Babboyeoja's another story :

Pure Romance

Inspired by :

Junjo Romantica by Shungiku Nakamura

Cast :

EXO OT12

Pair :

Kristao | Huntao | others

Rated :

M

Genre :

Romance

Typo-mah pasti ada brad, gak suka ya jangan baca, jangan buang waktu kalian di hal yang gak kalian suka, ini BOYS LOVE ALIS COWOK x COWOK, Boy x Boy. Serta para cast disini milik keluarga yang bersangkutan Saya hanya meminjam nama~

.Sekian.

.Mari membaca.


CH.2 He's such a Perv


Saat ini aku sedang diperjalanan menuju apartemen Yifan-Ge walaupun dengan paksaan berlebih dari Yixing-Ge, Well sebelumnya aku berdebat dahulu dengan Gegeku itu. Ya, karena kejadian tadi malam itu…

Tapi, apalah daya seorang adik? Setiap perdebatan ujung-ujungnya adik yang selalu kalah, tapi entah aku yang memang bodoh. Entahlah.

Tak terasa aku sudah didepan pintu apartemen Yifan-Ge, aku mulai membunyikan bel yang tersedi didepan itu, menunggu beberapa menit, pintu tak kunjung terbuka. Aku yang kesalpun mulai menekan- nekan bel tersebut secara brutal bahkan aku memukul- mukul pintu itu, tanpa piker panjang aku memegang knop pintu dan

BRUK

Pintu terbuka, akupun jatuh dengan sangat indahnya.

Aku mulai menyusuri apartemennya ini, aku berteriak memanggil namanya, tapi tidak ada sahutan, sampai akhirnya aku melihat satu pintu yang cukup membuatku tertarik. Kenapa? Karena pintu itu bercat hitam pekat, dan perasaanku mengatakan bahwa itu pintu dari kamarnya Yifan-Ge.

Saatku bukan pintu itu, kamar tersebut dipenuhi mainan anak kecil dan jangan lupakan beberapa boneka yang berhamburan di ranjangnya, dan ditengah ranjang besar itu, ada Yifan-Ge. Aku yang keasalpun langsung mengahmpirinya,

"Ya! Bangun! Kau ada urusan denganku! Ya! Yif-,"

SRET

Kurasakan tangan kekar menariklenganku yang menggantung di udara, dan seperkian detik kemudian, aku sudah tertidur di ranjang yang sama dengannya. Tanpa dikomando dan membuka kelopak matanya Yifan-Ge memelukku dari belakang.

"Gege! Lepaskan! Ya!," seruku sambil menggeliat berusaha keluar dari pelukannya, tapi bukannya terlepas malah semakin erat.

"Ya! Wu Yi-Ahhh…,"

Desahku saat kurasakan lengan kekarnya menerobos masuk celanaku dan juga langsung memegang benda privatku, dengan tepat ia menaik turunkan lengan kekarnya itu, aku yang tidak bisa apapun hanya terus menggeliat dan…

Mendesah….

"Itulah hukuman bagi yang Mengganggu tidur seorang Wu Yifan."

.

.

.

.

.

Entahlah kejadian absurd tadi, kini kami berdua sedang berada di ruang tengan apartemennya, tidak ada yang bersuara diantara kami kecuali suara seruputan kopi yang sedang ia lakukan. Sedangkan aku, aku masih bertahan dengan wajah penuh kesalku karena perbuatan tidak senonohnya itu.

"Berhentilah memasang wajah seperti itu, Huang Zitao. Kau begitu jelek,"

"Aku memang jelek!,"

"Eyyyy, tapi menurutku kau manis jika tidak sedang cemberut seperti itu,"

"Aku meamng manis, tapi manisku ini bukan untukmu!,"

"Baiklah, jika manismu bukan untukku, bisakah aku mendapatkan tubuhmu?,"

"YA!,"

"Hahahahahahaha."

Melihatnya tertawa lepas seperti itu membuat hatiku sedikit menghangat, entah kenapa. Setelah ia meredakan tawanya, ia tersenyum lembut kepadaku dan menjulurkan lengan kekarnya..

Lengan yang menaik turunkan pen-

"Aku minta maaf."

Serunya sambil membawaku kembali ke kehidupan nyata.

Aku yang langsung sadar dengan perkataannya, sontak menjulurkan juga lenganku, dan membalas jabatan tangannya,

"Permintaan maaf diterima."

Acara minta maaf dan dimaafkan adalah awal dari kedekatanku dengan Yifan-Ge. Setelah mengobrol beberapa menit, aku baru tahu bahwa Wu Yifan adalah seorang yang ramah dan juga penyayang, buktinya ia memiliki macam- macam koleksi mengenai barang- barangnya yang berada di kamar tadi.

