You are Mine
cast :HunKai slight Chanbaek and others
Genre : yaoi, supernatural, BL, fantasy
Rate : T mungkin *plakk*
warning : ff abal-abal, bahasa tidak baku dan typo nista bertebaran, sekedar imajinasi author yang minta disalurkan *dilempar*
Summary:
Sebut saja Kim Jongin adalah seorang indigo. Disaat ada hantu jahat menggangu Jongin datanglah Sehun menyelamatkannya dari situasi yang sangat tidak ia sukai. Sejak pertemuan Jongin dan Sehun tidak ada lagi hantu yang berani mendekati Jongin. Lalu bagaimana reaksi Jongin saat mengetahui identitas Sehun yang sebenarnya ? Dan apakah Jongin bisa menerima bahwa dirinya telah ditandai sejak ia lahir?
PART 2
Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, mentari pun mulai menampakkan sinarnya walaupun tidak terlalu terang karena kabut musim dingin yang menghalangi. Kesibukan kota Seoul pun dimulai, udara dingin akibat salju yang turun tadi malam tidak menyurutkan semangat orang-orang untuk tetap menjalankan aktivitasnya.
Disebuah kamar apartemen terlihat namja manis yang masih setia bergelung dibawah selimutnya..nampaknya ia masih belum terusik dengan cahaya matahari yang masuk melalui jendela apartemen yang tidak tertutup tirai.
DRRTTT…DRRRTT…
Bunyi getaran ponsel diatas meja nakas akhirya berhasil membangunkan Jongin yang sepertinya masih enggan beranjak dari alam mimpi.
Diraba-rabanya (?) meja nakas untuk mencari IPhone kesayangannya..setelah berhasil menemukan ponsel itu yang ternyata hanya menampilkan alarm membuat Jongin mengerang kesal namun beberapa detik kemudian….
"APAA ? HARI SENIN ?" Jongin langsung melompat dan berlari kearah jendela "berapa lama aku tertidur?" ia bertanya entah pada siapa "bahkan aku melewatkan salju pertama…aarrgghh" erangnya frustasi.
"PAGI NINIII..!" Pekikan seseorang membuatnya terlonjak kaget
"aiishh…yaakk Lee Taemin..bisakah kau tidak mengejutkanku..kau membuatku jantungan" kata Jongin sambil mengelus dada.
"yaakk berapa kali harus ku bilang panggil aku hyung..aku jauh lebih tua darimu tau!" balas orang yang dipanggilnya Lee Taemin tadi dengan kesal.
"arasso….arasso…kau memang lebih tua 30 tahun dariku atau bahkan lebih..tapi sebelum kau mati kan umur kita tidak terpaut terlalu jauh..kau juga masih tetap seperti ini" tunjuk Jongin tepat dihidung Taemin
"dasar anak kurang ajar…turunkan tanganmu" marah Taemin,,Jonginpun menurunkan tangannya sambil mencibir.
"baiklah..baiklah.. aku akan memanggilmu hyung..puas!" kata Jongin..pagi ini ia sedang malas berdebat dengan namja manis yang notabene adalah hantu sekaligus temannya di apartemen ini.
Jongin memang benci hantu yang selalu mengganggunya, tapi Taemin adalah pengecualian.
Jongin ingat saat pertama kali bertemu Taemin adalah ketika ia baru seminggu pindah ke apartemen ini. Taemin selalu mengekori kemanapun Jongin pergi. Tapi tidak seperti kebanyakan hantu lain yang menemui Jongin untuk minta pertolongan atau sekedar mengganggunya, Taemin justru meminta untuk berteman dengan Jongin.
Taemin tidak pernah mau menceritakan apa penyebab kematiannya ataupun tujuannya sehingga ia masih gentayangan sampai sekarang padahal kematiannya sudah terhitung 30 tahun lebih. Tapi Jongin tidak mempermasalahkannya, ia tidak terlalu suka ikut campur dengan privasi orang apalagi Taemin adalah hantu. Ia takut malah akan menyinggung Taemin dan membuatnya marah. Jika dilihat-lihat umur Taemin dan jongin tidak terlalu jauh, tapi itu jika Taemin masih manusia. Taemin meninggal saat berumur 20 tahun. Sedangkan Jongin kini berumur 19 tahun.
