Annyeong~ san balik lagi, sebagai permintaan maaf karena lama, san update 2 judul sekaligus! Dan nerusin fanfic iseng-iseng ini, hehe langsung baca aja deh, san lagi ga mood banyak ngomong..
Mari kita lestarikan ff yewook coeple ! :D
.
,
.
.
Tittle: The Guardian Devil
Rated: T
Genre: Horor, Romence
Author: Park Sansan
Cast: Kyuhyun, Ryeowook, Yesung and Other Cast
Pair: KyuWook, YeWook
Disclamer: Author udah nyadar kok, semua cast bukan milik Author, tapi ide cerita keseluruhan milik Author seutuhnya. Deal? :)
Warning : YAOI, OOC, typo(s) berserakan, abal-abal, alur berantakan, ide cerita pasaran!
Summary: "Aku selalu di sampingmu Chagiya, menjagamu dan menjadi matamu. Sampai kapan pun" –Kyuhyun-
Don't like? Don't read!
NO BASH OR FLAME
DON'T COPAS
RnR please.. :)
Happy reading cingudeul (˘.~)
.
.
.
.
"Wookie, pernahkah kau merasa jika ada seorang pelanggan kafe tempatmu bekerja yang selalu memperhatikanmu?" kini mata Kyu sedikit menerawang. Sepertinya ia tengah mengingat-ingat beberapa moment di saphire blue kafe tempat Wookie bekerja sebagai pianis di mana seorang namja berkepala besar yang setia meneliti Wookie setiap jam makan siang dan makan malam.
"Mwo? Benarkah? Aku tak pernah meraskannya. Siapa dia?"
"Entahlah, aku sendiri juga tak mengenalnya" jawab Kyuhyun seadanya. Dia memang tak tahu menahu tentang namja yang ia bicarakan yang ia tahu hanyalah namja itu sering memperhatikan Wookienya.
"Kau cemburu eoh?" goda Wookie pada Kyuhyun sambil terkekeh geli membayangkan ekspresi kyuhyun jika sedang cemburu, lucu –menurutnya-.
"Kau berani menggodaku Wookie?" kini Kyuhyun beranjak dari tempatnya dan berdiri mendekati Wookie, tangannya kini mulai memeluk pinggang ramping Wookie.
"Ani, aku berangkat dulu ne. kau ikut atau tetap disini?" tanya Wookle setelah melepaskan pelukan Kyuhyun dan segera melangkahkan kakinya, sepertinya Wookie tidak mau terlambat ke tempat kerjanya karena kepervertan Kyuhyun.
"Ya! Jangan tinggalkan aku Wookie!" teriak kyuhyun melihat kekasihnya yang berjalan menjauh. Sebulan kehilangan penglihatannya membuat Wookie hapal dengan jalannya sehingga memudahkannya untuk melangkahkan kakinya tanpa ragu. Segera saja Kyuhyun mengekor di belakang menyamakan langkahnya agar tidak tertinggal.
.
.
.
.
Tiiitttttttttttt
"Awass!" teriak seseorang di belakang kyuhyun yang menyadarkannya bahwa ada sebuah mobil yang melaju kencang kearahnya, bukan, tapi kearah Wookie. Dengan sigap di tariknya tangan mungil kekasihnya yang berjalan di depannya yang tadi hendak menyeberang jalan hingga kepelukannya.
Wush
"Fiuh, hampir saja. Dasar pengendara ceroboh!" umpat kyuhyun pada pengendara mobil yang tadi hampir mencelakai kekasihnya.
"Gwancanayo Wookie?" tanya Kyuhyun lembut dan hanya di balas anggukan kecil oleh Wookie, sebenarnya ia tak tahu pasti apa yang sebenarnya telah terjadi. Perlahan Kyuhyun pun melepaskan pelukannya tapi dengan tangannya yang masih mengenggap kuat pada pergelangan tangan Wookie.
Namja yang tadi berteriak berdecak kagum melihat namja di depannya yang terlihat sangat tenang saat menghindari sebuah mobil yang hampir menabraknya, dia pun mendekati Wookie.
