untuk sekolah," kata Kakashi mengingatkan.
"Haahh.. baik, baik. Padahal aku masih mengantuk tapi apa boleh buat. Kakashi, tolong siapkan pakaianku," kata Naruto seraya pergi ke kamar mandi. Saat di depan pintu kamar mandi, Naruto berhenti sejenak, "Oya, satu lagi. Panggil aku Naruto saja, tanpa embel-embel '–sama'. Kau mengerti?"
"Terserah anda, Naruto."
"Keigo..? (1)" Naruto menaikkan sebelah alisnya.
"Eh?" Kakashi sedikit memiringkan kepalanya tanda tidak mengerti.
"Sudah berapa kali aku bilang, Kakashi. Jangan pakai bahasa 'Keigo' padaku. Jangan terlalu formal padaku. Kau tau kan aku tidak suka," kata Naruto.
"Haahh.. yare.. yare. Terserah kau saja, Naruto. Cepatlah. Aku akan menunggu di bawah," kata Kakashi memakai bahasa biasa seperti pada temannya sendiri tanpa ada perbedaan status.
"Baiklah. Aku akan cepat-cepat!" kata Naruto seraya masuk ke kamar mandi. Kakashi hanya bisa menghela nafas pasrah.
.
.
"Jiraiya-san, aku ingin jalan-jalan keluar," permintaan seorang gadis berambut indigo mengagetkan seorang pria, ehem.. sepertinya lebih cocok disebut kakek tua mesum berambut putih yang saat ini tengah menemani nonanya di taman bunga milik sang gadis Hyuuga itu.
"Jalan-jalan.. keluar? Apa anda yakin, Ojou-sama?" tanya Jiraiya memastikan indra pendengarannya. Hinata mengangguk mantap.
"Bisa.. antarkan aku.. melihat sekolah-sekolah? Entah kenapa.. aku rindu dengan suasana sekolah," kata Hinata. Jiraiya-san mengangguk.
"Baiklah, jika itu kemauan anda, Ojou-sama. Saya akan menyiapkan mobil. Anda tunggulah sebentar," pamit Jiraiya. Hinata mengangguk.
Tidak lama kemudian, Jiraiya datang menghampiri dan mendorong kursi roda Hinata ke arah mobil.
Memindahkan nonanya ke dalam mobil dan melipat kursi rodanya. Ia sendiri langsung berjalan dan masuk di kursi pengemudi.
"Kita kemana, Ojou-sama?" tanya Jiraiya.
"Konoha High School."
.
.
"Hoaaam.. nggh.." Naruto mengucek-ngucek matanya yang terlihat mengantuk. Sekarang adalah waktu istirahat pertama dan ia berada di kelas bersama seseorang. Seseorang yang berada di sampingnya memandangnya heran.
"Kau pulang telat lagi ya?" tanya seorang pemuda bermata onyx itu.
"Yah, begitulah. Lagi-lagi aku lupa waktu karena tadi malam sangat menyenangkan, hehehe.." kata Naruto tertawa kecil.
"Sebaiknya kau sedikit mengurangi jadwalmu, Phantom Magician. Kalau terus begini, kau akan selalu terlambat ke sekolah," kata pemuda itu yang tak lain adalah Sasuke. Salah seorang yang mengetahui identitas asli Phantom Magician.
"Aku tidak janji. Tapi, akan kucoba," kata Naruto sambil melihat keluar jendela.
Saat ia melihat keluar jendela, tiba-tiba pandangannya tertuju pada gerbang sekolahnya. Seorang gadis berambut indigo tengah memasuki sekolahnya dengan seseorang berambut putih yang mendorong kursi rodanya.
"Hinata...?" desis Naruto pelan.
"Hn? Kau mengucapkan sesuatu, Naruto?" tanya Sasuke.
"Eh? Ti-tidak. Aku ke toilet dulu, Sasuke!" kata Naruto seraya pergi.
"He? Ada apa dengannya?" tanya Sasuke heran melihat Naruto yang terlihat terburu-buru.
.
"Hinata! Apa yang dia lakukan di sini? Gawat! Aku khawatir dia akan melewati tempat 'ituu'. Jika dia pergi ke tempat 'itu', bisa bahaya! Besar kemungkinan dia pasti melewati tempat 'itu' jika dia berniat berkunjung ke sini untuk berkeliling. Aku harus cepat!" batin Naruto cemas seraya mempercepat larinya. Ia terus berlari menuju gerbang sekolahnya dan berbelok arah ke tempat yang paling berbahaya menurutnya karena tempat itu sering di datangi preman sekolah. Tempat itu, tepat di halaman belakang sekolah.
