"Between Us"

Cast (cuma minjem nama):

-Kai (Kim Jongin)

-Do Kyungsoo

-Jung Soojung (Krystal)

-cast lain menyusul

AU, OOC

Chapter 2

Kai berdiri di depan cermin yang menampakkan tubuhnya yang telah berpakaian rapi. Dia menghela nafas panjang yang sudah berapa kali ia hembuskan dengan posisi yang sama. Dia sebenarnya sudah berada di depan cermin dari setengah jam yang lalu. Kai ingin menguhubungi Kyungsoo hyung kesayangannya itu, dan kabur dari acara makan malam ini. Tapi dia kembali teringat ibunya. Kemudian dia juga mengingat kata-kata ibunya sebelum meninggalkannya tadi. Sudah yeoja, dan kemungkinan lebih tua pula. Menyebalkan.

TOK TOK TOK

"Kai, apa kau sudah siap?" Tanya ibunya dari luar kamar Kai.

"Iya Eomma, sebentar lagi aku akan keluar." Jawab Kai.

"Baiklah. Cepatlah turun, tamu kita sudah datang."

Huftft... "Ne..."

Kai turun dengan langkah pelan dan tak bersemangat. Tak lama setelah sampai di lantai satu rumahnya, eommanya menghampiri dan menarik tangannya langsung.

"Kai... ayo cepat, mereka sudah datang." Kata ibunya senang. Kai tak menanggapi dan hanya mengikuti ibunya yang menarik tangannya untuk ke ruang depan.

Kai melihat seorang yeoja dengan balutan gaun berwarna merah marun selutut, dan seorang namja tua dengan jas hitam dan kemeja putih sedang menyapa appanya. Jika dilihat-lihat, yeoja itu tidak setua yang Kai pikirkan. Bahkan lebih muda atau mungkin seumuran dengannya. Tapi eommanya bilang direktur utama? 'Mana mungkin?' Pikirnya.

Kai yang hanya diseret oleh eommanya pun ikut mendekat ke orang-orang yang sedang saling sapa itu.

"Selamat datang Tuan Jung. Dan kau pasti Soojung kan?" Ucap eomma Kai ramah menyapa kedua tamunya.

"Ne, Nyonya Kim. Ini Soojung, cucuku." Balas Tuan Jung memperkenal kan cucunya.

"Annyeong Nyonya Kim, senang bertemu dengan anda." Sapa Soojung sambil sedikit menundukkan kepalanya.

"Ah, kau cantik sekali Soojung... Benar kan Kai?" Nyonya Kim memuji Soojung dan menyenggol sedikit lengan Kai yang membuat Kai agak kaget karena dari tadi hanya diam saja menyaksikan.

"Ah... Ne, Eomma. Hehe." Kai pun hanya nyengir. Lalu dia menatap ke arah Tuan Jung dan Soojung, kemudian memperkenalkan diri sambil tersenyum sealami mungkin supaya tak terlihat terpaksa. "Annyeong Tuan Jung, dan Soojung. Perkenalkan, saya Kim Jongin. Tapi kebanyakan orang memanggil ku Kai."

"Annyeong. Senang berkenalan denganmu, Kai."

"Saya rasa acara perkenalannya, bisa dilanjutkan di dalam. Kenapa kita jadi berkenalan di depan seperti ini. Hahaha. Mari silahkan masuk Tuan Jung dan juga Soojung." Sela Tuan Kim untuk mempersilakan para tamunya masuk.

Setelah acara makan malam dan sedikit mengobrol di meja makan, ada beberapa informasi yang Kai dapatkan. Soojung memang sudah bekerja di perusahan keluarga Jung, tapi bukan direktur utama seperti yang eommanya katakan. Ternyata eomma cantiknya itu membohonginya. Dia pun tadi hanya mendengus kesal sambil melirik ke arah eommanya, yang hanya dibalas cengiran dari Nyonya Kim.

Soojung memang yeoja yang cantik, sopan, dan pintar seperti yang eommanya katakan. Tapi tetap saja, dia tak merasakan apapun. Bagaimanapun juga hatinya telah dimiliki oleh Kyungsoo seorang. Dia harus membicarakan ini dengan Soojung supaya bisa membatalkan rencana perjodohan.