"Waahh, kau hebat sekali!"
"Huh, hebat?" tanya Wookie tak mengerti.
"Ne, kau begitu tenang saat menghindari mobil tadi padalah jarak antara kau dan mobil tadi sudah sangat dekat"
"Jinja?"
"U'uhm" kata namja itu sambil mengangguk pasti.
Kini perhatiannya Kyuhyun beralih pada namja yang berteriak tadi. Hey, bukankah dia namja yang di bicarakannya tadi pada Wookie, si kepala besar, ingat?
Kyuhyun POV
"U'uhm" kata namja yang berteriak tadi sambil mengangguk pasti. Hhh~ ternyata dia namja yang belakangan ini mengusikku. Yah meski dia sama sekali belum benar-benar mengusikku.
"Bukankah kau namja yang bermain piano di saphire blue kafe?" tanya si namja kepala besar itu pada Wookie, ayolah bukankah dia selalu memperhatikan Wookie, pertanyaanyaan konyol. Bilang saja kau ingin mendekati Wookieku.
"Ne, dari mana kau tahu?" tanya Wookie polos, ah apakah dia lupa dengan yang ku bicarakan tadi?
"Aku salah satu pelanggan saphire blue kafe, dan aku sering melihatmu. Kim Jongwoon imnida, tapi kau bisa memanggilku Yesung.." kata namja yang menyebut namanya Yesung sambil mengulurkan tangan, melihatnya aku pun memegang tangan Wookie dan menggerakkannya untuk meraih tangan namja itu. Seperti mengerti, Wookie hanya menurut saja. Meskipun sebenarnya aku tak suka ada orang lain yang menyentuh Wookie, tapi aku tak ingin Wookie terlihat buta di mata orang lain, karena akulah yang menjadi mata Wookie sekarang.
"Yesung? Wah, pasti suaramu sangat bagus. Kim Ryeowook imnida. Kau dapat memanggilku Wookie, berapa umurmu?" tanya Wookie lagi sambil melepaskan jabatannya, Wookie memang seperti itu, jika dia baru mengenal orang dia pasti menanyakan umurnya. Jadi jika orang itu lebih tua darinya dia dapat memanggilnya hyung atau nonna.
Tapi, tunggu dulu. Kenapa Wookie antusias saat mendengar kata yesung? Meskipun aku tau dia sangat menyukai musik tapi itu tak menjamin namja ini memiliki suara yang indah seperti namanya, aku juga yakin suaraku masih lebih indah darinya.
"25 tahun, kau?"
"Brarti aku harus memanggilmu hyung, aku 23 tahun hyung" kata Wookie dan tersenyum sangat manis. Dapat ku lihat ekspresi si kepala besar itu seperti orang yang 'terpesona'. Apakah dia benar-benar tertarik pada WookieKU?
Hhh~ aku semaikin sebal saja melihatnya. Tak ku sadari tanganku yang memegang perlengan tangan Wookie kini mencengkramnya kuat.
'Kyu, appo!' kata Wookie dalam hati, aku pun langsung melonggarkan peganganku dan ku lihat raut wajah Wookie yang samar sedang menahan sakit.
' Pabboya Kyuhyun! Kenapa kau sakiti kekasihmu sendiri?' rutukku pada diriku sendiri sambil memukul kepalaku.
"Mianhe Wookie, aku tak sengaja" kataku meminta maaf.
"Kajja, ku antar kau ke kafe. Pasti kau sudah terlambat kan?"
"Aish~ benar juga"
'Ne,Kyu kajja' jawabnya pada permintaan maafku tadi dan mengajakku untuk berjalan lagi menuju kafe.
Sekarang kami bertiga berjalan menuju saphire blue kafe dengan posisi Wookie berada di tengah dan tanganku yang masih setia menggandeng tangannya. Sedangkan namja bernama Yesung berjalan lurus ke depan dengan sesekali melirik ke arah Wookie, entah apa yang di pikirkannya sekarang.