.
"Hahaha.. kita benar-benar beruntung. Ada gadis manis yang datang di sini," kata seseorang yang berperawakan sangar dan memakai baju sekolah acak-acakan. 2 temannya juga tersenyum licik.
"Pergi kalian! Aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh Ojou-sama sedikitpun!" teriak Jiraiya berusaha melindungi Hinata dari 3 preman yang terlihat sangar dan brutal. Jiraiya tidak menyangka, bahwa tempat yang mereka kunjungi terdapat orang-orang berbahaya.
"Ow~ kakek ini berusaha melindungi nonanya. Tapi itu percuma saja, hahaha.." tawa preman itu.
Jiraiya semakin memperketat penjagaannya pada Hinata.
Di lain tempat, Naruto baru saja sampai di tempat tujuan dan bersembunyi di balik tembok.
"Sial! Ternyata mereka sudah datang. Apa yang harus aku lakukan? Melawan mereka sama saja mencari mati. Untuk mengalahkan satu orang saja susahnya minta ampun. Apalagi jika melawan tiga orang? Itu mustahil! Aku juga tidak bisa muncul begitu saja. Aku harus mencari cara yang lebih efisien tanpa adanya perlawanan dan Hinata bisa selamat! Hmm.. ayo pikir! Ayo pikir!" batin Naruto berpikir keras.
Walaupun Naruto dijuluki seseorang yang jenius dalam karirnya sebagai Phantom Magician. Tapi, dalam hal ini ia sedikit lambat jika berhadapan dalam situasi tersembunyi antara memperlihatkan diri atau tidak.
Ting!
Otaknya mendapat sebuah ide.
"Ah, aku ingat! Kenapa tidak pernah terpikir olehku. Di saat begini, keahlianku benar-benar sangat bermanfaat," batin Naruto tersenyum misterius. Ia kembali memantau keadaan di mana Jiraiya dan Hinata terdesak.
"It's time for magic."
Ctak!
Naruto menjentikkan jarinya dan...
WUUUSSSHH~!
Muncul sekumpulan merpati putih menyerang 3 preman itu.
"Huaaaa! Apa ini! Darimana kumpulan merpati ini!" teriak para preman itu.
"A-apa yang terjadi?" tanya Hinata bingung.
"Entahlah, Ojou-sama. Tapi, kesempatan untuk lari sekarang tidak boleh disia-siakan," kata Jiraiya seraya mendorong kursi roda Hinata pergi dari tempat itu dengan cepat.
"T-tunggu!" teriak preman itu tapi dihalangi oleh kumpulan merpati yang mengerumuninya.
Di sela-sela Jiraiya membawa lari majikannya, Hinata sempat menoleh ke belakang dan matanya terbelalak melihat sosok pemuda berambut kuning dengan pakaian Konoha High School (KHS) tengah berjalan santai membelakanginya.
"Mungkinkah... Phantom Magician?"
.
.
Tengah malam, di kediaman Hyuuga, Hinata masih memikirkan sosok pemuda pirang yang ia lihat di KHS tadi siang. Apakah itu benar-benar sosok asli Phantom Magician? Kenapa ia berpikir bahwa itu adalah Phantom Magician? mus
Untuk mendapatkan jawabannya, ia harus bertemu Phantom Magician lagi. Tapi, memikirkannya saja itu sudah mustahil. Bagaimana mungkin Phantom Magician akan datang lagi malam ini.
"Haahh.. aku ingin bertemu Phantom Magician lagi," ucap Hinata pelan.
Whuuussh~! Angin mulai berhembus dari jendela kamar Hinata dan menerbangkan helaian rambut indigonya. Aroma parfum asing mulai menggelitik indra penciuman Hinata. Ia pun menoleh ke arah jendela yang terbuka dan menampakkan sosok hitam misterius yang tengah duduk di bingkai jendela.
"Jadi.. kau ingin bertemu denganku lagi?" tanya sosok misterius itu.
Hinata langsung blushing mendengarnya. "P-Phantom Magician!"
Phantom Magician itu pun turun dari jendela tersebut dan menghampiri Hinata.
"Apa kau sungguhan ingin bertemu denganku?" tanya Phantom Magician itu lagi yang tak lain adalah Naruto.
Hinata mengangguk malu-malu, membuat sang Phantom Magician tersenyum melihatnya.
"Ano... ke-kenapa kau da-datang lagi ke sini? Bu-bukankah pekerjaanmu sebagai Phantom Magician itu banyak. K-kau pasti sibuk," kata Hinata terbata-bata tanpa memandang Phantom Magician.
