Akhirnya!!!! Chapter 2 up-date!!!
Me-Chan bersyukur bisa melanjutkan fanfic ini di tengah kesibukanku sebagai pelajar SMP…
Huwaaa!!!! (Nangis lebay *di lempar sandal bakiak ama tetangga sebelah karena berisik*)
Me-Chan bahagia!!!
Karena cerita karangan Me-Chan bisa dibaca semua orang…
BTW, selamat membaca!!!
Berhubung Me-Chan selalu lupa mencantumkan hal ini, sekarang Me-Chan cantumkan…
Disclaimer : Riichiro Inagaki ama Yuusuke Murata (kalau gak salah tulisannya begitu)
Idenya punya Me-Chan…
Chapter 2
12 jam setelah kejadian menyedihkan itu…
"Enn…" Mamori mulai membuka matanya…
" Kak Mamori.." seru Sena yang sedari tadi ada disamping Mamori.
"Kak Mamori!!" seru Monta yang ada di sebelah Sena.
"Sena… Dan kau…… Siapa?" kata Mamori yang masih setengah sadar.
"Kak Mamori, apa kau lupa dengan ku? Sedih MAX!!" kata Monta sambil nangis-nangis kayak anak monyet yang ditinggal ibunya.
"Kak Mamori, ada apa dengan kakak?" tanya Sena.
"Aku tidak tahu. Apa yang terjadi denganku sebenarnya?" jawab Mamori.
Pada saat yang sama…
Kriek……….
Terdengar suara pintu yang dibuka…
"Dokter, apa yang terjadi dengan kak Mamori?" tanya Sena kepada orang yang baru masuk ke ruangan yang ternyata adalah dokter.
"Kelihatannya nona Anezaki mengalami amnesia karena kepalanya terbentur trotoar. Dan ia tidak dapat mengingat kejadian-kejadian yang terjadi pada 2-3 tahun yang lalu." kata dokter tersebut.
"Tidak mungkin, dokter bohong kan?" kata Sena yang seakan tak percaya dengan perkataan dokter.
"Yah, walaupun kenyataan ini terdengar pahit, tapi, itulah kenyataannya…" kata dokter tersebut.
"Tapi dia sangat beruntung karena ada yang menyelamatkannya." Lanjut sang dokter.
"Siapa yang telah menyelamatkan kak Mamori, dok?" tanya Sena (lagi).
"Hmm, kalau tidak salah… Namanya… Youichi Hiruma. Ya, dia yang telah menyelamatkan nona Anezaki." jawab sang dokter.
Sena dan Monta saling bertatap muka…
"Ba…bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Sena .
"Hmm, kalian mengenalnya, ya?" tanya balik sang dokter.
"Ya, dia kapten tim kami." jawab Monta.
"Oh, jadi kau receiver dari Deimon Devil Bats dan kau si Eyeshield 21 itu, ya? Boleh minta tanda tangan, anakku sangat menyukai kalian." tanya sang dokter (gak penting banget niy dokter).
"I…Iya…" jawab Sena dan Monta bersamaan.
"Oh, daripada kita berbasa-basi gak jelas…" kata sang dokter terputus.
"Bukannya yang gaje ntu niy dokter ya?" bisik Monta ke Sena. Sena cuma ngangguk setuju.
"Apa kalian tidak ingin melihat kondisinya sekarang?" lanjut sang dokter.
"Y…ya, kami ingin melihat keadaannya." Jawab Sena (lagi).
"Baiklah." kata sang dokter sambil berjalan menuju ruang ICU.
Di ruang ICU, Sena dan Monta melihat sesosok orang berambut spike kuning (tapi sebenarnya hitam) tergelatak di bed. Di tubuhnya terpasang banyak alat bantu (ya kayak infus, alat pengukur detak jantung (author gak tau namanya, yang tahu nama alat-alat kedokteran macam ini dan lainnya, beritahu author lewat review ya ^_^), selang buat transfer darah, dan lain sebagainya).