Kini Kai dan Soojung tengah duduk di bangku taman belakang rumah. Di taman itu banyak bunga-bunga yang dirawat dan ditata rapi oleh eommanya selama ini. Mereka berdua sudah duduk beberapa menit di sana, namun tak ada seorang pun yang memulai pembicaraan. Kai yang masih sibuk memikirkan bagaimana cara mengatakan rencana pembatalan perjodohan ini pada Soojung. Sedangkan Soojung sendiri dari tadi hanya menatap ke langit memandangi bintang-bintang yang tak seberapa banyaknya.

"Eumm... Soojung-ah. Apa kau tahu mengenai perjodohan kita?" Akhirnya Kai memutuskan untuk langsung to the point ke arah yang ingin dibicarakannya.

"Ne, aku tahu. Waeyo?" Jawab Soojung santai tanpa mengalihkan pandangannya dari langit.

"Eum, apa kau tidak keberatan dengan ini?" Tanya Kai sambil menatap ke arah Soojung.
Soojung masih enggan mengalihkan pandangannya kepada Kai. "Apa kau keberatan?"

"Ya, begitulah. sebenarnya aku sudah punya kekasih yang sangat aku sayangi."

"Aku tahu." Jawab Soojung yang kini sudah memusatkan perhatiannya pada Kai.

"Kau tahu?" Kai memekik kaget mendengar penuturan Soojung.
Soojung hanya tersenyum menanggapi Kai yang kaget. Senyumnya ini berbeda, bukan senyum manis yang dari tadi dia lihat ketika bersama orang tuanya. Mungkin semacam menyeringai?

"Aku tak percaya. Bahkan keluargaku saja tak tahu." Jawab Kai yang sudah mengendalikan diri dari kekagetannya.

"Tentu saja aku tahu. Kekasihmu itu, mungil -walaupun masih tetap lebih tinggi dariku-, imut, memiliki mata lebar yang menggemaskan, lebih tua darimu, dan dia..." Soojung sengaja menggantung kalimatnya."...namja."

Kai sontak melebarkan kedua matanya. "Ba- bagaimana kau bisa tahu?"

"Tentu aku sudah mencari semua informasi tentangmu. Aku tidak mungkin mau dijodohkan dengan sembarang orang." Jawab Soojung santai kemudian meminum teh di atas meja yang telah dianggurkannya sedari tadi.

"Kalau kau tahu, kenapa kau mau dijodohkan denganku?" Kali ini suara Kai agak berat dan memandang yeoja di sampingnya dengan tajam.

"Karena kau gay. That's all."

"Kau gila!" Suara Kai meninggi. "Ini konyol."

"Ahahaha." Soojung hanya tertawa senang melihatnya.
.

Pembicaraan Kai dan Soojung berakhir dengan panggilan dari eomma Kim yang mencarinya. Ternyata Tuan Jung memutuskan untuk pulang karena dirasa sudah cukup larut malam. Saat sebelum naik ke dalam mobil Kai melihat Soojung mengedipkan sebelah matanya dengan jahil. 'Apa-apaan dia?' Batin Kai.

Kai POV
Kini aku memilih untuk langsung ke kamar dan merebahkan tubuh lelah ku di atas kasur. Aku sangat pusing memikirkan masalah perjodohan ini. Gila! Yeoja itu benar-benar gila! Bagaimana mungkin dia mau saja dijodohkan dengan ku. Bahkan apa tadi katanya? Karena aku gay? Yang benar saja! Aku tak habis pikir. Bagaimana bisa dia bicara seperti itu.

.

Soojung POV

Tak ku pungkiri tadi aku sangat terhibur melihat mukanya yang kaget. Hahaha. Dia sangat lucu sekali, apalagi kekasih Kai yang terlihat menggemaskan itu. Aku rasa aku harus membicarakan perihal ini lagi dengan Kai besok. Karena dia harus mau menyetujui perjodohan ini juga.

Aku kembali fokus pada file yang tadi kuletakkan begitu saja di atas meja kerjaku. Aku buka dan ku lihat beberapa foto yang menunjukkan seseorang di dalamnya. Sudah semakin dekat waktu untuk membalasmu. Aku sudah tak sabar lagi. Hahaha.

TBC

A/N:

Akhirnya bisa update.

Maaf kalau makin gak jelas ceritanya.

Nggak nyangka ada yang mau foll dan fav fic saya yang asdfghjkl ini.

Bagi yang berkenan silakan isi kotak review.

Terima kasih. ^^