"nah itu baru adikku yang manis" kata Taemin sambil mengacak rambut Jongin gemas "ngomong-ngomong apa yang terjadi padamu ? kau seperti anak kecil yang kehilangan mainan saja" kata taemin lagi
"aku melewatkan salju pertama turun..padahal aku sangat menantikannya..seingatku kemarin aku tidak pulang larut tapi kenapa aku langsung tidur ya? Apa kau tau sesuatu hyung?" Tanya Jongin
"emm..molla..kemarin aku tidak ada disini Nini sayang..aku baru menemui mu pagi ini" jawab taemin
"oh iya…aku kemarin berkenalan dengan namja..namanya Oh Sehun, dia juga mengantarkanku pulang dan setelah itu aku ketiduran hyung" kata Jongin seperti mendapat pencerahan. Taemin yang sebenarnya terkejut saat mendengar Jongin menyebut nama Sehun langsung memasang ekspresi biasa saja agar Jongin tidak curiga.
"mungkin kau kelelahan makanya tertidur lebih awal..cepat sana mandi..kau kan ada kelas pagi ini !"perintah Taemin sambil mendorong tubuh jongin untuk segera mandi
Jongin menepuk jidatnya..ia benar benar lupa kalau jam 8 ia sudah harus sampai di kampus..
Tanpa disuruh dua kali Jongin langsung berlari kekamar mandi.
"hyung awas ya kalau menerobos masuk saat aku mandi" pesan Jongin terakhir kali sebelum masuk ke kamar mandi
"Niniii…hyung mau ikuuuttt" kata Taemin manja yang langsung dihadiahi deathglare dari Jongin
"aiishh..galaknya" kata Taemin pura-pura takut sedangkan Jongin sudah menghilang dibalik pintu kamar mandi.
'Akhirnya kau bertemu dengannya Jongin, meskipun ini tidak sesuai janjinya.' batin Taemin
Jongin POV
Suasana kampus sudah cukup ramai saat aku mulai memasuki area parkir. Kulihat Tao, Chanyeol dan Baekhyun sedang berdiri disebelah mobil mereka. Sepertinya mereka juga baru sampai beberapa waktu yang lalu. Kuparkirkan mobil Lamborghini putih kesayangan ku tepat disebelah mobil milik Tao.
"whats up bro !" setelah turun dari mobil, akupun langsung menyapa teman-temanku dan ber-high five ria dengan mereka. Bisa kulihat tatapan kagum para gadis dan juga namja yang mungkin terpesona dengan kami berempat.
Seperti biasa kami selalu menjadi sorotan. Bagaimana tidak, tampang kami yang menawan dan penampilan yang selalu high class pastinya membuat semua orang iri right?
Hahaha…bukannya sombong tapi memang seperti itu kenyataannya.
Lihat saja Baekhyun dan Chanyeol.. mereka adalah sepasang kekasih yang sangat sempurna. Baekhyun yang bertubuh mungil dengan kulit putih mulus serta wajah yang cantik mempesona melebihi yeoja bersanding dengan Chanyeol yang bertubuh tinggi atletis serta berwajah tampan bak pangeran. Jangan lupakan penampilan mereka yang selalu high class itu. Entah apa pekerjaan orang tua mereka, yang jelas sepertinya kekayaan mereka tidak akan habis hingga tujuh turunan. Mereka hanya mengatakan kalau nasib kita sama karena memiliki orang tua yang sibuk hingga lupa rumah dan anak. Dan satu hal yang ku tahu mereka itu sudah bertunangan, makanya mereka tidak pernah terpisah walau hanya sebentar.
