Keep It Secret!

.

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto, saia cuma numpang minjem

Rated T

Pairing : SasufemNaru

Warning : Typo, OOC, dan teman-teman lainnya, semoga bisa dimengerti.

.

.

.

Chapter 2 : New Models?!


Mata Saphire gadis itu kini terpaku pada ruangan di depannya sekarang ini, setelah tadi ia sudah memastikan bahwa tidak ada siapa-siapa yang melihatnya masuk ke dalam ruangan ini. Tubuhnya masih membeku, dan lama-kelamaan entah kenapa ia merasa merinding,

"Jadi ini benar-benar ruangan si Teme itu?!" serunya kecil, di depannya sekarang tertempel banyak sekali poster-poster besar yang menampilkan pemuda pantat ayam yang ia temui tadi, Naruto berusaha keras untuk tidak terpesona melihat poster-poster berisikan pemuda raven yang sebenarnya ia akui cukup tampan itu.

Dan dengan reflek, tangan tan Naruto menepuk keras kedua pipinya. Mencoba menyadarkan dirinya dari halusinasi tadi, 'Ingat Naruto! Dia itu tadi sudah memanggilmu Dobe dan mencoba merendahkanmu!' pikirnya terus.

"Yosh! Sekarang saatnya menjalankan rencanaku!" seru Naruto bersemangat, Ia melangkahkan kakinya mendekati beberapa meja-meja kecil yang terletak tidak jauh dari posisinya tadi.

Mau tak mau lagi-lagi gadis pirang ini merasa takjub, "Wuah! Kenapa dia bisa punya baju-baju dan benda-benda mahal seperti ini?!" decaknya kagum, beberapa baju yang terlihat sangat mahal bertebaran di sebuah sofa, sepatu yang tidak cukup di hitung dengan satu tangan! Naruto hampir saja melupakan rencananya tadi, hampir saja ia tergoda oleh pemandangan di depannya. Kenapa ia bisa terkagum-kagum oleh benda yang sebenarnya bisa ia beli dengan mudah, pada dasarnya Naruto memang tipe gadis yang tidak terlalu suka dengan benda mewah, Ia cenderung memilih hidup sederhana, dan satu-satunya benda mewah yang terlintas dalam otaknya sejak dulu adalah Ramen, itu saja cukup~

"Fokus, fokus! Cari kelemahan si Pantat Ayam itu, Naruto!" ujarnya kembali, tangan tannya segera membuka lemari kecil yang berada di dekatnya, tapi..

"Hah~ Baju lagi!" desahnya kesal, kembali ia mencari, dan kini Naruto mengobrak-abrik sebuah lemari besar yang sejak tadi menyita perhatiannya.

"Mungkin saja disini aku bisa menemukan rahasianya~" kekehnya geli, Ia dengan cepat membuka lemari besar itu sampai akhirnya...

"..."

"Hooo!" gadis pirang itu kembali berteriak ketika sekarang ia melihat banyak sekali wig di dalam sana, sukses sudah ide yang ia rancang sedari tadi menghilang sepenuhnya dari otaknya. Bahkan sepertinya Naruto benar-benar lupa kalau ia harus membawakan makan siang Tousannya sekarang juga,

"Wuuah, jangan-jangan ini penyamaran yang di pakai si Teme kalau pergi keluar, seperti di televisi-televisi itu!" serunya takjub, lama ia melihat-lihat benda itu sampai sebuah ide iseng tak sengaja terlintas di otaknya, seketika cengiran jahil andalan Naruto terpampang di wajahnya.

"Hehehe, tak ada salahnya kan kucoba~" gumamnya kecil, Mata Saphirenya kembali melirik-lirik sekilas seluruh ruangan di sekitarnya, melihat apakah dirinya masih aman?

'Aman~' batinnya.

Tanpa basa-basi lagi, gadis pirang itu berlari kecil menuju cermin, seraya membawa sebuah wig berwarna pirang di tangannya, senyuman jahil masih terpasang di wajahnya. Dengan hati-hati tangannya segera memasangkan wig khusus laki-laki itu di kepalanya. Karena dianya belum terlalu mahir memasang.

"..."

