-RinxLen drabbles-

Story by: Kiriko Alicia

Vocaloid belongs to Crypton Media and Yamaha Corp

Rating: T

Pairing (Main): KagamineRin X Kagamine Len

Genre: Romance, Humor, dll

Warning: Typo(s), alur cepat/lambat, Innocent!Len, karakter Rin berubah-ubah

Summary: Drabble-drabble singkat mengenai Rin dan Len, dengan karakter Innocent!Len.

Pisang

"Aku tidak menyangka kau membawa pisang hari ini," tutur Len sambil melihat kearah Rin (teman masa kecil yang tinggal serumah dengannya) dengan tatapan penasaran. Ia dan Rin kini sedang menikmati makan siang mereka pada saat jam istirahat.

Len membawa roti prancis panjang yang Teto (kaa-san Rin) berikan untuknya. Sedangkan Rin sendiri membawa roti prancis panjang yang sama dengan Len beserta sebuah pisang (yang kebetulan ia lihat di meja makan dan berencana untuk ia berikan pada Len nantinya).

"Um," Rin menjawab singkat sambil membuka bungkus rotinya.

"Jadi... pisang itu... boleh buatku kan?" tanya Len dengan tatapan memohon. Rin menggelengkan kepalanya.

"Tidak." Len menggembungkan kedua pipinya mendengar jawaban Rin, namun ia tetap tidak menyerah.

"Ayolah Rin! Itu pisangnya juga kau bawakan buatku kan?" Rin tersedak mendengar pertanyaan Len.

"TE-TENTU SAJA, BUKAN!" jerit Rin keras dengan wajah memerah entah karena apa. Beberapa murid lainnya bahkan sampai menjadikan mereka tontonan.

"Oh...," Len kelihatannya agak suram setelah Rin mengatakannya. Lalu ia makan dengan wajah sedih karena tidak mendapatkan pisangnya. Benar-benar memasang wajah memelas seperti anak anjing jika tidak diberikan makan.

Sedangkan Rin sendiri mulai merasa bersalah karena sejujurnya, ia membawa pisang itu untuk diberikan pada Len. Rin pun menghela nafasnya.

"Kenapa sih aku tidak bisa jujur?" batin Rin lalu mulai melahap rotinya secara perlahan. Diam-diam Len memperhatikan gerak-gerik Rin dan melihat Rin tidak memakan pisang tersebut.

"Rin, kenapa kau tidak memakan pisangnya? Kau benar-benar tidak membawakannya untukku ya?" tanya Len. Rin menggeleng pelan dengan rona merah di kedua pipinya.

"Ti-Tidak kok... pisang itu se-sebenarnya... se-sebenarnya... se-se-sebenarnya...," entah mengapa ucapan Rin semakin mengecil dan mengecil, namun Len masih dapat mendengarnya, "se-sebenarnya b-b-buat L-Le-Len-"

"Lenka?"

"..."

"..."

"..."

"..."

"... ya, itu buat Lenka."

.

.

.

Pernyataan Cinta

"Ehem, ja-jadi Len... aku memanggilmu kemari karena aku ingin mengucapkan sesuatu," ucap Rin to-the-point. Len yang berada di hadapannya hanya mengangguk-angguk dengan wajah polos. Rin pun meneguk ludahnya.

"Jadi, aku... em, aku...," Rin pun memulai ucapannya dengan tergagap dan menundukkan kepalanya, tidak berani melihat kearah Len. Kulit wajahnya yang mula-mula putih polos kini hampir menjadi merah sempurna.

"A-Aku... su-su-suka..."

"Suka?"

"A-A-Aku su-su-suka... su-suka..."

"Jeruk?" Len pun melanjutkan ucapan Rin dengan wajah kebinggungan. Rin pun membatu mendengar ucapan teman sebangkunya tersebut. Wajahnya yang semula hampir memerah sempurna, kini telah menjadi merah sempurna.

"..."

"..."

"..."

"Rin?" Disisi lain, Len yang tidak mendapatkan reaksi apapun dari gadis dihadapannya itu pun bertanya dengan polosnya, membuat gadis itu merasakesal seketika. Dengan rasa kesal dan malu yang masih tersisa, ia pun berteriak.

"JA-JANGAN POTONG UCAPAN ORANG KALAU BELUM SELESAI BICARA!"

.

Halo, Alice disini. Karena banyak yang bilang untuk dilanjutkan, akhirnya Alice lanjutkan saja (sebenarnya kebinggungan juga antara mau lanjut atau complete) ._. Balasan reviewnya kali ini Alice kasih ke PM ya ._.)/

Lanjutannya gatau kapan... dan maaf karena pendek ._.

Terima kasih banyak bagi semuanya yang sudah fave, fol, dan me-review! Maaf kalau banyak salah dan sebagainya, Alice benar-benar minta maaf! *mbungkuk*

Sekian, jaa ne!

~Kiriko Alicia