"Aku hanya ingin bertemu dengan nona manis ini lagi. Apa tidak boleh?" ucap Phantom Magician a.k.a Naruto tersenyum. Sepertinya sang Phantom Magician ini mulai menikmati permainan 'rayuan gombalnya' walaupun ia tak pernah mempraktekkannya ke gadis lain. Ia tidak sadar bahwa ucapannya barusan sudah membuat hati Hinata doki doki tidak karuan.
"Ho-hoee.. benarkah?" tanya Hinata blushing berat.
Phantom Magician itu menyentuh beberapa helai rambut indigo Hinata dan mencium rambut itu, "Apakah aku terlihat berbohong di matamu?" tanyanya menatap mata lavender Hinata.
"Ka-kakkoi..." batin Hinata terpesona. Tapi, kemudian ia teringat sesuatu.
"A-ano.. boleh aku tanya sesuatu?" pinta Hinata malu-malu. Ia menundukkan wajahnya, tidak kuat menatap pesona sang Phantom Magician.
"Apapun untukmu, malaikat cantik?" ucap Phantom Magician sedikit 'bergombal ria' membuat wajah Hinata semakin merah padam. Tapi, ini bukan waktunya berblushing ria, ia harus mendapatkan jawabannya.
"A-apa.. kejadian tadi siang.. adalah perbuatan Phantom Magician? A-apa.. Phantom Magician adalah.. salah satu siswa di Konoha High School?"
DEG!
Pertanyaan Hinata langsung membuat Phantom Magician membatu. Tangan yang tadi menyentuh rambut Hinata kembali di tariknya. Ia memandang Hinata dengan tatapan seperti.. 'gue ketahuan'.
"Glek! Gawat! Sepertinya aku ketahuan! T-tapi.. mana mungkin dia mengenaliku? Aku harus mencari akal untuk mengelak."
"B-bagaimana?" tanya Hinata takut-takut.
"Darimana nona manis mendapatkan kesimpulan seperti itu?" tanya Phantom Magician yang berusaha terlihat tenang.
Hinatapun menceritakan kejadian tadi siang tadi pada Phantom Magician di mana ia terdesak dan di selamatkan oleh sekumpulan burung merpati yang muncul entah darimana.
"... Dan saat aku menoleh ke belakang, aku melihat seorang pemuda berambut pirang seperti Phantom Magician yang berjalan santai. Aku hanya melihat punggungnya saja tanpa bisa melihat wajahnya. Apakah.. itu kau?" tanya Hinata takut-takut.
Phantom Magician terlihat berpikir sejenak dengan pose berpikir ala Detective Conan kesukaannya. Ia memandang Hinata dengan tatapan ragu.
"Walaupun dia tidak melihat sosok asliku sebagai Naruto. Tapi, tetap saja ciri-ciriku sudah ketahuan. Dia mungkin akan mencari tau lagi dan datang ke sekolah. Jika dia datang ke sekolah, habislah sudah karirku sebagai Phantom Magician. Identitasku pasti ketahuan dan itu akan membuat heboh masyarakat. Aku harus mencari akal untuk tetap menjaga identitas asliku agar tidak ketahuan."
"Ano.. Phantom-san," panggil Hinata malu-malu.
Phantom Magician menoleh karena heran dengan panggilan baru untuknya. 'Phantom-san'?
"Ada apa, malaikat cantik?" tanya Phantom Magician itu lagi.
Hinata berusaha mengatur detak jantungnya lagi karena panggilan 'nona manis' ditambah bonus 'malaikat cantik' yang dilontarkan sang Phantom Magician membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Dengan sosok Phantom Magician yang terlihat tampan dan keren dengan rayuan-rayuan gombal? Wanita mana yang tidak berdebar-debar mendengarnya? Bahkan Author sendiripun blushing menulis rayuan gombal itu. =/=
"B-bagaimana sosok asli Phantom-san? A-apakah aku.. boleh mengetahuinya?" tanya Hinata.
Sang Phantom Magician terbelalak kaget. Ini pertama kalinya ia ditanya langsung bagaimana sosok aslinya. Ok. Walaupun di televisi-televisi sering dibahas tentang bentuk sosok aslinya, tapi, jika ditanya secara langsung...
"Kenapa malaikat cantik menanyakan hal itu?" tanya Phantom Magician itu heran.
"A-ah.. a-aku hanya ingin tau saja. Ka-kalau tidak mau menjawab juga tidak apa-apa," kata Hinata terbata-bata, merasa bersalah karena menanyakan privasi seseorang yang baru bertemu sebanyak 2 kali.
