TRAGEDY

Author : Hyundan0697

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol , Do Kyungsoo dll

Disclaimer : It's Pure My story.. Udah pernah ku Post di AFF dengan User Berbeda, tapi khusus di FFN ini saya Publish yang pake bahasa Indonesia.

Pairing : Chanbaek/Kaisoo/fantao

Genre : Campuran

Warning : Yaoi, little bit Horror, Boy Love Boy

Preview Chapter 1

Langkah kaki itu terhenti tepat di depan lift. Ia Sosok berbalut pakaian serba hitam dengan sebuah botol di genggamannya.

"Selamat datang Byun Baekhyun.. mari kita mulai dramanya.."

Sosok itu berdesis dan tersenyum miring.

"Lalu sebagai permulaan.. kita mulai dari ini..."

dan sosok itu menuangkan cairan merah kental di tubuh mungil baekhyun.

Chapter 2

.

.

.

.

Please Enjoy and dont forget for Review ^_^

Baekhyun terkejut menyadari ia bangun di sebuah ranjang yang tak ia kenal, ranjang yang di penuhi segala aksesoris berbau panda. Ia pun mencoba mengingat apa yang menimpa dirinya tadi, tapi ia sama sekali tak mengingat apapun kecuali ketakutannya yang sangat menakutkan bahkan untuk sekedar diingat.

Saat ia tengah berfikir, satu-satunya pintu di ruang ini yang berlukiskan si hitam putih panda, terbuka. Menampilkan sosok tinggi berambut blonde yang tampak terkejut saat melihat Baekhyun.

"Kau sudah sadar! Tao-ya! Namja ini sudah sadar!"

Pria itu berteriak. Terdengar memanggil sosok lain. Dan benar saja tak berselang lama seorang namja lain yang lebih pendek dari namja tadi muncul dengan sebuah mangkuk si tangannya.

"Omo chingu.. senang melihatmu sudah sadar. Ini aku bawakan sup ikan untukmu. Aku buat sendiri lohh.."

Namja itu mendekat dan duduk di sebelah ranjang. Ia memegang sendok dan meyiduk (?) sup buatannya.

"Ayo buka mulutmu… Aaaa.."

Baekhyun tak bereaksi. Ia hanya memandang aneh namja itu. Lagipula memengnya siapa namja ini? Dan siapa namja itu?

"Kau siapa? Dan kenapa aku bisa ada di sini?"

PLAK

Namja yang berambut blonde menepuk dahinya ala orang lupa yang mulai mengingat sesuatu.

"Ah ya. Kita belum saling kenal. Aku Yifan dan ini istriku, Tao. Kami tinggal di apartemen ini. Kurasa kita tetangga."

Baekhyun menautkan alisnya bingung.

"Baiklah..Aku Baekhyun. Bagaimana caraku bisa berada di sini?"

"Kami menemukanmu di depan lift" Tao menyahut. "Keadaanmu benar-benar mengenaskan tadi.. bajumu dipenuhi darah. Kami khawatir tapi tidak tau kau tinggal di apartemen nomor berapa, jadi kami membawamu ke apartemen kami. Tapi aneh, Kau sama sekali tidak terluka. Lalu darah itu berasal dari mana?"

Mendengar penjelasan Tao, Baekhyun mulai menemukan gambaran kejadian tak mengenakkan yang menimpa dirinya.

"Sosok itu…"

Baekhyun bergumam. Yifan mulai mendekat dan ikut duduk di sebelah ranjang, menggenggam jemari Tao dengan wajah yang sarat akan ketakutan.

"Sosok apa?"

Tao bertanya.

Nampak lebih ketakutan dibanding Yifan.

"Ah, bukan apa-apa.." Dalih baekhyun."Baiklah aku harus pulang karena sepertinya hari sudah pagi dan aku sudah meninggalkan apartemenku sendirian terlalu lama. Dia pasti rindu padaku."

Canda Baekhyun. Ia lantas bangkit dan merapikan sedikit rambut dan kemejanya.

"Ah, apa ini milik kalian?" Baekhyun menunjuk kemeja yang dikenakannya. Tao segera mengangguk dan menghampirinya.

"Ya. Hmm Tak bisakah kita sarapan bersama dulu? Aku sudah memasak karenamu loh. Padahal aku tidak pernah memasak sebelumnya.." Pinta Tao dengan raut kurang bahagia.

Melihat itu Baekhyun jadi tidak tega.

Dengan terpaksa ia pun mengangguk.

At Dining Room.