Dan tak sampai beberapa menit, usaha itu sepertinya membuahkan hasil. Kini dirinya sudah berubah total meskipun hanya rambutnya saja, tapi tetap saja dari penampilan Naruto. Gadis itu kebetulan hari memakai sebuah celana panjang dan baju yang tergolong agak kebesaran, membuat penampilan tomboy andalannya makin menonjol.

Sekarang, rambut pirang panjangnya yang melambai kemana-mana, berubah menjadi rambut pirang pendek (versi Naruto cowok) "Hoaa! Ini benar-benar aku! Keren sekali!" serunya memuji diri sendiri, tak henti-hentinya pose-pose ala model beken ia peragakan di depan cermin. Membuat gadis itu lupa diri serta lupa waktu tentunya..

"Hah~ penampilanku sebagai cowok keren juga~" desahnya bangga. Ia masih tersenyum-senyum sendiri, sampai..

BRAK, Pintu yang tadinya tertutup tiba-tiba saja terbuka dengan paksa, mengeluarkan suara yang sedikit keras, dan otomatis membuat Naruto terjengkal kaget.

"Sasuke!" suara orang itu.

'Hyaa! Gawat!' batinnya panik, gadis itu segera mencari-cari tempat untuk bersembunyi secepatnya, tapi begitu melihat ruangan yang tadinya rapi sebelum ia datang menjadi seperti rusak karena di terjang badai. Membuat nyali Naruto makin ciut..

"Kenapa ruangannya berantakan seperti ini!" seru orang itu kembali.

'Kami-sama, Help me!'

"Sasuke, Kau dimana?!" suara itu makin mendekat, Naruto makin gemeteran.

Kakinya yang masih bisa bergerak segera berlari menuju sebuah lemari besar yang sempat ia lihat tadi, tapi sebelum Naruto menuju tempat itu...

"Siapa kau?" suara yang tadi memanggil-manggil nama Sasuke kini berada tepat di belakangnya, bulu kuduk gadis pirang itu makin merinding. Takut-takut ia menolehkan wajahnya, berusaha menyiapkan batin kalau nanti dikira-kira seorang penguntit atau mungkin lebih parahnya lagi dia dikira sedang mencuri poster-poster pemuda pantat ayam di ruangan ini! Nooo!

"A...ano..tadi aku...pergi..toilet...jauh.." entah apa yang ia katakan yang penting dirinya berhasil selamat dari tuduhan dalam pikiran tadi!

"..." seorang wanita berambut coklat yang barusan ia lihat sekarang berada disana, diam tidak berbicara apa-apa, dan entah kenapa gadis pirang itu merasa dirinya ditatap sejak tadi. Membuat ia sedikit risih,

"Ka..kalau begitu aku pergi dulu.." ujar Naruto cepat, mencoba berjalan keluar dari ruangan. Tapi...

"Kyaa! Akhirnya ketemu juga!" seruan wanita coklat itu mengagetkan Naruto,

"Eh?!" Ia mempercepat langkahnya untuk pergi dari sana. Kenapa wanita itu tiba-tiba berteriak?

Dan untuk Naruto, tidak sadarkah dia, kalau dirinya kini masih menggunakan wig berambut pirang pendek itu di kepalanya?!

"Aku harus pergi!" serunya kecil, berlari mengambil bekal milik Tousannya dan bergegas membuka pintu ruangan itu, sebelum..

Grep, sebuah tangan kini menggenggam tangan tannya dengan erat, gerakannya otomatis terhenti. Keringat dingin kembali mengalir dari keningnya, 'Oh, Kami-sama, demi Jiraiya Jii-san yang mesumnya minta ampun! Lepaskan tanganku!' jeritnya dalam hati.

"Bi..bisa lepaskan..." pinta Naruto takut-takut,

Wanita itu menggeleng kencang, sepasang mata berbinar-binar ditambah dengan kedipan-kedipan maut kini menatap Naruto dengan intens, "Kau sekarang gantikan model Sasuke ya, untuk pemotretan!" ucap wanita coklat itu dengan gampangnya.

"..." sedangkan Narutonya yang melongo mendengar permintaan yang nggak masuk akan tadi.

"Eh?" hanya itu yang bisa ia katakan.