"Jadi, Zitao, apa alasan kakakmu makasaku untuk mengajarkanmu pelajaran matematika? Tsk padahal aku seorang penulis..," aku sedikit tersentak saat ia mengatakan itu, aku yang mulai bingung atau lebih tepatnya malu, mengatakan hal yang sebenarnya hanya menundukan kepalaku.

"Wae? Apakah serius?," tanyanya kembali, akupun mulai mengangkat kepalaku dan bercerita mengenai nilai matematikaku yang selalu mendapatkan nilai telur, ia hanya terkekeh kecil lalu mengacak- acak rambutku.

"Gege, jadi apakah kau bisa membantuku?,"

"Tentu, walaupun aku seorang anak sastra dan bahasa, aku masih menguasai pelajaran itu,"

"Jinjja?! Kyaaaaaaaaaaaaa, Gege Saranghaaaeee!,"

"Nado,"

"Eh.."

Waktu terus berjalan hingga akhirnya, aku bisa mengejar ketertinggalanku di pelajaran matematika berkat Yifan-Ge, tapi ada satu hal yang membuatku sedih,

Mulai senin depan aku akan tinggal dengan Yifan-Ge, karena Yixing-Ge mengajak Chae-Jie untuk tinggal dirumah kami. Aku tidak mengeri alasan yang dilontarkan Yixing-Ge ketika memintaku untuk meninggalkan rumah dan tinggal dengan Yifan-ge.

"Tao-ya, masa kau tidak mengerti? Gege mohon..,"

"Tapi alasan Gege itu tidak terlalu kuat,"

"Zi.. Gege mohon..,"

"Mohon apa Ge?,"

"Mengertilah.. Gege tidak mungkin menjelaskan secara detail kenapa kau harus tinggal sementara waktu dengan Yifan..,"

"Gege-,"

"YA! HUANG ZITAO, APA KAU INNOCENT ATAU MEMANG BODOH? MEREKA BUTUH PRIVASI SAAT AKAN MEMBUAT ANAK! APA KAU MAU MENDNENGAR DESAHAN MEREKA SETIAP MALAM HAH?!," bentak Yifan-Ge yang entah kenapa bisa ada disini.

Aku yang shock mendengar teriakannya, hanya bisa terdiam seperti orang bodoh, tidak tahu harus berbuat apa..

"YIfan! Kau tidak berhak membentak adikku!,"

Tanpa memperdulikan Yixing-Ge yang sedang memarahi Yifan-Ge, aku berlari keluar rumah dan menuju rumah Jongin. Tanpa menunggu dibukakan pintu aku langsung berlari masuk rumah besar itu, dan mulai berlari kekamar Jongin, saat sampai didalam mataku dan mata Jongin bertemu pandang, sampai akhirnya Jonginpun menganggukan kepalanya dan aku mulai terisak didepannya.

Ia datang menghampiriku lalu mulai menepuk- nepuk bahuku dan membisikkan kata- kata penenang.

"Sudah puas menangisnya, Zitao?," Tanya Jongin sambil menarik- narik kecil rambutku, mengingat posisi kami yang sedang berbaring saling berhadapan dikasur empuk milik Jongin.

"Sebenarnya tidak, tapi karena kau takut tidak bisa menangis lagi, jadi aku berhenti," jawabku ikut menarik- narik rambutnya.

Ohya, itu adalah kebiasaan kami.

"Terserahmu saja, jadi apa yang membuatmu menangis?,"

"Yixing-Ge menyuruhku untuk tinggal sementara waktu dengan Tutor mtematikaku itu..,"

"Maksudmu Wu Yifan? Tapi apa yakin Yixing-Ge menyuruhmu seperti itu?,"

"Iya, lalu saat aku Tanya kenapa, untuk pengganti mereka bulan madu. Aku yang tidak terlalu percaya dengan alasan itu, terus merengek tidak mau pindah…,"

"Lalu dibagian mana kau menangisnya?,"

"itu…

Saat…

Wu Yifan membentakku dan mengatakan,

'YA! HUANG ZITAO, APA KAU INNOCENT ATAU MEMANG BODOH? MEREKA BUTUH PRIVASI SAAT AKAN MEMBUAT ANAK! APA KAU MAU MENDNENGAR DESAHAN MEREKA SETIAP MALAM HAH?!',"

"…apa Wu Yifan orang gila, Tao?,"

"Apa maksudmu?,"

Jonginpun menjelaskan perkataan Yifan-Ge yang sangat kasar, walaupun cenderung mesum. Tapi, Jongin bilang tidak baik mengatakan orang 'bodoh', itu sangat amat tidak baik.

