Angel/Bitch
By: PORORO90
Disclaimers: Allways belong to Masashi Kishimoto
Warning: AU, OOC, Typo, Gaje, dan segala hal yang mungkin anda tidak sukai.
Don't like don't read.
Rate: T semi M (for another scene)
.
.
Information of ages:
Uchiha Madara 40 thn
U. Itachi/H. Kakashi/Konan 29 thn
Sasuke/Sai/Neji 25 thn
Hinata Hyuuga 21 thn
Uchiha Eiji 3 thn
.
.
Chapter 2. [The Elegies]
.
.
.
Tidak ada kata yang bisa menggambarkan keagungan Uchiha Madara. Dia seolah berdiri di luar lingkaran takdir yang telah di ciptakan. Dia membuat takdirnya sendiri, begitu penuh kuasa, begitu adidaya, hingga dia dijuluki Sang Kaisar. Di usianya yang memasuki kepala empat, ia masih mempertahankan gelar lajangnya. Ia begitu eklusif, tak terjangkau, tak terjamah. Karena itu pastilah wanita yang special yang bisa disandingkan dengannya. Tanpa keraguan hanya satu nama yang pantas bersanding dengan namanya, Hyuuga Hinata. Sang Lady Hyuuga barusaja mewarisi gelar heiress-nya setelah berumur dua puluh satu tahun.
Ada alasan mendasar kenapa Madara masih memilih untuk menjadi single yang membuat para wanita mengincarnya. Satu alasan krusial yang membuat orang sekelas kaisar bingung dan tidak mengerti. Seorang Madara yang terkenal taktis dan jenius mendadak dibutakan oleh kekuatan yang berbentuk keindahan, bernama cinta. Hinata yang terkasih meski telah melahirkan darah dagingnya, masih menolak untuk dinikahi.
Untuk seorang Madara, ia yang tidak tahu dan tidak mau tahu untuk ditolak, tentu saja tidak mengerti kenapa sang kekasih menolak untuk dinikahi jika mereka sudah punya satu orang anak? Madara, memilih untuk tidak bertanya, karena mungkin ia tahu, jawaban itu akan melukai harga dirinya.
Suara langkah kaki itu terasa familiar di telinganya, ia tahu jika kekasihnya sudah datang. Ada secercah bahagia di sana. Madara memberikan senyum yang tak kan mampu dibeli siapapun. Senyum yang jarang atau bahkan tidak akan diberikannya jikalau bukan sang lady yang berada di hadapannya. Senyum yang bahkan tidak akan pernah terbit untuk wanita manapun. Lelaki itu menatap penuh cinta kedalam relung jiwa Hinata. Cinta yang takpernah terpuaskan, cinta yang begitu menggelora, namun selalu berbalik, seolah cintanya adalah sinar ultraviolet sedang hinata punya kekebalan untuk anti ultraviolet yang mengakibatkan hatinya menolak segala bentuk perhatian dari Sang Kaisar.
.
Madara, dengan langkah yang panjang segera mengeliminasi jarak dan mendekap tubuh mungil Hinata. "Wellcome home, My Lady.." sebuah kecupan mendarat di pucuk kepala wanita berambut Indigo itu, lalu tatapannya beralih pada seorang balita yang tertidur di bahu Hinata, "Berikan Eiji kepadaku,"
.
Hinata tahu ia tak dapat menolak, saat tangan kokoh Madara merengkuh putranya dan mendekap erat bayi kecilnya yang berusia tiga tahun. "Hei, Ei-no Miya*. Daddy ada di sini," pria itu menimang pelan bayi mungil berambut raven yang mirip dirinya. Lalu berjalan ke arah koridor untuk menuju ke kamar khusus yang tepat berada disamping kamar Kaisar. Kamar sang pemilik tahta, Eiji Uchiha.
.
"Lady.." Suara Sai mengintrupsi pandangan mata Hinata,
"Ya," Hinata melukiskan senyum simpul, yang membuat siapapun terpesona.
"Apakah tidak sebaiknya mempercepat pernikahan," Sai memberikan argumennya,
Hinata memincingkan mata, membuat gerakan anggun untuk menyunggingkan senyum angkuh, "Bukan teritorimu untuk menasehatiku, Sai. Sampai kapanpun, ia tidak akan pernah memilikiku, meski itu artinya Eiji tanpa seorang ayah yang resmi. Bagiku, sudah terlalu istimewa jikalau aku amau bertunangan dengannya,"
.