"Iya, jadi model menggantikan Sasuke untuk hari ini, Aku yakin kau pasti cocok menjadi model itu!" serunya kembali.

"Eh?!" Naruto semakin berteriak keras.

"Ke..kenapa harus aku..bukannya..masih ada model yang lebih bagus..dariku.." elaknya dengan gugup.

"Tidak bisa, soalnya semua model sekarang tengah sibuk, jadi mencari pengganti Sasuke itu sangat susah!" wanita di depannya ini makin berjalan mendekatinya,

"Tu..tunggu dulu! Aku ini.." belum sempat ia berbicara..

"Ayolah, Aku mohon gantikan Sasuke, Kau hanya perlu menjalani pemotretan beberapa kali saja kok!" ajaknya untuk yang kesekian kali.

'Bukan itu masalahnya!'

"I..Itu.."

"Pekerjaan ini menguntungkan lho, kau bisa mendapatkan honor yang besar selesai pemotretan. Dan satu hal lagi.." Naruto meneguk ludah tanpa sadar begitu melihat ekspresi wajah wanita coklat itu berubah menjadi seringaian kecil..

Glek, 'Ma..mau apa lagi dia?!' batinnya panik.

"Kalau kau tidak mau aku mengatakan pada orang lain tentang kejadian tadi, mungkin aku bisa mempertimbangkannya. Tapi dengan syarat mau mengikuti pemotretan." Ujarnya pelan tapi menusuk!

Jleb, habis sudah masa-masa mudanya kali ini, "Ta..tapi aku ini.."

"Mau atau tidak? Lagipula tampangmu ini tampan sekali lho~"

Ctich, kedutan-kedutan kesal mulai muncul di dahi tan gadis pirang itu, tampan dirinya di bilang T-A-M-P-A-N! Noo! Kemana jati dirinya sebagai perempuan. Naruto menahan rasa kesalnya dan dengan cepat ia mengangkat tangannya untuk melepaskan wig yang masih bertengger di kepalanya sejak tadi, dan..

Sret! "Aku ini perempuan!" teriaknya kesal. Melempar wig pirang itu entah kemana, membiarkan wanita coklat di depannya itu menganga melihat dirinya yang bisa berubah secepat itu.

"Ka..kau jadi..perempuan?" tanyanya bingung.

Naruto mengangguk mantap, "Hm!" sekarang waktu yang tepat untuk pergi kan? Ia tidak ingin wanita ini melihatnya lebih jauh. Kalau kelamaan berada disini, jati dirinya sebagai anak dari pemilik studio ini bisa terbongkar.

Oh! Sedikit catatan saja : Kenapa ia merahasiakan dirinya sebagai anak Minato Namikaze? Adalah karena Tousannya yang terkenal menyebabkan dirinya yang sangat tidak suka dengan blitz-blitz dari cahaya kamera harus mendapatkan itu setiap pagi! Dulunya seperti itu ketika ia masih berumur tujuh tahun, sebenarnya ia tidak merasa risih ataupun terganggu. Dirinya masih fine-fine saja dengan hal tadi, tapi begitu beranjak umur sembilan tahun, media massa makin gencar menanyai tentang kehidupannya nanti.

"Apa nanti kau juga akan menjadi agency di perusahaan Minato-san?"

"Apa mungkin kau akan menjadi penerus perusahaan itu?"

"Lalu bagaimana kalau nanti ada kendala dengan hal itu, Naruto-chan?"

"Sekarang apa saja yang kau persiapkan untuk menjadi model nanti?"

"Benarkah..bla..bla..bla.."

Arggh! Dan itulah salah satu pertanyaan yang terus terlontar dari bibir-bibir media massa itu, mereka menanyakan hal yang sama berulang-ulang membuat kuping Naruto perlahan-lahan jadi memanas, alhasil karena dulu dia masih kecil dan belum bisa menerima pertanyaan-pertanyaan yang amat banyak itu, dirinya langsung jatuh sakit! Padahal dia kan belum bilang pasti kalau akan bekerja disana!

OoooooooooooooooooooooooooooooooO

Back to story :

Wanita coklat itu terlihat menghela napas panjang, wajah sedih plus kecewa terpampang jelas di sana. Membuat Naruto yang hampir saja meninggalkan ruangan itu sedikit iba..