Phantom Magician itu berpikir lagi. Sebenarnya ia sama sekali tidak masalah membongkar identitasnya ke gadis itu karena sepertinya gadis itu bisa dipercaya. Tapi, demi keamanan, ia harus mencari cara teraman.
Ia memandang Hinata dari kepala sampai kaki. Matanya mulai tertuju pada kaki Hinata yang berbalut selimut dan ia mendapat sebuah ide yang mungkin akan mengubah takdir gadis itu.
"Aku akan memperlihatkan sosok asliku padamu. Tapi, dengan satu syarat," ucap sang Phantom Magician tersenyum misterius.
"Sya-syarat apa?" tanya Hinata penasaran.
Sang Phantom Magician pun berlutut dengan salah satu kakinya sebagai tumpuan dan mengulurkan tangan kepada Hinata sambil tersenyum lembut.
"Kau harus berdansa denganku."
.
.
To be continue
OMG! Nih fic penuh dengan kelebayan tingkat akut. Sosok sang Phantom Magician terlihat gombal banget. Sepertinya aku sudah tertular virus Skye dari HM DS CUTE. =.='
Sosok Phantom Magician terinspirasi banget dari sosok Phantom Skye, jadi harap maklum kalau kata-kata rayuannya gombal banget. Ohya, satu lagi, untuk pakaian yang dikenakan Phantom Magician dan keahliannya, inspirasinya dari gabungan Kaito Kid dari DC dan Keith dari Ashita no Nadja. Sosok Keith hampir mirip dengan Naruto dengan rambut pirang dan mata biru.
Tambahan info, saat Naruto dalam sosok Phantom Magician, percakapannya akan memakai nama 'Phantom Magician' dan bukan 'Naruto'. Jika dalam sosok Naruto aslinya, memakai kata 'Naruto' seperti biasa.
Yak! Waktunya balas review yang lumayan banyak ini! Gak nyangka, bisa dapat 20 review padahal nih fic abal banget, hiks.. T.T *plak*
Talkshow time:
Jiraiya: "Untuk pembukaan balasan review, saya yang akan membaca review pertama. Review pertama dari Heartfillia. He? Beneran seru? Perasaan nih fic hambar-hambar aja." *ditonjok Author*
Yui: "Jangan ngeledek, Ero-sennin." *deatglare*
Naruto: "Selanjutnya dari KIM D. Meiko. Pertanyaannya udah kejawab di FB kan? Soal pengkoreksian, hmm.. perasaan ntuh Author nulis 'Oujo-sama' deh, bukan 'Ojuo-sama'. Tapi, thanks dah dikoreksi." *plak*
Hinata: "Review dari NHL-chan. Iya, ini ficnya walaupun idenya juga dapatnya mendadak sih. Aih~ typo. Selalu muncul di mana saja. Maklumlah, nih Author juga buatnya buru-buru pas lagi ujian."
Sasuke: "Selanjutnya dari Ena-Chan' Fourthok'og. Met HFNH juga walaupun dah lewat. Typo? Selalu ada kalau nih Author abal buatnya buru-buru. Walaupun buatnya santai sekalipun juga sama aja, gak ada pengaruhnya."
Yui: "Sialan lo, Sas. Buka aib mulu lo kerjaannya."
Sasuke: "Up to me. Hm.. terapi? Yah, bakalan ada terapi yang tidak terduga." *buka kartu*
Yui: "Sasuke! Jangan kasih spoiler ke pembaca!"
Kakashi: "Review selanjutnya dari rei-nii. Osh! Ini dah di apdet. Tuh Author niatnya juga pengen panjangin ceritanya, tapi waktunya gak sempat."
Naruto: "Dari Skyzhe Kenzou. Gaya ceritanya bebas? Masa' sih? Deskripsi bagus apaan kalau tuh deskripsinya keliatan gak jelas gitu."
Yui: "Na-ru-to~! Elo mau gue bikin mati di fic ini, heh?" *aura hitam*
Naruto: "Hu-huaaa.. a-ampun, mami! Aye minta maaf!" *ngibarin bendera putih*
Yui: "Gue bukan mami elo!" *gampar Naruto*
Sasuke: "Review selanjutnya dari Kakeru Shinichirou. Yup! Ini dah di apdet! Authornya baru selesai ujian minggu lalu a.k.a. hari sabtu kemarin. Sempat pundung juga tuh." *nunjuk Author yang pundung dengan aura hitam*
Yui: "I hate mikro!" TAT *pundung karena gak bisa jawab sama sekali*
All: =_=" *sweatdrop*
Hinata: "Review selanjutnya dari OraRi HinaRa. Hmm.. soal pakaiannya, udah di jelasin di atas. Mirip Keith dari Ashita no Nadja. Ah~ iya, Naruto-kun keren banget." *blushing*
Yui: "Ah, soal Naru bisa sampai ke rumah Hinata, dia kebiasaan ngelamun waktu jalan. Bahkan tugasnya sebagai Phantom Magician aja masih bisa sempet-sempetnya ngelamun waktu lompat-lompat rumah orang. Udah reflek ngelompat kali karena dah tau jarak antara rumah satu ke rumah yang lain."