Yesung POV
Tak ku sangka sekarang aku dapat berjalan berdampingan dengan namja mungil yang belakangan ini sering ku perhatikan. Ternyata namanya Wookie, lucu seperti orangnya. Tapi ada yang aneh dengan tatapannya, entahlah.
Sesampainya di kafe Wookie langsung menuju piano yang ada di sudut ruangan setelah dia berpamitan denganku. Aku pun menuju meja yang sudah biasa ke tempati untuk memperhatikan Wookie, meja yang hanya terhalang 2 meja dari tempat Wookie. Dari sini aku selalu mengagumi permainan jemari Wookie dalam diam.
Hampir sebulan penuh aku hanya berani melihatnya, setiap jam makan siang dan makan malam aku selalu ke sini, bahkan jika ada waktu lebih aku lebih sering lagi datang ke sini hanya untuk melihat dan menikmati permainan pianonya.
Tapi ku rasa ada yang berbeda dengan permainannya hari ini, lebih ceria ku rasa. Apa yang merubahnnya? Entahlah, aku tak tahu, belum.
.
.
.
.
Normal POV
"Wookie, istirahatlah dulu. Kau belum makan dari tadi pagi, lagi pula kafe sedang sepi" kata Kyuhyun mengingatkan Wookie yang masih asik bermain piano.
'sebentar lagi Kyunie' jawab Wookie dalam hati. Matanya masih terpajam dan tangannya masih riang menari menekan tuts piano. Hingga semenit kemudian ia menyudahi permainannya.
Nampak sesosok namja aegyo dari arah dapur menuju tempat Wookie, ia adalah pemilik kafe ini. Ia berjalan mendekat sambil membawa sebuah nampan berisi makanan untuk Wookie dan meletakkannya di meja dekat piano.
"Makanlah dulu Wookie" kata namja itu seraya menyentuh lembut pundak Wookie.
"Ne hyung" jawab Wookie singkat. Kini ia berjalan menuju meja dekat piano dengan di bantu Sungmin –sang pemilik kafe-. Sengaja Kyuhyun membiarkannya karena ia tahu jika nmja bernama lengkap Lee Sungmin itu selalu membantu Wookie. Dulu sebelum kecelakaan itu terjadi, Wookie bekerja di sini sebagai koki, tapi setelah itu ia harus berpindah posisi menjadi pianis. Tapi ini tak telalu buruk bukan?
Kyuhyun mengekor di belakang mengikuti Wookie. Seperti yang biasa ia lakukan sebulan ini, ia duduk di pinggir meja persegi yang membuatnya dapat melihat Wookie dan Sungmin yang duduk berhadapan di meja yang sama. Dulu, dia yang selalu duduk di tempat Sungmin, hanya berdua dengan Wookie.
Senyumnya terlukis ketika melihat tingkah kekasihnya yang seperti anak kecil saat makan, ini pertama kalinya ia dapat melihatnya lagi setelah kematiannya.
"Wah, ihi hung hengdihi hang hahak? –Wah, ini hyung sendiri yang masak?- " tanya Wookie dengan makanan yang masih penuh di dalam mulutnya.
"Ne, bagaimana? Enak tidak?" kata Sungmin sambil tersenyum lebar. Sepertinya ia sudah lama sekali tak mendengar pertanyaan dari Wookie tadi. Sebulan ini jika Wookie makan makanan pemberian dari Sungmin ia hanya memakannya tanpa berbicara sedikit pun. Berbincang dengan Sungmin saja paling saat ia baru datang atau akan pulang selesai bekerja. Sepertinya keceriaan Wookie mulai kembali, begitulah batin Sungmin.
"Ewhak hekhali hung –Enak sekali hyung-" kata Wookie lagi dengan masih terus mengunyah makanannya.
"Hati-hati Wookie, nanti kau tersedak" kata Kyuhyun mengingatkan. Sebenarnya ia senang kebiasaan kekasihnya yang berbicara saat mulut penuh kembali lagi, karena itu tandanya Wookie sudah tidak sedih lagi, tapi bukankah kebiasaan itu juga tidak baik.