"Kalau aku tidak menemukan pengganti Sasuke, kemungkinan untukku dipecat semakin besar.." gumamnya pelan, tapi masih dapat di dengar oleh telinga Naruto.

Gadis pirang itu tersentak kaget mendengar kata 'di pecat' dari bibir wanita tadi, dirinya reflek berbalik. "A..apa maksudnya di pecat?" tanyanya gugup.

Ia menghela napas berat, dan berusaha tersenyum, Naruto makin tidak tega melihatnya, "Karena pemotretan hari ini sangat penting, dan keberadaan model terkenal seperti Sasuke sangat di perlukan. Tapi dia...sekarang tidak ada..kemana perginya?" desahnya pelan.

"Tapi apa tidak ada cara lain?" tanya Naruto kembali.

Wanita itu menggeleng, "Tidak, sudah kukatakan kalau hari ini semua model tengah sibuk dengan jadwal mereka, dan aku sebagai penanggung jawab Sasuke harus bertanggung jawab untuk hal ini~"

Perasaan Naruto kini semakin kesal, melihat wanita di depannya ini terlihat sedih, membuatnya ingin memukul pemuda pantat ayam yang tadi ia temui. Seenaknya saja membolos dan membuat seseorang kehilangan pekerjaannya! Tangan tan miliknya mulai mengepal keras, giginya bergemerutuk menahan amarah. Kalau ia pasti tidak mungkin seenaknya saja meminta Tousannya untuk tidak memecat wanita itu, karena aset model terkenal seperti Sasuke tentu lebih besar dan menguntungkan dari seorang yang hanya bekerja sebagai manajer.

'Pantat ayam itu benar-benar keterlaluan!' batinnya.

"..."

"Gomen tadi sudah membuatmu susah, kalau begitu aku permisi dulu~" ucap wanita itu menyadarkan kembali Naruto.

"..."

'Apa aku harus menolongnya?'

'Tapi..kalau nanti aku ketahuan..Tousan dan Kaasan pasti..'

"Kalau aku tidak menemukan pengganti Sasuke, kemungkinan untukku dipecat semakin besar.." Naruto mengingat perkataan wanita itu tadi. Dan entah otaknya yang tidak mau mengikuti dirinya...

"..."

"Tu..tunggu dulu.."

Langkah wanita itu terhenti, ketika mendengar suara Naruto. Ia berbalik perlahan, "Ya?"

"Ma..masalah..model...aku..." gadis pirang itu berbicara terputus-putus membuat wanita yang mendengarnya mengernyit bingung.

"Aku? Apa?" tanyanya balik.

Naruto meremas tangannya erat, sudah ia putuskan. Kalau memang ini yang bisa ia lakukan untuk menolong wanita ini. Tidak apa-apa..mungkin..

"Aku mau menjadi model pengganti Sasuke." Ujarnya sedikit pelan.

"Eh? Tadi kau bilang apa?" gumamnya seolah-olah tidak percaya dengan perkataan gadis itu.

"Aku mau menggantikan model bernama Sasuke itu!" ucapnya sedikit keras.

"..."

"Ka..kau mau?"

"Iya, kalau tidak keberatan.."

Naruto memandang wanita di depannya itu hati-hati, dan yang ia lihat sekarang..

Senyum bahagia, terlihat di wajahnya, wanita itu menahan tangisnya dan langsung saja memeluk Naruto erat. "Arigatou!" teriaknya senang.

"I..iya.."

Keputusan yang ia ambil kali ini memang benar kan?

.

.

.

.

"Ano..pemotretannya?" sudah beberapa menit wanita itu masih memeluk Naruto, dan begitu mendengar suaranya.

"Ah! Hampir saja aku lupa, jadi hari ini aku adalah manajermu, salam kenal namaku Shizune! Kau?"

"Na..namaku..." Naruto memikirkan nama yang pantas untuknya dan alhasil..

"Natsumi Hikaru!" lanjutnya,

"Natsumi ya, baiklah kalau begitu lebih baik sekarang kita segera menyiapkan pakaian untukmu!" seru wanita bernama Shizune itu senang. Tapi sebelum sempat ia pergi dari ruangan itu.