"Maafkan saya My Lady.." Sai membungkukkan badannya.
Hinata berlalu meninggalkan asisten pribadinya yang semenjak sehari yang lalu diberikan Madara.
.
Diam-diam sai menggertakkan giginya. Merasa benci terhadap wanita itu. Bukan apa-apa, tapi malaikat yang di kenalnya dahulu telah berubah menjadi jalang yang tega membuat darah dagingnya sendiri kehilangan hak untuk merasakan keluarga yang utuh. Apakah cinta memang begitu mengerikan hingga HInata lebih memilih untuk tuli terhadap pertanyaan putranya? Ia mendesah, ia adalah anak yang terbuang dan sebatang kara, hingga sang Kaisar memberikan fasilitas untuknya sebagai Uchiha yang disegani. Sang Kaisar yang powerfull entah mengapa selalu menjadi powerless jika sudah dihadapkan kepada Eiji dan Hinata. Itulah yang mengakibatkan Sai meradang. Dia tidak terima kalau junjungannya dilecehkan!
(Angel/Bitch)
.
.
Kamar Hinata terpisah dari dua orang Uchiha yang berkuasa. Ia tidak menyukai Uchiha, dari dulu hingga sekarang. Kecuali orang itu, ya.. hanya orang itu. Ada lubang menganga yang diciptakan Madara dalam hidupnya. Atas nama cinta buta, Madara membunuh kakak kandungnya. Sialnya, sang eksekutor adalah kekasih hatinya sendiri. Apakah takdir tidak begitu kejam terhadapnya? Ia kehilangan cinta, kehilangan kakak, kehilangan kesucian dan haruskah ia juga kehilangan harga diri? Tidak!
Hinata menarik nafasnya pelan, menarik ujung bibirnya dan melengkungkan senyum yang tampak tulus namun palsu. Ya, ia telah melewati masa sulit dan terbiasa menyunggingkan senyum palsu ini. Senyum yang tampak begitu nyata dan bahkan mengelabui mata jeli sang Kaisar. Tapi tak bisa mengelabui dirinya sendiri, ia adalah orang yang terluka, seorang gadis yang selalu tersesat dalam kehidupan.
.
.
Sial kau Itachi! Dulu kau memenuhi hatiku dengan cinta, sekarang kau memenuhi pikiranku dengan kebencian. Pada akhirnya kau selalu ada dalam hidupku!
.
.
Hinata menyambar botol parfum dan melemparkannya ke cermin rias dihadapnnya. Menimbulkan bunyi nyaring yang memekakkan telinga. Dan kaca retak yang membuat bayangan wajahnya menjadi berbias. Inilah wajah aslinya, begitu banyak rupa hingga tak terlihat jelas. Butiran air mata meluncur turun membuat sebuah anak sungai.
Selalu dan selalu, mengingat Itachi terasa menyesakkan…
(Angel/Bitch)
.
.
(every great power had fallen for beauty,- kekuatan sebesar apapun akan bertekuk lutut pada keindahan)
.
Madara mengambil telepon genggam dalam saku jasnya, menekan sebuah nama yang tak pernah terasa asing,
"Kakashi,"
Madara mendengar suara di seberang, "Ya, yang Mulia.."
"Datang ke ruangan Eiji, sekarang."
.
.
Kakashi tahu, ada yang diinginkan Tuannya yang tidak bisa ditangani oleh orang lain. Pria bermasker itu hafal tabiat Majikannya. Dengan segera Hatake terakhir itu menuju ruangan Eiji.
"Siapkan jet pribadi, aku akan berlibur bersama putraku,"
"Aa.. baik." Hatake Kakashi bahkan masih berada di ambang pintu, ketika melihat Madara berdiri di depan jendela besar khas Persia.
"Juga, atur pertemuanku dengan Sasuke." Tanpa berbalik dan masih memandang taman bunga lavender yang bisa dilihat dari kamar Eiji, Madara memerintah dengan suara dingin.
Kakashi menahan dirinya untuk bertanya, 'mengapa' tapi memilih untuk berkata, "Baik, saya mengerti.."
"Aku tidak bisa membiarkan Hinata menjauhkan Eiji dariku. Aku tahu ia merencanakan untuk lolos dariku,"
Kakashi diam dan membiarkan Madara berbicara.