Kemudian Tao..nama lengkapnya Huang Zi Tao, dia asli China. Kuakui Tao nyaris sempurna, tubuhnya tinggi, putih dan jangan lupakan wajahnya yang imut dan tampan sekaligus. Ia memiliki lingkaran hitam seperti panda dibawah matanya, tapi itulah yang membuatnya nampak menggemaskan. Tao sangat menyukai brand Gucci hampir keseluruhan barang yang dikenakannya bermerk Gucci dan tentu saja semua itu original. Ayah Tao merupakan pembisnis sukses di China. Beberapa cabang perusahaan ayah Tao juga ada yang di Korea Selatan dan beberapa di Negara lain seperti Hongkong,Singapura dan Australia.
Di kampus inilah awal pertemuanku dengan mereka, sejak masa orientasi mahasiswa baru mereka bertigalah yang menjadi teman baik ku hingga sekarang.
"kau kemana saja kemarin eoh..kami mencarimu tapi kau tidak ada kabar sama sekali..apa kau lupa kalau besok aku pergi ke Qingdao untuk menjenguk kakekku ? kan sudah kubilang aku ingin mengadakan pesta perpisahan" rajuk Tao..dia memang sedikit manja dan berlebihan jadi maklum saja *diwushu Tao*
"kau harusnya melihat bagimana tampangnya yang hampir menangis karena tidak bisa menghubungimu hahaha" kata Chanyeol diiringi tawa nista nya. Tao semakin mempoutkan bibirnya saat mendengar ejekan Cahanyeol ditambah lagi Baekhyun ikut menertawakannya. Mereka berdua memang sangat suka menggoda baby panda ini.
"hehehe..aku ketiduran dan aku belum mengecek handphone ku sama sekali" kata ku sambil menggoyangkan Iphone ku dihadapan mereka. "lagipula kau kan hanya pergi seminggu..untuk apa mengadakan pesta perpisahan?" sambungku.
"yaa.. kita sepertinya memang harus berpesta..sudah lama kita tidak hangout dan pesta" kata Baekhyun yang selalu antusias dengan yang namanya hangout.
"bukannya minggu lalu kita hangout dan kau memborong pakaian hampir disemua toko yang ada di mall" kata Chanyeol dengan cueknya yang langsung mendapat hadiah jitakan 'sayang' dari kekasihnya.
"sudahlah itu bisa kita pikirkan nanti..sekarang kita harus masuk kelasnya Shim songsaenim..aku tidak mau absensi ku dicoret olehnya" kataku sambil menarik Tao meninggalkan Baekhyun dan Chanyeol yang masih sibuk 'main jitak-jitakan'. Jujur aku heran kenapa Tuhan bisa sangat pas menjadikan mereka pasangan kekasih. Mereka benar-benar pasangan ajaib.
Jongin POV end
2 jam telah berlalu setelah sibuk dengan mata kuliah sejarah sastra yang diajarkan oleh Shim songsaenim akhirnya Jongin dan teman-temannya bisa bernafas lega karena setelah ini tidak ada lagi mata kuliah yang harus mereka masuki.
Tao yang katanya harus mempersiapkan segala sesuatu untuk pergi ke Qingdao besok memutuskan untuk pulang lebih dulu. Begitu pula dengan Chanyeol dan Baekhyun, mereka mulai sibuk dengan klub musik yang mereka ikuti. Sebelumnya mereka berempat sudah membuat janji untuk berkumpul di Club langganan mereka malam ini untuk merayakan pesta 'perpisahan Tao yang akan pergi ke Qingdao untuk menjenguk kakeknya yang sedang sakit'.
Kini tinggal lah jongin sendirian. Karena untuk pulang ke apartemen dirasa terlalu cepat maka Jongin memutuskan untuk pergi ke Starbucks untuk membeli cappuccino kesukaannya dan sekedar bersantai disana.
Sebelum sempat membuka pintu mobilnya tiba-tiba sebuah mobil ferrari mengkilap berhenti tepat di belakang mobilnya.
"Kim Jongin !" panggil pemilik mobil itu. Jongin pun menoleh untuk mengetahui siapa pemilik mobil merah super mengkilap itu. Jongin kini bisa melihat seorang namja tampan yang sedang tersenyum dengan sangat cool sambil berjalan kehadapannya.