"Tunggu dulu Shizune-san!" suara Naruto lagi-lagi menghentikannya.

"Ada apa Natsumi?" tanya wanita itu.

"Apa Shizune-san bisa merahasiakan identitasku yang sebenarnya?" pinta Naruto, seraya mengambil kembali wig pirang yang ia lempar ke lantai tadi.

"Merahasiakan kenapa?"

"So..soalnya tentu saja aku akan malu sekali kalau ketahuan ternyata seorang perempuan." Jawab Naruto cepat, ide yang cukup bagus untuk membuat Shizune mengangguk paham.

"Baiklah, Ayo." Ucap Shizune, setelah melihat Naruto yang kini sudah berubah kembali menjadi seorang laki-laki, hanya rambutnya saja tentunya~

"Oke."

.

.

.

.

Ruang Pemotretan~

Jantung Naruto makin berdegup kencang ketika langkah kakinya hampir memasuki ruangan yang tadi baru saja lihat, sekarang setelah tadi di make up oleh Shizune-san secara pribadi, dirinya kini sudah benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat, gadis manis dengan rambut pirang panjang yang melambai-lambai kini berubah menjadi pemuda pirang berambut pirang pendek, tiga garis di pipi yang sangat mencerminkan ciri khasnya sekarang sudah tidak ada lagi karena sudah disamarkan dengan make up,

Bajunya juga sekarang berubah, Ia kini memakai celana jeans yang cocok untuk pinggangnya dengan sabuk yang sengaja di buat longgar, baju berwarna hitam panjang, lengan sengaja digulung setengah dan sedikit terbuka di bagian leher (Kalau sampai terbuka sampai ke bagian dada kan bisa kelihatan kalau dia itu perempuan) kedua tangannya memakai sebuah gelang berwarna hitam dan putih. Tak lupa kalung berbentuk tengkorak kecil yang melingkar di lehernya.

Gadis pirang itu benar-benar keren, dan tampan! Membuat semua staff yang tidak tau jati dirinya yang sebenarnya menelan ludah tanpa sadar melihat penampilannya.

"Ba..bagaimana ini Shizune-san, Aku gugup.." bisik Naruto terbata-bata.

Shizune menghela napas pelan, dan menepuk punggungnya lembut, "Tenanglah, kau pasti bisa Natsumi~" balasnya seraya tersenyum kecil.

"Baiklah..semoga aku bisa.."

"Iya, Ayo masuk, Kakashi pasti sudah menunggu kita." Ajaknya, menarik pelan tangan Naruto untuk masuk ke dalam ruangan itu.

OoOoOoOOoOoOoOoO

Setelah mereka berdua masuk ke ruangan itu, seorang pria berambut perak menghampirinya dengan cepat, "Kau sudah menemukan penggantinya?" tanya pria itu.

Shizune mengangguk senang, "Un, perkenalkan ini Natsumi. Pengganti Sasuke untuk sementara, tampan kan~" ujar wanita coklat itu, mengedipkan matanya pada Natsumi aka Naruto. Membuat gadis itu entah mau memerah mendengar pujian tadi atau malah kesal.

Pria berambut perak itu mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah, "Salam kenal namaku Hatake Kakashi, mohon bantuannya Natsumi-kun~" sapanya.

"I..iya salam kenal juga Kakashi-san."

"Kalau begitu lebih baik kita mulai saja sesi pemotretannya, tidak apa-apa kan Natsumi-kun?"

Naruto aka Natsumi mengangguk kikuk, "Tidak apa-apa.."

Naruto melirik sekilas pada Shizune yang dibalas kedipan kecil dari wanita itu, "Semangat!" bisiknya.

'Hah~ aku harap pemotretan ini berjalan cepat~'batin Naruto, sepertinya ia sudah lupa sama sekali dengan tujuan pertamanya datang ke tempat ini.

.

.

.

Gugup, itulah yang dirasakan oleh Naruto Namikaze ini sekarang, sinar-sinar blitz yang sejak dulu ia benci kali ini terpaksa harus ia hadapi. Matanya sedikit memicing ketika sinar itu menerpa wajahnya,

"Yang rileks saja Natsumi-kun, bergeraklah sesukamu." Ujar Kakashi cepat.

