Silent Love ( Sequel )
Author : Keilee's World
Pair : SasuNaru ( Sasuke Uchiha x Naruto Uzumaki )
Disclimer : Sebenernya gue pengen si Naruto jadi punya gue, tapi berhubung gue udah punya Gaara #ditendangNeji jadi gue ngalah buat si Sasuke ayam #diChidoriSasuke #kabor
GJ Mode : On Maksimal
Mereka milik Tuhan YME, Orang tua mereka, bang Masashi Kishimoto si Tukang menjatuhkan harapan gue.
Genre : Romance, Friendship
Rate : Maunya apa? T apa M? T aja deh, author masih polos.
Author's Note : Annyeong, mian kalo ada typo (s). Author masih baru. Ditambah lagi author itu manusia dan manusia itu tidak sempurna jadi wajar kalo punya salah, bla... bla...
Readers : NGGA USAH CERAMAH, WOOII! CEPET MULAI CERITANYA.! #disumpel serangganya Shino
Author : #pundung
Sekian dari author gamsahamnida #bow360 o
Start Story
Uzumaki NAruto PoV
Aku memandang datar pemandangan yang ada di depan rumahku. Pemandangan dimana seorang Ketua Kedisiplinan Sasuke Uchiha yang menyebalkan berdiri dengan posisi –sok- keren sambil bersandar di depan motor sport merahnya. Seminggu sudah berlalu semenjak kejadian aku yang dihukum olehnya. Dan semenjak itu Sasuke teme itu jadi rajin menjemputku dengan alasan agar aku tidak terlambat lagi. Tidak buruk memang karena aku bisa bersamanya lebih lama tetapi tetap saja itu akan mengurangi jam tidurku. Sasuke bahkan sudah stand by di depan rumahku jam 06.30 padahal biasanya pada jam sepagi itu aku masih bermanja ria dengan gulingku sedangkan sekolahku masuk pada jam 07.30. Bisa kalian bayangkan apa yang harus kulakukan di sekolah sepagi itu? Ketua Kedisiplinan Sasuke Uchiha teme itu mungkin memang memiliki tugas yang bisa dia lakukan di pagi hari yaitu mencari kesalahan siswa lain, sedangkan aku? Yang kulakukan hanya melihatnya sedang membacakan peraturan sekolah pada siswa yang melakukan pelanggaran seperti mengecat rambut dan lain-lain dan berlanjut dengan pemberian hukuman.
"Kenapa kau tidak menghukum Naruto senpai juga? Bukankah dia mengecat rambutnya menjadi pirang seperti itu? itu jauh lebih mencolok dari milikku." Protes siswa itu. Aku tidak mengenalnya. Kurasa dia adalah adik kelas. Wow.. berani sekali dia protes dengan keputusan Sasuke. Kujamin detensi berkepanjangan akan jatuh padanya. Aku hanya menatap iba pada siswa yang lumayan tampan itu.
Aku menguap lebar yang menandakan rasa bosan mulai menjalar ke pikiranku. Aku melihat sekeliling yang mulai ramai dengan siswa. Kalian bertanya kenapa aku tidak pergi ke kelas dan malah menunggu Sasuke Uchiha teme itu disini? Jawabannya adalah karena dia memintaku untuk menunggunya disini. Kalian bertanya lagi kenapa aku tidak menolak? Jawabannya adalah karena aku tidak bisa menolak permintaannya. Bagaimana bisa aku menolak permintaan yang diajukannya dengan menggunakan puppy eyes –gagal- nya itu?
Aku kembali melihat ke arah Sasuke yang masih betah dengan kegiatannya. Kesal, akhirnya aku menghampirinya dengan kaki dihentak-hentakkan dan bibir terpout sebal. Aku menarik-narik lengan bajunya seperti anak kecil yang meminta permen kepada orang tuanya. Sasuke melihat kearahku hanya sekilas karena setelah itu dia kembali pada kegiatannya. Aku menggerutu karena dia mengabaikanku.
"Aish, Ya! Uchiha Sasuke teme! Kapan kau selesai dengan kegiatan menyebalkanmu itu? Kau tidak tahu aku bosan menunggumu disana, eoh?" teriakku sebal kearahnya.
Lee Hyukjae PoV End
Uchiha Sasuke PoV
"Aish, Ya! Uchiha Sasuke Teme! Kapan kau selesai dengan kegiatan menyebalkanmu itu? Kau tidak tahu aku bosan menunggumu disana, eoh?" aku menoleh kebelakang dan onyx-ku menemukan pemandangan yang membuatku menahan nafas. Uzumaki Naruto dobe yang sayangnya adalah sahabatku memasang tampang menggemaskan layaknya anak anjing yang minta dipungut. Aku merasa wajahku mulai memanas. Aku kembali menghadapkan wajahku ke depan tapi mataku malah bertemu pandang dengan mata seorang yeoja yang selalu mengejarku semenjak kelas satu tanpa rasa bosan. Sakura Haruno.
'Aigoo, kenapa harus ada wanita itu.' Batinku. Tanpa pikir panjang aku langsung menarik tangan Naruto yang langsung terlonjak gembira. Dia berjalan sambil menandak-nandak seperti bocah kecil. Dia benar-benar hyperaktif.
