THE INVESTIGATION

terdengar gila. Namun, rasa penasaran Jongin membuatnya melakukan hal ini. Yeah, selayaknya detektif ia mencoba menggali info sebanyak mungkin mengenai priacina target baru si oseh. Ia dengan gilanya mulai mengikuti gerak-gerik si Oseh dan gebetan baru or we should say his new boyfriend. Hingga kini ia telah mengetahui waktu dan mayoritas tempat mereka bersama. Tapi Jongin masih butuh informasi tambahan untuk meyakinkannya.

Berbekal wajah polos dan manis, serta tatapan anak anjingnya. Jongin mendapatkan info lengkap mengenai pria cina itu dari teman sekelasanya.

.

.

" permisi apakah ini benar ekstrakurikuler menyanyi?" Tanyanya pada sebuah ruangan.

" OMO… Jongin-ssi? Ne..benar. Ada perluapa ne?"Jawab seorang siswi.

"Mmmm… Han Saem memintaku mengikuti kelas ini sekali-kali untuk memperdalam penjiwaan performance ku."

" Oh.. tentu… silahkan."

Well,…percayakah ini murni permintaan Han Saem? Jika kau melihat wajah polosnya tentunya kamu akan mempercayainya. Tapi, ini hanya karangan Jongin setelah melihat Luhan, keluar bersama dengan Oseh dari kelas ini 15 menit yang lalu.

Jongin tampak memperhatikan dan ikut menyanyi dengan kelas menyanyi jika ia tahul agu yang dimainkan oleh mereka.

"OMO… Jongin-ssi juga punya suara yang cukup Oh Sehun itu meninggalkan pria manis nan sempurna sepertinya hanya untuk Luhan."

Well, rencananya mulai berjalan.

*smirk*

"Mmmm… maaf, tadi kalian menyebut Luhan ne?memangnya siapa dia?" Wajah polos, puppy eyes, dan kepala sedikit miring. Who can resist that right?

"Oh..Luhan adalah siswa baru pindahan dari cina 3 bulan yang lalu."

"Oh… memangnya seperti apa ia? Apa sangat tampan?

"Hmmm… tampan sih tapi menjurus kecantik. Namun, semakindilihat aku merasa bosan pada orang yang sangat lemah,…mmmmm apa ya sebutannya? Ah iya..fragile."

" Oh benarkah?-

Dan tentunya obrolan tersebut berlanjut hingga Jongin mendapatkan informasi yang dibutuhkannya.

Saat ini Jongin sedang duduk manis di meja belajarnya sambil sibuk mencoreti selembar kertas, apakah itu?

Nama : Xiao Lu Han

'Hmmm bahkan namanya saja aneh.' Rutuk Jongin dalam hati.

Lahir : 08 April 1990

'Hmm bahkan usianya saja sudah sangat tua, pintar apanya? Jangan –jangan dia sengaja mengulang-ulang kelas untuk mendapatkan beasiswa.'

Tinggi badan : 174 cm

'Huh... pendek. Masih lebih baik tubuhku yang tinggi bak model.'

Berat badan : 52 Kg

' Ah... kasihan sekali. Sepertinya dia korban kurang gizi? Malnutrisi?'

Hobby : membaca dan menyanyi

'Mungkin buku yang dibacanya adalah cara ampuh menggoda pria kaya'

Prestasi : Siswa terbaik dan peraih beasiswa pemerintah cina

Jongin menoleh ke lemari kaca disudut ruangannya.

'Well, aku punya lebih banyak tropy, piagam, uang pembinaan, dan nama besar dibandingkannya. Not my level' Sombong Jongin dalam hati.

Entah efek patah hati atau memang sifat Jongin yang paling benci kalah, namun sejak awal membaca info dari kertas tersebut Jongin tidak menemukan satupun hal yang lebih baik dari diri Luhan dibandingkan dirinya.

Lets continue then...

Kebangsaan : Cina

'Kebanyakan barang plastik dan KW'

Pekerjaan : Part time coffe shop

' Terima kasih Tuhan, aku sudah menjadi pengajar sekolah dance milikku sendiri. So ?'

Warna mata : Hitam

' Cokelat lebih menarik tentunya'

Warna rambut : Hitam

' Cokelat yang terbaik'

Warna kulit : Putih

' ...'

Jongin berdiri dari meja belajarnya. Ia segera menuju ke kamar mandi. Ia perhatikan pantulan wajahnya dicermin.

Toleh kanan, toleh kiri, melihat ke atas, kemudian kebawah.

Jongin meninggalkan wastafel, namun ia kembali lagi.

"Baiklah, sudah aku putuskan.' Ucapnya sambil menatap tajam pantulan wajahnya di cermin.

END