"Ini sup ikan pertamaku sekaligus masakan pertama buatanku.. silahkan dicobaa…"

Baekhyun mengangguk dan mulai mencicipi sup itu, lalu… yang terjadi berikutnya adalah Baekhyun menandaskan segelas air tanpa jeda.

"Ada apa Baekhyun-ssi?" Tao nampak khawatir.

"Itu… apakah sup ini ketumpahan garam? Ini… agaak sedikit.. Asin."

Yifan langsung membatalkan niatnya memakan sesendok sup saat mendengar perkataan Baekhyun.

"Hiks.. Aku memang tidak jago memasak baekhyun-ssi.. nampaknya aku memang tidak berbakat. Aku istri yang buruk. HUAAA"

Yifan mengelus rambut Tao, menenangkannya. Sementara Baekhyun tersenyum simpul.

Pasangan yang imut.

Baekyun memuji. Hanya dalam hati.

.

.

.

.

Sore ini Baekhyun berencana belanja beberapa makanan dan jajanan untuk mengisi kekosongan kulkasnya. Dan diluar dugaan Ia bertemu lagi dengan Park Chanyeol, orang yang 'katanya' calon Jaksa itu. Tepat saat pintu lift berhenti di lantai 6 dan terbuka.

"Baekhyun-ssi?"

Senyum chanyeol terkembang melihat Baekhyun tapi yang diberi senyuman hanya memandang dingin dan curiga.

"Kau kan yang di koridor itu?"

Tanpa basa-basi Baekhyun langsung bertanya tepat ketika pintu lift tertutup.

"Di koridor? Kapan?"

Baekhyun tersenyum tak suka dengan jawaban chanyeol.

"Ya kemarin. Kau jangan pura-pura lupa. Aktingmu jelek. Apa tujuanmu melakukan itu padaku heum? Aku tak suka dikerjai.. itu sangat tidak beradab dan memalukan jika kau tanya pendapatku."

Chanyeol mulai kebingungan.

"Sebenarnya apa yang kau bicarakan Baekhyun-ssi? Kau menuduhku untuk apa? Aku langsung masuk ke apartemen dan tidak keluar. Aku hanya pengunjung jadi untuk apa aku berkeliaran di koridor."

Chanyeol mencoba menjelaskan, tapi Baekhyun tak mau peduli. Ia hilang kepercayaan pada pria yang baru ditemuinya itu dan setelah pintu lift terbuka ia langsung keluar tanpa menyapa Chanyeol.

Sementara itu Chanyeol melangkah dengan kebingungan yang menjalar dikepalanya. Ia menatapi punggung Baekhyun yang semakin menjauh dan menghilang.

Dari sebuah jendela apartemen, sebuah sosok tersenyum sinis menatapi Baekhyun di bawah sana yang mulai menjauh dari Chanyeol.

"Ini masih permulaan.. benar-benar baru permulaan.."

Ia bergumam.

.

.

.

.

DOK DOK DOK

Pintu apartemen baekhyun diketuk keras-keras. Sangat menyebalkan mengingat ini sudah jam 11 malam. Siapa yang berani bertamu hampir tengah malam dan mengganggu tidur indahnya? Ia pastikan orang itu tidak akan berbentuk orang lagi setelah ini. Lagipula bel tersedia tapi kenapa harus menggedor pintu?

CKLEK

"Baekhyun-ssi.."

Saat pintu terbuka sosok Chanyeol-lah yang nampak. Baekhyun hampir uring-uringan tapi urung saat melihat sosok lain yang nampak mabuk di sampingnya. Orang yang mabuk itu limbung ke arah Baekhyun.

"YAAK!"

Baekhyun segera menangkap orang itu susah payah.

"Siapa namja ini? Dan untuk apa kau bawa kemari He?!"

Amarah Baekhyun akhirnya meledak.

"Aku tidak kenal. Aku bertemu dia di bawah. Dia berteriak 'Namanya byun baekhyun' berkali-kali. Jadi aku bawa ke sini karena kukira kau mengenalnya."

Memanggil-manggil namanya? Baekhyun agak berfikir.

"Baiklah. Terima kasih sudah mengantar."

BLAM

Baekhyun menutup pintu bahkan sebelum chenyeol bicra lebih banyak. Baekhyun bukannya tega, Ia hanya waspada terhadap orang baru. Tapi apa yang baru ia lakukan? Ia bahkan membawa orang asing masuk ke apartemennya! Siapa sebenarnya namja ini?

TBC

Huhu.. saya update.. ^_^ (takjub sendiri) chapter 2 sangat sedikit? Ya sengaja saya buat segini emang. Makanya kalian harus rajin review biar saya tergugah manjangin FF-nya ^^

Da deh.. see you next chap

Hyundan0697

11-01-2015