Mengingat sesuatu, aku berhenti melangkah lalu menoleh kebelakang tanpa menghiraukan pandangan bingung dari pemilik tangan hangat yang sekarang ku genggam.
"Kau yang disana, jangan terlalu senang karena urusanmu denganku belum selesai. Nanti saat jam istirahat temui aku di Sekretariat Kedisiplinan!" kataku yang langsung menghilangkan wajah sumbringah dari wajah namja yang tidak jadi –tertunda- aku hukum tadi.
"Sasuke-kun.. Chotto matteyo!" teriak seorang gadis yang sudah kutahu siapa itu dari belakangku. Aku semakin mempercepat langkahku sampai membuat Naruto kewalahan mengikutiku.
"Aish, Teme! Pelan-pelan, Baka. Kau membuat tanganku sakit! Ada apa denganmu? Apa otak iblismu sedang mengambil alih tubuhmu sekarang? Sampai tingkahmu yang aneh itu menjadi semakin aneh!" bentak namja cerewet dibelakangku yang sontak membuat langkahku terhenti.
"Apa yang kau maksud dengan otak iblis, rubah dobe?" tanyaku dengan diiringi deathglare tampan milikku yang dibalas deathglare miliknya yang lebih mengarah kepada cuteglare.
"Sasuke-kun! Kenapa Sasuke-kun menghindar dariku?" aku menoleh kesamping dimana seorang gadis berdahi lebar bergelayut manja dilenganku layaknya ikan lamprey yang menempel pada ikan.
'Aish, kenapa wanita ini masih tetap mengejarku? Ini semua gara-gara rubah dobe cerewet nan berisik yang entah kenapa bisa jadi sahabatku ini.' Aku mengirimkan deathglare terbaikku pada Naruto yang dibalas dengan cute-deathglare miliknya.
"Sasuke-kun~" panggil gadis itu dengan bibir dipoutkan yang terlihat tidak imut sama sekali. Bahkan pouting lips gadis ini tidak ada setengahnya dari pouting lips milik Naruto. Aku ingin meninggalkannya tapi berhubung aku laki-laki gentle yang pantang menyakiti perasaan wanita, kinginan itu hanya aku pendam dalam hati.
"Tadi aku tidak melihatmu. Ditambah lagi aku harus mengantarkan rubah dobe yang tersesat ini ke kelasnya." Jawabku sambil melirik Naruto yang balas melirikku sinis.
Uchiha Sasuke PoV End
Uzumaki Naruto PoV
Aku menatap iritasi kearah gadis yang dengan seenaknya bergelayut manja di lengan kokoh Sasuke. Hal yang tidak bisa kulakukan sejak dulu. Ingin rasanya aku menenggelamkan yeoja ini ke Sungai Ciliwung yang penuh limbah di Indonesia. Mataku makin melotot mendengar suara gadis itu saat memanggil Sasuke. Suaranya dibuat imut padahal aku hampir muntah mendengarnya.
"Tadi aku tidak melihatmu. Ditambah lagi aku harus mengantarkan rubah dobe yang tersesat ini ke kelasnya." Aku melirik sinis kearah Sasuke mendengar jawaban seenaknnya yang keluar dari bibirnya.
"Baiklah, mungkin ini saatnya RUBAH DOBE pergi ke kelas tanpa di antar oleh IBLIS TEME." Jawabku tak kalah sarkastis.
"Baiklah, silahkan pergi, rubah jelek!" bukan Sasuke yang berbicara melainkan si gadis gatal minta di garuk, Sakura Haruno. Aku menatap tajam kearahnya. Dan lagi apa maksudnya memanggilku dobe? Sekedar pemberitahuan yang boleh memanggilku dobe atau rubah hanyalah teman-teman dekatku dan orang yang ehemkusukaiehem.
Aku memutar bola mataku jengah, " Aku pasti akan pergi tanpa kau suruh jika Sasuke mu ini melepaskan tanganku, Wanita Dahi Lebar!" sentakku.
Lee Hyukjae PoV End
Author PoV
"Ya! Apa maksudmu, eoh! Sasuke kun lepaskan tangannya! Biarkan pengganggu itu pergi!" perintah Sakura seenaknya.
Sasuke menghela nafas mendengar pertengkaran tidak penting dari dua manusia disampingnya itu. Jengah dengan keadaan ini, Sasuke kembali berjalan sambil tetap menggandeng Naruto.
"Sasuke-kun! Kenapa Sasuke kun pergi dengannya?" teriak suara cempreng Sakura sebal. Semakin sebal saat Naruto memeletkan lidah kearahnya.
"Karena aku tidak mungkin dan tidak mau berpisah dengan rubah dobeku." Jawab Sasuke tanpa menoleh. Dia tidak tahu bahwa perkataannya membawa dampak yang besar bagi seseorang.
'Benarkah itu, Sasuke? Benarkah kau tidak mau berpisah denganku? Apa itu artinya kau juga menyukaiku?"
.
.
.
TBC
Ini udah dibenerin, yang kemaren itu salah publish, gomen, ne.. biasalah, gue juga manusia...
Gue males cuap-cuap, so
Sayonara
Mind to RnR?