Sasuke: "Mana mungkin ada yang begituan." *sweatdrop*
Kakashi: "Selanjutnya dari Grita-Chan loves NaruHina. Kabar Author baik-baik aja. Kangen ma dia? Kok orang abal kayak dia bisa dikangenin." *Sweatdrop*
Yui: "Rese' lu, Kakashi." *manyun*
Kakashi: "Yare, yare, Authornya ngambek. Yak! Ini dah di apdet. ^^"
Jiraiya: "Dari tadi gue gak dapat giliran mulu. Kali ini gue balas dua sekaligus! Dari Ipjinchuuriki Junibi NHF. Yak! Ini dah di apdet! Review selanjutnya dari Haruno Aoi. He? Darimana Naruto belajar jadi keren? Tentu aja dari gue dong, hahaha.. XD" *narsis*
Yui: *banting Jiraiya pake kompor -?-* "Mana mungkin! Dasar Ero-sennin!"
Naruto: "Aaaahh~! Ero-sennin curang! Aku juga mau baca 2 review sekaligus. Dari Mirika no Yuki-san. Yak! Ini dah di apdet! Selanjutnya dari mizukaze-hime. Met HFNH juga! Lebih bagus pake normal POV? Masa' sih? Yup! Ini dah di apdet!"
Hinata: "Dari Arion Gaviota. Hm.. makasih atas perbaikannya. Author udah edit yang salah kok. Yah, namanya juga gak teliti. Yak! Ini dah di dapdet!"
Sasuke: "Ghifia Kuraudo. Ini dah di apdet!"
Kakashi: "Author, gue boleh bacain 3 review sekaligus?"
Yui: "Hmm.. boleh deh."
Kakashi: "Dari IbAy-ChaN. Hohoho.. terima kasih dah di puji. HFNH/NHFD singkatan dari Hari Fluffy NaruHina/NaruHina Fluffy Day. Berisi fic-fic yang bertemakan kisah cinta yang lembut dan halus. Bener gak Author?"
Yui: "Mungkin. Aye belum ngerti."
Kakashi: "Dasar Author abal. Selanjutnya dari Matsumoto Rika. Hoo.. beneran manis? Yup! Ini udah di apdet. Selanjutnya lagi dari Brigitta Hahaha. Yak! Ini dah di lanjut!"
Hinata: *nyuri -?- diam-diam berkas review* "Selanjutnya dari Light of Leviathan. He? Ngincer? Emang Author buronan ya?" *plak*
Yui: "Hinata... balas yang bener dong." *deathglare*
Hinata: "Eh, i-iya. He? Suka yang misterius? Aku juga. Iya. Naruto-kun keren banget pakai tuxedo dengan jubah hitam, topi hitam. Apalagi dengan topengnya, kyaaaaa~~ keren banget! XD" *teriak histeris*
All: "Hinata,," =_=" *sweatdrop*
Naruto: "Yosh! Terakhir dari Rhyme A. Black. He? Gue gombal? Salahin aja tuh Author yang lagi tergila-gila sama sosok Skye dari HM DS Cute. Bahkan sifat perayunya pun dia masukin ke karakter gue. Ampun deh, sebenarnya gue malu banget ngerayu gombal kayak gitu. Tapi, apalah daya kami yang hanya seorang pemain. Itu dah tuntutan naskah, hiks.." *lebay+dramatisir*
Yui: "Lebay lo, Nar. Okeh! Pembacaan review berakhir! Kalau ada kesalahan, mohon dimaafkan. Namanya juga manusia, tidak luput dari kesalahan. Terima kritik, saran, koreksi -?-, dan pujian (maunya). Please review, minna! XD"
Happy NaruHina Fluffy Day! XD
A/N: (1) Keigo: bahasa formal/sopan santun di Jepang yang biasanya diperuntukkan pada orang-orang yang derajatnya lebih tinggi. (kalau tidak salah).
.
.
Cute smile
Yui Hoshina ^^v