Sejenak jongin mulai mengingat-ingat siapa namja yang sepertinya pernah ia temui sebelumnya itu. Dan…
"ah..Oh Sehun-ssi" tunjuk Jongin. Ia baru ingat bahwa kemarin ia bertemu Sehun ditaman, lalu namja itu mengantarnya pulang hingga akhirnya ia tertidur sampai pagi tanpa mengingat apapun.
"Ne..kau masih ingat aku kan?" tanya sehun masih memasang senyum yang pasti bisa membuat siapa saja meleleh termasuk Jongin tentunya.
"Ne..te..tentu aku ingat..kita kan kemarin bertemu ditaman" jawab Jongin yang sialnya malah jadi salah tingkah. 'kenapa aku jadi seperti gadis, ini memalukan' rutuk Jongin dalam hati.
"oh iya sedang apa kau disini?" Tanya Jongin setelah sadar dari 'kesalahtingkahannya'.
"aku kuliah disini" jawab Sehun singkat
"benarkah? Kenapa aku baru sekali melihatmu disini..kau ada di fakultas apa? Sepertinya bukan seni dan sastra ya?" Tanya Jongin lagi
"aku ada di fakultas kedokteran" jawab Sehun kembali memasang senyumnya
"oh begitukah"kata Jongin mengerti. Percayalah saat ini Jongin sedang mati-matian menahan debaran jantungnya yang semakin menggila. 'aiisshh..apa yang terjadi denganku?' batin Jongin. Tanpa sadar ia menepuk-nepuk jidatnya. Sehun yang melihat itu merasa gemas namun ia tetap bersikap cool.
"ayo kita jalan-jalan" tawar Sehun sambil mengulurkan tangannya.
Jongin yang merasa de javu dengan uluran tangan Sehun hanya mematung menatap tangan Sehun.
"Kita pergi ke Starbucks untuk minum cappuccino, kau mau? " lanjut Sehun karena merasa diabaikan oleh Jongin
"tapi aku bawa mobil" sahut Jongin setelah tersadar dari lamunannya.
"nanti akan kusuruh orangku mengantar mobilmu ke apartemen bagaimana ?" kata sehun yang kemudian disetujui oleh Jongin.
Jongin pun kini sudah duduk manis didalam mobil Sehun. Setelah memastikan Jongin memakai sabuk pengaman, Sehun pun melajukan mobilnya meninggakan parkiran kampus.
Tanpa mereka sadari dua pasang mata berkilat tajam memperhatikan mereka berdua hingga mobil Sehun menghilang dari area kampus.
TBC !
Akhirnya dengan semangat 45 dan imajinasi yang pas-pasan aku berhasil melanjutkan ff ini *angkat tropy*
Aku nggak nyangka dapet respon positif dari para readers sekalian hehehe
jongmal khamsahamnidaaa...
sebagai author baru tentu review kalian sangat berarti buat aku..
soal yang nanya apa ini ff terispirasi dari goblin? jawabannya iya hehehe..ff ini emang sedikit banyaknya terinspirasi dari drama goblin.
sebenarnya banyak banget yang menginspirasi aku buat nulis ff ini..
terus makasih juga yg udah ngasih masukan utk memperbaiki kata-kata di ff ini biar enak dibaca..jujur itu kelemahan aku buat merangkai kata supaya jadi wacana yang pas *ditabok* tapi aku pasti berusaha sebaik mungkin...cuma klo utk typo entahlah itu typo dtg dari mana padahal sbelumnya udh aku edit bener-bener T_T
udah ah daripada kebanyakan cingcong dan ujung-ujungnya curcol ya kan.. kira-kira ff ini layak buat dilanjutkan gak ?
kalo mau lanjut ya bakal dilanjutin..kalo gak mau tetap aku lanjutin sih tapi kalo ada waktu #plakk
buat yang penasaran tentang Sehun kemungkinan di part depan sudah mulai ada titik terang deh tentang siapa dia,,makhluk apa dia sebenarnya hohhoho