"Perlu orang khusus yang memblokir semua aktifitasnya,"
"Tapi Yang Mulia, Sasuke-san tidak menyukai Hinata. Bisa-bisa Hinata celaka.." Hatake Kakashi mengeluarkan uneg-unegnya,
Madara tertawa angkuh, "Aku perlu predator, Kakashi. Bukan seorang pria normal yang memuja istriku.."
.
Kakashi mengernyit,
.
"Pria normal akan mudah jatuh cinta padanya. Dia akan memanfaatkan hal itu untuk menyerangku balik. Aku, tidak akan membiarkannya memainkan game ini dengan mudah. Ia harus menyerah, bahkan jika aku harus menghabisi semua Hyuuga yang tersisa.."
.
Kakashi tidak bisa menahan senyum pahit yang kembali terbit. Ini bukan cinta, tapi ini adalah obsesi. Obsesi seorang Kaisar untuk mendapatkan cinta dan perhatian seorang wanita. Mungkin terdengar sadis dan tidak berprikemanusiaan. Tapi Madara masihlah Madara, pria arogan, angkuh dan pusat segala gravitasi. Ia sang kaisar, pemegang regalia absolute. Dan pantang baginya untuk memohon.
_TBC_
.
.
A/n:
*Ei-no Miya: Ei sang pangeran,
Jujur, saya kesulitan menggambarkan sosok Uchiha Madara. Saya terus terang ingin menampilkan sisi Madara yang 'silent but deadly' diam-diam mematikan. Entah ini sudah bisa mendeskripsikannya atau belum.
Oh ya, saya cuma ingin menegaskan, Itachi sudah mati. Demi kepentingan plot. Berarti jika itu menyangkut Itachi, berarti itu masa lalu (flashback).
Aaaahhhh… kenapa jadi berat begini?
.
Quote favorit:
"Aku perlu predator, Kakashi. Bukan pria normal yang memuja istriku," _Madara_
.
Entah mengapa membayangkan Madara bilang begitu keren (^^)b
Oke kita bahas REVIEW:
.
Aindri961: makasih review-nya. Salam kenal (^^)
Aira uchiha: asyiikkk juga kamu mau review, thanx for jempolnya, ini di lanjut kok, semoga kamu suka XD
Guest: olala.. trio Uchiha? Itachi mati, cuma belum bisa diungkap di chap ini. Ada saatnya Itachi muncul (dalam flashback) Terus ikuti cerita abal ini yah… (^^)
Hime Hearthfilia: hik..hik.. tabahkan hatimu abang Ita sudah meninggal, namun begitu ia masih bisa eksis dalam perkembangan selanjutnya, tetap review yah, hahaha
Onpu azuka: namanya keren deh, saya bukan senpei…. #pundung. Saya masih newbie, baru bergabung 3 bulan ini. Selanjutnya saya hanya sekedar menjadi sider (pekerjaan tetap, khekhekhe..) tapi saya tersanjung loh sama pujianmu, aw-aw-aw..
Rajabmaulan: ini sudah apdet, maaf jika ini gak sekeren yang kamu bayangkan. Namun begitu kritik dan juga saran, atau pertanyaan bisa membangkitkan semangat jiwa mudaku, yoshhhh!
Yukori Kazaqi: bagaimana dengan fict colab kita? Aku pengen eksis juga… (T,T)
Mitsuka Sakurai: ganbatte kudasai juga buat kamu. Aku senang kalau kamu mengerti.
Kumbang Bimbang: masih penasaran lagi gak nih?!
Guest (2): ini sudah dilanjut, semoga terhibur..(^^)
Hinatauchiha69: iya, endingnya jelas Sasuhina. Saya sudah berusaha update cepat, semoga Hinata-san gak lama nunggu, hehehe
Guest (3): gomen lok apdetenya lama, :P saya usahakan apdet cepat.
Keiko-buu89: iya, ini sasuhina, tapi ada slash gak masalah kan? *kedip mata. Chap ini lebih banyak Mada-Hina. Tapi chap depan saya usahakan full Sasuhina. Jadi tetap review ya.. (^^)b
.
.
Untuk semua, sankyuuuu mina-san,
Bolehkah saya meminta REVIEW?
Please..
Salam hangat,
PORORO90