Bagaimana dirinya bisa rileks kalau kini semua mata di ruangan itu memandangnya! Alhasil gadis pirang itu hanya bisa bergerak kikuk, tidak tahu harus berbuat apa.

Kakashi yang melihat itu sedikit tersenyum, wajar memang bagi seorang model pemula seperti Natsumi gugup di hari pertamanya. Jadi yang bisa ia lakukan sekarang..

"Coba kau masukkan kedua tanganmu ke dalam saku celana." Aturnya tiba-tiba.

Naruto yang mendengar itu langsung saja mengangguk paham, dan melakukan persis seperti apa yang diinstruksikan oleh Kakashi.

"Bagus, lalu coba kau miringkan sedikit kepalamu, perlihatkan leher jenjangmu itu." suruh Kakashi kembali.

"Baik!"

"..."

Laki-laki perak itu sedikit terdiam ketika melihat pose Natsumi sekarang, pemuda pirang itu kini terlihat seperti seorang model yang tak kalah bagusnya dari Sasuke, leher jenjang Natsumi aka Naruto yang terlihat jelas, wajahnya yang terlihat natural entah kenapa membuatnya semakin terlihat bagus, bibirnya yang sedikit terbuka menampilkan gigi-gigi putihnya, mata Saphirenya yang terlihat sayu namun tetap menampilkan semangat.

'Kurasa kalau dia berlatih model seperti ini, tak lama lagi menyamai kemampuan seorang Uchiha pun bukanlah mimpi~' batinnya antusias, tanpa sadar ia berdecak kagum~

"Pertahankan seperti itu Natsumi!" seru Kakashi, Naruto hanya mengangguk kecil.

Dan sesi pemotretan pun berakhir beberapa jam kemudian~

.

.

.

.

"Hah~ aku lelah~" desah Naruto panjang, gadis pirang itu kini sudah berada di ruangan milik Shizune. Ia terduduk lelah di sebuah sofa besar, menyenderkan kepalanya yang sejak tadi terasa sakit.

"Selamat Natsumi~" wanita coklat aka Shizune menyodorkan minuman dingin untuk gadis itu, membuat mata Naruto berbinar seketika.

"Arigatou Shizune-san!" serunya senang, mengambil kaleng minuman itu dari tangan Shizune.

"Un, seharusnya aku yang berterima kasih, Natsumi~"

Gadis pirang itu mengeluarkan cengiran khasnya, sekarang ia sudah bebas dari wig yang ia pakai tadi, make up tebal yang menutupi garis pipi kesayangannya, dan tentu saja bajunya yang tadi sedikit membuatnya risih.

"Kalau begitu sama-sama Shizune-san~" ujarnya kecil.

"Un,"

"Oh, iya, kira-kira kapan majalah milik Tou...eh maksudku majalah itu terbit?" tanya Naruto, hampir saja tadi ia salah bilang!

"Mungkin minggu depan,"

Naruto yang mendengar itu hanya ber-oh ria, sampai...

"..."

'Eh itu kan?!' mata Saphirenya tak sengaja menangkap sebuah bekal makanan untuk Tousannya yang ia lupa berikan!

"Huwaa! Aku lupa!" serunya, Ia segera beranjak dari tempat duduknya dan menyambar bekal makanan itu dengan cepat.

"Ada apa Natsumi?" Shizune jadi ikut-ikutan bingung.

"Hampir saja aku lupa tujuanku kesini, aku pergi dulu Shizune-san!" seru gadis kembali, berlari secepat mungkin meninggalkan ruangan itu tanpa menghiraukan tatapan bingung Shizune.

Brak, pintu tertutup kembali. Wanita coklat yang melihat kejadian itu menghela napas panjang, 'Memangnya tujuannya kesini untuk apa?' batinnya penasaran.

OoOoOOoOoOoOoO

"Hyaa! Gawat!" langkah kaki Naruto semakin cepat menuju ruangan milik Tousannya itu, dan begitu akhirnya ia sampai.