'Tenang saja Kyu, kau tidak makan?' tanya Wookie, jangan tanya kenapa ia dapat mengatakannya dengan jelas karena ia hanya berbicara dalam hati.
"Memangnya kau pernah lihat hantu makan?" jawab Kyuhyun dengan kembali betanya.
'ani, hehe' kata Wookie lagi sekarang dengan dibarengi cengengesannya yang membuat Sungmin menautkan alisnya, bingung.
"Kau kenapa Wookie? Kenapa senyum-senyum sendiri? Kau tidak gila kan?"
"Ya hyung aku tidak gila, aku hanya sedang senang hari ini" jawab Wookie membela diri. Sekarang ia telah menghabiskan makanannya sehingga ia dapat berbicara jelas.
"Aku tahu itu"
"Mwo? Dari mana hyung tahu?"
"Permainan pianomu, kebiasaan lamamu yang muncul lagi dan senyummu yang terus ku lihat. Sebenarnya ada apa huh?"
Mendengar pertanyaan dari Sungmin membuatnya bingung. Apa ia harus menceritakan semuanya tentang Kyuhyun, sepertinya itu tidak mungkin.
"Ya Wookie, jangan berfikiran untuk menceritakan tentangku pada si kelinci itu. Aku tak mau kekasihku di anggap gila" kata Kyuhyun santai setelah mengetahui apa yang dipikirkan Wookie.
"Hyung tak perlu tahu, bwe!" jawab Wookie pada sungmin.
"Aish~ kau tak menganggapku sebagai hyungmu lagi eoh? Tunggu dulu, apa ini ada hubungannya dengan Yesung hyung?" tanya Sungmin asal, karena menurutnya itu satu-sayunya alasan. Apalagi tadi pagi ia melihat Wookie dan Yesung datang berdua ke kafe.
"Hyung mengenalnya?"
"Jadi benar karena dia?" tanya Sungmin antusias.
"Jawab dulu pertanyaanku hyung, kau mengenalnya?"
"Benarkah karena dia?"
"YA! Kalian berdua jangan saling bertanya!" teriak Kyuhyun kesal, tentu saja hanya Wookie yang dapat mendengarnya. Coba posisikan kau berada pada tempat Kyuhyun pasti kau juga akan kesal. Apalagi ini tentang si kepal besar itu.
"Jangan berteriak di telingaku Kyu!" kata Wookie sebal dan refleks mengatakannya secara langsung, bukan dalam hati seperti biasanya.
"Aku tidak berteriak Wookie, dan kenapa kau menyebut nama Kyu?" tanya Sungmin bingung. Dia mulai sedih saat mendengar nama Kyu di sebut lagi oleh Wookie. Pasalnya ini hari pertamanya dapat melihat Wookie ceria lagi, ia tak mau melihat Wookie sedih lagi.
Dulu, jika Wookie dan sungmin berdebat seperti tadi, Kyuhyun selalu menengahi mereka dengan cara berteriak seperti tadi. Sungmin mengira jika Wookie mangingat kenangan yang baginya sudah tak bisa terjadi lagi dan merasa Kyuhyun ada di sini. Meski sebenarnya Kyuhyun memang ada di sini, Sungmin saja yang tidak tahu.
"Ah.. uhm.. aku hanya teringat padanya hyung" kata Wookie gugup. "Jadi hyung, dari mana kau mengenal Yesung hyung?" tambahnya mengalihkan perhatian Sungmin. Mendengarnya, Kyuhyun hanya berdecak sebal.
"Dia itu sunbaeku di sekolah dulu, dia juga pelanggan tetap di kafe. Apalagi sejak kau menjadi pianis, ia semakin sering saja datang ke sini. Aku rasa, ia suka padamu Wookie"
Kyuhyun semakin menekuk wajahnya mendengar perkataan Sungmin. Sepertinya ia punya saingan baru setelah namja itu. Bukannya ia tak mau melihat Wookie bahagia hanya saja ia belum siap menghadapi kenyataan.
"Mana mungkin, kami baru saling kenal tadi pagi hyung" elak Wookie.