Setelah bercerita banyak hal mengenai segalanya dengan Jongin, kamipun memutuskan untuk keluar rumah mencari makan malam, karena ia dengan santainya mengatakan bahwa Kedua orangtuanya sedang pergi ke Jeju untuk menemui sepupunya yang sedang sakit, Kim Jinhwan.

"Jadi, Ayam goreng atau sushi?,"

"bagaimana jika keduanya?,"

"kenapa tidak?."

.

.

.

.

Tanpa disadari kedua lelaki manis itu seorang lelaki berpakaian hitam- hitam mengikuti mereka dari belakang tanpa menimbulkan suara berlebih. Sampai akhirnya dua lelaki manis itu sampai disebuah restoran yang cukup besar dan nyaman, si lelaki hitam- hitam itupun mengikuti mereka masuk dan langsung saja menurunkan topi jaketnya dan melepaskan masker yang ia kenakan.

Beberapa orang langsung mengalihkan perhatian mereka pada sosok tadi bahkan ada yang memekik tapi dengan gesture tangan yang ia buat, beberapa orang tadi langsung diam. Jika kita lihat secara detail, lelaki itu adalah…

"Jung Sehun!," pekik Zitao saat ia melihat lelaki tadi berdiri didepan pintu masuk, dengan wajah sumringah Zitao menyuruh Sehun untuk duduk dengannya dan Jongin, Sehun yang diperlakukan seperti itupun langsung membalas senyum lelaki itu dan datang menghampirinya. Saat didepan meja Zitao dan Jongin, Sehun mengambil duduk disebelah Jongin yang sibuk menuliskan pesanan mereka.

"Zi, kau mau yang isi apa?,"

"Nini, ada orang yang aku ingin kenalkan denganmu,"

"Zi, tidak ada isi sushi yang 'Nini, ada orang yang aku ingin kenalkan denganmu', tidak ada,"

"maksudku, ada seseorang yang duduk disebelahmu,"

"Eung? Oh, Sehun,"

"Hanya itu?!," Sewot Sehun saat mendapat reaksi yang sangat amat datar dari Jongin, Jongin yang tidak mengerti hanya tersenyum kecil kearah Sehun dan mulai sibuk kembali dengan daftar menu yang ia pegang.

"jadi kalian benar- benar tak mengenaliku?,"

"Ya."

Ketiga umat manusia itu berakhir dengan makan malam bersama yang diisi dengan obrolan ringan yang mereka buat, bahkan mereka terlihat seperti teman lama yang sudah biasa berbincang seperti itu, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing- masing, sedangkan ZItao ia bingung harus pulang kerumah siapa, Yixing atau Yifan.

Sehun yang melihat raut wajah bingung Zitaopun bertanya ada apa dan kenapa. Zitao menceritakan segalanya kepada Sehun tanpa peduli mereka baru mengenal beberapa hari yang lalu, sampai seorang namja tinggi berwatak wajah tegas menarik lengan Zitao dengan lembut dan menggenggamnya dengan erat.

"Kau siapa?,"

"Ayo kita pulang Zi,"

"Hei! Ka-,"

"Aku kekasihnya."

.

.

.

.

.

TBC

A-yo!

Saya bawa chapter 2 dengan 1,3k dan berubah jadi Rated;M.

maaf gabisa sampe 2k, karena mood ilang pas liat lagi postan di ig tentang kris yang mukanya gak banget waktu ditanya tentang tao /?.

Nah, untuk yang pada nanya, saya jawab disini aja ya,

Q : Karakter sehun jadi siapa?

A : dia gajadi siapa- siapa di anime junjou romantic, dia hanya karakter yang pengen saya masukin biar rame aja /? Nggak deng biar konfliknya kerasa ajasih h3h3

Q2 : biasanya yang ketemu duluan jadi jodoh si Pemeran Utamanya?

A2 : gak ko, gak tahu masudnya… loh gaksih, gak berniat masangin Sehun sama Tao disini tapi gatau deng lagian, saya keburu kepincut Sehun di pairin sama yang lain (bukan luhan tapi /?), tapi jika untuk keperluan cerita ya gitudeh

Q3 : ini akhirnya kristao kan? jangan pairin Kris sama yang lain di Ff ini kalau tao nya boleh

A3 : iya ini akhirnya kristao, entah kenapa walaupun 2mingguan kemaren ke-taoris-an saya berkurang (karena suatu hal) saya tetep gagal move on dari mereka. Untuk yang kris;that's right, saya juga gak suka kris di pairin sama yang lain, kalau tao boleh-boleh aja kecuali sama, ini versi saya; kai, chen, baekhyun, sama suho.

Makasih yang udah follow,favorite,dan review.

Makasih juga buat silent reader, kalau ada.

Udah ya kawan, mari bertemu di chapter depan, yang kemungkinan di post hari kamis atau jumat.

Bye~~~