Brak, suara pintu yang terbuka cepat langsung terdengar, "Tousan Hountou ni Gomen!" seru Naruto kencang. Gadis pirang itu melihat ke seluruh ruangan, matanya segera melihat siluet bayangan yang sangat ia kenali kini terbaring di sebuah sofa.

"Na..Naru-chan~~ Tousan sudah menunggumu sejak tadi~~"rengekan ala anak kecil kini keluar dari bibir laki-laki bernama Minato Namikaze itu.

"Hehehe~ Gomen Tousan, tadi aku sedikit lupa sama bekalnya, Ini kubawakan!" ujar Naruto seraya mendekati sosok ayahnya itu.

'Itu sih bukan sedikit namanya kalau menunggu selama empat jam!' batin Minato pasrah.

...

'Yah, setidaknya kali ini pemotretanku tadi itu tidak ketahuan~' batin Naruto lega~

.

.

.

.

Di tempat lain~

Drrrt~ suara handphone bergetar, membuat pemiliknya kini mengangkat panggilan itu dengan malas, "Hn, ada apa?" ujarnya to the point.

"Sasuke, kau tahu betapa paniknya kami tadi! Jangan tiba-tiba menghilang dari studio! Tadi itu benar-benar pemotretan yang penting!" suara teriakan dari seberang sana membuat pemuda bernama Sasuke itu mendengus kesal.

"Hn, kau tahu kan kalau tadi itu moodku sedang tidak bagus." Jawabnya singkat.

"Hah~" terdengar helaan napas panjang dari seberang sana.

"Cobalah setidaknya kau bersikap profesional Sasuke, tadi kami benar-benar panik mencari penggantimu!"

Pemuda berambut raven itu tidak berniat menjawab, dia sudah memastikan pasti tadi pemotretan itu tidak jadi dilaksanakan, dan alhasil akan dilaksanakan besok. Ia tahu itu~

"Jadi sudah mendapatkan penggantiku?" tanyanya basa-basi.

"..." manajernya itu terdiam.

'Tidak~ sepertinya yang kuduga~'

"Ya,"

"Eh?" apa ia salah dengar tadi, manajernya itu mengatakan iya! Jadi dia sudah menemukan penggantinya!

"Kau bercanda?"

"Tidak Sasuke, untunglah tadi ada salah satu model yang mau menggantikanmu! Pikirkanlah posisiku!"

Tangan kekarnya mengepal kesal, ia mendecih pelan. "Kau tidak bercanda."

"Tentu saja tidak, lebih baik besok kau kembali bekerja. Dan hentikan moodmu yang suka berubah-ubah itu, Jaa."

Sambungan terputus, Sasuke yang masih kesal dengan pemberitahuan tadi tidak terima. Ada yang berani-beraninya menggantikan dirinya, melihat seseorang menggantikan pekerjaan seorang Uchiha menurutnya adalah salah satu penghinaan terbesar bagi Sasuke.

Tangannya dengan cepat mengambil kembali handphone di sakunya, dan segera mengetikkan pesan untuk manajernya itu.

To : Shizune

Coba pertemukan aku dengannya.

TO BE CONTINUED~

A/N :

Wuah setelah mushi buat fic ini ternyata ada yang sedikit berubah dari spoiler di chap satu, jadi Gomen yaa~ hehe XD makasih buuanget buat yang sudah me riview, mem fav dan mem follow fic ini #cium-cium#digampar# nyahaha XD

Big Thanks Too :

tsunayoshi yuzuru, Black market, akbar123, cutenaru, DheKyu, Icha Clalu Bhgia, Mizury23, Namikazuki Demeter, Nasumichan Uharu, Vaisuhaito Tsuerinda, DarkCloud XII, Dee chan-tik, Yuki No Fujisaki, mitsuka sakurai, Uzumaki Prince Dobe-Nii, naruchan, yamanaka aya, SparkCLoud0324, Vipris, anis ladyroseuchiha, Rizky2568, susisao, wildapolaris, Kirigaya Yuuki Kazuto, KyouyaxCloud, nurin vip4ever, haruna yuhi, Hanazawa kay, and (all silents readers XD)

OooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

Nah Mushi rasa cuap-cuapnya segitu dulu deh

Untuk akhir Kata

SILAKAN RIVIEW~ \^V^/\^O^7

JAA~