"Tapi dia sudah memperhatikanmu sebulan ini Wookie, apa kau tak tertarik padanya?"
Kyuhyun menyerngitkan dahi. Tak terlalu ingin mendengar jawaban Wookie. Hhhhh~ dia hanya bisa menghela napas. Tega-teganya sahabatnya sendiri –Sungmin- mencoba menjodohkan namjacingunya pada namja lain.
"Ani!" jawab Wookie pasti. Kyuhyun tersenyum pahit, antara senang karena tunangannya masih sangat mencintainya dan sedih karena keadaan yang telah sangat jauh berbeda.
"Kau harus belajar membuka hatimu untuk orang lain Wookie"
DEG_
Kyuhyun merasakan ada yang sakit di dada kirinya, aneh untuh makhluk yang jantungnya sudah tak berfungsi lagi. Sepertinya ia melupakan kenyataan itu.
"Aku harus kembali bekerja hyung, gumawo untuk makanannya" kata Wookie mengacuhkan pernyataan Sungmin. Baginya itu hal yang mustahil. Ia pun berdiri dari duduknya dan memundurkan kursi untuk memudahkannya beranjak. Dengan tangan yang menggapai-gapai di udara ia berusaha mencari keberadaan piano.
Sedangkan Kyuhyun masih terpaku mendengar ucapan Sungmin tadi hingga lamunannya pecah ketika melihat Wookie yang menabrak piano dan akan terjatuh. Dengan sigap Kyuhyun berdiri dan segera berlari guna menolong Wookie. Ia pun menuntun Wookie hingga ketempatnya tadi bermain piano tanpa sepatah kata pun. Lidahnya kelu.
Sungmin semakin miris melihat keadaan namja yang sudah di anggapnya sebagai namdongsaengnya sendiri. Prihatin dan errr merasa bersalah itulah pikirannya sekarang.
'Seandainya aku tak pernah memberikan foto itu pada Kyu, mungkin kau tak akan menderita seperti ini Wookie, semua ini salahku' begitulah batinnya. Jangan mengira Kyuhyun juga dapat membaca fikiran Sungmin, karena itu hanya berlaku pada Wookie.
'Kau harus belajar membuka hatimu untuk orang lain Wookie' kalimat itu terus terngiang di kepala Kyuhyun. Seperti kaset rusak yang meutar lagu yang sama.
TBC
Kelar juga chap 2 fanfic iseng-iseng ini, hahaha.. bagaimana readers, memuaskankah? Di chap depan san bakal jelasin kenapa mereka bisa kecelakaan, tapi san butuh cast tambahan lagi, yang jelas karakter ini yang ga suka hubungan KyuWook, enaknya siapa ya?
Saatnya bales riview..! #jrengjrengjreng
Choi sparkyu: hahay, san juga suka kalo pairnya kyuwook or yewook :D yah, jangan garuk garuk aspal dong, kasian jalanan jadi tambah macet :p
Pinky YeWook Shipper: sad ending? Liat ntar aja, sesuai moodnya san. Hahaha #author sarap!
Yewook90: jinja? Gumawo *bow :D ini udah kilat belom, hehe mian lama ya? :(
Cho Ryeosomnia: tetep kyuwook? San pertimbangin ya cingu :) mian lama banget san updatenya, huhu *sujud sujud
RyeoRim: yap! Tuh yeppa udah nongol di chap ini, tapi masih sekilas sih.. hehe
Ryeochan: banyakin kyuwook moment, di chap depan ne? :)
LeeHaeNa: ini udah san update, tapi ga kilat sih T_T
Guest: gumawo~ ^^ di chap depan bakal san jelasin ya.. wah, naik rate? San belom siap mental ntar deh san konsultasi dulu sama si unhyuk oppa! Hahaha :D tetep kyuwook? Wah, banyak yang request nih, san juga suka sih. Liat ntar aja ya :p
Yups! gumawo reviewedeul, review lagi ne? ^^. Siders, review juga dong biar san tambah semangat. Hehe..
So, Would you mind to review please? *nyodorin kantong review