"Wah, ternyata kak Hiruma bisa kayak gini, ya…" kata Monta melihat keadaan Hiruma.
"Sudah pasti. Bagaimanapun, kan, kak Hiruma juga manusia…" kata Sena dengan nada iba.
"What? Aku kira kamu sudah mengira kak Hiruma itu setan. Kan, kau selalu disiksa oleh kak Hiruma!"
"Ayo kita ke dalam!" ajak sang dokter. Sena dan Monta mengikuti sang dokter ke dalam ruang ICU.
"Hmmm…. Dilihat dari dekat keadaanya jadi semakin mengenaskan ya, Sena…" kata Monta tak bersemangat.
"He'em." Sena menjawab sambil mengangguk sedikit.
"Oh, ya! Apa kak Kurita dan kak Musashi sudah tahu?" tanya Sena ke Monta.
"Kelihatannya belum."jawab Monta.
"Kalau begitu, kau hubungi kak Musashi, aku akan menghubungi kak Kurita." kata Sena. Monta pun segera melaksanakan apa yang dikatakan Sena.
Ayo kita intip apa yang mereka katakana di telepon (walau ini gak penting).
Monta : Halo, kak Musashi?
Musashi : Ada apa Monta?
Monta : Kakak sudah tahu tentang keadaanya kak Hiruma sekarang?
Musashi : Ada apa dengan setan satu itu?
Monta : Kak Hiruma sekarang lagi ada di rumah sakit karena kecelakaan!
Musashi : Kenapa itu bisa terjadi?
Monta : Aku gak tahu pastinya. Tapi, ceritanya panjang!
Musashi : Oh, begitu. Apa kau sekarang ada di rumah sakit? Dan dia di rawat di rumah sakit mana?
Monta : Yap! Sekarang kak Hiruma dirawat di Rumah Sakit Genki (author ngarang bebas)
Musashi : Baiklah, aku akan segera kesana!
Sekarang kita lihat percakapan antara Sena dan Kurita.
Inner Sena : Bagaimana ini, apa aku harus menelepon kak Kurita sekarang? Yah, harus kulakukan sekarang juga!
Sena : Halo, kak Kurita?
Kurita : Ada apa Sena?
Sena : Aku mau memberitahukan kalau kak Hiruma sekarang dirawat di rumah sakit.
Kurita : Hah! Kenapa bisa sampai masuk ke rumah sakit?
Sena : Kak Hiruma kecelakaan.
Kurita : Kenapa bisa terjadi sampai seperti itu?
Sena : Aku tidak tahu detailnya, tapi, ceritanya panjang.
Kurita : Oh, baiklah! Sekarang Hiruma dirawat dimana?
Sena : Rumah Sakit Genki.
Kurita : Baiklah, aku akan segera kesana.
To Be Continued…
Gomenasai Minna-San…. m(_ _)m
Kalo cerita Me-Chan mengecewakan…
Dan kalau ada mistype…
Karena Me-Chan ngerjain fanfic ini ngebut!!!
Dan tugas membuat Karya Tulis Ilmiah Me-Chan ditolak 2 kali…
Me-Chan dan kelompok Me-Chan sempat pundung… Hiks.. (nangis sesegukan)
Tapi sudah bangkit kembali.
Do'a kan semoga tugas Me-Chan gak ditolak lagi, ya…
Biar Me-Chan bisa buat klimaks-nya…
Eh, Me-Chan kalo kak Naomi baca fanfic ini, Me-Chan mengucapkan arigato gozaimashu karena sudah menemani Me-Chan mengerjakan KTI….
Arigato gozaimashu Naomi Senpai!!! -0-
Eh, kok jadi curhat panjang, ya…
Gomenasai lagi deh… m(_ _)m
Arigato gozaimashu bagi yang sudah baca fanfic gak jelas ini m(_ _)m
BTW, Me-Chan sangat mengharapkan Review…
